Riding mode di new Honda CBR250R led bisa jadi cuma Throttle Response Controller


Dari dulu penulis penasaran dengan fitur riding mode di CBR250R. Fitur ini dikatakan bisa mengatur performa dari kendaraan tergantung dari keinginan pengendara. Contoh perkenalannya sebagai berikut:
Edaan!!!….. Honda CBR 250 RR akan dilengkapi dengan riding mode layaknya moge

Sementara itu fungsi dari riding mode adalah memungkinkan kita untuk menyetel seberapa besar power output yang ingin digunakan sesuai dengan kondisi. Contohnya ada opsi untuk Jalanan basah dan kering, mode turing atapun sport mode yang biasanya mengumbar tenaga secara maksimal. Mungkin bagi beberapa orang menganggap fitur ini memang tidak terlalu dibutuhkan bagi motor 250cc mengingat maksimal power juga nggak akan melebihi angka 40HP. Namun bila itu dijadikan sebagai motor paling superior serta komplit tentu sah-sah saja dan jelas membuat gengsi all new CBR250RR bakalan lebih mewah dan prestige, dimana fitur-fitur yang ada di varian bigbike alias moge kini hadir di kelas 250 cc, apalagi dengan adanya fitur tersebut selain menjadi fitur paling mewah, saya rasa berguna saat si pemilik menggunakannya dilintasan balap dan menginginkan tenaga yang lebih maka bisa dipindah ke mode sport atau saat kondisi macet dijalanan bisa disetel ke mode standart jadi lbh menghemat bahan bakar. Terima kasih.

Penulis kurang setuju dengan pendapat itu.

Setelah motor Honda CBR250R ini dirilis, penulis jadi makin yakin bahwa fitur ini cuma Throttle Response Controller, yang kegunaannya adalah untuk menyetel delay waktu reaksi dari sistem Throttle by wire. Namanya sudah mencerminkan itu, yaitu “Accelerator Position Sensor”, yang diperkenalkan sebagai fitur penunjang sistem Throttle by Wire:
Spesifikasi Honda CBR250RR, Pengembangan Kolaborasi Engineer Jepang dan Indonesia Juli 26, 2016

Dengan fitur Throttle-By-Wire System with Accelerator Position Sensor sudah menjadi satu keunggulan tersendiri, Mr.Koji Sugita selaku Marketing Director PT AHM mengatakan bahwa pemakaian Throttle-By-Wire System ini memberikan keuntungan dan kemudahan buat konsumen. Ditambah lagi dengan fituran Riding Mode yang memiliki 3 type berkendara yaitu Comfort, Sport dan Sport+. Dengan Riding Mode ini kita bisa memilih cara berkendara sesuai kemauan kita, pada saat jalan di kemacetan kita bisa pilih comfort sedangkan jika ingin berkendara dengan cepat bisa memilih tipe Sport+.

Riding Mode Honda CBR250RR

Taufik TMCBlog, Published on Jul 26, 2016
TMCBlog.com – Bro sekalian, seperti kita ketahui Honda CBR250RR menggunakan teknologi Throttle By Wire ( TBW) sebenarnya teknologi ini pernah kita bahas dahulu di Tmcblog dengan nama Ride By wire, saat itu buah kekepoan tmcblog melihat ada tulisan STD di dashboardnya konsep Honda supersport Light weight Concept di Tokyo . .. weleh ternyata KLOP. Jadi nggak seperti Ninja 250 dan R25, kendali bukaan throttle di CBR250RR tidak langung secara konvensional menggunakan kabel baja, melainkan dikontrol secara elektronik via sebuah Accelerator Possition Sensor di unit Handlebar kanan ( gas) . Sensor ini akan mendeteksi putaran gas secara otomatis dan mengirimkan signal elektriknya ke ECU/ ECM. Nah TBW ini dimaksimalkan dengan hadirnya Riding Mode yang bisa membedakan 3 gara riding yakni Comfort, Sport, dan Sport + . . . Video di atas memperlihatkan cara pengaplikasiannya

Jadi penulis merasa fitur riding mode ini tidak merubah performa tapi merubah respon gas dari motor. Sistem riding mode ini sepaket dengan TBW. Jadi kalau tanpa TBW, tidak akan ada fitur riding mode karena riding mode menurut penulis tidak mengatur pasokan bensin oleh ECU tapi mengatur seberapa liar respon gas kendaraan. Jadi tenaga di setelan apapun bisa jadi tidak berbeda.

Kalau menyimak nama, penulis jadi teringat alat Nitro OBD2, dimana alat itu menambah tenaga dengan mengutak atik sinyal yang menuju ECU. Salah satu fungsinya adalah dengan membuat injakan gas lebih besar dari seharusnya sehingga mesin beraksi lebih agresif. Jadi kalau dalam bayangan penulis untuk riding mode (cuma asumsi):

Comfort Mode – respon gas setengah detik lebih lambat, dengan reaksi awal throttle dibuat 50% lebih rendah dari seharusnya. Jadi buka gas 50^ dianggap 25%.
Sport Mode – respon gas 0,25 detik lebih lambat, reaksi awal throttle dibuat sesuai bukaan gas. Buka gas 50% dianggap 50%.
Sport Plus – Respon gas spontan dan konstan, respon gas dibuat sensitif, buka gas 50% sudah dianggap buka gas 100%.

Dengan begitu sudah sesuai dengan namanya yang Accelerator. Jadi selain mengatur delay juga memanipulasi besar bukaan gas. Cara ini mestinya cukup untuk membuat seakan akan tidak bertenaga ataupun sangat responsive bagi driver. Walau tenaga tidak sungguh sungguh berkurang tapi ini sudah cukup membantu pengendara untuk bisa santai ataupun aggresif.

Sebagai pembanding, ini punya Yamaha:

Setelan TBW untuk motor Yamaha, komplek, tidak cuma beberapa mode saja.
Setelan TBW untuk motor Yamaha, komplek, tidak cuma beberapa mode saja.

Throttle response controller untuk mobil:
TERJUAL Shadow Throttle Controller Edrive Advance4 Innova Pajero Fortuner Jazz Brio dll

SHADOW E-DRIVE ADVANCE 4 THROTTLE CONTROLLER
Features:
– Full adoption of digital signal output for more accurate correspondence to the original car accelerator signal.
– Three modes and 17 adjustable stage accelerator response speed.
– 9 level Po power mode suitable for mountain roads and competition purposes; very sensitive accelerator response
– 7 Level EC-saving mode suitable for urban driving for effective reduction of fuel consumption.
– New start-slip function allows easy start even in low friction terrain.
– Drag Racing, launch control function
Single button press for Drag Racing mode. In this mode, display shows “Drag Racing”. Step on the accelerator lightly gives you full power for even faster response.
Suitable for drag racing in controlled environment, not for use on the street.
– Anti skid function
High powered vehicles will easily skid on wet, muddy or snow covered ground whilst starting off which may send the vehicle out of control. Therefore Shadow especially aided anti-skid function in E-drive Advance 4 lets the driver control the vehicle easily on slippery ground.

Ini cuma perkiraan.

Tinggal dilihat bagaimana nanti di dyno, atau dari penghitungan waktu akselerasi. Untuk yang begini tidak cukup hanya perasaan saja.

3 thoughts on “Riding mode di new Honda CBR250R led bisa jadi cuma Throttle Response Controller

  1. Kupas juga ttng kekurangan Throttle by wire ato Electronic Throttle Control, dongk. Banyak artikel yg membahas ttng kelebihan teknologi ini, akan tetapi sedikit sekali ato bahkan tdk ada artikel di Indonesia yg membahas ttng kelemahan teknologi ini.

    Salah satu kelemahan dari teknologi ini adalah, jika terjadi kesalahan dalam penulisan program pada ECU (bug), maka akan terjadi ‘unintended acceleration’. Dimana hal ini akan berpotensi menimbulkan kecelakaan.
    Ada banyak contoh kasus ttng ‘unintended acceleration’ dimana Throttle by wire ato Electronic Throttle Control diduga menjadi salah satu sebab.

    Contoh kasus pada tahun 2013 lalu, dalam putusannya “guilty by software defects” dimana T*y*t*, dinyatakan bersalah oleh pengadilan AS atas kecelakaan yg berujung kematian yg terjadi di Oklahoma.

    Nah itu contoh kasus yg terjadi di AS, yg penegakan hukumnya ketat, klo hal ini sampai terjadi di Indonesia? Pasti yg disalahkan si biker / driver nya.

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s