Licin oli mesin saat dites pakai tangan belum tentu licin beneran


Barangkali ada yang belum tahu, oli yang terasa licin di tangan itu belum tentu licin beneran. Ini karena licin juga bisa terjadi karena sifat dari basa.

Oli itu punya sifat basa, tujuannya agar oli bisa mencegah aus mesin karena selama dipakai oli akan lama lama menjadi asam. Sifat keasaman dari oli juga menjadi salat satu pentunjuk waktu penggantian oli. Ini sudah dijelaskan di artikel sebelumnya.
Mengetahui waktu penggantian oli mesin berdasar tingkat keasamannya

Basa itu bisa bikin licin di tangan. Kalau nggak percaya bisa dibaca di buku sekolah tentang Imu Pengetahuan Alam atau disimak di link berikut.

Beranda SK / KD Indikator Materi Latihan Uji Kompetensi
Sifat-sifat basa

BAB 2. ASAM, BASA, DAN GARAM

 

Sifat licin ini juga pernah penulis alami. Penulis merupakan salah satu anggota komunitas “free energy”. Salah satu yang dilakukan adalah eksperimen elektrolisis. Dalam eksperimen tersebut sering dianjurkan untuk menggunakan KOH atau NaOH yang merupakan katalis proses elektrolisis. Kedua zat tersebut bersifat basa kuat. Air yang mengandung kedua zat tersebut akan terasa licin ditangan. Air tentu saja bukan pelumas.

Yang terasa licin di tangan belum tentu bagus dijadikan pelumas. Penulis sering menjumpai kipas komputer yang macet karena pelumasnya habis. Penulis pernah mengira bahwa menggunakan sembarang oli yang terasa licin di tangan bisa bagus, namun ternyata penulis salah. Oli yang licin di tangan tapi aslinya kualitasnya jelek justru bikin kipas tersebut macet lagi dalam jangka waktu tidak begitu lama, kipas komputer malah jadi sangat macet. Sedangkan oli yang bagus jauh lebih awet.

Pernah juga penulis coba tes oli ambil langsung dari mesin, dari motor yang mestinya sudah waktunya ganti oli kalau melihat dari kasarnya suara mesin. Oli di tangan terasa licin, namun saat penulis mencoba menguji dengan pakai logam, terasa oli tidak licin.

Dengan pakai tangan kita tidak bisa membedakan licin tidaknya oli.

Jadi sebaiknya pembaca jangan menguji umur oli dengan pakai tangan, tapi pakai misalnya logam yang digesekkan. Karena bisa jadi walau oli masih terasa licin di tangan, saat di tes pakai logam sudah tidak licin lagi.

Namun ingat juga bahwa licin hanya salah satu bagian dari oli. Oli tidak butuh hanya licin saja.

Licin dari oli biasanya juga dipengaruhi oleh friction modifier, biasanya pakai ZDDP yang nama lainnya zinc atau phosphor.
Zinc dithiophosphate, From Wikipedia, the free encyclopedia

The main use of ZDDP is in anti-wear additives to lubricants such as greases, gear oils, and motor oils, which usually contain from 600ppm for some modern enery conserving low viscosity oils to 2000ppm of this additive in some racing oils. It has been reported that zinc and phosphorus emissions may damage catalytic converters and standard formulations of lubricating oils for gasoline engines now have reduced amounts of the additive due to the API limiting the concentration of this additive in new API SM and SN oils, however this only affects 20 and 30 grade “ILSAC” oils, 40 and higher grades have no regulation regarding the concentration of ZDDP except for diesel oils meeting the API CJ-4 specification which have had the level of zddp reduced slightly, although most diesel Heavy Duty Engine oils still have a higher conventration of this additive.[4] Crankcase oils with reduced ZDDP have been cited as causing damage to, or failure of, classic/collector car flat tappet camshafts and lifters which undergo very high boundary layer pressures and/or shear forces at their contact faces, and in other regions such as big-end/main bearings, and piston rings and pins. Roller camshafts/followers are more commonly used to reduce camshaft lobe friction in modern engines.[5]

Yang menarik disebut juga oli dengan standar API SN dan SM untuk SAE grade 20 dan 30 aditive ZDDPnya wajib dikurangi kalau ingin lolos uji API.

4 thoughts on “Licin oli mesin saat dites pakai tangan belum tentu licin beneran

  1. bisa pake tangan om… dengan catatan digesek yg lama, jika mudah kering berarti kurang baik kualitasnya… krn gesekan kulit juga menghasilkan panas ditambah pori pori kulit mampu menyerap cairan walaupun tidak banyak…

    Suka

  2. kalo mengetahui batas pergantian oli sepertinya hil yg mustahal om…
    krn tergantung pemakaian….
    sedikit cerita om,
    saat itu ada demo oli mobil1, metode yg digunakan mengesekkan oli di jari, disiram air, digesek lagi…
    ada juga gear yg direndam oli, lalu dibilas air…
    hasilnya oli tetap nempel dan masih licin…

    kalo ane sih ganti oli maksimal 6 bulan, motor jarang dipake…
    sedangkan motor yg sering ane pake, sehari kira kira 80km jadi 2 bulan sekali ganti oli om….

    Suka

    • Penggantian oli lumayan rutin juga ya.

      Soal oli masih nempel mesin, saya jadi ingat saat cuci wajan. Minyak goreng masih nempel walau sudah digosok dan di tenggelamkan ke air. Jadi sepertinya demo itu bisa jadi berlaku untuk semua oli mesin, nggak harus oli spesial.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s