Mau long drain interval nggak harus pakai oli mobil tapi memang oli motor yang bagus langka sih


Tidak sadar oli di Honda Beat penulis sudah terpakai lebih dari 3000km dari penggantian oli terpaksa sebelumnya.
spedo

Sampai sekarang suara mesin masih halus dan tenaga masih enak, top speed juga bisa 105km/jam, lumayanlah untuk Honda Beat. Saat masih pakai MPX-2 cuma kuat sampai 95km/jam.Penulis berencana masih akan tetap meneruskan oli yang sekarang mungkin sampai 5000km. Katanya pemakaian 5000km itu termasuk long drain kalau untuk motor, oli dipakai lama.

Oli yang penulis pakai adalah oli Valvoline XLD:
valvoline-depan

valvoline-belakang

 

Tulisan di bagian belakang mengingatkan penulis pada artikel sebelumnya tentang oli motor vs oli mobil:
Lucu karena alasan orang Indonesia pakai oli mobil untuk motor ternyata kebalikan dari orang luar negeri, disini oli motor dianggap lebih jelek, disana oli motor dianggap lebih bagus tapi kemalahan

Oli valvoline 800ml penulis beli dengan harga Rp 30.000. Jadi selain murah, kualitas ok, cocok banget untuk motor🙂.

Sekarang ini sepertinya lagi musim pakai oli mobil untuk dipakai di motor. Ada yang menyarankan oli diesel HDEO untuk motor kopling basah, oli mobil PCMO untuk oli mesin motor matik. Alasannya kebanyakan karena dianggap oli mobil kualitasnya lebih baik dan oli motor dianggap tidak layak untuk dipakai long drain interval.
Mengapa banyak yang pakai oli diesel untuk mesin motor padahal spesifikasi tidak banyak berbeda dengan oli motor

Dan memang sepertinya dalam kenyataannya kebanyakan begitu. Oli motor seringkali tidak awet walau pada oli dengan kisaran harga yang sama dengan harga oli mobil. Mau yang mineral ataupun sintetik umur tidak sesuai dengan janji. Bahkan ada yang umurnya cuma 10% dari janjinya seperti yang penulis alami sendiri saat pakai oli AHM MPX-2. Dari pengalaman pribadi penulis mencoba sendiri bermacam merek oli, rasanya memang kebanyakan oli masa pakainya jauh lebih pendek masa periode penggantian oli yang disarankan pabrikan (2500km). Sampai akhirnya penulis menemukan oli Valvoline.

Saat memakai oli Valvoline, penulis sering lupa kapan terakhir ganti oli. Alasan ganti oli bukan karena terpaksa karena mesin sudah kasar atau akselerasi nggak enak, tapi lebih karena merasa sudah kelamaan. Kalau dikira kira, penulis ganti oli sesudah lebih dari 4000km, sudah termasuk long drain interval.

Sejak pakai valvoline, penulis malas ganti ganti oli lagi, namun sayangnya sekarang tokonya sudah tidak jualan valvoline lagi. Terakhir pakai Repsol mengecewakan. Baru dipakai dibawah 2000km oli sudah hitam, padahal pada saat pakai valvoline, tidak sampai sehitam itu. Sekarang ini sedang coba pakai oli Fastron 15W50, dipakai di Suzuki Spin, Honda Beat masih untuk kebagian Valvoline.

Lumayan juga pakai fastron 15W50, mungkin akselerasi di rpm tinggi berkurang, tapi toh sekarang penulis jarang gas pol lagi, setengah gas saja sudah bisa 80km/jam, sudah cukup kencang. Suara mesin jauh lebih halus dari saat pakai repsol 20W50. Mungkin karena kualitas bahan dasar oli beda. Yang repsol mungkin nggak bagus anti shear nya dan film strengthnya sehingga jadi bikin suara kasar. Penulis berencana untuk coba pakai fastron 15W50 untuk transmisi juga, toh ada yang pakai di motor kopling basah dan tidak mengalami selip.

Suksesnya penulis mencapai long drain interval dengan oli Valvoline menunjukkan bahwa pakai oli motor yang murah pun bisa long drain. Namun memang pilihannya sedikit banget. Karena sekarang sudah tidak ada lagi yang jual Valvoline, maka terpaksa pakai oli mobil. Tapi pakai oli mobil juga masih tetap dilema. Oli mobil yang harganya menengah dibawah 100 ribu diatas 50 ribu kualitasnya juga pas pasan, nggak semua cocok kalau dipakai lebih dari 2500km. Rasanya juga susah untuk mencari oli mobil 30 ribuan yang bisa dipakai untuk long drain. Oli motor 30 ribuan masa pakai realnya malah lebih parah dan sering tidak pantas untuk dipakai dalam masa pakai 2500km.

Untuk sekarang, penulis berencana untuk coba oli mobil atau oli motor dengan harga dibawah 100 ribu. Yang kepikiran sementara ini adalah Castrol GTX PCMO dan Fastron. Untuk Honda beat rencananya mau coba Fastron yang 10W40, karena sekarang juga 10W40 dan rasanya lumayan baik dari sisi heningnya ataupun tarikannya. Tidak ada pikiran untuk coba oli 0W20 menunggu bagaimana komentar yang lain. Dari sisi teori penulis menganggap bahwa bila mesin nggak didesain pakai oli 0W20 ya jangan dipaksa pakai 0W20. Repotnya yang review oli encer jarang jarang pakai acuan hening. Mereka juga kalau ngukur performa cuma pakai perasaan dan nggak beneran diukur misalnya pakai mileage full to full atau ngukur 0-100. Jadi klaim mereka soal performa 0W20 sementara penulis abaikan.

Soal perlindungan dianggap lebih baik, penulis masih mengumpulkan informasi dari referensi resmi lembaga oli biar lebih afdol dan jelas sumber informasinya. Penulis sekarang sedang menyusun artikel tentang dasar pelumasan. Menarik juga karena yang namanya anti aus itu cuma berfungsi kalau lapisan oli pelindung / oil film nya sudah tidak berfungsi. Dari sisi keausan kalau oil filmnya sudah pecah, aus akan lebih banyak walau sudah dibantu dengan aditif anti aus dan extreme protection. Kalau nggak dibantu bisa berkali kali lipat. Jadi perlindungan utama sepertinya memang lebih penting dari oil filmnya. Mungkin ini alasan 540 RAT mengujinya film strength.

Nanti dibahas di artikel tersebut.

31 thoughts on “Mau long drain interval nggak harus pakai oli mobil tapi memang oli motor yang bagus langka sih

  1. Sedikit OOT dari artikel.
    Oli melindungi mesin dalam 2 bentuk:
    1. Bentuk liquid
    Nah dalam bentuk ini, kemampuan semua oli dalam melindungi mesin, adalah sama. Tidak peduli seberapa bagus base oil nya dan additif nya.

    2. Bentuk film
    Nah, dalam bentuk inilah, tidak semua oli sama dalam melindungi mesin.

    Oleh sebab itulah Ratblog menguji kemampuan oli dalam bentuk film ini.

    Suka

  2. Setuju dgn penulis ttng pake oli yg terlalu jauh tingkat SAE nya dari rekomendasi pabrik.
    Menurut ane, klo turun satu tingkat sih, ane rasa masih aman ya. Asal mesin tsb msh baru.
    Contoh, motor matik honda, rekom pabrik adalah SAE w30. Jd klo turun satu tingkat ke SAE w20, saya rasa msh aman. Asal motornya masih baru lho ya.

    Klo motor matik yamaha, yg oli rekom pabrik w40, di isi oli dgn w20. Ane rasa tdk aman, karena ada alasan mengapa pabrikan merekomendasikan oli w40, yah mungkin mesin tsb tdklah dirancang utk menggunakan oli w20.

    Suka

  3. Ane juga tertarik tng penggunaan oli 0w20 pada motor dalam hal Fuel Consumption.
    Apakah benar dgn memakai 0w20 Fuel Consumption jadi lbh hemat (irit)? Jika benar, berapa persen?
    Mungkin penulis bisa bantu memberi referensi ke ane ttng hal ini.

    Sedikit sharing. Ketika ane pake oli yamalube 10w40, fuel consumption (full to full) vega r new ane berkisar 49-50 km / ltr. Setelah ane ganti oli dgn shell advance ultra 10w40, fuel consumption (full to full) ane jadi 54-55 km / ltr. Ato lbh irit 8-10%. Dgn catatan, tdk ada perubahan setelan apapun, rute sama, gaya riding juga sama, karena hanya utk berangkat dan pulang kerja saja.

    Jadi, berbekal pengalaman ane tsb diatas, ane jd penasaran, apakah benar oli 0w20 dapat membuat lbh irit?

    Suka

    • Iya, pakai oli berkualitas dengan perlindungan lebih baik bisa lebih irit. Sepertinya itu berhubungan dengan film strength juga.

      soal 0W20, kalau menurut jurnal “Tribology and Energy Efficiency” ditunjukkan sebagai berikut, sepertinya berkisar dibawah 5% kalau kw sama;

      Suka

  4. Gak hanya soal oil film strenght aja sih kalo menurut RAT, juga menekankan soal oil flow. Dimana dia menyarankan sae w30 untuk semua jenis mesin. Cuma dengan syarat oil pressure nya tetap bagus kalo ada penurunan sae.

    Suka

    • Bisa jadi aditifnya mahal karena yang namanya oli sintetik pun isinya ada mineralnya. Oli valvoline yang saya pakai kategorinya mineral, tapi umur bisa panjang.

      Kalau lihat dari iklannya kok kebanyakan aditif ya? aditifnya sepertinya untuk fungsi anti wear / EP yang berfungsi ketika lapisan oli hilang. Juga sepertinya punya sifat polar kuat sehingga membuat oli menempel pada mesin. Berikut kutipannya :
      Since metal surfaces are highly polar, polar oil molecules dissolved in nonpolar ambient tend to adsorb to the metal surface, forming a protective surface film. Strength of the film and solvent power are linked to the same cohesion parameters.

      Suka

      • mau nanya nih, di ahass, kemaren ponakan gw service , katanya olinya di Campur cairan botol kecil , tulisan turbo, seharga 40rb ,lo tau gak paham gak broo fungsinya untuk apa, itu cairan di campur sm oli mesin

        Suka

        • Iya, beda ahass beda kualitas, tapi sama sama maksa pakai oli AHM. Turbo rasanya pernah dengar iklannya di radio, mungkin itu aditif anti wear. Kalau oli AHM yang dikasih aditif, memang bisa jadi kualitas meningkat, karena aslinya jelek, tapi harus hati hati juga karena biasanya mengurangi umur karena permbersih dan pelarutnya jadi kalah sama aditif. Jangan dipakai lama olinya karena resiko bikin kerak / lumpur. Lebih baik ganti dengan oli lebih bagus. Saran yang murah bagus enduro racing atau fastron 10W40.

          Suka

          • Itu dia tadi gw suruh ganti oli, dia yg ke ahass gw gawe soalnya, gw pake fastron gold., Nah katanya dia campurin pake itu additive, turbo. Botol putih ,nah satu lagi yg aneh , ganti filter juga ,trus carbon di ganti untuk apa ya? Carbon 37rb , carbon apa nih yg di maksudnya

            Suka

            • Mungkin sejenis carbon cleaner.
              Klo yamaha, penggunaan carbon cleaner ini setiap 3000km, dgn catatan, klo minum premium. Klo pertamax bisa 6000-10000km lebih, karena premium itu bikin kerak di ruang bakar, intake manifold, saluran bensin, injektor. Terakhir ane pake carbon cleaner ini seharga 25k, kok ahass mahal ya?

              Suka

        • Satu lagi, jika mas bro udah pake fastron gold, ane saranin gak usah ganti oli dgn ahm punya, fastron gold ini sudah bagus, secara kualitas dan harga. Sedangkan oli ahm ini memang sangat jelek kualitas nya, bahkan sampe dikasih additif oli segala, ini menandakan bahwa ahass mengakui klo olinya memang jelek.

          Suka

    • Mengambil kesimpulan itu dari testimoni testimoni yang sudah coba enduro racing dan fastron. Kalau dari spesifikasi nggak bisa kelihatan mana yang unggul dalam hal awetnya pemakaian / mesin.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s