Perkembangan eksperimen penambahan minyak goreng ke oli mesin sekarang sudah dicoba di oli transmisi motor matik, motor kopling basah dan di mobil


Setelah sebelumnya uji akselerasi, sekarang penulis mencoba mengembangkan eksperimen menambahkan minyak goreng ke oli mesin ke mobil dan oli transmisi juga.

Sebenarnya rencana penulis menambahkan minyak goreng ke oli mobil adalah untuk merekam apakah ada perubahan suara mesin. Namun ternyata tidak terdengar perubahan suara mesin saat idle kalau di video. Saat sebelum dan sesudah menambahkan minyak goreng penulis rekam namun penulis tidak bisa membedakan.

Soal tenaga kurang begitu merasakan perbedaan, karena pakai mobil jarang dan akselerasinya berkali kali lipat kalau pakai matik walau mobil cuma 1000cc. Suara mesin halus namun tidak begitu terasa perubahannya karena sejak dari awal mobil baru pakai pro capacitor dan suara mesin walau 3 silinder terdengar sehalus suara mesin 4 silinder. Getaran di setang kemudi terasa berkurang tapi entah benar atau tidak. Kesan akselerasi mesin lebih halus ada, namun tidak begitu yakin.

Setelah dipakai jalan suara mesin terdengar halus. entah apa lebih halus dari sebelumnya atau tidak.

 

Sementara itu bro zorro, melaporkan hasil penambahan minyak goreng di motor Vixion, yang sedang pakai oli Fastron 10W40 jalan 51km:

Setelah ane baca” artikel yg ini jg yg sebelumnya, ane nekad”an coba di vixion ane.. penasarn soalnya.. hehe ane pake fastron ijo 10w40 baru jalan 51km, ane tambahin minyak goreng 100ml merk fortune.. dan tidak ada gejala slip kopling dan relatif lebih alus suaranya, pertanyaannya..apakah minyak goreng tersebut tidak merusak aditif pada oli? soalnya masih agak ragu.. takut mempengaruhi viskositas pada oli tersebut, terimakasih atas jwabannya

Penulis agak kaget juga karena ternyata tidak membuat licin. Mungkin sifat minyak goreng lebih ke menghaluskan suara dan tidak membuat licin kopling. Mungkin sifatnya lebih ke friction modifier dan bukan anti wear atau extreme protection. Sifat polar friction modifier membuat oli lebih mudah menempel ke permukaan logam, membuat lapisan cairan di permukaan logam, membuat cairan oli lebih mudah mengalir dan permukaan logam lain lebih mudah meluncur. Sementara anti wear dan extreme protection membuat lapisan padat pada permukaan logam. Yang anti wear membuat permukaan yang mudah terkelupas yang meratakan dan melicinkan permukaan, sementara extreme protection membuat lapisan yang mencegah lengket karena panas. Mungkin karena sifat polar minyak goreng tidak membuatnya menempel pada bahan selain logam, hanya membuat licin permukaan logam dalam bentuk cair saja, yang dalam hal gesekan permukaan kalah dengan aditif anti wear dan extreme protection.

Lebih lanjut bisa dibaca di artikel berikut:
Mengenal dasar pelumasan, ada saat dimana perlindungan tidak ditentukan oleh anti wear

Ini membuat penulis tertarik untuk mencoba menambahkan minyak goreng ke oli transmisi motor Honda Beat karena transmisi matik sepertinya sama dengan kopling basah di Vixion, butuh oli yang tidak boleh terlalu licin. Kebetulan juga oli transmisi Beat sudah mulai kasar lagi, sudah lebih dari 3000km dari saat ganti.

Setelah ditambahkan minyak goreng bimoli kira kira 5%, suara idle yang asalnya kasar ada suara sak sak sak jadi berkurang. Dibuat boncengan tidak terasa adanya selip. Dibuat agak kencang pun tidak terasa selip.

Jadi sepertinya, penambahan minyak goreng cukup aman untuk kopling basah dan transmisi matik. Tapi sebaiknya penambahan diberikan dibawah 10% saja.

 

Penulis juga melakukan uji warna pada oli mesin Honda beat. Berikut fotonya, sesaat setelah diteteskan:
uji-warna-oli-ditambahi-minyak-goreng-1

Berikut fotonya sesudah beberapa menit dibiarkan:
uji-warna-oli-ditambahi-minyak-goreng-2

Sekilas warna sudah mulai gelap, namun belum sampai hitam.

Distribusi warna oli yang merata membuat penulis berasumsi bahwa penambahan minyak goreng membuat oli menjadi lebih kuat daya pelarut dan pembersihnya. Agak aneh karena kalau di artikel sebelumnya, disebutkan aditif pelicin sering kerjanya bertabrakan dengan aditif pembersih.
Oli yang bagus untuk mesin itu tidak butuh viscosity index yang tinggi tinggi amat, banyak yang salah mengerti soal VI dan HTHS

Mungkin ini karena sifat minyak nabati yang dari sananya daya pelicinnya bagus, namun daya pembersih dan daya pelarut juga bagus. Keunggulan minyak nabati:
Vegetable oils as lube basestocks: A review
Biolubricants formulated from plant oils should have the following advantages derived from the chemistry of the base stock:

i. Higher lubricity leading to lower friction losses, yielding more power, and better fuel economy.
ii. Lower volatility resulting in decreased exhaust emissions.
iii. Higher viscosity indices.
iv Higher shear stability.
v. Higher detergency eliminating the need for detergent additives.
vi. Higher dispersancy.
vii. Rapid biodegradation and hence decreased environmental/ toxicological hazards.

.1. Lebih licin menghasilkan hambatan lebih kecil, menghasilkan tenaga lebih besar dan fuel economy lebih baik
.2. Lebih tahan penguapan, mengurangi emisi gas buang
.3. VI tinggi
.4. Shear stability tinggi
.5. Daya pembersih kuat, menghilangkan kebutuhan terhadap aditif pembersih
.6. Daya pelarut kuat
.7. Cepat terurai sehingga mengurangi bahaya lingkungan

Kelemahan minyak nabati terutama adalah lebih mudah teroksidasi (warna oli jadi lebih cepat hitam) dan pour point yang jelek (di suhu 0 derajat beku). Ini yang membuat penulis berpikir untuk pakai minyak goreng sunco karena katanya di suhu 0 derajat tidak membeku dan dikatakan lebih tidak mudah teroksidasi.

Karena mempergunakan minyak goreng sebagai aditif, maka sifat oksidasi dan pour point minyak goreng akan lebih baik karena di oli mesin ada aditif anti oksidasi (seperti ZDDP) dann aditif untuk mencegah beku. Jadi mestinya kelemahan tersebut tidak akan banyak menimbulkan masalah.

Karena daya pembersih yang bagus bisa jadi saat pemakaian pertama minyak goreng sebagai aditif pada oli mesin bisa membuat oli lebih hitam seandainya di mesin tersisa kerak dari oli yang lama. Minyak goreng punya daya pelarut dan pembersih yang bagus sementara minyak goreng juga cenderung menempel pada permukaan logam karena sifat polarnya. Jadi penambahan aditif minyak goreng pertama kali bisa membuat oli lebih hitam karena minyak goreng akan membersihkan mesin dari kerak atau sisa oksidasi oli.

26 thoughts on “Perkembangan eksperimen penambahan minyak goreng ke oli mesin sekarang sudah dicoba di oli transmisi motor matik, motor kopling basah dan di mobil

  1. Om mau nanya kalo oli transmisi dan oli mesin pakai oli dari diler apakah bisa di tambah minyak goreng?kalau di mio m3 takarannya penambahan minyak goreng di oli mesin dan oli transmisi berapa ml ya om?terus minyak goreng nya pakai merk apa? Oiya apakah oli mesin harus baru di ganti baru dulu om?mks

    Suka

    • Minyak goreng kompatibel dengan oli mineral dan PAO. Jadi mestinya yang dari dealer kompatibel juga. Kalau oli formulanya sudah sempurna, menambahkan minyak goreng tidak akan ada bedanya. Jadi minyak goreng cocoknya untuk oli yang belum maksimal aditifnya, bila merasa oli sekarang masih kurang bagus.

      Untuk mesin, sebaiknya coba dibawah 10%, sementara untuk transmisi coba dibawah 5%.

      Untuk merek minyak goreng, coba merek sunco. Kalau tidak ada maka paling tidak yang bermerek, jangan minyak goreng curah.

      Saya sementara cobanya di oli mesin yang sudah terpakai. Dipakai saat baru mestinya juga tidak masalah. Ini masih termasuk percobaan, yang perlu diperhatikan terutama adalah sifat oksidasi (seberapa cepat oli menghitam).

      Suka

      • Oiya om kalau takarannya oli mesin 10%dan oli transmisi 5% apakah aman Om? Oiya untuk oli mesin masing masing berapa ml ya om? Dan oli transmisi nya?jika bisa pakai 10 dan 5%. Mks.oiya om kalo menurut om lebih baik pilih mana ya om antara vespa sprint 150 iget dan peugeot django 150 ya om?kalau mau cari nyaman, performa ok. Dan semuanya ok. Mks om

        Suka

        • Takaran tersebut batas maksimal kalau disesuaikan referensi, karena lebih dari itu efek dikatakan tidak banyak berbeda. Campuran dari produk jadi pun, misalnya PAO / Group III biasanya cuma 3-5% ester. Sementara minyak nabati itu bisa menggantikan ester. Dibatasi agar oksidasi dan pour point tidak terlalu mempengaruhi.

          Kalau nyaman dan ergonomis, mending vespa sprint. walau suspensi dikatakan lebih keras tapi ground clearance tinggi dan mudah beloknya, posisi duduk tidak bikin capek daripada peugeot yang kursinya rendah dek kaki tinggi. Django mirip beat sepertinya. Kalau di beat agak jauh jadi capek walau suspensinya empuk. Spin tidak bikin capek walau suspensi lebih keras.

          Soal performa, anehnya kalau dari pengujian otomotifnet kok performa 0-201m baik sprint maupun django kalah sama beat ya? Sprint 13,8 detik, Django 13,9 detik, Beat 13,3 detik, Vario 150 12,3 detik, nmax 13 detik. Padahal menurut saya beat itu performanya payah apalagi kalau tanpa pro capacitor.

          Suka

          • Kalo 10 dan 5 % itu setara masing masing berapa ml ya om?oiya om berati mending ambil sprint dan ganti shock ya om?secara django padahal lebih mahal om. Berati django itu bikin capek ya om jika dinaiki. Beneran om lebih cepat beat saat akselerasi? Padahal sprint dan django sama sama 150 cc lho om
            Oiya kekurangan dari vespa sprint iget maupun django 150 apa ya om?mks

            Suka

            • Untuk oli mesin matik biasanya 10% itu 100ml. 5% oli transmisi matik antara 5-10ml.

              Suspensi iget katanya sudah lebih empuk dari versi sebelumnya, kalau kurang dikatakan bisa pakai YSS.

              Kekurangan utama Django menurut saya kemampuan belok dan ground clearance. Untuk vespa nggak terlalu.

              referensi performa:
              http://otomotifnet.com/Motor/Test/Komparasi-Vespa-Sprint-150-3v-Ie-Dan-Peugeot-Django-150-Allure-Duel-Skutik-Premium-Eropa
              http://otomotifnet.com/Motor/Test/Test-Ride-All-New-Honda-Beat-Esp-Sporty-Dan-Pop-Esp-Lengkap-Dengan-Data-Akselerasi

              Suka

            • Ok Om mks. Jadi saya sebaiknya ambil sprint iget saja ya om?kalau shock ohlins gimana apakah nyaman? Oiya biar nyaman dan kenceng juga vespa sprint bisa pakai oli mesin dan transmisi merk dan sae berapa ya om? Oiya perlu pro capasitor tidak?

              Suka

            • Iya, daripada django mending sprint saja. Kalau skok kurang tahu karena jenis bisa banyak dan data di online nggak sebanyak yang ada dipasaran.

              Untuk oli mesin dan transmisi bisa pakai 10W40 merek bagus macam amsoil, valvoline, motul, mobil 1.

              Silahkan bila ingin pakai pro capacitor, karena pro capacitor bisa untuk banyak kendaraan. Untuk motor bisa 2 atau 3 pro capacitor.

              Suka

            • Ok Om mks infonya. Berati ambil vespa sprint pilihan terbaik kan om?oiya om kalau oli yang kualitas sama atau bahkan diatas valvoline merk apa ya om?soal sekarang valvoline kayaknya susah ya om carinya? Oiya kalo mesin matik baiknya pakai oli apa om?biar halus dan performa ngisi terus. Oiya biar mio m3 tarikan bawah sampai atas ngisi terus yang bisa Pnp pasang apa aja ya om?sama cvt baiknya diganti apanya ya om?mks

              Suka

            • Untuk pilihan Sprint vs Django maka sprint saja. Saya pribadi lebih cenderung NMax.

              Oli motul mestinya lebih mudah didapat. Bisa dipakai di matik juga. Pakai 10W40 saja bila fokusnya halus dengan performa lumayan.

              Untuk tarikan mio m3, kalau saya lebih memilih membesarkan ban dulu 90/90 atau 80/100 kalau bisa, baru coba merubah CVT. Kalau mau akselerasi ok, bisa coba trik menggabungkan roler berat dan ringan. Kalau mau meningkatkan dari sisi elektronika dan ECU, bisa mengunjungi websitenya gisik untung. Bila mau meningkatkan dari sisi alternatif, bisa coba pro capacitor.

              Sebaiknya jangan pakai filter ferrox. Busi pakai standar saja selama tidak ada masalah. Api tidak perlu diperbesar.

              Suka

  2. Ok Om mks. Mau nanya lagi kalo bikin suara mio m3 jadi halus gimana ya om? Kata bengkel teman noken as nya yang bikin suara kasar apakah bisa di bikin halus om?oiya kalo pakai filter ferrox itu aman gak ya om?sama ban kalo ukuran depan sama belakang baiknya berapa ya om?Mks. Oiya kalau oli mesin matic pakai oli mesin bebek atau mesin sport dan pakai oli motul 3100 atau yang 5100 ya om?sama yang saenya berapa? Mks

    Suka

    • Menurut saya oli tetap yang utama untuk membuat suara mesin halus. Noken as kalau tidak cocok justru membuat berisik. Setahu saya semua motor kalau baru itu selalu halus suaranya. Yang bikin kasar adalah oli yang kurang bagus. Bila sudah komponen aus, susah untuk kembali halus lagi.

      Sebaiknya jangan pakai filter ferrox. rugi karena tenaga paling nambah sedikit sekali. mesin juga jadi kotor. Rasanya efek penambahan tenaga filter ferrox tidak sebanding dengan kalau pakai oli bagus.

      Ban depan belakang coba meniru honda beat/vario saja. depan 80/90, belakang 90/90.

      Untuk oli, pakai yang 5100 (ester) lebih bagus. Mungkin gambarannya seperti yang 3100 ditambah dengan minyak goreng (bisa dibuat ester).

      Suka

      • Berati aman ya om jika mesin mio m3 di kasih oli motul 5100 ester yang buat motor sport atau bebek ya om?apakah perlu ditambah minyak goreng juga? Oiya kalo mau ganti jenis oli lain apakah perlu di flushing om olinya?cara flushing yang benar gimana ya om? Mks

        Suka

        • Iya, motul 5100 aman untuk sport dan bebek juga. Minyak goreng bisa dicoba.

          ganti oli sebaiknya tidak pakai flushing. Kalau pingin flushing harus pakai oli yang sama dengan yang akan dipakai. karena di mesin akan masih tersisa. Kalau tujuannya membersihkan kerak, pakai yang detergennya bagus seperti oli mesin diesel. minyak goreng daya pembersihnya juga bagus.

          Suka

          • Berati aman ya om pakai oli apa saja? Kalo liqui moly yang street 10w40 apakah aman?bikin halus gak ya om kalau pakai liqui moly street om?

            Suka

            • Beda oli jelek dan bagus terutama ada di umur. Oli jelek cuma tahan 100 km, yang bagus bisa 5000km. Minyak goreng sangat membantu memperpanjang masa pakai oli menengah kebawah. Oli liqui moly bagus, namun tetap ada rangkingnya. Yang tipe menengah rasanya masih bisa ditingkatkan kualitasnya walau harga sudah mahal.

              Suka

          • Enak mana ya om beli liqui moly street 10w40 atau motul 5100 ester ya om?biar halus dan bertenaga tapi harga nya hampir mirip om

            Suka

            • Rasanya Liqui Moly street setaranya dengan motul 3100. Ester di motul 5100 difungsikan untuk friction modifier, mengurangi hambatan / menambah film strength, ala minyak goreng. Setaranya motul 5100 ester 10W40 sepertinya adalah liqui moli synth 5W40.

              Suka

  3. Om, bukannya oli transmisi beat cuma melumasi gear aja ya? Gk kayak vixion yg melumasi kampas kopling, jd menurut saya sah2 aja pakai oli yg encer di transmisi beat tanpa membuat kopling slip/licin (kan koplingnya ada di blok cvt dan gk terendam oli)

    OOT om, mobil yg 1000cc 3 silinder tuh apa ya? Bahas dong, kok bisa dibilang sehalus mesin 4 silinder?

    Suka

    • Iya, ya, kopling ada di CVT. terima kasih infonya. Berarti aman saja pakai pelicin / penambah film strength (friction modifier). Nanti saya coba juga pakai minyak goreng konsentrasi lebih banyak di oli transmisi spin. BTW, oli lencer licin karena harus ada friction modifier agar film strength bisa sebagus yang nggak encer.

      1000cc 3 silindernya Daihatsu Ayla. Suara halus bila dibandingkan dengan mobil tetangga seperti Rush, avanza, suzuki splash. Kalau pas idle di malam hari suara mesin sekeras suara knalpot.

      Bensin premium, modif pro capacitor. Oli mesin masih pakai yang resmi di top up valvoline. Sayangnya rekaman suara tidak bisa menunjukkan heningnya karena kamera yang dipakai suaranya otomatis dibesarkan sendiri.

      Berikut suaranya setelah di tambah minyak goreng. Terdengar seperti diesel padahal aslinya tidak sekeras itu.

      Suka

  4. Shogun fl = shell rimula + minyak goreng sovia mengandung vit a dan d, supaya sehat di kasih minyak goreng yg ada vitaminnya… Hihihihi… suara mesin bagian bawah halus, tp di bagian head muncul suara agak kasar,,, untuk tarikan awal biasanya pakai rimula sedikit berat setelah di tambah sovia sedikit enteng, belum di coba untuk kecepatan tinggi atau jarak jauh,,,,
    Terus experimen bro….. Go green.. Semangat….

    Suka

    • sip terima kasih sharingnya. berarti aman juga dipakai di bebek kopling basah. Hasilnya bagus bila terasa lebih enteng.

      Pakai konsentrasi berapa dan rimula it SAEnya berapa? terima kasih.

      Suka

    • Shell rimula r4 x sae 15w 40 untuk diesel,,, 900 ml rimula, 50 ml sovia,,, belum berani tambah sovia, di karenakan bunyi silinder head kasar…. Coba nanti kalau 1000 km
      . Ini baru 100 km..

      Suka

      • terima kasih. Apa karena jadi lebih encer ya sehingga jadi muncul suara? Karena dulu saya dari 20W50 ke 10W40 di suzuki spin suara ketukan di mesin menjadi lebih terdengar, suara klep / ketukan.

        Secara kekentalan sepertinya minyak goreng itu setara 5W20.

        Suka

  5. Blom ada yg nyoba dicampur ke oli samping motor 2 tak ya?
    Di artikel sblmnya ada percobaan mengganti total oli samping mineral ke minyak kelapa sawit,walau percobaannya terlihat penurunan efisiensi mesin karena adanya masalah kelistrikan.
    Saya berniat mencoba di motor saya,tapi masih ada bbrp pertanyaan soal implementasinya, Krn sistem pelumasan mesin(bukan transmisi)2 tak sendiri berbeda dengan mesin 4 tak.

    Apakah bisa diimplementasikan di oli samping yg hanya melumasi piston, blok silinder dan crankshaft?.
    Kalau misalnya bisa diimplementasi di oli samping, kira2 berapa takaran yg tepat tuk dicampurkan ke olsam?
    Apakah ada efek sampingnya ke komponen pompa oli samping dan injectornya?karena sifat minyak goreng yg ktnya mudah mengental di suhu dingin,takutnya olsam tidak mengalir Krn terlalu kental dan berakibat fatal bagi mesin. dan juga apakah ada efek sampingnya ke Reed valve (katup buluh/harmonika)?
    Atau apakah bisa dicampurkan ke bensin jikalau kita tak ingin mencampurnya ke tabung oli samping?

    Terima kasih

    Suka

    • Yang coba untuk dua tak di Indonesia sepertinya sudah banyak. Ada beberapa orang yang komentar oli samping pakai minyak goreng, bisa dibaca di link berikut:
      Bukti bahwa minyak goreng bisa dipakai sebagai oli mesin

      Untuk oli samping sepertinya minyak goreng bisa lebih banyak karena tidak ada masalah oksidasi. Namun titik lebur yang tinggi membuat minyak goreng lebih susah terbakar sehingga bisa jadi di ruang mesin pun masih dalam kondisi cair. Asap juga jadi banyak. Kalau di knalpot yang terlihat jelas itu bila sebelumnya knalpot kering, setelah pakai minyak goreng jadi ada lelehan minyaknya.

      Minyak goreng itu kalau dari SAE disetarakan dengan 0W16, jadi mestinya jauh lebih encer dari oli samping biasanya. Namun memang sebaiknya menggunakan minyak goreng yang bisa tetap cair di suhu beku untuk lebih amannya. Ini tergantung merek minyak goreng. Masalah hanya muncul pada saat mesin / cuaca sangat dingin (dibawah 5 derajat celcius). Sekarang rasanya di tempat tinggi pun kalau malam nggak dingin (karena global warming / chemtrails)

      Mestinya tidak masalah dicampurkan langsung ke bensin.

      Soal kerak, rasanya pakai oli samping biasa pun bisa berkerak.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s