Honda Beat street, motor matik dengan setir naked


Video tentang Honda Beat dengan tampilan lebih “sporty” yang dinamakan Honda Beat Street baru saja dirilis welovehonda. Salah satu videonya berikut, ini.

Setang naked bikin tampilan jadi beda. Mungkin yang sudah punya beat bakalan tertarik untuk membuatnya naked juga.

Sepertinya versi Honda Beat Street bakalan tidak ada ISSnya. Walau ruang tombol untuk ISS disediakan, namun di spedonya tidak ada tempat untuk kode ISS.

Dari segi kerapihan harusnya Honda membuat kawat jadi lebih rapi, tidak asal mencomot dari yang sudah ada. Tapi mestinya ada saja yang suka. Tapi yang suka mungkin motor bakalan diperotoli bodinya sekalian semua.

Spedo digital penulis juga tidak suka. Apalagi karena meteran bensin cuma diwakili beberapa bar. Tapi spedo kecil begitu ada untungnya juga, tidak menghalangi pandangan. Paling tidak lebih mendingan daripada spedo Honda Beat ESP (selain street) yang baru yang selain dekat ke muka, juga tidak sedap dipandang.

honda-beat-street-8

honda-beat-street-1

honda-beat-street-2

honda-beat-street-3

honda-beat-street-4

honda-beat-street-5

honda-beat-street-6

honda-beat-street-7

spedo-honda-beat-esp-2016

23 thoughts on “Honda Beat street, motor matik dengan setir naked

            • kalau untuk oli saya cenderung memilih fastron 15W50 ditambah minyak goreng karena tujuan saya menghaluskan mesin. Toh pengurangan performa karena pakai oli lebih encer juga disimpulkan cuma beberapa persen, paling juga kalau sudah pakai pro capacitor tidak akan terasa, masih lebih kencang dari yang standar. Kalau ada dana lebih mending motul atau valvoline atau amsoil, daripada oli diesel.

              Air radiator juga pakai yang 20 atau 30 persen.

              Suka

            • masih lebih mendingan daripada oli resmi suzuki, jauh lebih baik dari olinya AHM atau yamalube. Katanya sih bisa sampai 5000km. Tapi kalau pengalaman pribadi sepertinya cuma 3500km an. mending dicoba dirasakan saja.

              Suka

            • Fastron hijau tidak bikin selip. Kalau oli diesel semacam delvac, film strength mungkin sengaja dikurangi. Oli diesel sepertinya lebih banyak ke pembersih mesin dan mencegah asam. Kalau dari umur mungkin lebih awet delvac.

              Suka

            • sip. Untuk ulasan CBR250RR sepertinya mending menunggu otomotifnet.com melakukan pengujian beneran. Agak aneh karena mereka sudah test ride tapi tidak merilis data. Ada kemungkinan spek mesin untuk konsumen berbeda dari unit prototpe.

              Suka

            • Ciri khas ahm pak pelit irit power. Wkwkkwkw. .. beda tipis sm kompetitor. Harga overprice.. fix aye males beli HONDA lagi, tambah lagi ahas pada gak becus tuh mekaniknye, maaf bukan suudjon emang seperti itu adanya, gak semua ahass sih, tapi kebanyakan gitu. Harga part juga mahal ,

              Suka

            • Iya, overprice sepertinya sudah mulai makin parah. Bengkel/mekanik juga mulai memaksakan servis yang nggak perlu. Servis makin mahal tapi motor malah jadi nggak enak.

              Nggak kebayang bila CBR250RR powernya bener 36ps tapi punya masalah seperti sonic/CB. satu komponen rusak di kecepatan tinggi bahaya banget. Apalagi kalau sampai ada bug di sistem akselerasi.

              Suka

            • Benar sekali pak saya di rumah ada cb150, scoopy. Cb150 mesin klotok2 power pas2an kalo menurut saya untuk kelas 150cc. , Scoopy body pada getar ,,, berisik ketika saya gass, vario juga gitu pak Sama aja , pokoknya harga gak sesuai dengan kualitas , KONSUMEN cuma di bodohin…

              Suka

            • Iya. Setuju. Honda Beat saya juga berisik. Yamaha sepertinya juga ikut ikut trend mesin berisik. Nggak yakin motor motor tersebut beneran lulus uji emisi suara Euro 3. Suara mesin saja bisa mengalahkan berisiknya suara knalpot motor yang sebelum Euro 2.

              Tapi ada sisi baiknya, mesin berisik bikin jelas beda oli jelek sama oli bagus.

              Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s