Asal mula pengembangan cemenite sehingga akhirnya menjadi alat penambah tenaga dan irit yang sangat efisien


Cemenite merupakan alat penambah tenaga atau irit yang bisa dibuat sendiri secara ekonomis dengan hasil yang sangat lumayan. Bahan juga termasuk mudah didapat, hanya dari kabel dan semen. Menurut penulis price performance dari cemenite bisa mengalahkan banyak modif lain. Penambahan tenaga atau irit bisa lebih besar dari misalkan pemakaian busi iridium, filter racing ataupun knalpot sport.

Cemenite sendiri asalnya dikembangkan sebagai alat kesehatan, terutama untuk mengatasi insomnia. Ini diawali pada tahun 2010. Saat itu penulis masih menggunakan alat lain yang juga karya penulis sendiri yaitu stingo zapper.

Stingo zapper ini selain membantu mengurangi insomnia juga bisa dipakai untuk menyembuhkan penyakit ringan seperti batuk, pilek dan demam. Cara kerjanya dengan menciptakan gelombang listrik kejut ringan dari batre 3 volt. Sayangnya untuk menjalankan alat ini wajib pakai batre. Agak ribet juga karena butuh mencharge / mengganti batre setiap hari. Oleh karena itu penulis mencoba mencari alternatif lain.

Pada saat itu penulis mulai mengenal orgonite. Penulis tertarik karena orgonite dikatakan sebagai alat kesehatan. Orgonite merupakan alat yang dibuat dari mencampurkan logam dan kristal dengan fiberglass. Rasio logam dan fiberglass dikatakan harus 50:50. Kristal biasanya berupa butiran satu buah di tengah.

Karena bahan pembuatan yang tidak gampang dicari, penulis mencoba melakukan improvisasi. Karena kebetulan ada bahan penulis mencoba dengan menggunaan semen sebagai bahan pengikatnya. Ini juga karena semen bisa dikatakan lebih aman daripada fiberglass.

Pada saat awal awal, penulis agak kebingungan dengan bagaimana cara menguji hasil yang penulis dapatkan. Di dunia orgonite, penilaian kekuatan atau sifat energi orgonite dilakukan secara online. Pembuat orgonite akan posting foto dari orgonite mereka dan meminta senior untuk menilai kekuatan energi orgonite. Karena penulis melakukan improvisasi, susah sekali untuk bisa mendapatkan penilaian. Oleh karena itu penulis mencoba mencari cara untuk bisa menilai energi sendiri.

Cara yang disarankan adalah dengan menggunakan pendulum atau merasakan dengan tangan. Namun penulis menjumpai bahwa cara tersebut kurang obyektif karena cara tersebut dipengaruhi oleh sensitifitas dan logika. Bila hati berkata tidak setuju maka hasil pengujian akan tidak setuju juga.

Kebetulan saat itu sedang banyak yang melakukan uji es. Penulis pun juga ikut ikut. Secara tidak sengaja penulis menemukan bahwa ternyata uji es bisa punya hasil yang berlawanan. Kumparan berbentuk spiral pasti mempunyai es di satu sisi bening sementara di sisi lain putih. Bila posisi kumparan dibalik, maka sisi bening juga akan ikut pindah juga.

Dari percobaan tersebut penulis menyimpulkan bahwa energi yang dihasilkan ada dua macam. Satu tipe energi membuat es jadi putih (penulis sebut male), sementara tipe energi lain membuat es jadi bening (penulis sebut female). Pengertian itu tidak sesuai dengan dasar teori dari orgonite karena orgonite berdasar pada teori dari Wilhelm Reich, dimana orgone hanya satu tipe energi, penyakit dikatakan muncul karena orgone energy overdose, namun cara untuk mengatasi hal tersebut tidak disebutkan. Teori yang bisa lebih menjelaskan adalah teori dari Baron Karl Reichenbach, Viktor Grebenikov dan Walter Russel.

Dari hasil tersebut penulis mencoba menghasilkan alat yang hanya bisa mengeluarkan satu macam energi saja. Karena itu bentuk flat spiral atau jenis lain yang menghasilkan kedua energi secara bersamaan penulis coba hindari. Saat itu penulis menemukan artikel yang memanfaatkan bentuk kumparan untuk meningkatkan kesuburan pohon, yang disarankan oleh orang yang bernama Frank Moody.

Bentuk kumparan yang disarankan sebagai berikut:
Frank Moody – 101 and still dowsing!

Kumparan yang disarankan untuk dipasang di kabel listrik untuk mengurangi gangguan dari kabel listrik:

Implementasi yang sudah dimodifikasi, dinamakan Frech Coil:

Terinspirasi hal itu penulis mencoba memfokuskan pada bentuk selenoid atau kumparan sederhana. Kerena penulis terinspirasi dengan Viktor Schauberger, menemukan di wiki dan diberi tahu oleh ayah bahwa tembaga dulu sering dipakai untuk anti biotik, maka penulis mengutamakan bahan tembaga. Dari percobaan penulis menemukan bahwa bagian tengah kumparan bisa membuat es menjadi bening. Berikut foto lama, mungkin kurang jelas tapi dari keseluruhan putih, tengah kumparan bening sampai keatas.

Penulis menemukan juga bahwa ternyata dengan mencampurkannnya dengan semen membuat bagian bening bisa lebih luas. sehingga saat banyak kumparan dicampurkan ke semen dengan penuh, energi yang dihasilkan bisa membuat es disekeliling campuran tersebut menjadi bening.

Hasil juga bisa terlihat saat membandingkan cemenite dengan semen yang ukurannya sama dengan cemenite. Hasil es akan berbeda, seperti yang di tunjukkan di video rekaman Nathan Besch berikut ini:

Setelah banyak penyempurnaan, resep campuran tersebut menjadi yang sekarang ini tersedia. Karena asalnya dari improvisasi orgonite dan bahannya dari cemenite, maka penulis menamakannya cemenite.

Dalam pengembangan penulis sengaja tidak menggunakan kristal. Ini terutama karena penulis tidak bisa mendeteksi energi kristal secara keseluruhan, dan juga hal yang berhubungan dengan sifat mistis dari kristal. Belakangan penulis temukan bahwa alat yang dikembangkan dengan uji es mempunyai ciri energi yang berbeda dengan alat yang dikembangkan dengan bantuan indra keenam atau alat alat dowsing/pendulum, atau juga alat ion meter. Alat yang dikembangkan dengan uji es (cemenite) bisa dianggap tidak ada energinya dengan uji terawangan atau dowsing atau ion meter. Begitu juga sebaliknya, alat yang punya energi tinggi (orgonite) bila diukur terawangan atau dowsing atau ion meter mempunyai hasil uji es yang berbeda dari cemenite.

Efek keseluruhan juga ada perbedaan. Orgonite seringkali mempunyai efek seperti kopi, yaitu menambah stamina. Waktu tidur menjadi lebih pendek, orang merasa tetap segar walau tidak tidur. Orgonite mempengaruhi awan tinggi dengan membuatnya berkumpul atau naik lebih tinggi. Ogonite bisa membuat lubang di awan rendah atau mencegahnya datang. Hujan yang dipanggil orgonite biasanya ekstrem dan berkepanjangan, disertai angin kencang dan petir.

Cemenite bersifat menenangkan, waktu tidur bisa lebih panjang, bila mengantuk bisa membantu lebih cepat tidur namun bila sudah cukup tidur maka akan lebih terjaga / tetap bangun lebih lama. Cemenite membuat awan tinggi turun atau menguranginya. Cemenite bisa membuat awan rendah muncul diatas langit. Hujan yang dipengaruhi cemenite biasanya lebih tenang, sebentar namun sering, tanpa disertai petir.

Pada awalnya cemenite hanya diujikan ke tubuh, ke tumbuhan dan ke cuaca. Saat itu penulis menemukan artikel yang menyebutkan bahwa membawa orgonite di mobil bisa membuat mobil lebih irit. Karena penasaran penulis mencoba melakukan percobaan tersebut di motor Honda Supra Fit X, saat itu penulis menggunakan magnet sebagai penambah tenaga. Penulis menemukan bahwa menggunakan cemenite punya efek sekita 4 kali lebih besar dari magnet. Irit bertambah sekitar 30% dan tenaga sekitar 15%. Irit dihitung dari pemakaian bensin harian, sementara tenaga dihitung dari membandingkan akselerasi kendaraan yang menjadi setara dengan kendaraan yang 15% lebih besar kapasitasnya (100cc vs 115c).

Penambahan tenaga dan irit akan paling maksimal bila dilakukan pada kendaraan yang irit yang menggunakan bensin premium. Hasil akan maksimal bila ukuran cemenite disesuaikan. Bila terlalu besar efek penambahan tenaga/irit berkurang, namun efek lain masih tetap bisa dirasakan. Efek lain untuk kendaraan bisa berupa penambahan grip, rem lebih pakem, cornering lebih lengket, mesin lebih halus dan kecepatan tinggi terasa berkurang anginnya.

Setelah cemenite penulis mengembangkan juga pro capacitor / power coil. Berbeda dari cemenite, pro capacitor ini pancaran energinya lebih terfokus pada bagian ujung:

Pro capacitor bisa lebih menambah tenaga dan irit bila dibanding dengan cemenite, namun untuk penambahan oktan cemenite lebi sesuai. Pro capacitor ini sebetulnya open source juga, namun karena banyak yang salah buat, kurangnya minat dan makin lama cara pembuatan makin rumit maka penulis memutuskan untuk menjual sebagai produk jadi saja. Dari harga mungkin terbilang mahal bila dibanding dengan modif dari ferit atau magnet. Namun terbilang normal bila dibandingkan dengan oli racing, busi racing atau filter udara racing, dimana penulis yakin pro capacitor bisa memberikan penambahan tenaga atau irit lebih banyak dari modif tersebut.

Dan ternyata menjual pro capacitor justru membuat peminat jauh lebih banyak daripada saat masih open source. Ini membuat penulis gembira karena awalnya penulis sharing cemenite adalah untuk membantu memperbaiki alam. Sayangnya peminat untuk keperluan ini sedikit sekali. Penulis seringkali harus berargumentasi lama tanpa hasil. Kebanyakan peminat adalah orang luar negeri.

Setelah penulis memperkenalkan cemenite sebagai alat penambah tenaga kendaraan, peminat dalam negeri menjadi lebih banyak. Namun jumlah masih tetap sedikit. Karena sifatnya yang tidak umum, penulis juga sering kena bully. Banyak orang yang menjudge tanpa mencoba. Dan sayangnya ini terjadi di banyak forum Indonesia. Sehingga pada akhirnya penulis membuat forum sendiri yang membahas salah satunya cemenite ini.

Justru setelah penulis mulai menjual pro capacitor sebagai produk jadi, pemakai cemenite menjadi lebih banyak. Penulis harapkan semoga pro capacitor dan cemenite yang sudah dibeli peminat bisa membantu memperbaiki cuaca di daerah mereka. Cemenite yang ditempatkan di kendaraan bisa membantu memperbaiki cuaca lebih baik daripada bila ditaruh di teras rumah.

Cara membuat cemenite bisa di download di artikel berikut:
Motor lebih irit dan bertenaga memakai cemenite sekalian meningkatkan kesehatan

22 thoughts on “Asal mula pengembangan cemenite sehingga akhirnya menjadi alat penambah tenaga dan irit yang sangat efisien

    • sumbernya ilmiah kok. Penelitian juga dilakukan secara ilmiah, pakai aturan ilmiah dimana penelitian harus bisa direplikasi, diulang, disimpulkan dan konsisten. Mangkanya untuk pengetesan mengandalkan efek fisika seperti hasil pembekuan, kecepatan pembekuan, ukuran daun tanaman, dan akselerasi/top speed kendaraan.

      Suka

      • maksud ane yg bagian “indera keenam” itu loh,,,, segitunya banget😀

        dan ane merasa kayak baca fiksi ilmiah karena efeknya ajaib banget,,, sulit dipercaya yg kayak gitu eksis di dunia ini,,,

        kenapa ya gk diproduksi masal, digunakan secara global, kalo bisa memperbaiki iklim cuaca di dunia ini,,,, dan untuk kesehatan,,,

        kesannya kayak produk supranatural gitu,,

        Suka

        • Sepertinya salah paham, cemenite sengaja dikembangkan menghindari cara pengukuran yang mengandalkan indra keenam. Yang dikembangkan mengandalkan indra keenam itu orgonite. Cemenite itu tidak sama dengan orgonite. Saya percaya dengan keberadaan dunia gaib berdasarkan budaya dan agama.

          Penerimaan masyarakat diperlukan. Kalau di Indonesia sepertinya lebih cocok bila share dengan iming iming bisa bikin motor/mobil lebih irit.

          Tidak perlu seluruh dunia, sudah cukup bila kita bisa meningkatkan kualitas cuaca disekitar tempat tinggal kita. Sekarang ini perbedaan cuaca bisa terjadi walau hanya dalam radius beberapa kilometer saja. Jadi bisa terjadi saat musim kering satu tempat hujan ringan 3 kali sebulan sementara 10km dari tempat itu tidak hujan sama sekali. Saya merasa mulai maraknya pemakai orgonite yang tidak mengindahkan cuaca menjadi salah satu hal yang memperparah hal ini.

          Walau kesannya supra natural, cemenite tidak bisa dipakai untuk mengembangkan ilmu tenaga dalam, tidak bisa dipakai meningkatkan cakra dsb. Kalau orgonite dikatakan bisa membantu hal tersebut.

          Suka

          • ane bahkan pernah melihat dengan mata kepala ane sendiri di tempat ane berpijak, kering panas, tidak hujan,,, tapi didepan ane hujan lebat, gelap, dingin,,,

            dan itu sering ane alami,,,,

            Suka

            • Iya, melintas dalam kota pun bisa mengalami selang seling hujan kering hujan kering walau jalannya lurus.

              Saya merasa beruntung karena cukup banyak yang tertarik mencoba, saya merasa cuaca sekarang ada perbaikan. Saya kasih bonus cemenite untuk setiap pembelian beberapa pro capacitor salah satu tujuannya juga untuk ini. Menempatkan cemenite di kendaraan bisa lebih efektif daripada bila ditaruh di satu tempat.

              Suka

            • Takut lebih baik karena yang salah buat biasanya bukan tidak merasakan efek tapi mendapatkan efek kebalikan. Kalau salah buat bisa mengganggu kesehatan, kepala pusing, mual, dipasang ke mesin bikin suara mesin kasar, akselerasi nggak enak, top speed turun, dst.

              Oleh karena itu sangat disarankan untuk posting foto kumparan yang dibuat sebelum dicampurkan ke semen.

              Yang sudah berhasil lumayan banyak. Misalnya ada yang pakai di GL lebih irit 30%, pakai di Vario lebih irit 20%, pakai di livina dari 15km/liter jadi 17km/liter, pakai di mobil barang diesel lebih irit 25%, dst. Yang gagal ada, namun itu karena setelan bensin boros, setelah diiritkan tenaga justru nambah dan lebih irit lagi.

              Yang kemungkinan tidak mendapat manfaat: motor injeksi close loop (pakai sensor oksigen), dipakai tiap hari, sudah lebih dari 3 tahun. Karena sensor sudah soak sehingga jadi boros banget.

              Lebih gampang yang pakai karbu.

              Suka

  1. Bagaimana mungkin sebongkah semen dan tembaga bisa pengaruhi cuaca?

    lalu “ciptaan” yang sama diklaim meningkatkan performa motor? Apa ada bukti dynotest yg valid dan reliable?

    Saya penasaran testimoni 30℅? Bukan 22,5℅ atau 31,9℅? Itu sekadar angka marketing atau ada ujinya?

    Dan alat yg sama juga bisa bikin tidur nyenyak

    Saya lagi-lagi penasaran, kenapa 1 “ciptaan” bisa diklaim untuk hal yg berbeda (meteorologi, medis, dan engineering)?

    Salam

    Suka

    • Angka tersebut dari testimoni, contoh kutipan lengkapnya sebagai berikut, mereka buat sendiri:

      Anugrah Sambutan: ternyata cemenite saya test pasang di sepeda motor memang terbukti menambah tenaga sekitar 25% setelah disetting karburator dengan settingan irit…
      Agus Alqhisti: kmarin uji coba d motor saya megapro hasilnya bagus,tarikan oke,mesin trasa halus,pp sidoarjo-mojokerto bbm lebih hemat kurang lebih 30%

      Cemenite dan alat semacam sepertinya punya kemampuan merubah molekul yang mengandung atom hidrogen, seperti misalnya air, oli dan bensin. Sementara itu tubuh manusia, tanaman dan cuaca mengandung sirkulasi air.

      Terus terang pingin uji dyno, uji performa yang punya hanya membandingkan laju spedo dengan yang lain. Mobil saya pakai pro capacitor yang merupakan pengembangan dari cemenite yang khusus untuk dipakai di kendaraan.

      Suka

      • Oh, cuma testimoni. No comment deh kalo gitu #caseclosed

        mengubah yang katanya atom hidrogen dari molekul dari tubuh, mesin, dan cuaca itu gimana, om? Bisa share prinsip stoikiometrinya?

        Terakhir, kalo cuma adu speedometer jelas bias. Peningkatan tenaga (yang identik dengan horsepower dan torsi) jelas akan sangat valid dan reliable dengan dynotest (dynamometer test). Kalo udah ada hasil dynotest dan terbukti, saya kemungkinan beralih dari pakai knalpot custom, pasang piggyback, dsb yang ketika uji dyno ada peningkatan

        Salam

        Suka

        • ok.

          Prinsip masih kira kira karena ini bermula dari efeknya. Jadi alat dikembangkan bukan dari teori lalu dipraktekkan, tapi dari menemukan fenomena lalu mencoba memanfaatkannya. Jadi teori/prinsip disusun dari hasil percobaan. Berdasar hasil percobaan disimpulkan bahwa geometri dan bahan sangat penting. Daya listrik dan magnet tidak penting atau justru malah bisa mengganggu. Jadi misalkan pasang pro capacitor di kabel busi maka kalau dipasangi ferit justru malah berkurang efeknya. Bila pasang cemenite tapi ada magnet di selang bensinnya maka efek justru berkurang.

          Iya, pengujian spedo bisa bias, beda merek bisa beda akurasi. Kebetulan sih video sebelumnya tipe mobilnya sama.

          Kalau di Universitas, tidak cuma dyno saja yang bisa dipakai acuan, data akselerasi, uji irit atau uji lab semacam panjang api bunsen burner juga bisa lulus ujian. Seperti contoh berikut:
          Pro kontra magnet sebagai penambah irit dan tenaga

          Entah uji bunsen burner bisa diterima atau tidak, tapi saya sendiri pasang cemenite di kompor gas:

          Suka

  2. om sekalian donk kasi tau berapa harga pro capasitor… hehehe…
    ane blom sempat nyoba cemenite, pengen nyoba pro capasitor aja dulu….

    Suka

    • ok. Pro capacitor pe bijinya 100 ribu. Motor disarankan pakai 2, di kabel busi dan selang bensin. Mobil pakai 5, 2 di selang bensin, 1 di kabel ke sensor oli, 1 di kabel ke busi, 1 di selang vakum . Minimnya di selang bensin saja. Cemenite sebagai pelengkap ditaruh di tangki.

      Pertimbangan harga tersebut selain karena kerumitan pembuatan juga dibandingkan dengan harga filter ferrox.

      Suka

  3. Pak sucahyo saya pengin mencoba yang pakai kabel LAN , tapi berapa ukuran ideal untuk diameter dalam, panjang /jumlah gulungan, mohon pencerahan ?
    Apakah seperti membuat RFC untuk pemancar?
    Terima kasih.

    Suka

    • Yang paling penting adalah arah lilitan, lalu rasio diameter vs panjang = 1:1,3

      Bisa dililitkan di logam berdiameter 2.5mm sampai 3mm. kerenggangan diatur terserah, lilitan bisa dari 2 hingga 5.

      Kalau RF, sifatnya mirip axial mode dari helical antenna. Bisa terima / memancar energi hanya dari yang arah putaran sama.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s