Penyebab dan mengatasi masalah mesin mati dan tidak mau menyala lagi setelah menerjang banjir


Berikut beberapa penyebab dan solusi untuk mengatasi mesin mogok saat menerjang banjir. Mungkin tidak lengkap karena hanya berdasar pada pengalaman pribadi penulis.

Kabel/cop busi basah

Entah karena umur atau desain yang salah, beberapa motor bisa langsung mati bila tutup busi terendam air. Penyebabnya adalah listrik yang seharusnya mengalir ke busi menjadi mengalir di luar mesin karena listrik tegangan tinggi jadi mengalir melalui medium air yang membasahi kabel atau tutup busi. Ini bisa terjadi bila kabel atau tutup busi ada yang bocor insulasinya atau seal karetnya lemah.

Untuk membuat mesin menyala lagi, maka harus dipastikan baik kabel ataupun busi atau tutup busi kering. Untuk mengecek, coba dilihat apakah terdengar bunyi listrik mengalir di luar mesin. Terkadang bila setengah basah mesin menyala tersendat sendat karena busi kadang menyala dan kadang tidak. Saat tidak menyala terdengar aliran listrik di luar.

Bisa juga busi dibuka lalu dilihat apakah busi di luar mesin bisa menyala terus menerus selama distarter. Jangan lupa pasang busi pengganti di mesin bila sudah pakai sistem injeksi. Semprotan bensin dari sistem injeksi bisa berbahaya dan menimbulkan kebakaran.

Filter udara basah

Bila air sempat masuk ke filter udara, maka filter udara bisa basah. Saat filter udara basah maka udara yang masuk jadi terhambat. Udara yang terhambat membuat campuran bahan bakar dan udara menjadi tidak seimbang. Campuran yang tidak seimbang ini membuat mesin tidak bisa berjalan normal atau seringnya langsung mati.

Untuk bisa membuat mesin berjalan normal, maka filter udara harus dikeringkan. Karena mengeringkan filter udara butuh waktu maka sebagai solusi sementara lepaslah filter udara. Bila membongkar filter udara susah, maka coba lepas selang dari filter udaranya saja.

Dalam kondisi normal sebenarnya filter udara dibuat lumayan kedap air. Namun beberapa motor mempunyai kelemahan yaitu adanya katup kecil di bagian bawah filter udara. Sepertinya tujuannya agar cairan yang masuk ke filter bisa keluar. Cairan ini bisa dari dalam mesin (bensin) atau dari luar (hujan). Katup ini normalnya kedap, namun karena umur bisa saja jadi tidak kedap atau bahkan terlepas, dan membuat air jadi bisa masuk ke filter udara.

Air juga bisa masuk bila ada kebocoran di selang atau filter.

Air masuk dari knalpot

Mesin bisa mati bila air masuk dari knalpot. Saat knalpot penuh air mesin juga akan susah menyala.

Untuk bisa membuat mesin menyala dengan normal maka air harus dikeluarkan dari knalpot dulu. Setelah air dikeluarkan maka mesin akan bisa menyala normal lagi.

Penulis pernah mengalami kejadian ini di Honda Beat ESP. Penyebabnya bukan karena banjir, tapi karena anak main air memasukkan selang ke knalpot. Penulis tidak tahu sehingga bingung saat mesin distarter cuma bunyi glug glug glug tapi tidak menyala. Tahu kemasukan air baru setelah lihat di knalpot memercikkan air saat di starter. Setelah air di keluarkan, mesin bisa menyala normal lagi.

Mesin kemasukan air / busi basah

Air bisa juga masuk ke mesin melalui saluran masuk / intake / filter udara dan membuat mesin mati. Bila air hanya sedikit maka selama udara bisa lancar masuk (filter udara dilepas) maka mesin bisa menyala lagi. Bila busi sampai basah, maka busi harus dikeringkan dulu. Air bisa dikeluarkan dari mesin dengan menstarter mesin beberapa kali.

Bagaimana bila komponen kelistrikan terendam air?

Komponen kelistrikan yang terendam air biasanya akan tetap bekerja normal. Lampu senter 12V akan tetap menyala bila dinyalakan di dalam air. Normalnya air punya hambatan cukup tinggi. Air akan punya hambatan rendah bila mengandung banyak garam, bersifat asam atau bersifat basa.

Menurut penulis yang lebih merusak saat memaksa mesin menyala dengan kondisi komponen kelistrikan terendam air adalah proses elektrolisis. Yaitu proses yang terjadi antara bagian positif dan negatif. Bagian positif akan mengalami korosi secara hebat, sangat jauh lebih cepat dari proses korosi normal. Besi bisa berkarat dalam hitungan detik.

Jadi bila ada bagian komponen atau kabel terkelupas mempunyai tegangan positif, bila ada air yang menghubungkan ke bodi atau tegangan negatif maka bagian tersebut akan berkarat. Bila kabel serabut maka bisa jadi putus.

Yang perlu diperhatikan setelah melewati banjir

Setelah melewati banjir ada baiknya untuk mengeringkan kendaraan. Perhatikan terminal, colokan kabel atau sambungan listrik. Pastikan kering karena bila basah dan menyambung positif dan negatif akan cepat sekali berkarat dan bisa putus terminal atau kabelnya.

Air juga akan mengurangi pelumasan di bearing atau bagian yang biasanya dilumasi. Coba tambahkan pelumas pada bagian yang membutuhkan seperti bearing, skok, rantai, engsel rem, engsel persneling atau kabel rem.

Bagian CVT motor matik biasanya tidak kedap air, sehingga air bisa membanjiri bagian CVT bila terendam. Komponen CVT perlu di cek setelah banjir. Dalam kondisi basah komponen CVT bisa bekerja tidak sempurna. Setelah melewati banjir, sebaiknya dipastikan pelumasan bagian CVT masih bekerja sempurna.

Coba cek juga oli mesin dan transmisi. Pastikan kondisi oli keduanya dalam kondisi bagus. Bila sampai ada buih atau menjadi putih maka itu pertanda air bercampur oli. Sebaiknya segera diganti karena air membuat gesekan menjadi makin parah.

Barangkali ada saran lain?

3 thoughts on “Penyebab dan mengatasi masalah mesin mati dan tidak mau menyala lagi setelah menerjang banjir

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s