Mengapa banyak yang pakai oli diesel untuk mesin motor padahal spesifikasi tidak banyak berbeda dengan oli motor


Sekarang ini sedang musim pakai oli mesin yang harusnya untuk mesin diesel dipakai untuk oli mesin motor. Salah satu alasannya adalah biar awet, lebih panjang masa penggantian olinya, long drain interval istilahnya.

Berikut penjelasan suhu Dee santi:
Bisakah Pelumas Mobil Digunakan untuk Motor?

Secara umum, pelumas mesin mobil akan dapat digunakan untuk mesin motor matic, kalau untuk motor konvensional, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, karena ada karakteristik pelumas mobil yang sangat dilarang digunakan dalam mesin motor konvensional, hal yang perlu diperhatikan adalah:

Total Quartz 9000 Future GF-5 5W-30 pelumas Long Drain pertama yang diuji oleh TS hingga 10,000 Km di Honda Vario 110cc, memiliki sertifikasi yang dilarang untuk digunakan pada Motor Kopling Basah.

Mitos Jumlah Molybdenum, banyak yang mengatakan pelumas motor konvensional tidak boleh mengandung friction modifier semisal Molybdenum atau Titanium yang bersifat melincinkan dan meningkatkan nilai fuel efficiency yang salah-salah bisa membakar kopling motor kesayangan Anda. Padahal pada kenyataannya bukan Friction Modifier yang membuat kopling motor Anda selip, tetapi Organic Additives semacam Graphite yang membuat kopling Anda selip. Jika tidak percaya, coba lihat Jumlah Molybdenum pada Motul 300V 4T bahkan jauh lebih tinggi daripada Molybdenum pada PCMO sekalipun, tetapi dari user tidak pernah ada yang mengeluh kopling-nya selip. Perlu diketahui, Molybdenum, Boron, atau Titanium hanya bereaksi dengan Logam saja, tidak dengan komposit organic yang mungkin ada di Kopling.

API Resources Conserving atau API Energy Conserving, pelumas dengan API Starburst pasti mengacu kepada fuel efficiency, sehingga pasti pelumas akan sangat licin dan tidak dapat melumasi dan melindungi kopling secara bersamaan. API RC/EC biasanya menuntut oli bisa digunakan dalam jangka waktu yg lama dengan state stay-in-grade, sehingga perlu banyak Organic Additives dan tidak cocok dengan komposit kopling.

ILSAC GF-5, tidak disarankan digunakan dalam motor konvensional, karena sifatnya sama seperti API RC/EC menjamin oli dapat digunakan dalam waktu yang lama, dan bisa menghemat bahan bakar.

German Approval Oil, ya seperti namanya German Approval, mengacu kepada Manufacturer Jerman, seperti BMW, VW, dan Mercedes Benz. pelumas dengan sertifikasi baru mereka tidak cocok dengan motor kopling basah, karena ditakutkan mengakibatkan selip kopling. Terlebih pelumas dari pabrikan mereka menuntut Sustain Release untuk beberapa additives dan itu bisa berdampak kepada motor dengan kopling basah.

Apabila dahulu PCMO hanya bisa digunakan untuk motor matic saja, sementara pelumas HDEO bisa digunakan di motor matic atau motor manual, kini banyak yang menggunakan pelumas PCMO untuk motor dengan kopling basah, salah satu contohnya adalah ADNOC Voyager Silver 10W-40, Pertamina Fastron Techno 10W-40, dan Pertamina Fastron Fully Synthetic 0W-50. Penggunaan pelumas mobil pada motor akan menyebabkan beberapa dampak yang mungkin positif atau negatif tergantung kepada bagaimana Anda menanganinya. Tetapi, sepengalaman saya, penggunaan pelumas mobil lebih banyak efek positif ketimbang negatif-nya. Dan kita kembali ke rumusan awal, baik PCMO, HDEO, dan MCO adalah sama-sama Hydrocarbon Based, sehingga tidak masalah apabila Anda juga mau menggunakan MCO di mobil Anda, hanya saja limitasinya tambah banyak.

Apa alasan lebih memilih Pelumas Mobil/Diesel dibandingkan Pelumas Motor (MCO)?
Longer Drain Interval.
Better Performance.
Better Protection.
Better Fuel Efficiency.
Low Evaporation.

Contoh dari sharingan pemakaian oli diesel adalah:
Review Oli Pertamina Meditran SX, aliran oli sesat, mencoba oli mesin diesel ke motor, Posted by jahe pada April 21, 2015

alasan saya mencoba menggunakan oli diesel pada motor setelah membaca sana sini adalah kualitas yang lebih baik dibanding oli mesin motor biasa/mco tapi dengan harga yang lebih murah atau sama, rentang penggantian oli yang lebih lama karena oli mesin diesel mempunyai aditif yang membuat daya kerja oli bisa bertahan lama dalam kondisi optimal, jamak disebut long drain interval oil, oli diesel mempunyai kandungan ‘ditergent’ yang membuat mesin lebih bersih dari kerak dan sisa pembakaran, oli diesel aman untuk pemakaian kopling basah/tidak menyebabkan slip kopling, beberapa teman saya sudah menggunakan oli disel ini pada motornya dan tidak ada keluhan.

Dikatakan bahwa oli diesel punya aditif berbeda yang selain bikin tambah awet dipakai lama, juga punya pembersih lebih baik. Aditifnya juga dibilang tidak bikin selip kopling karena tidak ada pelicin / friction modifiernya.

 

Beberapa orang juga membandingkan kebersihan dari pemakaian oli diesel dibanding oli motor, seperti misalnya bisa dibaca di link berikut:
FEBRUARI 5, 2016, Foto Kondisi Daleman Mesin Setelah Beberapa Kali Pakai Oli Sesat…… Kapokmu Kapan?

Deka juga tidak menghasut atau melarang penggunaan oli sesat ini di motor anda. deka hanya akan menyajikan beberapa foto daleman mesin motor setelah beberapa kali memakai oli sesat tersebut. Biarlah gambar yang bicara, apakah oli sesat memberikan kebaikan atau justru merusak mesin motor anda seperti yang digembar-gemborkan pihak baik penjual oli motor maupun bengkel resmi. Sekali lagi deka juga tidak membujuk dulur sekalian untuk memakai oli sesat.

AGUSTUS 4, 2016, Bukan Sulap Bukan Sihir….Cumak Fastron Diesel

Foto deka peroleh dari bro chryzts black flame yang memposting 2 mesin motor vega dengan waktu pembelian yang sama, cara berkendara hampir sama. Doi menceritakan membeli motor vega tahun 2004 berbarengan dengan temannya biar kompak. Selama 10 tahun sama-sama memakai oli motor biasa ( ndak disebut merknya, ntar dikira bece ).

Menurut penuturannya, gaya pakai motor sama, joroknya juga sama. Namun bedanya bro black flame memakai oli sesat jenis hdeo, yaitu pertamina fastron diesel mulai tahun 2014 kemarin sampai sekarang atau selama 2 tahun. Sedangkan temennya setia menggunakan oli motor sampai sekarang.

Sampai pada saatnya mereka membongkar blok mesin, dan dilihat bagian daleman mesin…. Biarlah gambar yang bicara….. Ini sekali lagi bukan sulap atau sihir….cuman beda oli…..sesat lagi…..

Selain kebersihan mesin, respon mesin dan warna oli juga jadi pertimbangan, seperti contohnya berikut ini:
JULI 27, 2015, Hati-Hati Pakai Oli Sesat HDEO, Bikin Boros BBM Dan Kampas Rem (Joke)

Oli yang deka gunakan adalah jenis hdeo, oli yang digunakan untuk mesin diesel, pertamina fastron diesel atau sering disingkat dengan PFD. Review 1500 km deka lakukan karena pada saat memakai oli motor atau mco , di jarak itulah deka melakukan evaluasi oli diganti apa enggak.

Biasanya saat jarak tempuh 1500 km, oli mco yang deka gunakan yaitu castrol power 1 sudah menghitam pekat dan suara mesin sipiter sudah kasar dan gampang panas saat digunakan di siang hari. Begitu pula dengan oli mco lainnya seperti federal, enduro racing, shell ax-5, yamalube sport, yamalube sport gold. Semua hampir sama gejala patognomonik-nya, setelah 1000 km suara kasar, gampang panas saat siang hari.

Nah dengan oli PFD ini, saat deka tap di km 1500 warna dan kejernihan masih sangat mirip dengan saat penggunaan 1000 km yang lalu. Saat digunakan untuk turing Bogor- Bandung di siang hari, gejala mesin panas dan suara kasar masih absen. Begitu pula dengan performa mesin tetap. tidak ada gejala penurunan dari awal start sampai Bandung di sore harinya. Mesin masih tetap anteng, nggeles di jalan dengan kecepatan umum kommuter yaitu 60 – 80 km/jam.

 

Namun, satu yang penulis cermati adalah perbandingan dilakukan dengan oli motor merek lain, yang seringkali kualitasnya tidak jelas atau terkenal jelek. Oli motor diperbandingkan dengan oli diesel merek yang berbeda yang dikenal lebih bagus. Jadi perbedaan dari hasil pengujian bisa saja terjadi karena memang oli motornya pakai yang jelek dan bukan karena oli diesel lebih bagus.

Oleh karena itu penulis mencoba melakukan perbandingan antara oli motor dan oli diesel dari pabrikan yang sama dengan kelas yang setara. Sayangnya data aditif jarang sekali disebutkan sehingga kita tidak bisa membandingkan dari sisi selip kopling ataupun pembersihan mesin. Namun kita tetap bisa membandingkan kekentalan dan faktor lainnya.

Dari pertamina dulu:
Pertamina Fastron Techno 10W40 (PFT Hijau)
FASTRON SYNTHETIC SAE 10W-40 & 5W-30

FASTRON SYNTHETIC SAE 10W-40 & 5W-30 spec

Pertamina Fastron Diesel 15W40 (PFD)
FASTRON DIESEL SAE 15W-40

FASTRON DIESEL SAE 15W-40 spec

Kedua oli ini adalah oli yang populer di komunitas long drain interval. Secara SAE mirip PFT 10W40 dan PFD 15W40. Kekentalan kinematis disuhu 40 derajat berbeda lumayan jauh, kinematic viscosity PFT 90,31 dan PFD 102,2. Sementara di suhu 100 derajat hampir sama PFT 14,35 dan PFD 14,48. Coba dibandingkan dengan Fastron yang 15W50

Pertamina Fastron Techno 15W50 (PFT ungu)
FASTRON-SYNTHETIC-SAE-15W-50

FASTRON-SYNTHETIC-SAE-15W-50 spec

Kinematic viscosity untuk PFT ungu disuhu 40 derajat 120,5. Disuhu 100 derajat 17,52. Perbedaan kekentalan ini membuat mesin terasa agak berat saat mesin masih dingin. PFT ungu lebih berat dari PFD, PFD lebih berat dari PFT hijau. Saat mesin sudah panas, PFT hijau dan PFD sama rasanya sementara PFT ungu terasa lebih berat.

 

Selain itu, ada beda Viscosity Index (VI). VI lebih besar lebih baik:
Viscosity index, From Wikipedia, the free encyclopedia

The best oils with the highest VI will remain stable and not vary much in viscosity over the temperature range. This allows for consistent engine performance within the normal working conditions.

Don’t Ignore Viscosity Index when Selecting a Lubricant

If conditions are not constant (variable loads, variable speeds, variable ambient temperatures, etc.), then there is a need for not only the optimum viscosity but also a high viscosity index to stabilize the optimum viscosity. The more variable the conditions, the greater the need for high VI oils.

Untuk angka VI maka PFT hijau 165, PFD 146, PFT ungu 160. Dalam hal VI maka PFD ketinggalan.

 

Dari segi warna ASTM Color, PFD yang paling merah diikuti dengan PFT hijau lalu PFT ungu.
ASTM colour ASTM D1500

 

Flash Point atau titik terbakarnya cuma beda sedikit, 246 – 232 – 242. Begitu juga titik tuangnya -30 – -27 – -27.

TBN agak banyak berbeda, TBN dari PFT hijau 9,61, PFD 11,38, PF ungu 7,86. Seperti dijelaskan di artikel sebelumnya, makin tinggi TBN makin cocok untuk pemakaian jangka panjang karena oli tidak cepat menjadi asam.
Mengetahui waktu penggantian oli mesin berdasar tingkat keasamannya 4 Agustus 2016

 

Dari data diatas oli diesel unggul terutama di sisi kebasaan oli. Oli diesel kalah di sisi Viscositas Index dan Flash Point.

Sebagai perbandingan berikut data oli lain.
Mobil Delvac™ XHP Extra 10W-40
Mobil Delvac XHP Extra 10W-40

Oli ditujukan sebagai oli diesel tenaga besar untuk pemakaian long drain interval. Kekentalan terlihat lebih encer daripada PFD atau PFT hijau di suhu 40 derajat. Di suhu 100 derajat kekentalan hampir sama. VI lebih besar dari PFD. Flash point lebih kecil dari PFD. Yang paling mencolok adalah TBN yang 15,9 jauh lebih tinggi dibanding PFD yang 11,38, hampir dua kali dari PFT ungu yang 7,86.

Mobil Delvac yang bukan untuk long drain interval punya TBN lebih kecil:
Mobil Delvac  XHP ESP 10W-40

Yang untuk mesin bensin TBNnya cuma 7,8
Mobil 1 ESP 0W-40

Oli motor populer Mesran Super 20W50:
MESRAN-SUPER-SAE-20W-50

MESRAN SUPER SAE 20W-50 spec

TBN Mesran Super ternyata mirip dengan PFT ungu, 7,25 vs 7,86.

 

Kalau dari spesifikasi perbedaan yang menyolok antara oli diesel dan oli motor ada di nilai TBN nya. Dengan TBN yang tinggi maka walau oli jarang diganti oli tidak cepat menjadi asam. Karena tidak asam maka resiko keausan karena korosi asam akan berkurang.

Kebetulan oli yang dikatakan tidak awet seperti misalnya Castrol Power 1 ataupun Shell AX7 keduanya tidak mencantumkan TBN di spesifikasinya. Sehingga bisa jadi kedua oli tersebut tidak awet karena TBNnya rendah.

Namun dari alasan umum pemakaian oli diesel tidak ada yang mempertimbangkan pengaruh keasaman oli. TBN tidak jadi pertimbangan mereka dalam memilih oli untuk pemakaian jangka panjang. Dari sisi spesifikasi, selain TBN rasanya tidak banyak yang berbeda antara oli motor dan oli diesel. Sementara itu TBN sepertinya kurang begitu diperhatikan oleh para rider.

Jadi dengan kata lain, yang pakai oli diesel sebenarnya intinya pingin cari oli yang lebih baik saja. Mungkin kebetulan pakai oli diesel juga bikin beda dan heboh. Toh banyak yang pakai dan tidak mengalami masalah.

Oli diesel bisa jadi cocok dipakai untuk motor. Namun belum tentu yang terbaik. Bisa jadi dengan mempergunakan oli motor juga akan sama bagusnya bila pakai oli yang kualitasnya bagus. Oli diesel yang direkomendasikan juga biasanya tidak sembarangan, hanya yang bagus bagus saja.

Jadi oli diesel tidak lebih bagus dari oli motor. Hanya kebetulan oli diesel yang disarankan jauh lebih bagus dari yang sebelumnya dipakai. Bila mau pakai oli diesel boleh boleh saja, namun bisa jadi pakai oli motor dengan kualitas yang sama juga bisa sama puasnya. Dari spesifikasi juga terlihat viscosity index oli diesel kalah sama viscosity oli non diesel. Tergantung selera dan yang gampang beli yang mana, yang penting kekentalan sesuai.

Untuk motor matik, sebaiknya jangan pakai oli transmisi mobil. Bukan karena lebih kental, tapi karena dikatakan biasanya pakai bahan dasar oli yang paling murah.
In my Motorcycle; How can a 20W50 protect my transmission when it calls for a 90WT, 85W90 or 75W90?

The answer is simple. The viscosity for engine oils and gear oils are not part of the same scale. In fact a SAE 90 gear oil may actually have less viscosity than a SAE50 (20W50). The illustration clearly explains why. Now you know something most mechanics don’t know.

Konversi kekentalan oli mesin dan trasmisi

Note on the above chart – We will soon be publishing a whitepaper study showing that most 90 WT gear oils use the cheapest base stocks thus at the bottom of the scale before early shear. This means they dip into the 40WT (engine oil) realm long before they are replaced, thus the inefficient operation.

Jadi untuk oli transmisi bisa coba oli mesin dengan SAE belakang 50 seperti misalnya Pertamina Fastron 15W-50.

Kalau di grup long distance interval baik fastron diesel atapun fastron techno sama sama direkomendasikan baik untuk motor matik dengan transmisi terpisah ataupun untuk motor dengan tranmisi jadi satu.

35 thoughts on “Mengapa banyak yang pakai oli diesel untuk mesin motor padahal spesifikasi tidak banyak berbeda dengan oli motor

  1. Masalahnya oli motor yang berkualitas bagus itu biasanya harganya mahal. Misalnya motul 5100, shell advance ultra, enduro sport, liqui moly diatas 100rb. Dibawah itu mungkin yang disebut oli jelek, misalnya oli pabrikan. Sementara oli diesel pfd atau oli mobil bensin pft hijau dgn harga 60-70rbuan sudah lumayan bagus dan tahan lama. Oli mesran super aslinya oli mobil bensin, cuma karena dulu belum banyak oli khusus motor jadinya biasa dipake di motor

    Suka

    • Iya, oli bagus yang murah jarang. Untuk murah meriah alternatifnya oli mineral dengan aditif paling mahal, dibanding dengan oli sintetik dengan aditif murah. Yang mahal pun bisa jadi hanya karena bahan dasarnya yang mahal, sementara aditif bisa murahan. Jadi kalau mau yang paling murah meriah sekarang ini mending versi termahal dari versi semi sintetis. Misalkan shell, daripada Shell HX8 yang 100% sintetis, mending Shell HX 7 yang semi sintetis, atau kalau ada dana sekalian yang ultra. Daripada HX6 mending HX5 kalau mau menghemat. Cuma sepertinya membaca di grup LDICI shell helix kalah bagus sama pertamina fastron

      Suka

  2. Sebab oli diesel mempunyai TBN yg tinggi, lbh dikarenakan oleh kadar sulfur solar yg tinggi. Dan oli diesel mempunyai additive detergent yg lbh banyak dibandingkan oli bensin, hal ini juga dikarenakan mesin diesel menghasilkan soot (jelaga) yg lbh banyak.

    Para pengguna oli diesel utk motor, biasanya mencari harga murah tetapi kualitas mampuni, Hal ini lah yg tdk bisa didapatkan oleh oli MCO umumnya.

    Apa yg dikatakan oleh agan anang diatas memang benar, oli MCO yg bagus biasanya memang mahal.
    Mungkin penulis masih tetap setia pake valvoline yg menurut penulis oli bagus, tapi gak mahal. Apakah penulis pernah memakai oli spt yg disebutkan oleh agan anang diatas?

    Suka

    • Kalau dibilang murah sebenarnya harga fastron diesel cuma beda sedikit sama fastron techno. Kalau untuk merek selain pertamina mungkin karena kalau pakai yang versi diesel tidak khawatir selip kopling. Kalau pakai oli mobil bensin memang ada yang mengeluh jadi selip kopling, seperti misalnya saat pakai Shell HX8. Hal tersebut tidak terjadi pada yang pakai Shell untuk diesel (sori lupa namanya).

      Saya pernah pakai oli full sintetik yang tipe tertinggi dari shell, repsol dan castrol. Namun sudah lupa kesannya. Yang jelas memang saat itu motor tidak berisik. Nggak bisa kencang karena mentok dibatasi gir / limiter. Pakai oli mineral murah tidak puas kecuali valvoline.

      Kemarin kebetulan ganti oli, sebenarnya mau coba Shell AX5 tapi sayang adanya cuma 800ml, akhirnya coba tanya fastron ternyata ada dan diberi yang ungu. Oli sebelumnya yang repsol 20W50 ternyata sudah hitam sekali, suara sudah mulai kasar. Setelah ganti fastron 15W50 suara mesin jadi jauh lebih hening.

      Suka

  3. Saya sih sudah pernah nyoba macam2 oli khusus motor dari repsol, castrol power 1,enduro, shell ax7, federal, dll. Oli diesel meditran sc, meditran sx, shell rimulla, pfd. Lalu oli mobil bensin pft hijau dan fastron full sintetik 0w-50. Yang paling memuaskan adalah fastron full sintetik yang harganya paling mahal, 160rbuan. Mesin enteng dan tetap halus meski digeber di rpm tinggi. tetapi oli diesel murah meditran sc 33rb atau sx 45rb pun lebih memuaskan drpda oli khusus motor di harga yg sama, misalnya shell ax7

    Suka

    • Terima kasih banyak sharingnya. Sangat membantu. Aneh juga bila oli power 1 yang dikatakan sintetik, atau AX7 yang semi sintetik bisa kalah sama oli mineral untuk diesel.

      Baik castrol ataupun shell tidak mencantumkan TBN di spesifikasi oli mesin mereka. Sepertinya TBN memang penting untuk pemakaian oli jangka panjang.

      Suka

  4. untuk shell hx5 15w-40 api sn di jupiter z1 saya cukup responsif untuk tarikan . tapi menurut saya interval hx5 ini tak sejauh mediteran sx yang dulu saya pakai (4000km 15w-40 api sj) . dl sebelum saya nyoba in oli hdeo / pcmo pernah nyobain castrol go , active , power 1 , lalu pernah juga nyoba valvoline 20w-40 . untuk valvoline memang cukup puas untuk level harga under 50k dari mco lainnya karena kondisi mesin lebih stabil . berbeda dengan castrol power 1. hanya bertahan 1700 an km .. setelah itu di drain karena suara mesin lebih kasar … kesimpulannya untuk range harga 40 – 100 memang cocok untuk pertamina series untuk longdrain . sementara yang lain saya belum mencobanya . sekian

    Suka

    • Terima kasih sharingnya. HX5 apa lebih bagus dari AX5 ya?

      Castrol power 1 tidak mencantumkan nilai TBN ataupun pH di spesifikasinya. Bisa jadi mesin lebih kasar dan pemakaian yang hanya bertahan 1700km itu karena nilai TBN dari Power 1 terlalu kecil. Aditif untuk pencegah asam atau pelindung kurang sehingga bikin korosi di mesin.

      Iya, diantara oli motor murah valvoline unggul. Kalau lihat di websitenya amsoil, yang dekat dengan hasil uji amsoil adalah Valvoline.

      Suka

      • hx5 itu peruntukan nya bisa untuk diesel atau mobil bensin . secara spek yang tercantum adalah api sn dan api cf . kalo ax 5 saya belum pernah,mencoba nya pak .
        lalu castrol power 1 memang karakternya begitu .. pemakaian diatas 1500km suara mesin mulai terdengar kasar .

        Suka

  5. menurut ane malah oli mineral adalah yg terbaik om…
    dikarenakan komponen mesin sebagian besar adalah logam, dimana logam adalah hasil tambang, dan mineral juga adalah hasil tambang… meskipun logam sudah dipadatkan melalui proses tempa maupun die cast… namun celah berukuran mikron hanya bisa ditutupi oleh mineral oil…

    Suka

    • Baik oli mineral ataupun oli sintetik sama sama hasil dari minyak bumi kok. Yang beda adalah penyaringannya. Karena oli sintetik melalui lebih banyak penyaringan atau penyulingan, bahannya lebih murni, homogen dan lebih bebas dari bahan yang tidak perlu.

      Suka

    • Bagaimana bisa oli mineral lbh baik dari oli sintetik?
      Salah satu contoh; Oli mineral, ukuran molekulnya tidak rata, sementara oli sintetik rata. Sehingga oli sintetik mampu melumasi mesin lebih sempurna dibanding mineral.

      Klo ane jelaskan satu per satu kelebihan oli sintetik vs oli mineral, halaman komen ini tdk akan cukup. Singkat kata kunjungi aja situs dibawah ini.
      Lbh jelasnya

      http://www.kewengineering.co.uk/Auto_oils/mineral_or_synthetic_oil.htm

      Suka

      • Tergantung merek juga. Aditif juga penting. Oli mineral yang bagus bisa lebih baik dari oli sintetik murahan. Namun mungkin tidak untuk lebih dari 5000km. Oli sintetik yang aditifnya bagus bisa dipakai bahkan sampai 15 ribu km

        Suka

        • Maaf, ane kan tdk membicarakan additive, yg ane bicarakan adalah base stock saja. Dan situs yg ane berikan juga tdk membahas additive (additive ada di bagian lain dari situs yg ane berikan).
          Jika membicarakan additive, semua tergantung pada formulasinya, sehingga oli mineral pun bisa menyamai ato bahkan melebihi oli sintetik dgn addtive yg jelek.

          Suka

      • Kemampuan untuk menutupi celah / melumasi juga tergantung pada kekentalan juga. Oli sintetik yang terlalu kental atau terlalu encer bisa jadi gagal melindungi. Oli mineral yang kekentalannya pas akan bisa melindungi. Oli sintetik lebih unggul terutama pada daya tahannya, bukan dalam soal bisa melindungi atau tidak.

        Suka

        • Oli sintetik bukan hanya unggul dalam daya tahannya. Oli sintetik juga unggul dalam pour point yg sangat rendah, sehingga mampu melindungi mesin lbh cepat saat mesin dingin (cold startup).

          Dan berikut ini contoh ketika di tes pada suhu extreme, yaitu – 40°C

          Ane tau klo suhu di Indonesia tdk akan sampai dibawah 0°C. Paling tidak dgn pake oli sintetik, mesin ane akan lebih cepat terlindungi pada saat cold startup dibandingkan oli mineral.
          Dan satu lagi, silahkan bandingkan PDS oli mineral vs oli sintetik, lihat kinematic viscosity nya @40°C, oli sintetik selalu lbh rendah dibanding oli mineral.

          Sebagai contoh bahwa oli sintetik lbh unggul dari mineral pada oli transmisi matik, silahkan lihat situs ini

          Suka

    • ane bukan mau sok tau nih om… tapi saat sd ane ga sengaja pernah baca buku tentang oli sintetis, disebutkan sintetis adalah rekayasa kimiawi berdasar air yg dipreoses berkali kali sehingga menjadi oli… nah, ane ga tau siapa tuh yg ngetik di wikipedia kok bisa dari minyak juga…

      by the way, mineral oil adalah oli terbaik untuk inreyen…
      bisa lihat di http://www.mototuneusa.com.

      Suka

      • Kalau saya dari pertama oli harus bagus. Inreyen sekalipun pakai oli bagus. Menurut saya kalau olinya jelek maka permukaan yang diamplas jadinya kasar. Kalau olinya bagus, permukaan lebih halus.

        Contohnya waktu terima motor Honda Beat ESP dari dealer tahu suaranya kasar, langsung dioplos sama valvoline biar halus. sama sekali nggak ada bayangan pakai oli yang bikin suara lebih kasar. Kalau tidak pernah dipaksa pakai oli AHM MPX-2 (setara amplas kasar) sama bengkel resmi, sampai sekarang mestinya suara bisa sangat halus. Untungnya masih lumayan halus setelah bebas dari MPX2 dan pakai valvoline. Berikutnya rencana pakai fastron hijau karena valvoline sudah habis.

        Suka

        • Klo ini saya setuju dgn penulis. Gak pake fastron gold aja? Kan SAE nya sesuai sama rekomendasi pabrik yaitu, xxW30.
          Ane rencana juga mau pake nih oli, tapi masih bimbang, karena rekom pabrik sih pake yg SAE xxW40

          Suka

      • maap mungkin link kemarin kurang lengkap om…
        ini yg lengkapnya:
        http://mototuneusa.com/break_in_secrets.htm

        dijelaskan kalo mesin dgn oli mineral mampu “mengunci” ring seher asalkan 100km pertama mesin dipaksa full thortle, setelahnya ganti oli dan filter oli… oli berikutnya bisa pakai apa saja, disebutkan juga valvoline oil…

        Suka

        • Ok. Saya justru pakai cara sebaliknya. Baik di motor atau mobil saat inreyen rpmnya dibatasi. Sudah mulai dari dulu kalau motor baru yang dibatasi bukan kecepatan tapi rpm. Kebetulan saja motor matik sekarang kecepatan naik setara dengan rpm.

          Rasanya inreyen rpm rendah ini sangat manjur. Motor Suzuki crystal tune dulu waktu diadu sesama bisa lebih cepat baik akselerasi ataupun top speed. Suzuki Spin, Honda Supra Fit X, Honda Beat, Mobil Ayla sekarang kalau dipakai rpm tinggi enak.

          Saya pernah juga baca manga tentang montir dan disebutkan saat inreyen orang jepang olinya dibanyakin sampai sampai ditambahkan ke bensin juga. Mesin dinyalakan berlama lama rpm rendah. Lalu dilihatkan waktu diadu balap dengan motor lain yang sama sama baru jadi lebih kencang. Untuk itu saya percaya karena saya juga merasakan.

          Jadi justru waktu baru saya pakai oli paling licin dan membatasi rpm. Tidak setuju bila harus gas pol dan pakai oli kasar.

          Suka

  6. Klo njmx ane sih inreyen ngikutin buku manual & boreup pake blok vixi jg sama, klo oli ane tetep setia ma Yamalube Super Sport.
    shell AX7, Castrol Power 1 udh coba tp ga cocok ma Ane, pake oli diesel ane msh ragu.

    Suka

  7. machinerylubrication.com/Read/518/motor-oils

    http://www.machinerylubrication.com/Read/213/iso-viscosity-grades

    http://www.machinerylubrication.com/Read/926/gear-oils

    Ini dari Summit racing:
    Myth #1: Viscosity Equals Protection As much as 70 percent of the wear on an engine occurs at start up, according to Driven Racing Oil. A thinner, lower viscosity oil flows more easily right at startup and gets to those critical areas more quickly. Because of that, a thinner oil can actually do a great job of reducing the wear an engine sees when it is first cranked. Plus, that lower viscosity helps free up some horsepower because the oil pump doesn’t have to work as hard to move the oil throughout the engine. While a thicker, higher viscosity oil does usually provide a stronger film surface to protect the bearings, advanced chemistry has enabled modern motor oils to provide superior protection with lighter weight viscosities.

    Suka

  8. http://www.machinerylubrication.com/Read/1290/synthetic-conventional-oils

    http://www.machinerylubrication.com/Read/660/changing-oil-synthetic

    machinerylubrication.com/Read/518/motor-oils

    http://www.machinerylubrication.com/Read/213/iso-viscosity-grades

    http://www.machinerylubrication.com/Read/926/gear-oils

    Ini dari Summit racing:
    Myth #1: Viscosity Equals Protection As much as 70 percent of the wear on an engine
    occurs at start up, according to Driven Racing Oil. A thinner, lower viscosity oil flows more easily right
    at startup and gets to those critical areas more
    quickly. Because of that, a thinner oil can actually do a great job of reducing the wear an engine sees when it is first cranked. Plus, that lower viscosity helps free up some horsepower because the oil pump doesn’t have to work as hard to move the oil throughout the engine. While a thicker, higher viscosity oil does usually provide a stronger film surface to protect the bearings, advanced chemistry has enabled modern motor oils to provide superior protection with lighter weight viscosities.

    Suka

    • Saya lebih cenderung ke pemilihan kekentalan tergantung pada situasi. Kalau di kota pinggir pantai daerah tropis seperti di Jakarta atau Surabaya maka sebaiknya tidak memilih oli terlalu encer (angka SAE belakang).

      Suka

  9. […] Dari yang penulis sementara ini rangkum, pencampuran gas buang bisa mempengaruhi kekentalan oli, pH dan oksidasi (kandungan sulfur di diesel). Ini sudah pernah penulis bahas di artikel – artikel berikut: Penyebab berubahnya kekentalan oli mesin dan resiko yang bisa ditimbulkannya Mengetahui waktu penggantian oli mesin berdasar tingkat keasamannya Mengapa banyak yang pakai oli diesel untuk mesin motor padahal spesifikasi tidak banyak berbeda deng… […]

    Suka

  10. […] Sekarang ini sepertinya lagi musim pakai oli mobil untuk dipakai di motor. Ada yang menyarankan oli diesel HDEO untuk motor kopling basah, oli mobil PCMO untuk oli mesin motor matik. Alasannya kebanyakan karena dianggap oli mobil kualitasnya lebih baik dan oli motor dianggap tidak layak untuk dipakai long drain interval. Mengapa banyak yang pakai oli diesel untuk mesin motor padahal spesifikasi tidak banyak berbeda deng… […]

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s