Merubah lampu LED penerangan ruangan jadi lampu 12V bisa untuk motor


Ini percobaan sederhana. Cocok banget bagi yang ingin pasang lampu LED di motor atau mobil tapi malas beli LED khusus motor yang biasanya harganya mahal. Bisa untuk lampu kolong atau DRL atau rem.

Lampu yang penulis pakai adalah lampu merek Kenmax 3 watt yang kalau tidak salah seharga 5 ribuan. Karena sudah redup maka penulis coba buat eksperimen.
lampu-penerangan-ruangan-kenmax-3-watt

 

Bagian dalam lampu ternyata berisi 6 buah LED. Ada rangkaian kecil yang merubah sumber listrik AC menjadi sumber listrik DC. Sistemnya sepertinya adalah capacitive transformer, menurunkan tegangan memakai pembagi tegangan dengan kapasitor.
board-lampu-penerangan-ruangan

6 buah LED tersebut terhubung dengan posisi seri. Ini bisa dilihat dari penampakan PCB dari belakang. Ini juga penulis pastikan pakai multitester.

Baca lebih lanjut

Mau menambah top speed Honda Beat lama gampang tinggal ganti belt


Bro pingin menambah top speednya motor Honda Beat lama? Tiru saja cara dari bro Aji pujo santoso. Caranya hanya dengan mengganti drive belt dengan yang punya Beat baru (ESP).

Belt dari Honda Beat ESP itu lebih panjang dari Honda Beat FI.
Kupas Tuntas Honda Beat ESP series VS Honda Beat FI . . . Bagian Mesin ( Part 1 ) December 22, 2014

Sebenarnya jarak poros antar pulley di CVT tetap sama, namun karena Movable drive Honda Beat eSP lebih besar, maka Drive Belt nya jadi ikut ikutan lebih panjang nih dari 805 mm di bealt drve Beat FI lama menjadi 820 mm di Honda Beat eSP baru . .. ini lumayan banget lebih panjang 1,5 cm

Hasilnya bagaimana?

Baca lebih lanjut

DRL untuk keselamatan sebenarnya tidak pakai lampu dekat tapi ada khusus dan pakai lampu jauh sebagai DRL itu justru ngawur, pakai lampu depan LED putih justru tidak aman


Di artikel sebelumnya penulis membahas bahwa untuk dibilang keren, harusnya motor pakai DRL flexible juga.
Lampu depan LED itu nggak keren karena yang beneran keren itu flexible DRL

Ternyata ada penelitian yang sangat mengajurkan penggunaan DRL tersebut. Disarankan bahwa DRL untuk motor sebaiknya warna kuning.

Berikut link penelitiannya:
DAYTIME RUNNING LIGHTS FOR MOTORCYCLES

Daytime running lights (DRLs) are bright white or yellow forward-facing lights that improve the forward conspicuity of vehicles in the daytime. They are intended to increase the chance of other road users seeing the approach of the vehicle.

Four main types of DRLs are currently in use:
a) low-beam headlights that illuminate when the vehicle is started
b) dimmed high beam headlights – the voltage to the high-beam headlights is regulated so that they have greatly reduced intensity
c) dedicated lights with a defined beam pattern and light intensity
d) increased intensity yellow turn signals. These illuminate constantly until the turn signal control is activated and then they flash on one side.

Dikatakan bahwa DRL adalah lampu depan putih atau kuning untuk meningkatkan keberadaan kendaraan pada siang hari. Ditujukan untuk membuat kendaraan lain jadi lebih tahu bahwa ada kendaraan lain mendekat.

Ada 4 macam DRL:
Baca lebih lanjut

Lampu depan LED itu nggak keren karena yang beneran keren itu flexible DRL


Ada pembaca yang bertanya mengapa penulis tidak menyukai lampu depan led padahal yang lain pada pingin motor pakai lampu depan led.

Sebelumnya penulis sudah mengulas ini dari sisi pemakaian (situasi malam/hujan), kenyamanan (mata), dan gangguan terhadap pengendara lain. Dari sisi tersebut lampu led lebih jelek dari lampu biasa.

Kali ini penulis akan membahas dari sisi keindahan. Karena sepertinya lampu led dianggap membuat motor tampil lebih keren. Apa benar lebih keren?

Yang jelas kalau di jalan terlihat beda. Karena yang lain pada oranye sementara yang led putih sendiri. Motor terlihat menonjol beda sendiri. Yang reflectornya ngawur disetel terlalu keatas juga jadi gampang diketahui kalau dari spion, karena silau banget. Kalau lampu biasa reflectornya terlalu keatas tidak sampai menyilaukan seperti lampu led.

Mungkin ada yang menganggap lampu LED indah. Namun menurut penulis dari sisi keindahan jadi terasa turun derajatnya ketika disebelahnya ada mobil mewah lewat. Jadi ketahuan kalau putihnya lampu LED nggak sama dengan putihnya HID atau Xenon. Yang dimotor jadi terkesan murahan. Sama sama putih tapi menurut penulis beda. Yang punya motor seperti ada yang kurang. Karena beda itu jadi terasa tidak sama kelasnya.

Kalau dari review sih lampu LED menang terhadap HID di sebaran cahaya dan kalau di daya jangkau:

Secara keindahan menurut penulis warna lampu putih tidak bikin tampilan lebih keren. Seandainya ada, maka cuma sedikit. Dari dulu sudah ada mobil yang pakai lampu putih. Dan yang sekarang ini yang lagi musim adalah flexible DRL. Jadi lampu LED yang sekarang di perkenalkan di motor itu menurut penulis ketinggalan jaman. Yang benar benar bisa merubah tampilan itu kalau sudah pakai tambahan flexible DRL. Harusnya kalau mau keren beneran maka pabrikan harusnya memperkenalkan flexible DRL.

Contohnya seperti ini:
Baca lebih lanjut

Powerband alasan mengapa hp maksimal tidak mencerminkan performa sesungguhnya di jalan


Setelah dirilisnya spesifikasi power resmi untuk Honda CBR250RR, banyak yang memberikan perkiraan tentang bagaimana performa CBR250RR bila dibanding dengan R25 atau Ninja. Disini penulis mencoba menunjukkan salah satu faktor yang bisa membuat perkiraan tersebut meleset. Faktor tersebut adalah faktor power band.

Penjelasan wiki tentang powerband adalah:
Power band – From Wikipedia, the free encyclopedia

The power band of an engine or electric motor refers to the range of operating speeds under which the engine or motor is able to operate efficiently. While engines and motors have a large range of operating speeds, the power band is usually a much smaller range of engine speed, only half or less of the total engine speed range

Power band adalah kecepatan (rpm) saat mesin bekerja paling efisien (paling bertenaga).

Powerband dari tiap kendaraan berbeda beda karena struktur mesin dan keperluan yang berbeda. Untuk mempermudah penjelasan, dimisalkan ada 3 macam powerband yang berbeda, namun dengan batas rpm yang sama:
3-jenis-powerband

Semuanya sama sama punya tenaga maksimal 36ps, namun dengan powerband yang berbeda beda. Motor A dengan tenaga maksimal berada di 9000 hingga 12000 rpm. Motor B dengan tenaga maksimal berada hanya di 12000rpm. Motor C dengan tenaga maksimal berada di 7000 hingga 10 ribu rpm.

 

Dari sekolah kita belajar bahwa akselerasi itu berbanding lurus tenaga. Makin besar tenaganya, makin besar akselerasinya. Tenaga lemah maka akselerasi loyo.

Baca lebih lanjut

Mengupas efek menambah oli HDEO dengan oli ATF dari sisi pabrik oli menunjukkan beberapa kekurangan oli ATF sebagai oli mesin


Bro Nex menanyakan tentang apakah bagus bila menambahkan oli ATF ke oli mesin. Untuk itu penulis mencoba mencari informasi tentang penggunaan oli ATF (automatic transmission fluid) dan oli mesin.

Dari informasi yang penulis rangkum, penggunaan oli ATF pada HDEO ditujukan untuk membuat oli lebih ringan dan mesin lebih halus. Seperti contohnya berikut ini:

Biar tarikan nggak berat ditarikan pertama:
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor

biasanya awalnya doang yg berat, setelah 500km kesananya makin enak. atau coba di mix sama ATF, maksimal 30% dari volume oli mesin. klo olinya 800ml, berarti 550ml oli + 250ml ATF biar ga terlalu berat ditarikan pertama.

Perlindungan lebih baik terhadap keausan:
[INFO] PUNISHER [PULSAR 200 NS IS HERE]

oke, sekarang kita bahas klo oli transmisi ada beda dengan oli mesin. nah, klo oli HDEO kita perhatikan, beberapa oli HDEO akan mengusung sertifikasi Allison C-3 atau C-4. Allison C-3/C-4 merupakan sertifikasi yg wajib dan lumrah ditemukan di oli ATF. Allison C-3/C-4 merupakan sertifikasi untuk perangkat hidrolik bertransmisi/punya gearbox yang tidak boleh mengalami selip. sehingga secara otomatis standar Allison nyaris serupa dengan standar JASO MA.

bahkan di kemasan oli ATF Motul dijelaskan kalau oli ATF mereka punya kemampuan friksi yg tinggi sehingga memberikan efek kopling lebih menggigit, embel embel yg sama persis dengan oli Motul JASO MA mereka

just Info, di konferensi tribology internasional 2013 di Malaysia pernah dipresentasikan pengujian oli HDEO + ATF dari universitas teknologi Malaya dan hasilnya oli HDEO + ATF lebih baik melindungi komponen dari keausan dibanding oli 100% HDEO atau 100% ATF tanpa dicampur.

Mesin lebih halus dan ringan:
Ujikaji DRBig pakai minyak lori ada bran????

EO DESEL DAN ATF

Apa itu HDEO Huh
Sejenis Pelincir kerja berat-heavy duty yg digunakan pada kenderaan komersial-diesel…..juga sesuai digunakan pada enjin motor.

Apakah itu ATF Huh
Auto Transmission Fluid yang digunakan dalam sistem gearbox kenderaan automatik..

Sebab apa campur ATF dalam HDEO Huh
Tuk menambah kesedapan enjin ….bermakna enjin akan lebih ringan dan lembut

Berapa banyak nak bubuh ATF ni dalam campuran. Huh
Jangan melebihi 70% sahaja…Campuran dilingkungan 80% HDEO-20% ATF @ 90% HDEO-10% ATF
-dinasihatkan tidak melebihi sukatan sebab ATF mampu merubah sifat EO itu sendiri jika dicampur berlebihan..

aku dah wat campuran HDMO+EOMotor+ATF dengan nisbah 300ml:200ML:100ml.hasilnya sangat menakjubkan. memang best.enjin lagi cepat serasi.lagi cepat rase feel. enjin lagi ringan.ptg smlm tukar Eo.pagi nih try bwk g opis. memang best. sape2 nak mencube bolehla mencube resepi aku tuh.

 

Dari sisi ini, sepertinya penambahan performa terjadi karena oli ATF punya aditif anti wear yang lebih bagus. Tidak semua setuju dengan penambahan oli ATF, namun penulis belum menemukan alasan mengapa tidak setuju, kebanyakan cuma bilang bikin mesin rontok. Oleh karena itu penulis mencoba mencari dari sumber pabrik oli. Dan ternyata beberapa pabrik oli memberikan penjelasan tentang mengapa sebaiknya jangan pakai oli ATF untuk mesin.

Difference between motor oil and transmission fluid

Motor oil is for your vehicle’s engine. Transmission fluid is used by your steering system to keep its parts moving smoothly. A couple of differences are the following: An engine oil is designed to deal with the products of combustion, whereas an automatic transmission fluid (ATF) does not see contaminants from fuel burning. An ATF is basically a closed system and the lubricant must last for a long period of time. An engine oil must be drained to remove contaminants after a relatively short time and/or mileage compared to an ATF. Similar additive component types are used, but at different levels and different chemistries. In an ATF, clutch friction is a very important consideration.

Dikatakan bahwa oli mesin didesain untuk bisa mengatasi hasil pembakaran (hasil pembakaran akan juga mengalir ke ruang oli mesin dan dikeluarkan melalui saluran PCV, dijelaskan di sini), sementara itu oli ATF tidak akan terkena sisa pembakaran. Oli ATF itu tertutup dan harus sangat awer. Oli mesin harus diganti lebih sering untuk membuang kotoran. Komponen aditif yang dipergunakan sama namun konsentrasi dan formulanya berbeda. Pada oli ATF, friksi dari kopling sangat penting.

 

Dikatakan juga bahwa karena oli untuk gir mengandung banyak aditif extreme protection membuatnya lebih rawan korosi.
Oil film strength of Mobil 1™ compared with Royal Purple

There are certain oils in the market today that use EP (extreme pressure) additives in their engine oil that are really designed for gear oils and not engine oils. Extreme pressure additives are typically not used in engine oils for a number of reasons, but the most important reason is that they can cause engine corrosion over time. The rigs being used in these demonstrations are primarily designed for industrial applications like gear oils where extreme pressure is a necessary and important performance feature. These demonstration rigs have very little to do with modern engines, which is why market leading oils in the industry perform poorly in these tests.

Dikatakan bahwa extreme protection yang banyak lebih dibutuhkan untuk mesin industri, yang tidak berlaku untuk mesin modern.

The Critical Role of Additives in Lubrication

If a high concentration of an anti-wear agent is added to the oil, the corrosion inhibitor may become less effective. The result may be an increase in corrosion-related problems

 

Perlu diingat bahwa aditif extreme protection hanya dibutuhkan dikala suatu komponen tidak lagi terlindungi oleh lapisan oli. Sementara itu komponen pelumasan mesin modern dirancang untuk selalu terbilas atau terendam oli. Juga sebagus bagusnya aditif extreme protection, keausan akan jauh lebih parah dari bila masih terlindungi lapisan oli. Detil bisa dibaca di artikel berikut.
Mengenal dasar pelumasan, ada saat dimana perlindungan tidak ditentukan oleh anti wear

 

Oli ATF tidak bisa sembarang dipergunakan bahkan untuk sistem transmisi yang berbeda.
Morris Lubricants 2016

Is it alright to use ATF in a manual gearbox?
Certain designs do specifiy the use of an ATF fluid (automatic transmission fluid), but they should only be used where it is clearly stated by the manufacturer.

Royal Purple – FAQ

Can Max ATF be used in continuously variable transmissions (CVT)?
No, at this time we do not recommend Max ATF for use in CVTs.

 

Berdasarkan rekomendasi tersebut, maka penulis menyarankan untuk tidak menambahkan oli ATF ke oli mesin. Karena ATF tidak dirancang untuk sistem ruang mesin maka bisa jadi daya pelarutnya jelek, daya pembersihnya jelek, daya anti oksidasi jelek, daya tahan terhadap air jelek, daya tahan terhadap fuel dilution jelek, penguapan bisa jadi jelek, dst. Karena yang difokuskan pada oli ATF adalah shear stability, anti foam, dan anti aus. VI dibuat rendah agar shear stability bagus. Extreme protection dibuat tinggi agar tidak aus saat komponen tidak terkena oli (misal saat start).

Bila ingin meningkatkan performa dan kehalusan mesin, menurut penulis lebih mending pakai minyak goreng. Alasan mengapa menambahkan minyak goreng lebih baik daripada bila menambahkan ATF:
– Minyak goreng mengandung friction modifier yang tidak menempel permanen pada logam, sementara ATF dirancang untuk lebih banyak mengandung aditif anti wear dan extreme protection yang bisa mengganggu kerja anti karat.
– sama sama bikin mesin lebih halus, mesin lebih ringan dan performa bertambah.
– minyak goreng juga punya shear stability bagus, VI tinggi, penguapan rendah, pembersih bagus dan daya pelicin yang bagus.

Beberapa data pengujian minyak goreng sebagai aditif / oli mesin bisa dibaca di artikel sebelumnya:
Membandingkan pemakaian oli diesel di motor dengan minyak goreng sebagai aditif oli lebih sesat mana

Membandingkan pemakaian oli diesel di motor dengan minyak goreng sebagai aditif oli lebih sesat mana


Beberapa dari yang menghujat pemakaian minyak goreng sebagai aditif menyarankan penggunaan oli diesel ke mesin motor. Jadi oli diesel dianggap layak dan aditif minyak goreng dianggap tidak layak. Sebenarnya apa yang membuat oli diesel unggul?

Penulis coba kutip dari beberapa website:
ridergalau – Keunggulan Oli Diesel, Boleh Tidak Digunakan Pada Motor ?

pada oli diesel angka TBN nya lebih tinggi dan pergantian oli pun bisa lebih lama untuk dilakukan. Selain itu Oli diesel mempunyai antioksidan yang tinggi untuk mencegah oksidasi karena panasnya mesin. Jadi oli diesel lebih tahan lama karena mampu mencegah penurunan visikotas

Pertama dari kekentalan, lebih baik cari yang encer agar sirkulasi lebih lancar namun resikonya suara mesin lebih kasar. Kedua pilih yang tak mengandung teflon berlebih agar enggak bikin selip kopling

motogokil – Oli Mesin Disel “Beracun” Buat Motor New Vixion Lightning

Suara mesin semakin halus
Mesin semakin adem
Volume oli jauh lebih awet, ini yang menjadi pertimbangan utama untuk nvl
Tarikan tidak kalah responsif jika mesin sudah panas
Penggantian oli lebih lama (lebih irit)

nursigitify – Pake Oli Diesel di Motor: Risiko Tanggung Sendiri

Better Performance.
Longer Drain Interval.
Better Protection.
Better Fuel Efficiency.
Low Evaporation.

indoride – Service Pertama Setelah 1000km Bersama Oli Diesel “Menyimpang”,Sebaiknya Jangan Ditiru Brosist!

– Mesin jadi lebih halus getaran,berimbas kepada kenyamanan berkendara.
– Oper gigi terasa lebih mudah dan halus,bunyi “ceklek” yang kencang hilang entah kemana..
– Mesin jadi lebih “adem” (adem disini,maksudnya waktu untuk panasnya lebih lama)
– Bikin demen geber melulu.
– Harga relatif murah untuk oli 1 liter,karena sisanya ( 0,2 L ) bisa disisakan untuk pelumas rantai.

indoride – Review Pemakaian Oli Sesat Setelah 500 Kilometer di Honda Revo 100,Bagaimana Impresinya?

Awesome! Ya brosist. Oli diesel bermerk Meditran SX yang saya cekokkan ke jeroan tubuh si Evita ini bahkan bisa membuat saya terkagum-kagum akan performanya. Rasanya,di 500 kilometer pertama ini performanya bahkan mengalahkan performa oli yang saya pakai sebelumnya,yaitu Shell AX7.

Memang,di 200 km pertama belum terlalu terasa khasiatnya brosist. Karena mungkin,oli diesel yang mengandung zat semacam deterjen ini sedang merontokkan gram-gram yang menempel di dalam mesin yang sudah menahun.. But,i don’t really care about that! Motor saya jadi tambah enak semenjak pemakaiannya 200 km keatas. Dan pastinya,mesin jadi tambah adem saat menggunakan oli ini. Saya juga nggak tahu pasti kenapa mesin jadi lebih adem dan lama panasnya.. Perpindahan transmisi juga lebih halus di 500km pertama ini.

Saat dicek warna oli pun masih dalam batas wajar,yaitu kuning kecoklatan. Tandanya oli masih layak untuk dipakai beberapa ratus km kedepan. Ya bisa dimaklumi oli jadi cepat menghitam,karena mungkin kerak didalam mesin si Evita sudah tak terkira lagi tebalnya

 

Mari bahas satu persatu.

TBN tinggi

TBN yang tinggi merupakan satu keunggulan utama dari oli diesel. Ini membuat oli diesel tidak mudah menjadi asam, sehingga masa pakai menjadi lebih lama.

Namun perlu diingat bahwa biasanya oli mobil mesin diesel selalu lebih tinggi TBNnya (kisaran 10-15) dari oli mobil mesin bensin (sekitar 7-9). Karena motor pakai bensin maka TBN mestinya tidak perlu tinggi.

Mungkin ada yang berpendapat bahwa TBN perlu tinggi agar oli bisa dipakai hingga 20 ribu km. Tapi penulis nggak yakin bahwa oli yang kalau di mobil bisa beneran 20 ribu km akan juga bisa 20 ribu kalau di motor. Sampai 10 ribu saja sepertinya sudah memaksakan sekali.

Untuk data berapa sebenarnya angka TBN dari minyak goreng, berikut data perbandingan dari oplosan minyak nabati dan oli mineral:
LUBRICATING OIL CHARACTERISTICS OF VEGETABLE AND MINERAL OIL BASED LUBRICANTS AND THEIR BLENDS IN A TWO STROKE SI ENGINE
M.S.A. Molla and M.A. Islam, Department of Mechanical Engineering, Bangladesh Institute of Technology(BIT),Khulna, Bangladesh

perbandingan-oli-mineral-dengan-minyak-nabati

perbandingan-tbn-minyak-nabati-dengan-oli-mineral

TBN terlihat hampir sama, sementara TAN minyak nabati lebih bagus. Dikatakan bahwa TBN dari minyak nabati itu karena sifat alaminya, sementara TBN dari oli mineral itu karena penambahan aditif yang bisa punya efek jelek ke aus bila menguap di ruang bakar.

TBN tinggi membuat aus lebih parah mungkin yang membuat oli versi diesel angka ausnya lebih jelek daripada oli versi bensin.

 

Oksidasi

Mungkin karena pemakaian yang menuntut anti oksidasi yang lebih bagus, oli diesel mempunyai anti oksidasi yang tinggi. Dalam hal ini minyak goreng kalah telak. Kestabilan terhadap oksidasi cuma 15% dari oli mineral:

Namun dikatakan juga bahwa ini bisa diatasi dengan penambahan anti oksidasi. Oli mesin biasanya mengandung aditif oksidasi seperti misalnya ZDDP.

 

Kekentalan

Beberapa ada yang memilih oli encer karena dianggap lebih cocok untuk mesin modern, dan untuk tujuan meningkatkan efisiensi. Kutipan diatas juga ada yang menyarankan untuk jangan pilih yang terlalu kental. Oli diesel yang disarankan untuk motor biasa mempunya kekentalan antara 10W40 dan 20W50.

Untuk minyak goreng, berikut referensinya:

palm-oil-viscosity-index

 

Kedua referensi tersebut menunjukkan bahwa minyak goreng mempunyai SAE yang kecil sekali. Sayang tidak ada referensi HTHSnya, kalau dari angka kinematic viscosity 100°Cnya (7.89-8.10 cst), maka minyak goreng itu setara dengan 0W16:
kinematic-viscosity-sae

Encer banget.

 

Perlindungan mesin

Katanya oli diesel itu better protection atau melindungi mesin lebih baik. Perlindungan mesin bisa dibagi menjadi dua. Satu adalah ketika masih ada lapisan oli diantara permukaan logam (mixed/full film lubrication), dimana perlindungan ditentukan oli film strength atau tingkat kelicinan dari oli. Lalu satu lagi adalah ketika sudah tidak ada lapisan oli diantara permukaan logam (boundary lubrication), dimana perlindungan ditentukan oleh aditif anti wear atau extreme protection yang bekerja dengan membuat lapisan mudah rontok di permukaan logam sehingga yang rontok lapisan anti wearnya dan bukan logamnya.

Penjelasan lebih lanjut bisa dibaca di artikel berikut:
Mengenal dasar pelumasan, ada saat dimana perlindungan tidak ditentukan oleh anti wear

Penulis sendiri lebih memilih perlindungan dari film strength. Ini sependapat dengan 540 rat dimana suhu tersebut melakukan pengujian film strength dari bermacam oli. Di websitenya 540 rat oli diesel HDEO termasuk yang perlindungannya kalah sama oli mobil bensin PCMO, tapi masih setara dengan oli motor MCO.

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, keunggulan minyak goreng dari oli mineral adalah film strength atau lubricity yang lebih bagus
Implementasi dan dasar teori trik sesat minyak goreng sebagai aditif pelicin oli mesin matik dengan hasil mesin lebih halus dan enteng

Perbandingan data keausan bisa dilihat sebagai berikut:
keausan-dari-pemakaian-aditif-minyak-nabati-pada-oli-mineral

Yang menarik adalah yang ausnya terbaik adalah yang campuran antara minyak nabati 30% dan 50% terhadap oli mineral. Dari data perbandingan tersebut sepertinya minyak goreng itu cocoknya dijadikan aditif.

 

Penguapan rendah / low evaporation

Oli diesel dikatakan rendah penguapannya, membuat volume oli lebih awet. Menurut penulis ini lebih ke bahan dasar olinya. Rendah penguapan menunjukkan bahwa kualitas oli diesel lebih bagus dan lebih terjamin daripada oli motor MCO. Yang bikin rendah penguapannya bukan karena oli diesel tapi karena olinya dari bahan bagus.

Data penguapan ini di test dengan metode standard ASTM D-5800. Oli komersial datanya berikut ini:
noack-volatility-amosil-dll

Paling kecil 5.7, sementara itu untuk oli dari bahan minyak kelapa sawit:

Yang paling parah 2.4, cuma separuh dari yang terbaik dari oli mobil. Jadi untuk penguapan, minyak goreng jauh lebih bagus dari oli pada umumnya.

Sebagai perbandingan, berikut data oli diesel AMSOIL Synthetic SAE 15W-40 Heavy-Duty Diesel and Marine Motor Oil (AME)
data-teknis-oli-amsoil-diesel-15w40

Angka Noack Volatilitynya amsoil diesel adalah 7.0, malah lebih besar lagi.

 

Daya pembersih

Karena tuntutan dari mesin diesel, oli diesel mempunyai daya pembersih yang bagus. Sudah banyak contoh dimana setelah pakai oli diesel mesin yang dibongkar jadi bersih, tidak sebanding dengan yang pakai oli motor biasa.

Minyak goreng sendiri punya daya pembersih yang bagus sehingga tanpa ditambah aditifpun daya pembersihnya sudah cukup bagus untuk pemakaian di motor. Beberapa hari setelah penambahan minyak goreng, di kedua motor penulis oli mesin menjadi lebih coklat. Warna tidak menjadi lebih coklat setelah beberapa minggu penambahan. Jadi ini bukan perubahan warna yang terjadi karena oksidasi.

Menurut penulis ini pertanda bahwa kerak yang tersisa pada ruang mesin larut pada oli mesin. Ini mirip tanda yang dilaporkan indoride:
indoride – Review Pemakaian Oli Sesat Setelah 500 Kilometer di Honda Revo 100,Bagaimana Impresinya?

Saat dicek warna oli pun masih dalam batas wajar,yaitu kuning kecoklatan. Tandanya oli masih layak untuk dipakai beberapa ratus km kedepan. Ya bisa dimaklumi oli jadi cepat menghitam,karena mungkin kerak didalam mesin si Evita sudah tak terkira lagi tebalnya

 

Mesin lebih halus

Oli diesel dikatakan bikin mesin makin halus. Sebenarnya tidak fair juga karena membandingkannya dengan oli jelek. Belum lagi oli diesel yang lebih kental tentu juga membuat mesin lebih halus suaranya daripada oli motor yang biasanya 10W40 atau 10W30. Jadi oli diesel membuat mesin lebih halus karena daya tahan lebih bagus dan cenderung lebih kental.

Dari percobaan penulis di Suzuki Spin dan Honda Beat ESP, bro Zorro di Yamaha Vixion dan bro Robbisantiaji di Suzuki Shogun FI, penambahan minyak goreng membuat mesin secara keseluruhan makin halus tanpa mengakibatkan selip kopling. Padahal ini pakai oli yang pada kutipan kutipan blogger diatas dikatakan bikin mesin lebih halus.

Penulis pakai oli valvoline XL 10W40 yang halusnya jauh mengalahkan saat pakai AHM MPX-2. Fastron ungu 15W50 yang mengalahkan halusnya Repsol 20W50. Bro Zorro pakai oli Fastron ijo 10W40. Bro Robbisantiaji pakai oli Shell Rimula R4 15W40 yang adalah oli untuk mesin mobil diesel. Walau semua sudah termasuk oli senyap, tapi dengan menambahkan minyak goreng sebagai aditif bisa lebih senyap.

Bro Robbisantiaji melaporkan begini:

Shogun fl = Shell rimula r4 x sae 15w 40 untuk diesel,,, 900 ml rimula, 50 ml sovia,,, suara mesin bagian bawah halus, tp di bagian head muncul suara agak kasar,,, untuk tarikan awal biasanya pakai rimula sedikit berat setelah di tambah sovia sedikit enteng, belum di coba untuk kecepatan tinggi atau jarak jauh,,,,

Sepertinya timbulnya suara baru itu karena oli jadi lebih encer. Tarikan jadi lebih ringan tapi suara lebih kasar. Membuat bagian mesin yang beradu / mengetuk menjadi lebih keras. seperti dikatakan kutipan sebelumnya.
ridergalau – Keunggulan Oli Diesel, Boleh Tidak Digunakan Pada Motor ?

“Pertama dari kekentalan, lebih baik cari yang encer agar sirkulasi lebih lancar namun resikonya suara mesin lebih kasar” papar M. Abidin, GM Service & Motorsport Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing.

Suara mesin bagian bawah halus karena gesekan antar logam berkurang karena film strength oli bertambah.

 

Long drain

Pemakaian yang lebih awet saat pakai oli diesel menurut penulis terjadi karena oli yang dipakai sebelumnya memang kualitasnya dibawah standar. Dengan menggunakan oli dengan kualitas lebih terjamin maka oli menjadi awet.

Dari pemakaian sementara ini, penulis menyimpulkan bahwa menambahkan minyak goreng pada oli mesin membuat oli lebih awet lagi. Jadi minyak goreng cocok untuk long drain.

Di Suzuki Spin dan Honda Beat contohnya, dari sisi suara seharusnya kedua motor tersebut sudah waktunya ganti oli. Namun karena setelah ditambahkan minyak goreng suara menjadi lebih senyap penulis menunda masa penggantian oli.

 

Tarikan lebih enak, bensin lebih irit

Oli diesel dikatakan membuat tarikan lebih enak. Mungkin ini karena sebelum coba oli diesel mereka pakai oli kw3. Bila misalnya sebelumnya pakai oli 0W20, bisa jadi tarikan jadi lebih berat dan bensin lebih boros.

Penambahan minyak goreng ke oli mesin menambahkan efisiensi mesin (tarikan lebih enak dan bensin lebih irit) melalui dua cara. Yang pertama adalah karena minyak goreng lebih encer seperti yang sudah dijelaskan diatas. Yang kedua adalah karena minyak goreng mempunyai sifat friction modifier yang berguna meningkatkan film strength dan daya pelicin oli.

Friction modifier yang terkandung pada minyak goreng adalah stearic acid (sekitar 5%) dan oleic acid (sekitar 50%).

Jadi dengan penambahan minyak goreng akan terasa peningkatan tenaga dan irit.

 

Selip Kopling

Oli diesel dikatakan solusi ideal karena tidak membuat selip kopling, tidak seperti oli mobil bensin PCMO, namun kualitasnya lebih baik dari oli motor.

Dari percobaan bro Zorro dan bro RobbiSantiaji penambahan sedikit minyak goreng ke oli mesin tidak membuat mesin selip kopling.

Sebelumnya sudah ada yang coba 100% pakai minyak goreng yaitu di Honda Wave 125cc oleh Raihan Ismail dan Andre Irawan di Yamaha Vega, tanpa dilaporkan masalah selip kopling. Video bisa dilihat di artikel berikut:
Bukti bahwa minyak goreng bisa dipakai sebagai oli mesin

Jadi dari contoh contoh tersebut pemakaian minyak goreng termasuk aman untuk motor dengan kopling basah.

 

Selanjutnya

Di kutipan diatas disebutkan bahwa oli diesel bikin mesin lebih adem dan ganti gigi lebih enak. Sayang penulis tidak bisa membandingkan hal itu.

Dari penjelasan – penjelasan diatas, rasanya minyak goreng layak diperhitungkan bila tujuannya mesin halus, performa nambah, bensin lebih irit, dan pemakaian oli lebih lama.

Untuk berikutnya penulis akan tetap pakai minyak goreng sebagai aditif, namun mungkin bukan dikombinasikan dengan oli fastron atau oli bagus lain, tapi dengan oli yang sering dikatakan kalah bagus dengan fastron yaitu enduro racing.

Dari kutipan berikut sepertinya masa pakai enduro racing adalah sekitar 2000km.
enduro racing memang top, setelah 1900 km ganti oli, tetep enduro racing

oli Pertamina Enduro Racing 4T 10W-40 telah mencapai kilometer hampir 2000..dan artinya adalah saat untuk ganti oli dan tentu saja menuliskan gimana rasanya setelah mencapai lebih dari 1000 km..

Setelah 2 kali ditulis tentang awal pemakaian enduro racing dan 900km bersama enduro, kali ini tentang akhir usia pemakaian enduro..sebenernya nggak beda-beda banget, cuma tentu saja ada penurunan performa..sebagai contoh, buat jalan > 60 kpj di gear 2 tidak senyaman sebelumnya

Review oli Enduro 4T Racing di New Jupiter MX

Tarikan agak berat namun tidak seberat oli pabrikan di Km yang sama
Suara kasar justru lebih kasar dari oli pabrikan
Pindah gigi juga agak keras walau g sekeras oli pabrikan
Slip Kopling tidak terjadi
Mesin juga relatif cepat panas
Di NETRAL kan dalam keadaan mesin hidup masih bisa walau agak susah
paling g begitulah yang ki salim rasakan selama 1659 km bersama ni oli.. dan untuk pergantian oli kemaren ki Salim masih percayakan kepada enduro 4T racing lagii.. sepertinya lebih cocok pakai oli ini dari pada oli pabrikan.

Penulis akan mencoba membandingkan apakah saat pertama ganti oli suara bisa sehalus sebelumnya. Lalu apakah oli enduro racing + minyak goreng akan bisa tetap halus sesudah 2000km.