Lucu karena alasan orang Indonesia pakai oli mobil untuk motor ternyata kebalikan dari orang luar negeri, disini oli motor dianggap lebih jelek, disana oli motor dianggap lebih bagus tapi kemalahan

Kalau di luar negeri, alasan orang pakai pakai oli mobil di mesin motor adalah karena harga oli motor yang lebih mahal. Alasan yang sering di perdebatkan adalah oli motor butuh aditif yang jauh lebih ekstrem daripada mobil, rpm lebih tinggi, dst.

Mobiloil (pabrik oli) bilang bahwa oli untuk motor itu lebih istimewa karena bekerja tidak hanya untuk mesin saja tapi untuk transmisi:
Difference between car and motorcycle oils

“What is the difference between motorcycle oil and car oil?”
Matt Coffman, Attica, New York

Motorcycle oils and passenger car oils are very similar, with the exception of a couple of areas that are key to motorcycle operation. The first area concerns common sumps, or the use of motor oil, to lubricate and cool the transmission. As you know, in a passenger car the transmission is lubricated by an ATF fluid, which has frictional properties required for transmission operation. In a motorcycle, where the engine oil may lubricate the transmission, an engine oil that does not have the same level of friction modification (for fuel economy) of a typical passenger car engine oil will provide better transmission performance in terms of transmission lock-up and slippage. So motorcycle engine oil does not contain the friction modifiers of a passenger car engine oil. The second area of concern for motorcycle engine oils is that they tend to shear (break down viscosity) more quickly than a typical passenger car. Mobil 1™ motorcycle oils are designed to provide exceptional protection against viscosity loss.

Website berikut klaim bahwa motor kerjanya lebih berat dari mobil:
Motorcycle Oil: What Difference Does it Make?

Six Differences Between Motorcycle and Automotive Applications
1. Operational Speed. Motorcycles tend to operate at engine speeds significantly higher than automobiles.

2. Compression Ratios. Motorcycles tend to operate with higher engine compression ratios than automobiles.

3. Horsepower/Displacement Density. Motorcycle engines produce nearly twice the horsepower per cubic inch of displacement as automobile engines. This exposes the lubricating oil to higher temperatures and stress.

4. Variable Engine Cooling. In general, automotive applications use a sophisticated water-cooling system to control engine operating temperature.

5. Multiple Lubrication Functionality. In automotive applications, engine oils are required to lubricate only the engine. Other automotive assemblies, such as transmissions, have separate fluid reservoirs that contain a lubricant designed specifically for the component.

6. Inactivity. Motorcycles are typically used less frequently than automobiles.


Intinya dari klaim klaim diatas, walau harga oli motor lebih mahal, itu pantas karena motor butuh oli yang aditifnya lebih bagus daripada yang dibutuhkan mobil.

Yang protes ada, performa oli motor yang jauh lebih mahal antara 2 sampai 3 kalinya ternyata tidak banyak berbeda dengan oli mobil:
This article is from the February, 1994 Motorcycle Consumer News in the article “Motorcycle Oils vs. Automotive Oils”

as you can see from our pricing research at a half-dozen auto parts and cycle parts stores, the average purchase price for the motorcycle-specific lubricants runs about 120 percent higher for petroleum products and 185 percent higher for synthetic products than do their automotive counterparts.

Synthetic Based and Petroleum/Synthetic Blend Multiple Viscosity, SG-Rated Oils Best Retail Prices Found Average Price Differential: 185.0%

Petroleum Based, Multiple Viscosity, SG-Rated, Oils Best Retail Prices Found Average Price Differential: 319.5%

The companies marketing these high-priced motorcycle lubricants would have us believe that their products are so superior to the automotive oils as to justify paying two and three times the price. But are we really getting the added protection promised when we purchase these products? MCN decided to look beyond the advertising-hype, specifically to see if the claims of prolonged and superior viscosity retention could be verified. What we found may very well change your mind about what should go into your motorcycle’s crankcase in the future.

Preliminary Conclusions
1.The viscosity of synthetic-based oils generally drops more slowly than that of petroleum-based oils in the same application.

2.Comparing these figures to viscosity retention for the same oils when used in an automobile (see later text by Prof. Woolum) would indicate that motorcycles are indeed harder on oils than cars.

3.The fastest and most significant drop in the viscosity of petroleum-based oils used in motorcycles occurs during the first 800 miles (or less) of use.
All of these results (1-3) agree with everything the oil companies have been telling us all along. However, the same test data also indicates that:

4.The viscosity of petroleum-based oils, whether designed for auto or motorcycle application, drop at approximately the same rate when used in a motorcycle.

5.There is no evidence that motorcycle-specific oils out-perform their automotive counterparts in viscosity retention when used in a motorcycle.

These last two results (4-5) definitely do not agree with what the motorcycle oil producers have been telling us. In fact the test results not only indicate the two motorcycle oils being outperformed in viscosity retention by the two automotive synthetic products. but even by the relatively inexpensive Castrol GTX, which is a petroleum product. This directly contradicts the advertising claims made by the motorcycle oil producers.

When asked why the Spectro 4 petroleum product sold for $5.00 a quart when comparable automotive oils could be found at less than $1.50 a quart, a Spectro spokesman insisted theirs was “a superior, premium petroleum product, with expensive, shear-stable additives that should outperform automotive oils.” That being the case, it should have been the perfect product for our testing.

For the test samples, I decided to use two types of oils designed specifically for motorcycles and three types of fairly standard automotive oil.

The automotive oils were Castrol GTX 10W40 (petroleum based, $1.24/qt.), Castrol Syntec 10W40 (synthetic, $3.99/qt.) and Mobil 1 15W50 (synthetic, $3.48/qt.). The motorcycle oils were Spectro 4 10W40 (petroleum based, $4.99/qt.) and Honda HP4 10W40 (petroleum/synthetic blend, $5.99/qt.).

Figure II
Relative Viscosity Retention(as a percentage of
initial viscosity retained
after normal use in the same motorcycle)
  0 miles 800mi 1500mi
Mobil 1
Castrol Syntec
Castrol GTX
Honda HP4
Spectro 4

It could appear from this data, then, that there is no validity to the constantly-used argument that motorcycle-specific oils provide superior lubrication to automotive oils when used in a motorcycle. If the viscosity drop is the only criterion, then there is certainly no reason to spend the extra money on oil specifically designed for motorcycles. There does, however, appear to be a legitimate argument for using synthetic and synthetic-blend oils over the petroleum based products.

we can find no substantive evidence that using a high-quality, name-brand automotive oil in an average street motorcycle is in any way harmful or less effective in providing proper lubrication and protection than using the more expensive, motorcycle-specific oils.


Jadi orang barat pakai oli mobil untuk motor itu bukan karena aditifnya oli mobil lebih baik tapi karena harga oli motor kemahalan.

Berikut penjelasan dari suhu Dee Santi soal perbedaan antara oli untuk mobil dan untuk motor (yang beredar di Indonesia)
Apa perbedaan pelumas untuk mesin mobil dan mesin motor?

Secara fungsi, pelumas memiliki peran yang sama, mesin motor manual memiliki gearbox dan kopling yang menyatu dengan blok mesin, sehingga pelumas untuk mesin motor konvensional harus bisa melumasi mesin tanpa merusak komponen gearbox, terlebih kopling, karena kalau terlalu licin, kopling dapat selip dan mengakibatkan terbakar. Pelumas mobil secara umum tidak dapat melumasi kopling, sehingga sangat tidak cocok digunakan kepada mesin motor konvensional.

Mesin motor matic memiliki gearbox dan kopling terpisah dari blok mesin, sehingga pelumas hanya melumasi mesin saja, tanpa melumasi gearbox dan juga kopling. Hal ini sama dengan karakteristik mesin mobil yang memiliki kopling dan gearbox terpisah.

Perbedaan selanjutnya adalah antar mesin mobil dan mesin motor adalah suhu operasional, putaran mesin operasional, volume mesin dan kapasitas pelumas, serta daya kerja operasional. Secara teoritis, suhu operasional mesin motor lebih tinggi daripada suhu operasional mesin mobil karena absennya pendinginan stabil, atau radiator pada mesin motor, meski beberapa jenis motor sudah mengadopsi radiator, tetapi terkadang hal ini sering dilupakan para pemilik, sehingga fungsinya tidak optimal.

Selanjutnya adalah putaran mesin operasional motor lebih tinggi daripada mobil, tentu saja, mesin mobil memiliki lebih dari 1 silinder dengan kapasitas minimal 250cc per silinder, sehingga untuk menjalankan mobil tidak diperlukan tenaga putaran tinggi. Semakin banyak dan semakin tinggi kapasitas mesin, maka putaran operasionalnya makin rendah. Mobil bisa berjalan 100 Kmh dengan RPM hanya 2,500 RPM, sementara motor membutuhkan lebih dari 5,000 RPM untuk berjalan pada 100 Kmh. Tetapi perlu diperhitungkan, mobil berjalan 2,500 RPM dengan kondisi Long Stroke sementara motor berjalan 5,000 RPM dengan kondisi Short Stroke ingat pelumas bekerja untuk melumasi dinding silinder, piston, crankshaft, dan valve train, meski secara teoritis beban mobil terkesan ringan, tetapi secara volumetrik pelumasan lebih besar mobil berkali-kali lipat. Dan oleh sebab itu bisa dipastikan bahwa oli untuk mobil harus lebih baik daripada oli motor.

Selanjutnya adalah volume mesin dan juga kapasitas pelumas. Dalam mobil berukuran mesin 1,000cc sampai 2,000 cc biasanya menggunakan 4 – 5 liter pelumas, itu berarti untuk dibutuhkan 2.5 mL pelumas untuk setiap cc mesinnya, sementara motor dengan kapasitas 100 cc – 125 cc membutuhkan pelumas 0.8 L, sehingga mesin motor membutuhkan 6.4 mL pelumas untuk setiap cc mesinnya. Hal tersebut tentu saja berpengaruh kepada tingkat retensi terhadap asam yang akan membuat pelumas cepat rusak. Secara rasio, seharusnya oli motor memiliki volumetrik lebih besar, dan itu berarti kerjanya lebih ringan dibandingkan mobil, apabila kita mengabaikan proses pelepasan panas.

Beban kerja sebenarnya tidak relevan apabila kita membandingkan motor dengan mobil, tetapi bisa kita jadikan acuan, bahwa kerja motor tidak seberat yang kita bayangkan.
Motor, Beban: 150 Kg | Kapasitas Silinder: 110 cc | Ratio Silinder/Beban = 0.733 (Paling ringan)
Mobil, Beban: 2,000 Kg | Kapasitas Silinder: 1,300 cc | Ratio Silinder/Beban = 0.65 (Moderate)
Truk, Beban: 20,000 Kg | Kapasitas Silinder: 8,000 cc | Ratio Silinder/Beban = 0.4 (Paling berat)

Asumsi semua kendaraan di atas di hitung termasuk pengemudi dan penumpang penuh, dari hitungan tidak relevan di atas, kita bisa simpulkan truk memiliki ratio paling berat dan motor paling ringan, sementara mobil tidak seberapa berat dibandingkan dengan truk. Ini acuan sederhana saja, sementara hitungan aslinya lebih rumit, tetapi bisa disimpulkan bahwa oli mereka bisa saling digunakan bergantian, ya bisa saling pakai tetapi memiliki limit masing-masing.

Nah kalau di Indonesia bagaimana? Faktanya oli motor di Indonesia itu harganya lebih murah.

Kita pakai contoh oli merek castrol. Di deskripsi website, oli sintetik castrol untuk motor itu namanya Castrol Power 1. Yang full sintetik sepertinya cuma “POWER 1 RACING 4T 10W-40”, yang lain semi sintetik. Untuk yang mineral sepertinya adalah castrol active dan castrol go. Penjelasan bisa dilihat di link berikut:

Oli Castrol sintetik untuk mobil yang full adalah Castrol Edge, lalu yang semi itu Castrol Magnatec, lalu yang mineral adalah Castrol GTX.
Castrol Edge full sintetik

Castrol Magnatec semi sintetik

castrol GTX mineral


Dari sisi harga, kecuali versi full sintetik, harga oli untuk motor lebih murah daripada yang untuk mobil.

Versi full sintetik:
harga oli castrol power 1 racing 174 ribu

harga oli castrol edge 115 ribu

harga oli castrol edge 140 ribu

Versi semi sintetik:
harga oli castrol power 1 biasa 48 ribu

harga oli castrol magnatec 68 ribu

Harga oli mineral
harga oli castrol gtx 54 ribu

Castrol active dan castrol go range harganya dibawah 40 ribu. Jadi bisa disimpulkan bahwa harga oli yang untuk motor lebih murah dari harga oli yang untuk mobil.


Kita coba bandingkan juga kalau di produknya shell.
Shell Indonesia home > Products & Services > On the road > Oil Lubricants
Shell Helix

Shell Advance

Oli full sintetik shell adalah Ultra dan HX8, semi sintetik adalah HX7 dan HX6, yang mineral adalah HX5, H3, dan HX2. Untuk persamaannya di motor ada Ultra, AX7 dan AX5.

Dari sisi harga, oli yang untuk motor lebih murah daripada yang untuk mobil untuk kelas yang sama.

Versi mineral.
harga oli shell ax-5 36  ribu

harga oli shell helix hx-5 43  ribu

Versi semi sintetik:
harga oli shell ax-7 44  ribu

harga oli shell helix hx-7 60  ribu


harga oli pertamina enduro racing 42 ribu

Yang pertamina juga sama, yang untuk motor lebih murah dari yang untuk mobil:
harga oli pertamina fastron techno 59 ribu


Jadi agak membingungkan juga mengapa para rider pada ingin mencoba oli mobil untuk dipakai di motor. Kalau di luar negeri alasannya harga. Pabrikan oli luar negeri ngotot bahwa oli motor lebih mahal karena didesain khusus untuk motor. Dibilang oli mobil yang hargnya jauh lebih murah nggak cocok dipakai di motor.

Sementara itu di Indonesia banyak yang berpendapat oli mobil cocok untuk motor karena dianggap aditif untuk mesin mobil lebih baik. Daripada pakai Shell AX-5, ada yang lebih memilih pakai Shell HX-5. Daripada Castrol Power 1, ada yang lebih memilih Castrol Magnatec. Daripada Pertamina Enduro Racing, ada yang lebih memilih Pertamina Fastron Techno. Padahal pabriknya sama, rating produknya sama, harganya saja yang lebih mahal.

Di luar negeri yang diketahui adalah oli motor dibuat dengan spesifikasi yang lebih tinggi dari oli mobil. Apa khusus di Indonesia pabrik oli bikin oli mobil lebih bagus dari oli motor? Apa ada yang sudah pernah membandingkan oli mobil untuk kelas yang sama dari pabrikan yang sama? Apakah harga lebih mahal dari oli karena memang aditif yang lebih baik?

Rasanya kok enggak.

Kalau alasannya cuma karena harga lebih mahal pantas bila pemakai oli mobil di motor disebut aliran sesat…

38 respons untuk ‘Lucu karena alasan orang Indonesia pakai oli mobil untuk motor ternyata kebalikan dari orang luar negeri, disini oli motor dianggap lebih jelek, disana oli motor dianggap lebih bagus tapi kemalahan

  1. mungkin mayoritas diluar negeri mempunyai berbagai musim tidak seperti indonesia .. dan di indonesia pun kualitas oli motor sepertinya lebih rendah daripada mobil . karena karakter orang indonesia lebih mencari harga murah dengan iming2 kualitas bagus. namun saya berpikir apakah standar api yg dicantumkan pada botol oli motor tsb benar2 lolos uji atau tidak sebab dalam pemakaian 2 bulan suara mesih sudah mulai kasar .. dan pula masyarakat sudah memegang mindset bahwa penggantian oli dalam jangka waktu antara 1 hingga 2 bulan . .


  2. Menurut ane, mungkin di luar negeri kubikasi motor pada gede-gede semua. Dan kebiasaan orang luar ganti oli lbh lama dibandingkan disini yg umumnya 2-3bln saja.
    Dan mungkin jika dilihat dari segi bisnis, ganti oli sering (2-3bln) jauh lbh menguntungkan daripada 4-5bln spt yg mungkin orang luar negeri lakukan. Jadi para pabrikan oli membuat oli yg punya umur pendek.
    Satu lagi, kebanyakan orang luar negeri menyakini bahwa oli motor itu adalah hanya sebagai marketing gimmick pabrikan oli, yg membandrol harga lbh mahal dibandingkan oli mobil, padahal isinya sama. Dan embel-embel Motorcycle oil yg menurut pabrikan oli, “di formulasi kan khusus utk motor”, hanyalah sebagai alasan utk membandro oli motor lbh tinggi, dan meraup untung lbh banyak. Yah, kayak oli gardan motor matik yg beredar di Indonesia ini.


    • Sedikit koreksi.
      Di luar negeri, frekuensi ganti oli utk motor, ada yg setahun sekali. Frekuensi ganti oli mereka tdk pernah ganti oli spt di Indonesia ini yg cuman 2-3 bln, mungkin beda iklim, dan lalu lintas nya kali ya.


    • Iya, mereka long drain itu sampai 15 ribu km juga. Disini anjurannya 2500km saja…. Iya, oli dibuat pendek jaraknya, walau oli motor yang agak mahalan sekalipun.

      Kalau CC, rasanya di sana banyak juga matik dan sport 125cc/250cc.

      Kalau formulasi untuk motor, oli gardan motor di sini memang sepertinya cari untung saja.


    • Tul. Saya yakin oli motor disini jelek2, dari hasil coba sendiri jg rasanya jauh beda. Mungkin di luar negri MCO lebih bagus karena kinerja motor memang lebih berat dr mobil, tapi disana perlindungan konsumennya kuat sekali. Beda, disini banyak “penyesuaian”. Bukti? Oli gear matic, apa iya pabrikan sekelas shell sebodo itu bikin gear oil dg spek 10w-40? Only in Indonesia


  3. Memang sih oli mobil disini lebih mahal drpda oli motor. Tapi banyak yg pake oli mobil karena lebih longdrain, hasil akhirnya malah lebih murah. contoh oli enduro racing harga 45rb tahan sampe 2000km, fastron techno 65rb tapi tahan sampe 5000km, nah hasilnya malah lebih murah fastron kan ? Plus bonus performa yang lebih bagus. Mungkin memang beda antara oli motor disini sama diluar negeri


    • Terima kasih infonya. Iya, saya coba kumpulkan testimoni memang dikatakan fastron lebih memuaskan daripada enduro racing. Mungkin untuk pertamina, kualitas enduro racing lebih bagus daripada fastron.

      Namun pemakai oli Shell HX5 atau HX7 komentarnya sama dengan yang pakai AX5 ataupun AX7, tapi tetap lucu juga karena yang pakai HX5 atau HX7 tidak pernah coba pakai AX5 atau AX7.


    • Linknya panjang sekali isinya. Maaf jadi ngak jelas, Bisa dijelaskan mitosnya apa dan faktanya apa?

      Dari link tersebut yang saya tangkap adalah soal aditif zinc dan soal anti wear. Tidak dibahas soal slip kopling. Sementara yang saya bahas adalah soal persepsi rider luar negeri dan dalam negeri untuk oli mobil vs oli motor.

      Faktanya harga oli motor di luar negeri lebih mahal dari harga oli mobil. Faktanya harga oli motor dalam negeri lebih murah dari harga oli mobil.

      Untuk kualitas, di luar negeri diakui bahwa untuk motor lebih cocok pakai oli motor. Di dalam negeri diakui oli motor bisa pakai oli mobil dan dikatakan bisa lebih awet. Tapi ada juga oli mobil yang nggak cocok untuk motor.


  4. silahkan dibaca sampai habis terlebih dahulu, dia tidak hanya membahas zinc, Tetapi viscous, LSA, Diesel oil at gasoline dll. Jika anda tahu kenapa oli mobil diluar lebih murah ketimbang oli motor silahkan baca kembali data sheetnya, apa basenya, apa saja adpacknya, karena oli bekerja as whole, tidak bisa hanya diukur dengan base atau aditifnya saja, jumlah komposisi aditifnya? Berapa sertifikasi yang didaftarkan, base stock dari indonesia akan berbeda dengan base canada. Pembuatan base ester akan memakan biaya lebih mahal ketimbang VHVI. Jika semua sudah didapat, Lalu anda bandingkan dengan oli di indonesia. Mungkin perbandingan yang tepat menurut saya TOP TIER vs TOP TIER, dan untuk lebih jelasnya bandingkan motorcycle oil vs car oil dengan satu brand. apa lagi yang dibandingkan? Wear, termal breakdown, mileage, how much the sump per quarts, fuel efficiency, tujuan oli tersebut dibuat, dll. CMIIW


    • Jadi menurut bro Motorsport engineering, wajar bila sama sama oli mineralnya harga oli motor diluar negeri bisa 3 kali lebih mahal daripada harga oli mobil?

      Namun saya masih belum jelas dimana mitos dan fakta yang menurut bro Motorsport engineering tidak sesuai. Disebutkan di artikel bahwa oli motor di luar negeri disebut lebih cocok untuk motor tapi harga terasa terlalu mahal.

      Dari datasheet apa bisa kita membedakan kualitas? Berikut contohnya HX7 untuk mobil vs AX7 untuk motor

      Terus terang saya tidak bisa membedakan.


  5. Tidak wajar jika oli motor lebih mahal ketimbang oli mobil jika di base yang sama karena di mobil biasanya ditambahkan friction modifier yang lebih, tapi bisa dikatakan wajar jika base sama namun kandungannya berbeda contoh : oli mobil A 80%PAO 10%Ester 10%additive VS oli Moto 80%Ester 10%PAO 10%additive, keduanya sama sama full syn namun kandungannya berbeda = result harga berbeda. Dan harus memperhatikan parameter lainnya seperti jumlah pengguna motor vs mobil, sertifikasi yang didaftarkan dll sebelum menentukan.
    Benar jika dikaitkan dengan RPM motor akan nampak lebih berat kinerjanya namun apa komposit mesinnya ? berapa percent Si yang digunakan ? Apakah menggunakan dry lubrication? Jika motor revs more, maka mobil pun banyak yang revs more hingga 10k dan lebih banyak bidang yang bergesekan plus bobot ketika deselerasi dan ditambah engine brake?. Jika motor rev hingga 15k keatas tentunya sangat tidak mungkin untuk long drain jika jumlah lubricantnya sedikit, apalagi dengan base ester.

    Komentar saya mengenai mitos silahkan anda baca terlebih dahulu artikel yang saya berikan, lalu pahami dan coba anda telaah post artikel anda yang mana yang bertentangan. penting untuk mengetahui sebuah materi secara mendalam sebelum dipublikasikan ke khal layak, karena tidak setiap orang bisa membedakan mana fact mana hoax. Dan kembali lagi since tidak pernah pasti dan terus berkembang.


    • Ok, terima kasih infonya. Menjadi menarik karena di Indonesia oli motor lebih murah.

      Akan saya pelajari informasi di link tersebut dan akan saya koreksi bila menemukan perbedaan. Secara sekilas masih belum menemukan yang tidak sepaham.


  6. Dari data sheet anda bisa melihat result nilai dari test terhadap oli tersebut dan apa metode yang digunakan. Silahkan anda cari tahu apa itu KV, Density, HTHS, flash point, pour point dll. Inti dari oli adalah to prevent wear, jadi semuanya harus kembali ke wear test sebagai result akhir bagus atau tidaknya sebuah lubricant.


      • Data sheet oli jika boleh ane analogi kan, itu sama seperti buku. Dibelakang sampul buku biasanya ada seperti synopsis klo ane tdk salah, yg intinya adalah menceritakan sedikit ttng isi buku tsb. Akan tetapi kita tdk pernah tau, apakah buku tsb berkualitas atau tdk, hanya dgn baca tulisan sampul buku di belakangnya tsb.

        Nah spt itulah data sheet sebuah oli, kita tdk pernah tahu oli tsb berkualitas atau tidak, hanya dgn baca data sheet saja.


  7. iya benar data sheet seperti sinopsis, dan dapat diragukan kualitasnya karena yang mengeluarkan data adalah pabrikan tersebut. Namun akan lebih tidak relevant Jika anda membeli buku karena sampulnya saja?. oleh karena itu saya menyarankan anda mengujinya sendiri di institusi yang netral Jika anda tidak mempercayai apapun tanpa adanya bukti kongkrit menurut anda.


  8. lah memang gw pakai oli mobil mesin lari lebih kenceng, setahun ganti oli cuma 3x, malah pernah gw 1 tahun sekali, no problemo,,

    oli motor apaan, oli mediocre


  9. saya udah pake oli fastron tecno dan hasilnya memuaskan pas saya mau nyari udah susah disini yang ada itu Fastron Synthetic Force SAE 20W-50
    bagaimana menurut mas apa saya pake itu atau ganti ja merk lain

    makasih 🙂

    untuk motor matic


    • Maaf, saya salah kira. Saya pikir itu yang full sintetik, setelah saya google ternyata itu semi sintetik. Harga sepertinya 43 ribu itu normal. Sepertinya mendekati Mesran super.

      Mestinya nggak masalah. Namun rasanya nggak sebaik techno.


  10. lah iya yaaa, jadi kebalik gitu masbro. aku sih tetep pake federal oil kalo buat matic yang ku pake yaa. selama ini emang nyaman pake itu


Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:


You are commenting using your account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.