Ganjal per itu bukan damper dan bisa merusak kerja suspensi membuat mobil tidak stabil di jalan kurang tidak mulus


Mungkin pembaca pernah melihat iklan ganjal per yang terbuat dari karet/silikon. Ganjal per itu difungsikan untuk membuat per lebih keras atau mencegah suspensi memendek, mencegah roda menyentuh bodi saat terkena tonjolan di jalan. Dengan mengganjal per maka jarak main per menjadi berkurang yang bisa mencegah per memendek. Sehingga misalnya kendaraan mengangkut beban berat bodi mobil tidak terlalu turun. Namun beberapa orang mensalah artikan kegunaan ganjal per ini.

s-l500
Kalau di luar negeri nama ganjal per ini adalah rubber coil spring aid / assister. Kalau di Indonesia ada yang menyebutnya spacer, buffer atau stopper, namun ada juga yang meyebutnya sebagai karet sport damper/stabilizer/shock absorber/peredam guncangan/comfort. Jadi namanya mengacu pada bagian suspensi yang berbeda. Kalau di luar negeri alat ini untuk membantu per, sementara kalau di Indonesia seakan akan alat ini membantu kerja shock breaker. Seakan akan dengan pakai damper ini suspensi akan lebih nyaman.

Dalam kenyataannya alat ini justru bisa merusak shock breaker. Guna utama dari shock breaker atau shock absorber atau damper adalah untuk menghambat/mengerem/meredam dari gerakan dari per, sesuai dengan penamaannya. Sekarang ini suspensi kendaraan selalu dilengkapi damper dan per. Tanpa damper maka mobil akan memantul memantul tanpa henti.

 

Bila damper makin keras maka goyangan mobil akan lebih cepat berhenti. Bila per makin keras maka goyangan mobil akan lebih kencang atau lebih sering.

Ganjal per ada yang terbuat dari karet dan ada yang terbuat dari silikon. Ganjal dari karet yang elastis akan menambahkan daya pegas pada per. Sementara ganjal dari silikon tidak terlalu menambahkan daya pegas pada per. Secara sekilas per mungkin terlihat tidak berubah kekerasannya, karena daya pegas per tidak berubah.

Namun perlu diingat bahwa dengan mengganjal per maka jarak main per menjadi berkurang. Saat terkena bejolan di jalan maka per bisa memendek maksimal, dimana logam per coil spring sudah saling menempel satu sama lain, tidak bisa memendek lagi. Dalam kondisi ini maka pada semua daya pada roda akan menumbuk pada ganjal per.

Bila ganjal per terbuat dari karet maka daya akan diserap tergantung pada daya pegas karetnya, sehingga ganjal per dalam hal ini menjadi seperti per yang sangat keras. Bila bahan ganjal per terbuat dari silikon atau polyurethane maka daya oleh ganjal per lebih sedikit dan kebanyakan akan diteruskan ke bodi mobil (mobil jadi mental). Ini bisa merusak suspensi atau sambungan dari suspensi. Mungkin ini juga alasan mengapa kebanyakan menawarkan ganjal per tersebut dari karet.

Dari sisi peredaman maka ganjal per dari polyurethane atau silikon mempunyai kemampuan lebih besar daripada yang terbuat dari karet. Menurut penulis ada beda reaksi dari kedua jenis ganjal per ini. Pada ganjal per dari karet maka karet akan ikut menyimpan daya dari roda bersamaan dengan per pada benturan pertama, lalu akan mengembalikan saat suspensi memanjang lagi. Ini akan diulangi pada benturan kedua. Sementara itu pada ganjal dari polyurethane maka bahannya akan meresap sebagian daya dan daya yang dilepaskan lebih sedikit daripada bahan karet(dan mengkerutkan ganjal). Masalahnya bila terjadi benturan lagi maka daya akan diteruskan ke bodi mobil.

Dalam pemakaian yang tidak melebihi limit per, maka ganjal per dari karet terasa ada membal sementara dari polyurethan terasa lebih meredam. Masalah terjadi bila benjolan jalan membuat per memendek karena jarak main dikurangi. Efeknya menjadi seperti bila per menjadi sangat keras.

Menggabungkan per yang keras dengan shock breaker yang empuk (non sport) selain tidak nyaman juga mengganggu handling juga. Bahkan beberapa ada yang berpendapat pemasangan ini membuat shock breaker jadi lebih mudah rusak.

Maaf referensi harus pakai yang luar negeri karena penulis merasa testimoni dari pemakai ganjal per di Indonesia kurang obyektif dan terlalu terpaku pada satu sisi.

Dikatakan bahwa sudah jadi pengetahuan umum (orang luar negeri) bahwa skok bisa rusak kalau dipasangkan dengan per keras:
the shocks can’t handle high rate springs and will die

conventional wisdom indicated that low end shocks will fail when paired with higher rate springs.

Dikatakan bahwa per keras dengan skok empuk membuat handling kacau:
How to soften up the ride on the Leon FR…?

A soft damper on a stiff spring = poor damping of the chassis’ bounce, car squats, dives, rolls and “wallows”. A combination between a “relatively soft” spring and a stiff damper would yield a forgiving ride quality and reduced roll to increase handling quality.

Dikatakan bahwa per keras tidak cocok dipasangkan dengan skok empuk dan bisa merusak seal dari skok dan membuatnya bocor.
What do I need to look for when choosing a suspension system for my car?

A very stiff spring will not work with a relatively soft damper (this is why lowering springs are not recommended). In fact, the damper may well blow as in break a seal on lose its oil.

 

Kebetulan ada dua contoh ganjal per, keduanya dari korea.

Yang satu dari karet:

Satu lagi dari polyurethane:

Di tikungan dikatakan lebih tidak rolling. Pengereman lebih pendek. Bisa meredam benturan jalan lebih baik. Namun di kedua video terlihat jelas memantulkan bagian belakang kendaraan lebih banyak bila pakai ganjal per. Ini terlihat saat melewati benjolan di jalan ataupun saat pengereman. Coba bandingkan dengan video mobil yang tidak pakai shock absorber diatas.

Gejala setelah pakai ganjal per seperti bila per jadi lebih keras atau bila shock breaker jadi lebih lemah. Ganjal per tidak membantu kerja shock absorber tapi justru mengganggu kerja shock breaker. Ganjal per memperkuat per, mencegah per memendek namun sayangnya juga mengurangi jarak main per.

 

Intinya, penggunaan dari ganjal per itu tidak membuat mobil lebih nyaman dan beresiko membuat shock breaker bocor. Mungkin dalam pemakaian pertama pemakaian ganjal per terasa membantu. Bila dalam pemakaian tidak sampai membuat per memendek maksimal maka pemakaian ganjal per bisa disebut tidak masalah. Namun lain halnya bila per sampai dipaksa memendek maksimal berkali kali. Selain beresiko merusak sistem suspensi atau sambungan suspensi, maka bisa juga shock breaker jadi rusak, tidak lagi mengerem gerakan dari per.

Bila shock breaker sudah rusak maka kendaraan bisa memantul mantul tanpa berhenti. Baik mobil dan motor ini gampang dilihat dari goyangan bagian belakang yang memantul mantul berkepanjangan. Di motor ini sering terlihat pada motor dengan suspensi monoshock / per tugngal. Kalau di mobil ini sering terlihat pada mobil yang rodanya menjorok keluar bodi / over fender. Kendaraan seperti ini bahaya bila dipakai kencang atau di tikungan.

Ganjal per tetap ada gunanya. Yaitu saat kendaraan memuat beban berat atau karena ban keluar dari bodi. Namun ganjal per adalah solusi sementara. Bila butuh permanen, maka sebaiknya ganti per yang lebih keras saja, disertai dengan shock breaker pasangannya. Untuk mobil, mungkin bisa coba merek bilstein bila tujuannya comfort atau koni bila tujuannya handling.

Pemakaian ganjal per cocok bila butuh handling bagus di jalan yang mulus. Karena suspensi lebih keras, maka body roll berkurang. Zig zag jadi lebih stabil.

Namun kalau dipakai di jalan tidak rata, maka suspensi yang lebih keras justru membuat pengendalian lebih tidak stabil. Selain karena kendaraan jadi beraksi lebih ekstrem terhadap kondisi jalan, bila shock breaker juga tidak ikut dikeraskan maka kendaraan akan jadi goyang goyang yang bisa membuat distribusi berat kendaraan tidak stabil, dan bisa membuat traksi ban berkurang.

One thought on “Ganjal per itu bukan damper dan bisa merusak kerja suspensi membuat mobil tidak stabil di jalan kurang tidak mulus

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s