Pilihan merek radiator coolant dengan rasio glycol lebih sedikit lebih cocok untuk cuaca panas Indonesia akan bisa menambah tenaga mesin juga mengurangi knocking


Artikel tentang radiator coolant sebelumnya menjelaskan bahwa coolant dengan rasio air dan glycol 50:50 tidak cocok untuk cuaca di Indonesia.
Alasan mengapa radiator coolant tidak bisa 100 persen tanpa air
Rasio perbandingan radiator coolant untuk Indonesia ternyata yang cocok bukan 50:50

Di artikel diatas ditunjukkan contoh dimana di kendaraan Honda Civic Del Sol Si VTEC pendinginan pakai air lebih bagus dalam pendinginan mesin daripada coolant:
Cooling System Additives – Cooling Agent Show Down – Garage
We Find Out How Well Cooling System Additives Really Work And Which Is Best

  STOCK DEI Radiator Relief Red Line Water Wetter Justice Brothers Radiator Cooler Hy-per Lube Super Coolant
Mixture 50/50 Water 30/70 Water 30/70
Outside Temp. 72F 70F 62F 65F 65F
Cruising Temp. 196F 183F 187F 181F 188F
4000 rpm / 75 mph 198F 190F 186F 183F 187F
5000 rpm Hill Climb 215F + 205F 208F 203F 207F
Extended Idling 215F + 200F 205F 205F 204
Cylinder Head Temp. 208F 191F 197F 193F 198F
Radiator Temp. Drop 5% 7% 8% 8% 7%

 

Makin banyak campuran glycol atau antifreeze pada radiator coolant, maka walau daya tahan terhadap mendidih makin baik tapi tetap, makin jelek daya hantar panasnya:
perubahan-daya-hantar-panas-coolant-berdasar-rasio-antifreeze

perubahan-titik-didih-coolant-berdasar-rasio-antifreeze

 

Untuk kondisi di Indonesia dimana daya pendinginan lebih penting daripada anti beku, maka menurut penulis sebaiknya memilih coolant dengan anti beku lebih sedikit. Ada pendapat bahwa di suhu tropis anti mendidih lebih penting, namun menurut penulis bila daya hantar panas coolant bagus maka mesin tidak akan sempat overheat. Bila daya hantar panas berkurang, maka justru mesin jadi cenderung mudah panas dan suhunya bisa jadi melebihi daya tahan dari coolant.

Bisa dilihat di contoh diatas bahwa dengan pakai coolant yang rasionya 50/50 justru mesin mengalami overheat saat dipakai menanjak atau idle berlama lama. Temperature kerja ideal dari mesin sekitar 90 derajat celcius. Sementara di contoh diatas suhu mencapai lebih dari 215°F (101° celcius).

Kecepatan pendinginan bisa dilihat di referensi berikut:
WaterWetter Tech Info.pdf
daya-pendinginan-antara-air-dibanding-dengan-campuran-coolant

Terlihat bahwa daya pendinginan dari glycol jauh lebih lambat daripada daya pendinginan air. Yang 50% glycol 50% lebih lambat juga.

Referensi tersebut juga menunjukkan bagaimana coolant juga berpengaruh pad performa:
pengaruh-coolant-pada-performa-atau-kebutuhan-oktan

Dikatakan bahwa dalam kondisi beban sedang, setiap persen glycol meningkatkan suhu kepala silinder 1°F. 50% glycol menaikkan suhu kepala silinder 45°F. Kenaikan temperatur ini akan meningkatkan kebutuhan oktan yang diperlukan untuk membatasi tingkat knocking sekitar 3.5 angka oktan. Mobil yang dilengkapi dengan knock sensor akan memundurkan pengapian untuk kompensasi hingga 5°, yang akan mengurangi tenaga sekitar 2.1%.

Bisa disimpulkan bahwa dengan mempergunakan coolant dengan glycol lebih sedikit akan bisa meningkatkan tenaga. Jadi bila sekarang ini mempergunakan coolant dengan rasio 50/50 glycol, maka dengan mempergunakan coolant dengan rasio glycol yang lebih sedikit akan bisa meningkatkan tenaga atau paling tidak mengurangi knocking.

 

Merek merek yang dikatakan punya rasio air lebih banyak contohnya adalah:

Engine Ice Hi-Performance Coolant

Tidak tahu berapa persen kandungan monopropylene glycolnya, tapi dari informasi specific heat di websitenya, mirip dengan yang 30% antifreeze:
coolant-engine-ice

F.A.Q.S – Engine Ice
specific-heat-dari-engine-ice-coolant

 

Havoline

dengan 33% antifreeze, walau ada yang 50% dengan nama sama:
Havoline Xtended Life Coolant Premixed 33/67
coolant-havoline

 

Pertamina Coolant

dengan 30% antifreeze.
PERTAMINA COOLANT
coolant-pertamina
sifat-coolant-pertamina

 

Seiken Radiator Coolant

ada yang 30% dan ada yang 50%.
Seiken Radiator Coolant 30%
coolant-seiken-30
coolant-seiken50

 

Fusch Silkolene Mag Cool

kemungkinan dengan lebih sedikit antifreeze karena yang Pro cool 50/50 sementara yang Mag cool untuk keperluan balap
Mag Cool
coolant-silkolene-mag-cool
coolant-silkolene-pro-cool

 

Top 1 Power Coolant

dengan 20% etyhylene glycol, sementara versi Ultimate punya kandungan 50%:
TOP1 Power Coolant with EG 20% Cairan Pendingin Radiator [4 L]

 

Prestone Precision Blend

dengan 33% antifreeze. 50% antifreeze untuk produk Extended Life Heavy Duty Coolant (Prediluted 50%), Extended Life DEX-COOL® (Prediluted 50%), dan Heavy Duty Coolant SCA Pre – Charged (Prediluted 50%). Namun harus hati hati juga karena yang warna kuning ada macam macam, harus diperhatikan di tulisan dibawah kata – kata prestone. Warna tutup mungkin berbeda tapi hanya beda di pewarna coolantnya saja, isi sama persis.
Ready-To-Use – Precision Blend™ (Prediluted 33%)
beda-prestone-warna-kuning-tapi-beda-isinya

Prestone Radiator Protect

(dijual di Indonesia dengan nama Prestone Radiator Cool), cuma air dan anti karat tanpa anti freeze. Baru mulai beredar di Indonesia,
Prestone Radiator Protect

 

 

Untuk merek lain banyak yang tidak jelas.
Contoh penjelasannya:
Dobeli RC 10 RADIATOR COOLANT untuk mobil biasa, Dobeli SC 18 SUPER COOLANT untuk mobil mewah
coolant-dobeli

PRO-V++ RADIATOR COOLANT untuk mobil biasa, PRO-V++ SUPER COOLANT untuk mobil mewah atau diatas 2000cc.
coolant-pro-v

Sebagai perbandingan, ini penjelasan dari merek top one:
Masih Pakai Bahan Baku Impor, TOP 1 Belum Berniat Naikkan Harga

TOP 1 Ultimate Coolant mengandung 50 persen EG cocok untuk mobil di atas 2.000 cc, sedangkan varian Power Coolant 20 persen, cocok untuk mobil dibawah 2.000 cc.

Mungkin yang untuk varian mobil biasa (Dobeli RC 10 RADIATOR COOLANT dan PRO-V++ RADIATOR COOLANT) konsentrasi glycolnya dibawah 50%. Semoga ada yang bisa konformasi.

 

Master Radiator Coolant Premixed Red tidak disebutkan campurannya.
coolant-master

Sementara Megacools dikatakan tidak mengandung glycol:
coolant-megacools

 

Penulis sendiri sebenarnya pingin coba. Sudah membeli coolant pertamina. Sayangnya oleh bengkel resmi tidak diperbolehkan dan dikatakan bisa merusak garansi. Karena penulis merasakan bagaimana tenaga terasa payah pada saat siang hari, maka penulis coba dengan menambahkan air aqua. Seharusnya cara yang benar itu dengan pakai yang sudah jadi seperti diatas, namun penulis harapkan dengan menambah air akan membuat konsentrasi glycol berkurang. Dari yang asalnya warna coolant merah sekarang menjadi pink. Coolant bawaan mobil Daihatsu Ayla adalah merek Wurth yang sepertinya punya rasio glycol 50%.

Dan memang setelah itu tenaga terasa bertambah. Setelah menambahkan air di coolant, sekarang performa tetap ok walau siang siang hari macet. Setelah perjalanan dua jam langsung dibuat naik gunung juga tidak masalah. Beda performa siang dan malam juga tidak ekstrem seperti sebelumnya.

6 thoughts on “Pilihan merek radiator coolant dengan rasio glycol lebih sedikit lebih cocok untuk cuaca panas Indonesia akan bisa menambah tenaga mesin juga mengurangi knocking

  1. kalo menambah air jangan aqua, karena banyak mineralnya (namanya juga air mineral)
    bisa bikin karat

    tambahin aquades (buat isi air aki) atau air RO (reverse osmosis)

    Suka

    • Iya, ada yang menyarankan pakai cleo saja daripada aqua karena kerak aqua lebih banyak.

      Sebaiknya jangan pakai aquades air isi aki karena untuk isi aki walau mungkin bebas partikel tapi pH nya tidak netral dan cenderung asam. Sementara itu pH coolant yang baik adalah basa.

      Sebaiknya memang reverse osmosis atau air distiliasi. Kalau kepepet, air rebusan lebih baik.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s