Hubungan antara kecelakaan Ayla vs R25 dengan recall part rem Yamaha R25 dan perilaku motor saat ban depan ngelock karena tanpa ABS


Dari ramainya berita tabrakan antara Daihatsu Ayla dan Yamaha R25 ada yang menyangkutkan dengan recall dari Yamaha terhadap komponen pengereman dari motor tersebut. Penulis kurang setuju, karena dari rekaman detik detik kejadian, terlihat motor R25 jatuh bukan karena rem kurang pakem tapi justru karena terlalu pakem. Penulis berpendapat motor R25 tersebut tidak dilengkapi ABS.

Untuk menjelaskan penulis akan mencoba menjelaskan detik detik saat kecelakaan terjadi. Video bisa dilihat di link berikut

Motor masih tegak:

Motor sudah miring tapi tetap melaju lurus / tidak bergeser ke kiri:

Motor lebih miring, tapi motor tetap lurus.

Motor sudah lebih miring, roda sudah terlihat berbelok, tapi motor tetap lurus. Kaki rider sudah bergerak turun karena sepertinya sudah merasa motor hilang kendali.
Detik detik kejadian R25 jatuh menabrak Ayla 3

Kaki rider sudah menyentuh aspal, roda lebih berbelok lagi. Motor sudah lepas kontrol. Terlihat bekas pengereman yang panjangnya satu motor di belakang R25. Dari jarak, sepertinya itu adalah tanda pengereman dari ban depan.

Menurut penulis itu tanda ban depan terkunci sehingga ban tidak lagi menggigit. Ban tidak menggelinding tapi bergeser di aspal dalam posisi terkunci sehingga ban tidak lagi bisa dipergunakan untuk belok.

Motor sudah mulai rebah, ban jadi lurus lagi, bekas pengereman terlihat lebih jelas.

Motor rebah:

Dari detik detik tersebut terlihat bahwa motor jatuh karena roda depan terkunci sehingga motor tidak bisa dikendalikan lagi. Tidak terlihat tanda tanda pakai rem belakang dari jejak pengereman. Cuma ada satu jejak pengereman, dan dari ukuran terlihat kecil, dari jarak pengereman juga terlihat seperti jejak pengereman dari ban depan. Apakah memang rem belakang R25 susah dipakai?

 

Menurut mas Taufik, problem rem pada motor R25 adalah pompa oli tidak bisa memberikan penyesuaian tekanan terhadap rem pada rpm tinggi.
Detail 3 Masalah Recall Yamaha R25, R25A, MT250, R3 dan MT320 Di Jepang June 15, 2016

1. Masalah Pompa Oli
Masalah Pada pompa Oli ini disebabkan karena Klep/ Valve untuk mengatur tekanan pada Pompa oli memiliki desain yang tidak sesuai sehingga tidak dapat memberikan penyesuaian tekanan pada pompa oli pada saat mesin ber RPM ringgi. INi menyebabkan Gear Hidrolik Penekan yang terbuat dari resin dan bertugas untuk secara periodik memberikan gaya tekanan rusak

Masalah Pompa Oli ini mendera semua dari kelima Varian yang disebut baik R25, MT25, R25A, R3 maupun MT320

2. Masalah Transmisi
Pada masalah Transmisi, ada masalah kekuatan Bearing dari Pelat Penekan. Sehingga saat Operasi kopling yang dilakukan berulang ulang dapat membuat bearing ini rusak dan membuat Kopling tidak berfungsi dan tentu berbahaya untuk di gunakan untuk berkendara

Sama seperti masalah Pompa oli, Masalah Kopling ini juga mendera semua dari kelima Varian yang disebut baik R25, MT25, R25A, R3 maupun MT320

3. Masalah Rem depan
Pada rem depan di deteksi ada sesuatu yang dapat memilin selang rem sehingga terjadi kontak antara Selang cairan rem dan radiator dan dapat membuat selang rem Rusak dan akibatnya tekanan pada sistem pengereman hidrolik berkurang

Masalah Selang Rem depan ini hanya terjadi di MT series Baik MT320 maupun MT250/ MT25

 

Menurut otomania:
Detail Kerusakan Penyebab “Recall” Yamaha R25 dan MT25, Selasa, 21 Juni 2016 | 14:30 WIB

Komponen kedua, yakni pompa oli. Masalahnya desainnya kurang tepat sehingga menyebabkan tekanan oli tidak tersirkulasi dengan baik. Kemungkinan, gear pompa oli mengalami kerusakan dan pelumasan tidak berjalan dengan baik. Perbaikannya dengan cara menggantinya dengan yang baru.

Jadi kalau melihat dari kedua postingan tersebut, penulis merasa bahwa kecelakaan bukan terjadi karena part tidak bekerja sempurna. Jadi ini bukan karena motornya telat ganti komponen yang di recall. Namun ini juga bukan salah dari rider. Rider mungkin tidak menyangka bahwa dengan melakukan pengereman maksimal maka motor bisa lepas kontrol. Kalau menurut penulis ini mungkin sudah bagian dari desain motor, yang kalau di rem mendadak saat belok, motor bisa lepas kontrol ban depannya dan jatuh ndelosor. Kalau untuk race sih aman, kalau untuk di jalanan bikin yang lain celaka.

Semoga ini bisa menjadi pembelajaran bagi yang lain. Sangat penting untuk mengetahui limit dari motor kita. Penting untuk mengetahui bagaimana motor bereaksi saat kita melakukan pengereman ekstrem, apalagi dengan posisi motor yang tidak lurus.

Peristiwa ini juga menunjukkan bahwa motor seperti R25 membutuhkan skill pengendaraan yang sangat tinggi. Penulis sendiri tidak yakin bisa tidak jatuh bila mengalami kejadian yang sama di motor R25. Kalau di motor bebek lebih mungkin, di motor matik agak berat, kalau di motor seperti R25 rasanya nyerah deh.

Bagi orang tua, sebaiknya jangan membelikan motor R25 sebagai motor pertama. Bagi pemilik R25, sebaiknya tingkatkan skill mengendarai karena motor R25 bukan motor untuk pemula.

Bagi yang mau beli motor R25, penulis sangat sarankan untuk beli yang versi ABS. Dari video ini terlihat bahwa tanpa ABS motor R25 bisa lepas kontrol.

Sebaiknya belajar juga untuk pakai rem depan dan belakang bersamaan atau didahului oleh rem belakang dulu. Pakai rem depan memang lebih pakem, tapi untuk kondisi darurat sangat tidak aman. Pergunakan rem depan sesudah rem belakang mulai berfungsi.

Saat menyalip juga begitu, jangan memaksa pengendara yang lain untuk mengalah. Lakukan menyalip tanpa memaksa yang lain untuk minggir. Karena kalau sampai dari yang berlawanan arah tidak mampu untuk minggir, kecelakaan bisa terjadi.

Menurut penulis kecelakaan antara Daihatsu Ayla dan Yamaha R25 terjadi karena mobil Ayla menyalip dengan memaksa pengendara lain untuk minggir sementara pengendara R25 tidak mampu mengendalikan R25 untuk minggir. Bila Ayla menyalip tanpa memaksa, maka R25 bisa tetap jalan tanpa melakukan aksi apapun. Bila rider R25 mampu mengendalikan R25, maka R25 akan bisa menghindar.

Untuk aman, kita tidak bisa hanya mengharapkan orang lain mengendarai dengan aman juga. Kita harus meningkatkan kemampuan kita mengendalikan kendaraan. Jangan lupa berdoa dan bersedekah agar selamat di jalan.

16 thoughts on “Hubungan antara kecelakaan Ayla vs R25 dengan recall part rem Yamaha R25 dan perilaku motor saat ban depan ngelock karena tanpa ABS

  1. Doi terlalu nengah mas Bro… dan miring itu(sepertinya) upaya untuk meminggirkan motor juga dalam kecepatan tinggi. Tapi berhubung ban depan selip jadinya sliding gitu deh,, ngeri ya.😦

    Suka

    • Iya ngeri, dari kejadian itu sepertinya kita tidak bisa berharap orang lain bisa menghindar. Menyalip lebih baik tidak sampai harus memaksa orang lain memberi jalan atau mengalah.

      Kalau kecepatan, rasanya sekitar dibawah 70km/jam. Harusnya masih dalam jangkauan kecepatan handling dari motor sekelas R25.

      Suka

      • Menurut Anda, itu bekas ‘ngesotnya ban depan’. Kalo ban depan yg ngesot gitu, apa iya roda belakang tak terangkat sedikitpun?(spt di gambar).

        Suka

        • Kalau roda depan sudah terlanjur tergelincir, roda belakang bisa tidak mengangkat. Penyebabnya bisa karena jalan licin atau roda daya cengkramnya kurang bagus atau bodi motor berat. Saya mengalami ini beberapa kali di motor bebek seperti shogun, supra X 125, atau supra fit. Kalau di matik tergelincir begini langsung jatuh.

          Dari yang saya tahu roda yang pakem itu IRC bintang. kalau ngerem jarang tergelincir.

          Suka

  2. Nggak usah pake R25 bro, matic aja kalo ban depan ngelock ya pasti ndlosor… Saya sudah pernah ngalamin malah kecepatan dibawah 60 km/j jalan datar lurus cuma agak licin karena gerimis, nggak sadar ngerem depan terlalu kuat karena kendaraan di depan tiba2 melambat, ya langsung deh mencium aspal. Tapi nggak heran sih kalau ada kasus seperti ini banyak pihak yang memanfaatkan untuk bc, yang namanya kompetitor itu harus dijatuhkan dengan segala cara😛

    Suka

    • Iya, matik juga gampang sekali ndelosor, saya juga pernah mengalami hal yang sama. Kebiasaan bawa bebek, ternyata perilaku matik beda jauh. Kalau di bebek, ban depan ngelock sebentar juga tidak jatuh.

      Motor laki / sport dari yang pernah saya coba juga tidak gampang jatuh. Namun mungkin karena bobot mesin yang nggak imbang di R25 bikin gampang terperosok.

      Kalau soal BC, rasanya nggak cuma R25 yang harus disalahkan, dari merek lain juga. Sebentar lagi saya buat artikelnya.

      Suka

  3. […] Artikel sebelumnya menjelaskan bahwa kemungkinan jatuhnya R25 pada kecelakaan antara R25 dan Ayla terjadi karena sang pengendara mempergunakan rem depan secara berlebihan tanpa diimbangi dengan rem belakang. Ban depan yang terkunci membuat ban depan tidak lagi melekat tanah dan membuat motor kehilangan keseimbangan. Hubungan antara kecelakaan Ayla vs R25 dengan recall part rem Yamaha R25 dan perilaku motor saat ban… […]

    Suka

  4. ane punya pandangan sedikit beda nih om…
    sebenarnya sang rider udah pencet tuas rem, nah ini sebab musababnya… om tau kan piringan cakram ada lubang lubangmya, jika tertutup air berpotensi kedap udara akibatnya piston rem macet… karena efeknya seperti disedot, jadi saat locked/ macet otomatis seperti drifting rodanya…
    nah fungsi abs kan cuma seperti memompa tuas rem, agar udara bisa masuk ke sela sela lubang cakram…

    sebenarnya kalo rider waspada bisa terhindar kok, cara ngeremnya juga kurang afdol, kan rem ada 3; rem depan, rem belakang dan engine brake… kalo jalan licin harus banyak perhitungan, beda saat jalan kering dan sepi…

    Suka

    • dari pengalaman, baik hujan atau kena lumpur, jarang cakram jadi lebih pakem walau jalan licin bila tekanan tuas rem pas.

      ABS itu akan ngeloskan rem bila roda terdeteksi berhenti. Ada elektroniknya, ada sensornya. kalau yang murahan memang cuma limiter.

      setuju dengan pengereman kurang afdol. masa roda ngelock bisa sampai lebih dari dua motor jaraknya.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s