Menilai sisi artistik motor tidak bisa hanya dari foto, kadang terlihat bagus namun kenyataannya biasa biasa saja


Sudah beberapa kali penulis harus merevisi penilaian artistik pada suatu motor setelah melihat sendiri secara langsung. Sayangnya lebih sering penulis harus mendowngrade rating daripada sebaliknya. Motor yang penulis pikir bagus saat melihat di foto yang diposting di blog atau website, ternyata aslinya tidak sebagus yang difoto.

Saat melihat di foto penulis sering kagum atau paling tidak berpendapat positif. Namun saat lihat langsung, kesan yang didapat berbeda dari saat melihat foto. Mungkin karena daya imajinasi penulis kurang, sehingga saat melihat foto, bayangannya berbeda dari kenyataan. Kalau dikategorikan, penyebab perbedaan kesan ini penulis bagi menjadi tiga.

Sudut pengambilan gambar

Yang paling membuat penulis sering tertipu dalam menilai sisi artistik adalah perbedaan sudut pandang dalam melihat motor. Foto foto yang di share seringkali diambil dalam posisi yang tidak normal. Kalau dalam posisi normal, maka orang melihat motor itu dalam posisi berdiri saat sedang tidak naik kendaraan, atau dalam posisi duduk saat naik kendaraan yang lebih kurang posisi mata sama kalau sedang berdiri tanpa naik kendaraan.

Sementara itu foto foto motor yang di posting seringkali mengambil posisi kamera sejajar dengan obyek yang diambil. Kadang juga gambar diambil dari posisi rendah, mungkin mengambil gambar sambil jongkok atau tiarap.

Bisa jadi pertimbangannya agar bisa memperlihatkan detil detil dari motor. Itu memang ide yang bagus. Namun sayangnya seringkali gambar yang menunjukkan posisi normal tidak ada. Gambar yang sering di share adalah gambar yang diambil dari posisi kamera yang tidak normal, yang mungkin tujuannya biar lebih fotogenik atau semacam itu.

Bisa jadi juga pengambilan gambar sambil berdiri dianggap jelek atau terlalu biasa. Mungkin dianggap nggak profesional, tapi bila foto itu dipakai untuk reviewnya motor, mestinya juga mempertimbangkan bagaimana orang melihat motor tersebut. Rasanya cuma orang yang mau beli saja yang lihatnya sampai bongkok atau tiarap. Kalau tetangga atau orang lewat ya tentu malas mau tiarap, paling juga berdiri atau tetap duduk di motor dengan santai. Masa ya pemilik motor memaksa orang lain untuk tiarap juga untuk menunjukkan sisi artistiknya.

Proporsi

Hal berikutnya yang sering membuat tertipu adalah dari sisi proporsi. Karena gambar diambil seringkali hanya dua dimensi, kita jadi tidak bisa melihat bagaimana proporsi secara keseluruhan. Jadi yang terlihat pas dan manis saat difoto jadi terkesan terlalu besar atau terlalu kecil saat melihat secara langsung. Bentuk yang kelihatan bagus saat di foto jadi terlihat tidak proporsional. Juga sebaliknya, apa yang terlihat tidak matching jadi terlihat menyatu saat dilihat secara langsung.

Dalam menunjukkan proporsi, video sedikit lebih mendingan daripada gambar, namun kadang kesan bisa tetap berbeda dari kenyataan bila sudut pengambilan gambar tidak normal atau kameranya tidak natural point of view nya (sudut kamera terlalu sempit atau lebar).

Cuma dipilih yang bagus saja

Bisa jadi dalam memilih gambar yang diposting, yang posting cuma menunjukkan yang bagus bagus saja. Jadi mungkin dari ratusan gambar yang diambil, saat memilih sengaja tidak mengikutkan yang tidak bagus. Bukan dari sisi kualitas gambarnya saja, tapi dari sisi fotogenik ataupun aspek motor dipilih yang bagus bagus saja.

 

Intinya sih, kadang foto itu menipu dan nggak sesuai kenyataan. Jadi kalau mau beli sebaiknya ya lihat sendiri.

Poin poin diatas berlaku tidak hanya pada motor baru saja, namun bisa diterapkan pada saat bro melakukan modifikasi tampilan. Saat melakukan modifikasi, jangan terpaku per bagian saja. Perhatikan secara keseluruhan dari sudut pandang normal orang lain. Mungkin saja kalau dilihat dari dekat atau dilihat pakai tiarap bisa kelihatan bagus, namun saat dilihat sambil lalu kelihatan norak. Dan sayangnya penulis beberapa kali melihat contoh seperti itu. Modifnya niat banget, kelihatan mahal, dilihat perbagian seperti wah, tapi secara keseluruhan jadi jelek dan nggak sesuai. Sayang banget.

3 thoughts on “Menilai sisi artistik motor tidak bisa hanya dari foto, kadang terlihat bagus namun kenyataannya biasa biasa saja

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s