Pilih mana, hujan tiap hari tapi tidak banjir atau hujan seminggu sekali tapi banjir? Review rekayasa hujan


Sekarang ini mestinya musim kemarau, namun hujan masih juga terjadi di beberapa daerah, bahkan beberapa daerah sampai mengalami banjir. Beberapa menganggap sebagai berkah, ada juga yang merasa ini sebagai musibah. Berkah karena hujan membuat tanaman subur dan air tidak kekurangan, musibah karena mendatangkan bencana.

Dari yang penulis amati, bencana lebih mungkin terjadi bila hujan tidak turun setiap hari. Bencana seperti banjir atau tanah longsor terjadi terutama pada daerah yang hujannya lebih jarang turun. Sementara di daerah yang mengalami hujan setiap hari, bencana karena hujan lebih jarang terjadi. Bila kita melihat laporan banjir di TV atau youtube, seringkali tidak sedang dalam kondisi hujan.

Hujan memang peristiwa alam, namun manusia juga bisa mempengaruhi. Berikut beberapa yang menurut penulis sangat mempengaruhi.

Asap dari pesawat jet


Beberapa orang menyebutnya sebagai chemtrails. Secara ilmiah asap pesawat itu termasuk jenis dari contrails yang dihasilkan oleh polusi partikel yang dihasilkan oleh pesawat jet. Partikel ini mengikat molekul air yang akhirnya membentuk butiran es yang menjadikannya seperti asap. Asap ini asalnya kecil namun lambat laun akan menyebar yang pada akhirnya bisa menutupi seluruh lain. Dari penelitian ditunjukkan bahwa contrails ini menghabiskan air yang berada di atmosphere karena airnya menjadi menyatu dengan partikel contrails. Efek lain adalah efek pemanasan global, dimana dikatakan efeknya bisa menjadi sangat signifikan di masa depan, melebihi dari efek polusi CO.

Dari yang penulis amati, awan hujan atau yang siap akan hujan seringkali jadi batal atau menghilang saat asap pesawat tersebut muncul. Dan bila asap pesawat tersebut mendominasi sehingga menjadi awan cirrus yang menutupi seluruh langit, maka hujan bisa tertunda berminggu minggu. Dan bila akhirnya hujan maka hujan akan turun berlebihan disertai angin kencang dan petir.

Cloud seeding

Cloud seeding adalah rekayasa hujan dengan menyebarkan bubuk silver iodide atau garam NaCl ke awan hujan. Diharapkan dengan menyebarkan garam tersebut butiran air akan lebih terkumpul dan bisa terjadi hujan. Cara ini sering diimplementasikan oleh negara negara berkembang atau ditawarkan oleh perusahaan asing. Cara ini ada kelemahannya, yaitu harus ada awan hujan terlebih dahulu dan bila sampai gagal maka hujan justru bisa makin sulit turun.

Biaya cloud seeding ini sangat mahal karena perlu menerbangkan pesawat. Pemerintah Indonesia dengan menggunakan pesawat Hercules untuk menyebar beberapa ton garam ke angkasa bisa menghabiskan biaya 2 milyar rupiah sekali operasi. Di Thailand dengan dua pesawat capung dengan menggunakan silver iodide bisa menghabiskan 5 milyar sekali operasi.

Ion gun

Ion gun merupakan metode rekayasa hujan yang memanfaatkan ion, listrik statis atau voltase tinggi. Metode ini sering ditawarkan perusahaan asing untuk mengurangi hujan es (hail storm).

Menurut penulis efek dari penggunaan ion ini mirip dengan cloud buster. Bedanya adalah bila cloud buster memanfatkan air, maka ion gun memanfaatkan listrik untuk memanipulasi energi di langit. Sayangnya detil operasi dengan ion gun ini jarang sekali diposting di internet.

Cloud buster

Cloud buster adalah rekayasa hujan yang memanfaatkan pipa logam dan aliran air. Alat ini diperkenalkan pertama kali oleh Wilhelm Reich. Namun sayangnya metode pemakaian yang aman sudah tidak lagi ada sehingga rekayasa hujan yang dilakukan dengan alat ini seringkali berakhir dengan menimbulkan bencana. Ini bisa dilihat dari operasi rekayasa hujan yang dilakukan oleh James Trevor Constable dan James Demeo. Keduanya menceritakan bagaimana hujan berlebihan terjadi setelah operasi di lakukan. Berikut video contoh hasil operasi cloud buster di gurun pasir.

Cloud buster juga bisa menghasilkan energi tidak baik. Operasi tidak dibolehkan dilakukan dekat dengan pemukiman karena energi yang dihasilkan bisa membuat orang sakit. Air yang dipergunakan dalam pemakaian cloud buster juga bisa punya pengaruh jelek terhadap makhluk hidup. Operasi juga sepertinya membuat daerah operasi menjadi lebih susah hujan, misalkan cloud buster tidak segera dibongkar saat hujan akhirnya datang, maka lokasi cloud buster akan dapat hujan lebih sedikit daripada daerah sekitar. Bisa jadi di hari berikutnya hujan akan menghindari lokasi cloudbuster.

Contoh hasil operasi cloud buster bisa dibaca di link berikut:
SO, YOU WANT TO BUILD A CLOUDBUSTER?

“At one point, while he boasted of having brought some rains to his dry region, the nearby areas of Tropical Africa were suffering under massive rainstorms and flooding which displaced hundreds of thousands of villagers, killing many hundreds.”

“His operations had merely pushed the dry Sahara air mass off to the Northeast, where it contaminated the Eastern Mediterranean, bringing drought and massive wildfires to Greece, where additional tens of thousands had to run for their lives, and additional hundreds were killed. “

“This predictably triggered a strong electrical storm, and six people were struck by lightning.”

“His actions with the cloudbuster triggered a massive storm system in the Mediterranean Sea which hit land and created massive flooding in his local region, killing ten people.”

Biaya dari cloud buster ini termasuk murah, bisa dilakukan dengan biaya dibawah 2 juta. Sangat mudah ditiru, namun bila dilakukan dengan salah maka efek samping akan sangat membahayakan baik bagi lingkungan, pelaku ataupun orang disekitarnya.

Sayangnya pula tidak ada orang yang tahu cara melakukan cloud buster dengan benar.

Orgonite

Orgonite merupakan alat kesehatan yang dibuat dari campuran fiber glass + logam + kristal. Beberapa orang mempergunakan alat ini untuk memperbaiki cuaca dengan menyebarkannya (gifting) secara merata ke seluruh tempat. Beberapa orang juga meniru metode cloud buster dengan menambahkan orgonite di bagian dasar pipa. Tujuannya mulia namun saya tidak setuju dengan cara ini karena efeknya hampir mirip dengan cloud buster. Hujan atau petir yang berlebihan sayangnya tidak dianggap jelek.

Sayangnya pendapat ini menyebar juga ke banyak pembuat orgonite di Indonesia. Penulis pernah mencoba mengubah pendapat ini namun penulis justru dikucilkan.

Biaya yang dibutuhkan untuk memperbaiki alam dengan orgonite sangat besar. Per bijinya mungkin termasuk murah, dibawah 50 ribu rupiah. Yang membikin mahal adalah jumlah yang dibutuhkan.

Dikatakan bahwa untuk bisa mendapatkan hasil yang baik maka setiap tower (antenna BTS) di dalam kota perlu diberi beberapa orgonite (nggak cuma satu). Disarankan pula untuk menempatkan orgonite di setiap beberapa kilometer. Contoh gifting bisa dilihat di link berikut:
Peta Gifting Jabotabek

Di link tersebut disebutkan bahwa orgonite yang sudah disebar (dii 2012) mencapai lebih dari 3600 orgonite. Tinggal dihitung sendiri berapa rupiahnya.

Cemenite

Cemenite adalah alat rekayasa hujan yang sampai sekarang masih penulis pakai dan sarankan. Cemenite sendiri bukan alat untuk memanggil hujan. Namun terkadang bila cemenite masih baru pertama kali dipakai hujan bisa turun bila sebelumnya hujan tertunda. Cemenite juga tidak membuat hujan berkepanjangan dan hujan seringkali turun lebih sering. Petir menjadi berkurang dan hujan angin jarang terjadi. Angin puting beliung juga sepertinya berkurang.

Penulis menganggap cemenite punya efek bagus ke alam selain karena cemenite punya efek bagus ke tubuh dan tanaman, burung liar juga makin banyak lalu awan rendah makin sering muncul diatas langit.

Menurut Wilhelm Reich burung burung liar akan lebih sering muncul dan terbang tinggi bila suatu daerah energinya bagus. Sayang sekali pengikut Wilhelm Reich yang memakai cloud buster atau orgonite sering tidak memperhatikan itu. Penulis bahkan pernah menjumpai daerah yang dikatakan sudah digifting (disebari orgonite) dan ada cloud busternya, tidak ditemukan burung bertebangan. Padahal di jarak 10km dari situ banyak burung berterbangan. Di saat musim kemarau daerah tersebut juga tidak pernah kena hujan walau daerah lain kena.

Operasi cloud buster diawali dengan membuat awan rendah muncul. Cemenite bisa membuat awan rendah lebih sering muncul diatas langit. Sementara itu pemakai cloud buster atau orgonite sekarang ini sering kali malah bangga bila bisa menghilangkan awan rendah. Awan tinggi yang muncul karena pemakaian alat mereka malah dianggap sebagai hasil yang bagus padahal awan tinggi tersebut seringkali berasal dari asap pesawat yang menurut mereka sudah dibersihkan.

Biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil dibawah 100 ribu. Namun ini hanya pada rumah saja. Memperbaiki cuaca dengan cemenite disarankan dimulai dari rumah dulu. Setelah melihat perbaikan baru di arahkan ke lokasi yang terlihat butuh perbaikan.

Penyebaran bisa dilakukan dengan cara gifting. Namun titik utamanya dilihat pada lokasi yang membutuhkan. Acuan bisa menggunakan pola hujan atau kehadiran burung liar. Perbaikan juga bisa dilakukan dengan cara menempatkan cemenite di kendaraan. Menempatkan cemenite di kendaraan bisa memberi hasil lebih maksimal daripada ditempatkan di satu tempat.

 

Selain alat – alat diatas diatas ada juga alat lain seperti: David Weels newman motor, Paul Luigi Ighina , Peter Lindemann P-Gun, Joe Cell, James Trevor Constable Spider, dll. Alat alat tersebut biasanya bersifat mirip dengan cloud buster, dimana hujan yang dipanggil biasanya ekstrem dan tidak terkontrol. Hujan tidak datang secara periodik.

Asap kendaraan, kentut sapi dan manusia bernafas yang dikatakan bisa membuat global warming yang bisa membuat cuaca ekstrem menurut penulis masih kalah kuat dengan poin poin sebelumnya.

Bila pembaca ada yang ingin memperbaiki cuaca, maka penulis sarankan untuk menghindari menggunakan cloud buster. Karena hujan yang berlebihan itu bisa menjadi musibah dan bisa jadi malah lebih merugikan daripada tidak hujan sama sekali. Bila berkenan, bisa coba cemenite.

Menurut penulis hujan setiap hari lebih baik karena resiko banjir berkurang.

2 thoughts on “Pilih mana, hujan tiap hari tapi tidak banjir atau hujan seminggu sekali tapi banjir? Review rekayasa hujan

    • Ada orang yang pingin berusaha memperbaiki cuaca, tapi karena cuma asal pingin hujan tidak perduli bahwa hujan yang dihasilkan dengan metode yang dipilihnya justru bisa bikin bencana lebih parah. Sayangnya juga, informasi kurang merata.

      Saya membuat artikel ini untuk memberitahukan bahwa cara membuat hujan seperti itu tidak baik.

      Pertama kali saya pakai cemenite untuk memperbaiki cuaca yang sepertinya disebabkan oleh water cloud buster yang salah pemakaian. Awan seperti dibawah ini kalau pagi terlihat menyebar dari posisi water cloud buster tersebut.

      Setelah mulai pakai cemenite, hujan menjadi lebih sering, bisa dua kali dalam sehari dan banjir berkurang. Sebelumnya hujan jarang terjadi walau musim hujan. Dan sekali hujan membikin banjir dimana mana. Saat itu lagi musim penampakan angin puting beliung di Surabaya.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s