Kekentalan, API service dan harga tidak menentukan kualitas, lebih penting mereknya, juga suara mesin lebih kasar karena oli lebih encer sering dijadikan alasan dari oli kualitas jelek


Penulis beberapa waktu yang lalu sudah pernah membuat artikel yang membahas bagaimana API service tidak bisa dipakai sebagai acuan untuk menentukan kualitas oli. Kali ini selain penyegaran penulis akan mencoba mengungkapkan argumentasi baru mengapa kita tidak bisa percaya begitu saja dengan apa yang tertulis pada kemasan oli.

Menurut penulis salah besar bila kita menentukan kualitas oli hanya dengan mengacu pada label API service yang tertera pada kemasan. API service itu penulis anggap sama seperti standard kelulusan. Ada yang lulus pas pasan dan ada yang lulus cum laude.

Dari segi harga sekarang ini beda tidak jauh banyak, ditentukan terutama oleh bahan dasar oli yang bisa berupa full sintetik, semi sintetik atau mineral. Karena itu beda harga antara yang lulus standard pas pasan dengan yang lulus cum laude bisa sedikit sekali.

Coba simak yang berikut ini, contoh produk dari shell.

Shell Helix HX5 merupakan produk oli mineral, API servicenya SN
shell helix HX5

Shell Helix HX7 merupakan produk oli semi sintetik (campuran mineral dan sintetik), API servicenya SN
shell helix HX7

Shell Helix Ultra merupakan produk oli full sintetik, API servicenya SN
shell helix ultra

 

Walau bahannya beda, harga tentu beda, tapi API servicenya sama. Dalam hal ini jelas walau semua oli diatas API servicenya sama tapi kualitasnya bisa berbeda. Jadi dari contoh tersebut jelas bahwa kualitas oli tidak berhubungan dengan API service.

 

Untuk soal kekentalan, coba simak yang berikut ini:
Shell Helix HX5 merupakan produk oli mineral, yang pilihannya ada yang encer juga 10W30:
pilihan shell helix hx5

Shell Helix HX7 merupakan produk oli semi sintetik, yang pilihannya ada yang lebih kental 15W40.
pilihan shell helix hx7

Sama sama API SN, yang mineral ada yang lebih encer daripada yang semi sintetik, ada juga yang lebih kental. Dari bahan, semi sintetik lebih superior. Jadi tidak bisa dihubungkan antara encer dan kualitas.

 

Dari sisi harga agak susah argumentasinya. Yang jelas kita tahu adalah aditif yang dipergunakan antara pabrik oli satu dengan lainnya tidak sama. Mau tidak mau perbedaan ini bisa menimbulkan perbedaan kualitas. Di satu pabrikan pun kualitas bisa dibedakan hanya dari aditifnya saja. Seperti contohnya di shell. Untuk oli mobil mineral ada HX2, HX3 dan HX5. Untuk oli semi sintetik ada HX6 dan HX7. Untuk oli full sintetik ada HX8 dan Ultra. Jadi walau bahan dasarnya sama, kualitas bisa beda berdasar dari aditifnya.

Harga oli di pasaran sering ditentukan oleh bahan dasar, sementara itu harga dan kualitas aditif sering tidak diketahui. Salah bila kita menentukan kualitas dari segi harga karena bisa jadi oli dengan bahan dasar mahal (full sintetik) kualitasnya bisa lebih rendah dari oli dengan bahan dasar murah (mineral) karena faktor aditif yang jauh lebih jelek atau berbahaya. Dalam hal ini walau harga oli sintetik dengan aditif jelek tersebut lebih mahal, kualitas jadi jauh dibawah oli mineral.

 

Dalam menilai kualitas, beberapa orang juga menilai dari kasar atau halusnya suara mesin. Sudah banyak yang meaklumi kalau oli lebih encer maka suara mesin lebih kasar.
Lho….ganti oli koq mesin malah kasar??? February 7, 2011

Adik perempuan…Dewi habis nyervis tunggangan disebuah dealer. Motornya SupraX125 lansiran 2006. Dengan raut muka merah karena menahan panasnya cuaca, lady biker ini langsung nerocos. ” Mas…piye to iki. Motorku mari diservis mesine koq malah kasar….koyok suoro disel!!” (mas…gimana sih motor habis diservis koq malah kasar seperti suara diesel?? red). Setelah melakukan sedikit investigasi dan interview, baru diketahui bahwa oli mesin SupraXnya diganti dengan MPX1…pelumas terbaru Honda.

MPX1 mempunyai SAE yang sangat encer yaitu 10W/30. Bandingkan dengan oli lain yang rata-rata bermain di SAE 10W/40 atau 20W/50. Pada oli encer macam MPX1…kelebihan paling menonjol adalah kemampuannya dalam melumasi bagian paling sempit sekalipun. Karena sifat encernya pula otomatis tidak membebani kinerja pompa mesin. Alhasil lari motor makin ngacir plus irit konsumsi bahan bakar

Namun penulis berpendapat bahwa harusnya suara kasar tidak terlalu parah. Dari pengalaman pribadi penulis, kasarnya mesin karena pakai oli jelek 10W30 sangat berlebihan. Ini penulis bahas di artikel berikut.
Kalau mau mesin sip motor matik Honda olinya jangan pakai oli Honda 9 Juli 2016

Harusnya dengan kekentalan 10W30 yang cuma 33% lebih encer dari 10W40, mesin cuma kasar lebih sedikit, namun nyatanya suara jauh lebih kasar berkali lipar dan bahkan sampai muncul sumber suara kasar yang baru. Menurut penulis penyebab utama suara kasar tersebut adalah kualitas oli yang jelek. Harusnya lebih encer hanya membuat mesin lebih kasar sedikit dan tidak sampai parah sampai seperti suara blender rusak.

Alasan yang sering diberikan adalah suara mesin kasar karena lebih encer tersebut untuk penambahan performa. Namun nyatanya, dengan oli jelek, performa juga jeblok. Akselerasi jadi payah walau olinya lebih encer, bahkan top speed pun berkurang. Jadi pakai oli encer tidak akan menambah performa kalau kualitasnya jelek. Oli dengan kekentalan standar dengan kualitas yang bagus akan lebih sip baik dari sisi halusnya mesin ataupun performa.

 

Kesimpulannya, untuk oli kita cuma bisa mengandalkan pada pengalaman. Seringkali apa yang tertulis pada kemasan oli hanya merupakan omong kosong yang tidak bisa dipercaya. Standar API service itu hanya standar paling bawah. Dengan harga yang sama kita bisa dapat oli yang kualitasnya jauh diatas API service dan kualitasnya pas pasan. Harga yang lebih mahal tidak menjamin kualitasnya lebih baik, walau bahan dasarnya bagus (sintetik) tapi kalau aditifnya jelek ya hasilnya oli jelek, hasilnya oli mahal tapi merusak mesin. Kekentalan juga tidak menentukan kualitas. Sebaiknya pakai kekentalan sesuai dengan anjuran pabrik, jangan lebih rendah, jangan lebih tinggi. Pentingkan angka yang belakangnya, misalkan rekomendasi 10W40, yang penting 40 nya.

6 thoughts on “Kekentalan, API service dan harga tidak menentukan kualitas, lebih penting mereknya, juga suara mesin lebih kasar karena oli lebih encer sering dijadikan alasan dari oli kualitas jelek

  1. Standar API / sertifikasi API memang adalah standar / sertifikasi kelulusan minimal, ato dgn kata lain, API adalah ujian yg paling gampang kelulusannya.

    Ada sertifikasi yg lbh ketat daripada API, yaitu ACEA. Dan yg paling terbaru dan terketat adalah, GM DEXOS 1 dan 2.
    Jikalau sebuah oli sudah mendapatkan sertifikasi tsb diatas, maka oli tsb sudah sangat bagus, ato bisa dikatakan sebagai oli berkualitas.
    Akan tetapi harga oli tsb akan menjadi mahal, mengingat lisensi yg harus dibayar.

    Itulah sebabnya oli motor (MCO) kualitasnya selalu dibawah oli mobil (PCMO). Coba lihat sertifikasi oli motor, cuman API, JASO, dan, SAE.

    Oleh sebab itu, pada sebagian orang yg menggunakan oli mobil pada motor matik, ane anggap adalah langkah upgrade. Ane tidak akan membawa debat ttng oli mobil pada oli motor, cuman ane memberikan pendapat pribadi ane saja.

    Suka

  2. berbagi pengalaman saja… kita sebut merk aja ya.

    saya pny cbr k45. kalo pake oli honda awalnya suara mesin halus. tp setelah 500km, itu suara mesin kek mau rompal semotor2. apalagi kl panas, persenelingnya rewel bkn main, nyari netral mesti matiin motor, dorong2, pindah gigi tanpa kopling. kadang kl di lamer saya mrasa kayak org bego, tp ya gmana tangan udah pegel. (mungkin ini alasan fby blg konsumen honda itu go8lok2 ya…)

    nah, kemudian saya pindah ke yamalube sport. gejala pasca 500km gak muncul, suara mesin tetep halus. perseneling rewel dikala panas pun minim. bahkan saya pake ampe 4rb km gejala perseneling rewel baru muncul.

    berhubung saya cm berdasarkan pengalaman, monggo ditelaah penyebabnya

    * slain honda dan yamalube, saya jg pernah pake shell dan motul 5100. tp krn harga terpaut jauh, rasanya kurang relevan.

    Suka

    • Terima kasih sharingnya. Iya, setuju itu gara gara olinya. Rasanya oli AHM itu kurang licin, tidak cocok dipakai untuk motor Honda. Banyak pemakai Honda yang tidak tahu oli Honda jelek, mungkin itu juga yang bikin banyak keluhan.

      Soal persneling, rasanya memang iya, ada yang mengalami hal yang sama di Honda Sonic, setelah pakai oli selain punya Honda, ganti persneling jauh lebih enak.
      Oli motor standard… Honda Sonic 150R sudah diganti,… siap untuk ditest ala anak jalanan …!!!

      Lhat terus gimana hasilnya …??? Sekilas… suara engine terdengar halus… ngoper gigi 1 ke 2 dadi neee lancaaar… ngopeeer ke netral juga gampaaang…

      Sepertinya lumayan juga yamalube sport. Kalau dari sisi harga, saya lihat di toko online Yamalube sport 40 ribu, Shell AX7 45 ribu, Shell AX5 35 ribu, Shell Ultra 140 ribu, Motul 5100 150 ribu.

      Bila mau yang ekonomis, sepertinya bisa coba juga Shell AX5.
      ganti oli shell ax5 di mega pro 160cc

      ketika pertama kali diajak jalan, motor memang terasa responsif dan torsi nya lumayan nyaman..kayaknya buat touring di jalanan menanjak juga enak..dibanding oli sebelumnya yang paling keinget ya pas mega pro diisi MPX1, jelas kalo AX5 ini lebih mampu meredam suara mesin..pas pake MPX1, suara mesin kasar banget..faktor oli encer 10W-30 kah?

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s