Oli 10W30 tidak cocok untuk Indonesia berdasar peruntukan kekentalan untuk temperatur sekitar


Selama ini banyak yang menyarankan pemakaian oli berdasar pada teknologi mesin. Dikatakan bahwa oli yang cocok untuk mesin modern adalah 10W30.

Penulis menemukan ternyata ada juga yang mendasarkan kekentalan oli berdasarkan suhu di luar kendaraan. Berikut beberapa grafiknya:
grade oil temperature viscosity

hubungan temperature dengan kekentalan oli

oil grade vs ambient temperature

SAE Grade in relation with outside temperature

 

Dari grafik diatas terlihat bahwa batas temperatur sekitar untuk oli 10W30 adalah antara 27 sampai 35 derajat celcius. Terlihat juga bahwa untuk temperature lebih tinggi disarankan menggunakan oli dengan kekentalan lebih tinggi seperti misalnya 10W40.

 

Pabrikan oli juga memberikan saran berdasarkan suhu, seperti contohnya berikut ini dimana saran pemakaian oli ditunjukkan dari horse power (tenaga), namun berbeda dari sebelumnya, suhu disini adalah suhu mesin, sayang satuannya fahrenheit, 100 derajat celcius itu 212 derajat fahrenheit :
JOE GIBBS DRIVEN – Choosing the Right Viscosity

chart_viscosity
XP0 = SAE 0W
XP1 = SAE 5W-20
XP2 = SAE 0W-20
XP3 = SAE 10W-30
XP6 = SAE 15W-50
XP9 = SAE 10W-40
XP10 = SAE 0W-10

Viscosity measures the resistance to flow. Higher viscosity grades have more resistance to flow than lower viscosity grades. Oil gets thinner as it gets hotter. To determine the correct viscosity for an application you need to know the operating temperature of the oil in that application. Engines that run high operating oil temperatures require higher viscosity oil. Engines that run low oil temps require lower viscosity oil.

chart_viscositytemp
As you can see, the operating temperature of the oil plays a major role in the selection of the proper viscosity oil. Using too high of a viscosity oil can result in excessive oil temperature and increased drag. Using too low of a viscosity oil can lead to excessive metal to metal contact of moving parts. When oil is of the correct viscosity, friction and wear are reduced.

It is important to keep clearances in mind. Looser clearances in the engine and oil pump require higher viscosity oil to maintain oil pressure. Tighter clearances allow for the safe use of lower viscosity oil for better cooling and improved horsepower.

Disebutkan bahwa makin kental maka aliran oli makin terhambat. Kekentalan tergantung pada suhu lingkungan. Makin tinggi suhu sekitar maka butuh oli makin kental. Suhu yang rendah membutuhkan oli yang lebih encer.

Oli yang terlalu kental dapat menyebabkan suhu oli tinggi dan hambatan yang berlebihan. Oli yang terlalu encer menyebabkan gesekan berlebihan pada komponen yang bergerak. Kekentalan yang tepat membuat hambatan dan keausan mesin berkurang.

Clearance atau kerapatan juga diperhatikan. Renggang membutuhan oli lebih kental, sementara rapat membutuhkan oli lebih encer.

Jadi intinya nggak cuma clearance komponen mesin saja yang penting, tapi temperature sekitar juga. Yang menarik juga, di contoh diatas, horse power makin besar justru kekentalan makin ditambah. Tapi motor disini bisa dibilang tidak bertenaga kalau dibanding dengan yang daftar itu.

Kendaraan yang tenaganya lemah atau temperatur sekitar dingin bisa pakai oli paling encer. Tenaga mesin makin kuat atau temperatur makin panas butuh oli lebih kental.

 

Karena saran penggunaan dari oli 10W30 ada yang menyarankan hanya sampai 25 derajat celcius dan suhu di kota di Indonesia bisa mencapai 40 derajat, maka oli 10W30 menjadi tidak cocok dipakai di Indonesia. Sebagai gambaran, suhu ruang dengan AC yang nyaman biasanya 25 derajat celcius. Jadi oli 10W30 cocoknya untuk kondisi ruang ber AC. Kalau dipakai di luar ruangan terlalu mepet dengan limitnya. Mungkin ini salah satu penyebab oli 10W30 performanya anjlok. Dalam kondisi macet dan panas, oli 10W30 bisa jadi tidak melindungi dan tidak melumasi, sehingga suara mesin kasar dan performa tidak karuan.

Berikut ada contoh dimana kekentalan antara SAE 40 bisa sama dengan SAE 30 pada suhu berbeda:
Viscopedia – Viscosity Tables – Engine Oil

SAE 10W-40

Temp.
[°C]
Dyn. Viscosity
[mPa.s]
Kin. Viscosity
[mm²/s]
Density
[g/cm³]
0 735.42 839.76 0.8758
10 385.53 443.53 0.8692
20 208.89 242.07 0.8629
30 121.63 141.98 0.8567
40 79.330 93.274 0.8505
50 53.904 63.847 0.8443
60 37.147 44.327 0.8380
70 26.502 31.865 0.8317
80 19.690 23.265 0.8239
90 15.093 18.424 0.8192
100 11.877 14.607 0.8131

SAE 0W-30

Temp.
[°C]
Dyn. Viscosity
[mPa.s]
Kin. Viscosity
[mm²/s]
Density
[g/cm³]
0 474.65 550.23 0.8626
10 249.94 291.93 0.8561
20 142.17 167.29 0.8498
30 86.600 102.66 0.8435
40 55.926 66.803 0.8372
50 38.008 45.748 0.8308
60 27.008 32.754 0.8246
70 19.844 24.258 0.8181
80 15.064 18.561 0.8116
90 11.734 14.572 0.8053
100 9.3466 11.698 0.7990

Bisa dilihat kekentalan dinamis oli 10W40 pada suhu 100 derajat adalah 11.877, lalu kekentalan dinamis oli 0W30 pada suhu 90 derajat adalah 11.734.

Bila yang dipertimbangkan adalah faktor kerapatan mesin. Maka coba perhatikan perubahan viskositas dinamik (DV). Misalkan pada buku manual kendaraan disebutkan bahwa cocoknya oli untuk kendaraan adalah 10W30 dengan alasan komponen mesin makin rapat sehingga butuh oli yang makin encer. Perlu diketahui pada suhu berapa pengujian dilakukan. Bisa dilihat pada contoh bahwa kekentalan oli berubah sesuai suhu.

Jadi bila dikatakan oli yang cocok itu adalah 10W30, maka perlu ditanyakan itu pada suhu berapa? Bila misalkan kendaraan dirancang pada suhu 30 derajat dengan oli 10W30 (DV = 86.6), apakah kekentalan mesin masih sesuai toleransi bila suhunya 40 derajat (DV = 55.9)? Sementara itu oli 10W40 akan memberikan kekentalan 79.3 pada suhu tersebut.

Jadi kalau alasannya karena komponen makin rapat, itu tergantung suhunya. Karena misalkan kendaraan dipakai di gunung dengan suhu 10 derajat, kekentalan oli jadi tinggi juga (DV = 249).

Suhu di Indonesia bisa dibilang ekstrem juga:
Apa Penyebab Suhu Jakarta dan Bekasi Hampir 40 Derajat Celsius?
Bojonegoro 44 Derajat Celsius, Suhu Makkah Kalah

44 thoughts on “Oli 10W30 tidak cocok untuk Indonesia berdasar peruntukan kekentalan untuk temperatur sekitar

  1. berbeda sekali dengan data yang saya punya, dan data yang saya dapat berasal dari salah seorang member ASME dan SAE. Dimana jika mesin lebih panas gunakan SAE lebih rendah untuk menciptakan flow yang lebih baik sehingga temperatur mesin bisa lebih rendah, dan itu serasih dengan hadirnya beberapa sertifikasi seperti ILSAC dll

    Suka

    • Iya, di kutipan juga disebutkan bahwa oli terlalu kental justru bikin oli overheat. Jadi sepertinya anjurannya tetap untuk suhu tertentu kekentalan yang cocok tertentu juga.

      Suka

  2. berbeda sekali dengan data yang saya punya, dan data yang saya dapat berasal dari salah seorang member ASME dan SAE. Dimana jika mesin lebih panas gunakan SAE lebih rendah untuk menciptakan flow yang lebih baik sehingga temperatur mesin bisa lebih rendah, dan itu serasih dengan hadirnya beberapa sertifikasi seperti ILSAC dll. Kenapa lebih panas malah SAE lebih rendah? Karena memuainya logam dll, kenapa bisa suhunya lebih rendah? Karena oli lebih cepat mengalir ke sump dan oil cooler dsb sehingga oli suhunya bisa lebih rendah, dan dari data yang saya punya justru oli yang wear protectionnya terbaik berasal dari 30 wt dimana mampu menahan wear test over 105.000 psi atau incredible wear protection

    Suka

    • Mungkin perlu dipertimbangkan juga wear protection pada suhu berapa, karena makin panas oli makin encer.

      Berikut ada contoh dimana kekentalan antara SAE 40 bisa sama dengan SAE 30 pada suhu berbeda:
      Viscopedia – Viscosity Tables – Engine Oil

      SAE 10W-40

      Temp.
      [°C]
      Dyn. Viscosity
      [mPa.s]
      Kin. Viscosity
      [mm²/s]
      Density
      [g/cm³]
      0 735.42 839.76 0.8758
      10 385.53 443.53 0.8692
      20 208.89 242.07 0.8629
      30 121.63 141.98 0.8567
      40 79.330 93.274 0.8505
      50 53.904 63.847 0.8443
      60 37.147 44.327 0.8380
      70 26.502 31.865 0.8317
      80 19.690 23.265 0.8239
      90 15.093 18.424 0.8192
      100 11.877 14.607 0.8131

      SAE 0W-30

      Temp.
      [°C]
      Dyn. Viscosity
      [mPa.s]
      Kin. Viscosity
      [mm²/s]
      Density
      [g/cm³]
      0 474.65 550.23 0.8626
      10 249.94 291.93 0.8561
      20 142.17 167.29 0.8498
      30 86.600 102.66 0.8435
      40 55.926 66.803 0.8372
      50 38.008 45.748 0.8308
      60 27.008 32.754 0.8246
      70 19.844 24.258 0.8181
      80 15.064 18.561 0.8116
      90 11.734 14.572 0.8053
      100 9.3466 11.698 0.7990

      Bisa dilihat kekentalan dinamis oli 10W40 pada suhu 100 derajat adalah 11.877, lalu kekentalan dinamis oli 0W30 pada suhu 90 derajat adalah 11.734. Kekentalan beda sedikit

      Suka

  3. Wah, tampaknya agan “motosport enginering” mempunyai guru yg sama dgn ane.
    Mengenai wear protection pada suhu yang lbh tinggi, ini tergantung pada oli nya, ada oli yg ketika pada suhu 100°C mampu melindungi mesin dgn sangat baik, namun ketika pada suhu 135°C malah jadi turun banyak tingkat kemampuan melindungi mesinnya, dan ada jg yg turun sedikit.

    Suka

    • setuju, Iya, dari contoh diatas bisa dilihat bahwa kekentalan bisa turun 25% bila suhu turun 10 derajat celcius. Jadi pada suhu mesin yang ekstrem bisa jadi oli yang normalnya memadai jadi tidak memadai.

      Suka

  4. motor lama saya (supra fit 2004) mahh cukup 20W-50…
    Jarang geber dan juga pake yg lebih encer,,suara mesin jado kasar

    Suka

  5. Motor saya Vario 125i pakai Oli Mobil Full VHVI API SN ILSAC GF-5 Energy Concervation SAE 0W-20, Next ada ILSAC GF-6 yang mensyaratkan SAE 0W-16. Kalo sudah bisa saya dapatkan, saya akan langsung pakai SAE 0W-16 tersebut tanpa pikir panjang. Bahkan SAE 0W-0 pun kalo sudah ada, akan saya pakai juga,,,,

    Suka

      • nah kan bener om,,,

        ane mengikuti perkembangan Manual Book Mesin Kecil Tunggal Honda GX160 yg digunakan Genset ane,,,

        saat awal-awal, Manual Book merekomendasikan Oli API SF/SG, pada Chart Ambient Temprature pada Suhu 40 Derajat Celsius, direkomendasikan SAE 20W-50.

        Tapi, Manual Book terbaru, bahkan SAE 10W-40 pun tidak ada, apalagi 20W-50, yg ada hanya 10W-30, dengan Oli API SJ/SL.

        Nah API SJ/SL saja, pada Mesin yang sama yg awalnya 20W-50, jadi 10W-30,,, bagaimana dengan API SN ?

        Belum lagi parameter lain seperti Base Oil, Mineral tentu beda dengan VHVI, dan PAO,,,

        Nah itu Mesin jadul OHV loh om,,

        Bagaimana dengan Mesin Mobil dan Motor saat ini yg bisa dikatakan lebih Maju ?

        Masa iya masih mau pakai Oli kental, sedangkan saat ini misi nya adalah penghematan energy, dalam hal ini Bahan Bakar. Om Sucahyo sendiri ane lihat sangat konsen dengan misi Hemat ini,,,

        Terkadang teori tidak sejalan dengan praktek,,, yg jelas, fokus utama ane adalah efisiensi bahan bakar,,, dengan menggunakan Full VHVI, API SN, ILSAC GF-5, Energy Concervation, SAE 0W-20 pada Motor Scooter Matic ane,,, dan API SN, SAE 10W-40 di Motor Kopling Basah ane,,,

        Kalo rusak ?, perbaiki, atau ganti motor,,, percuma mesin awet, tapi boros bensin,, oli cepet ganti,,,

        Ane pake oli itu, Ganti Oli tiap 10.000 KM atau 1 Tahun,,, hemat bensin, hemat cadangan minyak bumi, emisi gas buang lebih bersih,,, dan jelas saja, hemat uang, waktu, tenaga, fikiran,,,

        Suka

        • Iya, sayangnya peredaran oli di Indonesia kurang bisa dipercaya. Masa ya oli 10W30 performa mesin bisa kalah sama oli 10W40, top speed Honda Beat mencapai 95kmph saja berat waktu pakai oli 10W30. Padahal pakai 10W40 bisa 100 lebih. Jadi walau mungkin tulisan di bungkus tertulis lebih encer, harus dipastikan bahwa performa juga nambah.

          Kalau mau performa maka jangan asal oli encer tapi perhatikan merek / kualitas. Dan kalau serius, maka ukur perubahan performa, kalau perlu pakai alat. Jangan sampai suara mesin sudah lebih kasar tapi performa juga rusak karena pakai oli encer nggak jelas.

          Contoh oli 10W30 jelek adalah idemitsu, misalnya AHM MPX-2 atau oli Mitsubishi Indonesia 5W30.

          Saat mencoba oli, perlu diperhatikan juga karena mencampur oli merek berbeda ada kemungkinan membuat lumpur oli di mesin.
          Oli mesin keruh bikin kerak lumpur di mesin

          Standar oli terbaru juga untuk memastikan kompatibilitas. Karena bisa jadi komponen mesin ada yang tidak kompatibel dengan oli lama. Oleh karena itu sekarang ini jarang ada kasus knalpot ngebul, tidak seperti dulu.

          Suka

            • Terima kasih, Long Drain Interval Community Indonesia. Hebat juga, ada yang klaim ganti oli per 15000km. Kalau di grup agak trauma, karena seringkali tidak mementingkan merek tapi lebih mementingkan API service. Sementara saya yakin kalau suatu oli memenuhi standar API servis saja tapi nggak melebihi kurang bagus untuk mesin, apalagi kalau komponennya KW. Iklan oli juga seringkali klaim berkali lipar dari API service.

              Kekentalan, API service dan harga tidak menentukan kualitas, lebih penting mereknya, juga suara mesin lebih kasar karena oli lebih encer sering dijadikan alasan dari oli kualitas jelek

              Suka

            • enggak, cuma pernah baca komentar dari anggota LDICI. Anggota yang sama yang kalau tidak salah menyarankan pakai royal purple. Padahal setelah saya selidiki, di luar negeri banyak yang curiga Royal Purple bikin lumpur oli (artikel sebelumnya).

              Suka

            • joint deh om,,, di gorup itu banyak orang-orang yg kritis dan ilmiah seperti om sucahyoaji,,, kita sama-sama belajar disitu,,,

              group yg bener-bener open minded,,,

              kalo om sucahyoaji gk joint, gk mau menelaah,,,, maka ane sebagai pembaca setia blog om jadi kecewa, karena yg ane suka dari blog ini adalah penulis nya yg selalu berfikir kritis dan ilmiah, tidak hanya beropini,,, tetapi beropini sesuai data ilmiah yg ada,,,

              Suka

            • ok, nanti bila truma sudah berkurang akan gabung. Karena saya pengalaman gabung di suatu forum, yang membernya minta bukti ilmiah karena bukti dari majalah web saja kurang, dibilang perlu bukti nyata, eh ternyata belakangan begitu dikasih bukti ilmiah dari beberapa universitas (topik lain) malah lebih percaya majalah.

              Bagi saya apa yang tertera di bungkus kemasan oli itu bisa saja bohong dan tidak bisa dijadikan pegangan.

              Suka

            • ok, terima kasih infonya. akan saya baca baca. Sepertinya postingan sehat juga. Lumayan grupnya. Lihat ada komen membandingkan dengan minyak goreng penasaran, memang di grup sudah pernah ada yang betulan coba pakai minyak goreng? Soalnya saya sudah pernah sih, langsung slip kopling.

              Suka

            • Pokoknya kalo om joint LDIC, isinya beda dengan yg di Kaskus, ane pun pernah dibully di Thread HDEO/PCMO Kaskus,,,

              Om mau bahas Ilmiah, di LDIC di Facebook tempat yg cocok, suhu-suhu Perminyakan banyak banget disitu, suhu-suhu Otomotif, Blogger-blogger Otomotif yg Open Minded juga banyak disitu.

              Karena masalah-masalah di Group HDEO/PCMO Kaskus on Facebook itulah kenapa Group Long Drain Interval on Facebook jadi Group yang paling aktif.

              Di LDIC, tidak melulu mendorong untuk pakai HDEO/PCMO, MCO (Oli Khusus Motor) pun kami dukung, asal masa apakainya lama.

              Misi kami sama dengan om Sucahyoaji, yakni Go Green, Environment Friendly, Peduli Lingkungan, Save the Resource.

              Komunitas yg bikin Heboh Dunia Otomotif karena Sepeda Motor kami tidak ganti Oli setiap 1000 – 2000 KM, tapi setiap 4000 – 10.000 KM.

              Makanya ane ajakin om untuk gabung karena om ane anggap Open Minded, berfikir Ilmiah, dan Kritis,,,

              Suka

            • Ok, terima kasih. Grupnya sepertinya bagus. pantas direkomendasikan. Pasti nanti ikutan nimbrung.

              Saya sekarang termasuk lama juga kalau oli mobil, sudah hampir 10 ribu, masih oli ori (mungkin TMO 10W40), mesin masih halus walau 3 silinder. Nambahnya pakai oli Valvoline yang untuk motor🙂.

              Suka

            • Memang om, antara LDIC dan HDEO/PCMO Kaskus dulu juga sempat Konflik, makanya lahir Long Drain Interval Community on Facebook yg merupakan Group yg dibuat oleh member yg kecewa dengan HDEO/PCMO Kaskus on Facebook,, tenang om, bukan ente aja yg kecewa, banyak yg lain,,,

              Ane juga kemaren dibully kok di HDEO/PCMO Kaskus,,,

              Ini di LIDC lagi bahas tentang pengalaman om yg kecewa dengan HDEO/PCMO Kaskus,,, dan banyak yg bernasib sama,,,,

              Jadi, jangan ragu om joint di LDIC,,,, Group satu-satunya cuma di Facebook, tidak ada afiliasi dengan HDEO/PCMO Kaskus,,,,

              Ane termasuk User lama om, dan menyaksikan sendiri lahirnya LDIC,,, jadi ane tau kenapa banyak yg “sakit hati” dengan HDEO/PCMO Kaskus on Facebook, dan di Forum nya juga sama,,, banyak Keyboard Warrior disana, banyak yg suka Bullying disana,,, Dunia Kaskus memang keras om,,,

              Kami di LDIC, tidak ada pemaksaan harus pakai HDEO, PCMO, pokoknya selama oli mesin itu masa pakainya lama,,, Oli Motor pun kami dukung, misalnya MCO (Oli Motor) Top Tier macam AMSOIL Motorcycle Oil yg berbasis PAO.

              Misi LDIC itu Go Green dan Save Resource, makanya jangan heran kalau PCMO lebih direkomendasikan, karena lebih Go Green daripada HDEO.

              Suka

            • ok, sudah gabung kok. baca baca dulu.

              terima kasih informasinya. Iya sayangnya forum / grup sering dipakai sarana membully. Apalagi kalau pemakaiannya tidak mainstream. Saya lihat di grup itu lebih nyaman dan terbuka.

              Suka

          • Idemitsu bagus kok om, itu AHM Oil MPX iya mesen di Idemitsu, tapi formulasinya sesuai permintaan AHM,,,

            Ane pakai Idemitus yg Oli Mobil, bagus aja om,,, Honda E-Pro Gold API SN/GF-5 SAE 0W-20, di Vario 125i

            Suka

            • Terima kasih. Mungkin untuk versi high end / full sintetik beda dengan yang versi murah. Bisa dipakai pertimbangan. Oli 5W30 Mitsubishi sering dipilih orang karena alasan oli encer tapi murah. Sementara dari sharingan pemakainya bikin khawatir karena merasa normal suara mesin kasar dan tenaga di top end ngedrop.

              Disukai oleh 1 orang

            • nah, semua balik lagi ke formulasi om,,

              oli motor pun ada yg long drain dan bagus, contohnya AMSOIL Motorcycle Engine Oil,,, tapi mahal,,, nah murah nya kami pakai Oli Diesel dan Oli Mobil,,, gimana-gimananya kami punya alasan ilmiah, tidak asal pakai,,,

              Suka

            • Iya sayang mahal tidak bisa dijadikan pegangan. Sebaiknya jangan bukti ilmiah tapi dari pengalaman juga, termasuk dari yang pernah bongkar mesin. Karena ada yang merasa olinya bagus eh ternyata begitu buka mesin kelihatan kerak/lumpur.

              Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s