Organic acid technology pengembangan radiator coolant sehingga glycol free agar lebih awet dan ramah lingkungan


Sekarang ini untuk radiator coolant para pabrikan kendaraan sudah mulai meninggalkan pemakaian glycol. Selain agar lebih tahan lama, juga agar lebih ramah lingkungan. Seperti yang disebutkan berikut ini:
Comparison of Conventional and Organic Acid Technology (OAT) Coolants in Heavy Duty Diesel Engine Service

Organic acid (OA) or organic acid technology (OAT) coolants are being aggressively marketed today as a far superior product to more conventional coolants. Claims are being made such as superior performance, as well as a product that is friendly to the environment. Further, some producers of OAT coolants claim that it is the only product in the market that can provide long life as well as extended service intervals.

Teknologi ini dikatakan sudah mulai cukup lama, seperti disebutkan di link berikut ini:
ANTIFREEZE COOLANT APPLICATION CHART For Passenger Vehicles and Light Duty Trucks
coolant-oat-implementation

Warna tersebut ada standarnya namun kadang tidak selalu diikuti. Standarnya adalah sebagai berikut:
How Much Do You Know About Heavy-Duty Coolants?
spesifikasi-warna-coolant

IAT adalah Inorganic Additive Technology, formula konvensional radiator coolant yang masih mempergunakan komponen utama Ethylene Glycol HOCH2CH2OH dan silicate. Warna biasanya hijau atau biru. Dengan masa pakai 30 ribu miles atau sekitar 50 ribu km.

OAT adalah Organic Acid Technology, merupakan formula yang memanfaatkan fatty acid, yang punya komponen umum Carboxylate, sebacate, dan 2-ethylhexanoic acid (2-EHA) sebagai anti karat pengganti silicate. Warna biasanya merah. Dengan masa pakai 300 ribu miles atau 500 ribu km.

HOAT adalah Hybrid Organic Acid Technology, merupakan kombinasi antara glycol dan organic. Warna biasanya kuning atau oranye. Dengan masa pakai antara IAT dan OAT. Ini karena bila OAT dicampur dengan IAT maka masa pakai jadi lebih mengikuti umur IAT.

 

Mencampurkan coolant yang berbeda bisa mengurangi masa pakai coolant, seperti kutipan berikut ini
Correcting Coolant Confusion

The service life of most universal formula products is typically five years or 150,000 miles — with one exception. When used to top off a cooling system in an older vehicle that contains standard green formula coolant, the service life of the product is reduced to that of the original coolant, which is two to three years or 30,000 miles.

Jadi bila kita menambahkan coolant yang berbeda pada coolant OAT yang sedang dipakai maka masa pemakaian jadi berkurang. Bila yang sedang dipakai masih mempergunakan yang mengandung Ethylene Glycol maka masa pakai juga tidak bertambah panjang.

Bila ingin mengganti dengan yang OAT maka sebaiknya di flush dulu. Flush juga harus mempergunakan yang OAT juga, karena bila pakai flush sembarangan, justru hasil tidak maksimal. Campuran juga bisa jadi salah seperti diperingatkan berikut ini:
MACS 2001: GM and Texaco “Bare All” about DEX-COOL®

Make sure that the coolant is at a 50-50 mix. Often, the flush water was not being removed from the engine block. Consequently, when a 50-50 mix is added to the system the resultant mixture could approach 30-70. Like any fluid that has been diluted beyond its recommended levels, the lowered level of inhibitors will not be able to protect the coolant system effectively. Low levels of inhibitors can cause pitting on aluminum surfaces and general corrosion of cooling system metals.

 

Panjangnya masa pakai OAT juga tercantum di produsen coolant seperti contohnya di website Penrite:
MC – Coolants A Better Class of Oil for Over 90 Years
coolant-penrite

 

Yang penulis baru tahu, ternyata coolant juga bisa diperpanjang pemakaiannya dengan memanfaatkan aditif. Seperti dikatakan artikel berikut ini:
How Much Do You Know About Heavy-Duty Coolants?

Because additives in conventional (IAC) and hybrid organic acid (HOAT) coolants are consumed during the vehicle’s operation, they must be refortified with supplemental coolant additives (SCA) in order to maintain effective corrosion protection.

The OAT and NOAT coolants do not require SCAs. The inhibitor package, which is only responsible for corrosion protection, does not determine the level of freeze or boilover protection in the coolant.

Dikatakan bahwa aditif pada coolant IAT dan HOAT menjadi berkurang selama pemakaian, maka untuk memperpanjang umur pemakaian maka perlu ditambahkan supplemental coolant additives (SCA) untuk menjaga perlindungan karat. Coolant OAT dan NOAT tidak memerlukan SCA. Aditif anti karat tidak menentukan perlindungan terhadap beku atau mendidih.

Penambahan SCA ini diperlihatkan juga di petunjuk produk shell berikut ini (kemungkinan teknologi hybrid)
SHELL AUSTRALIA LUBRICANTS PRODUCT DATA GUIDE 2013
penggunaan-sca-di-coolant-shell

 

Selama ini kalau dari layanan servis di Indonesia sepertinya tidak ada model nambah nambah SCA. Yang ada biasanya langsung ganti. Kalau di manual Toyota Agya atau Daihatsu Ayla maka masa penggantian coolant adalah 20 ribu km. Pendek sekali masa pakainya bila dibanding dengan acuan diatas.

Kalau melihat masa periode penggantian yang cuma 20 ribu tersebut maka bisa disimpulkan bahwa coolant yang dipakai adalah tipe IAT atau coolant konvensional. 20 ribu km itu seharusnya masa penambahan SCA tapi sepertinya daripada ribet disuruh ganti coolant sekalian.

 

Tidak tahu apakah di Indonesia bisa beneran masa pakai coolant OAT selama yang diklaimkan atau tidak namun coolant seperti ini menjanjikan bagi yang ingin lebih ramah lingkungan. Terlepas dari benar tidaknya OAT lebih ramah lingkungan daripada IAT (ethylene glycol atau propylene glycol), paling tidak dengan masa pemakaian yang jauh lebih lama bisa mengurangi limbahnya. Ethylene glycol sendiri disebut sebagai bahan sangat beracun, namun bisa terurai selama beberapa hari atau minggu:
Ethylene glycol, From Wikipedia, the free encyclopedia

Ethylene glycol is a high production volume chemical; it breaks down in air in about ten days, and in water or soil in a few weeks.

Itu jauh lebih cepat daripada limbah oli PAO yang konon katanya ramah lingkungan (dibahas di artikel berikutnya).

 

Penulis sendiri masih tidak menemukan berapa harga dari coolant dengan teknologi OAT ini. Coolant paling mahal di bukalapak ada engine ice coolant namun warnanya biru. Dari bahannya tertulis “Made of Propylene Glycol which is biodegradable and non-toxic.”, jadi masih terhitung glycol. Itu juga 400 ribu untuk setengah galon. Nggak kebayang kalau yang OAT seberapa mahal harganya.

5 thoughts on “Organic acid technology pengembangan radiator coolant sehingga glycol free agar lebih awet dan ramah lingkungan

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s