Pemerintah bisa jadi melarang mudik pakai motor tapi kalau mau pakai angkutan umum nggak kebagian mau bagaimana lagi


Mudik sudah lewat, namun penulis masih penasaran dengan larangan mudik pakai motor dari pemerintah. Seandainya masyarakat benar benar mengikuti saran tersebut dengan serius, apa pemerintah sudah siap? Penulis benar benar ragu pada hal itu.

Pemerintah mengambil cara simpatik untuk menarik minat pemudik untuk memakai kendaraan umum, salah satunya dengan menyediakan sarana mudik gratis. Seperti contohnya berikut ini:
mudikgratis.dephub.go.id

Salah satu program untuk menekan angka kecelakaan pemudik khususnya pengguna sepeda motor maka pemerintah telah menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudik menggunakan sepeda motor dan beralih menggunakan transportasi umum. Program pemerintah dalam menyelenggarakan kegiatan mudik gratis bagi pengguna sepeda motor dengan moda angkutan jalan raya diharapakan dapat membantu masyarakat untuk mudik menggunakan moda transportasi yang lebih aman.

Larangan mudik pakai motor ini sebenarnya sudah lama, di tahun 2013 saja sudah ada:
Kapolri klaim sosialisasi larangan mudik pakai motor berhasil, Sholahuddin Al AyyubiSelasa, 6 Agustus 2013 − 17:10 WIB

Timur menuturkan, jumlah penurunan roda empat pada mudik tahun ini hanya empat persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada kendaraan roda dua yakni sebesar 20 persen. “Sosialisasi terutama mengenai roda dua ada hasilnya. Artinya dua tahun ini berturut-turut kita sampaikan untuk sepeda motor memang lebih berbahaya, baik dari sisi kecelakaan maupun dari sisi yang lain. Artinya dari waktu perjalanan juga sangat panjang,” ujar Timur.

Timur mengklaim bahwa kinerja Polri tentang sosialisasi larangan mudik menggunakan sepeda motor, selama dua tahun telah berhasil dan sampai saat ini para pemudik banyak yang beralih menggunakan kendaraan angkutan umum untuk transportasi mudik.

“Yang kedua tentunya ada fasilitas dari pemerintah misalnya naik kereta api gratis untuk sepeda motor, lalu kita menyiapkan kapal, lalu partisipasi dari komunitas masyarakat yang peduli dengan mudik ini. Semua itu gratis, sepeda motornya diangkut kemudian penumpangnya naik bus,” tandas Timur.

Namun nyatanya sampai hari ini yang mudik pakai sepeda motor masih banyak. Mungkin banyak yang bilang bahwa alasan orang mudik pakai motor itu lebih murah dan lebih cepat sampai. Memang kenyataannya begitu, namun tidak semua orang mudik pakai motor karena alasan tersebut. Ada pemudik yang tidak ingin capek pakai sepeda motor dan ingin menggunakan angkutan umum.

Namun mereka terpaksa mudik dengan sepeda motor karena nggak kebagian tiket atau karena malas dengan ribetnya kalau pakai angkutan umum. Sudah umum kalau mendekati lebaran tiket untuk mudik sudah terjual habis. Mau mudik pakai angkutan umum jadi susah, pakai travel pun seringkali sudah habis juga. Saat tiket pesawat terbang dan kereta api sudah habis, maka angkutan umum yang tersisa cuma pakai bis.

Mudik pakai pesawat terbang atau kereta api masih lumayan. Karena tempat duduk ditentukan oleh tiket, kita dijamin nyaman karena tidak perlu berdesak desakan. Berbeda dengan kalau naik bis. Kalau pakai bis seringkali siapa cepat itu yang dapat. Mendapatkan tempat duduk adalah suatu perjuangan. Kalau kalah cepat akhirnya dapat bis yang tidak nyaman dan lambat. Sudah disiksa, diharuskan berjuang lebih lama pula. Jadi tidak heran bila akhirnya banyak yang pilih pakai sepeda motor.

Yang baru pertama naik motor untuk mudik pun bisa jadi ditengah jalan memutuskan untuk membuat istri dan anak anak untuk naik angkutan umum saja. Namun biasanya kendaraan umum (bis) yang lewat sudah pada penuh sesak yang justru malah membuat istri dan anak – anak tidak nyaman.

Apa bila sudah begitu masih dilarang mudik pakai sepeda motor?

Seharusnya bila pemerintah memberikan larangan untuk mudik naik sepeda motor maka pemerintah memastikan bahwa angkutan umum yang nyaman dan aman tersedia cukup untuk semua pemudik yang ingin mudik pakai angkutan umum. Percuma saja dilarang tapi pemerintah tidak memberikan sarana kepada pemudik.

Harusnya kalau beneran serius, pemerintah harus memastikan bahwa tiket mudik tidak sampai habis. Kalau sampai tiket untuk mudik saja kehabisan, ya jangan melarang pemudik untuk naik sepeda motor. Kalau angkutan umum nggak siap ya jangan menganjurkan untuk naik angkutan umum.

Penulis juga protes kepada media atau komentator yang menghujat pemudik yang pakai sepeda motor. Karena bisa jadi pemudik melakukan itu karena tidak ada pilihan lain. Nggak cuma soal murah dan cepat sampai saja, tapi karena angkutan umumnya sendiri tidak tersedia. Karena bisa jadi dengan pakai motor mudik bisa jadi lebih nyaman dan aman.

Coba dibandingkan dengan yang berikut ini, mudik di bangladesh:

Terlihat orang orang berjejal jejal naik kereta api hingga atap kereta api pun sampai penuh. Apa yang begini yang dimau pemerintah?

Kalau seperti itu sih penulis menganggap yang mudik pakai motor lebih manusiawi.

5 thoughts on “Pemerintah bisa jadi melarang mudik pakai motor tapi kalau mau pakai angkutan umum nggak kebagian mau bagaimana lagi

  1. […] Sudah jadi pengetahuan umum bahwa pemakai motor itu tidak dihargai pemerintah. Tol dan jalan layang hanya boleh untuk mobil, nggak boleh pakai jalan nyaman, harus lewat jalan kampung, seringkali dipaksa lewat pinggir, nggak boleh lewat tengah, dst. Pembatasan pembatasan juga makin banyak, dari dilarang mudik pakai motor sampai dilarang masuk kota. Jadi terasa aneh bila KPPU berjuang untuk membuat motor lebih murah, jadi mencurigakan. Pemerintah bisa jadi melarang mudik pakai motor tapi kalau mau pakai angkutan umum nggak kebagian ma… […]

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s