Mengupas efek menambah oli HDEO dengan oli ATF dari sisi pabrik oli menunjukkan beberapa kekurangan oli ATF sebagai oli mesin


Bro Nex menanyakan tentang apakah bagus bila menambahkan oli ATF ke oli mesin. Untuk itu penulis mencoba mencari informasi tentang penggunaan oli ATF (automatic transmission fluid) dan oli mesin.

Dari informasi yang penulis rangkum, penggunaan oli ATF pada HDEO ditujukan untuk membuat oli lebih ringan dan mesin lebih halus. Seperti contohnya berikut ini:

Biar tarikan nggak berat ditarikan pertama:
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor

biasanya awalnya doang yg berat, setelah 500km kesananya makin enak. atau coba di mix sama ATF, maksimal 30% dari volume oli mesin. klo olinya 800ml, berarti 550ml oli + 250ml ATF biar ga terlalu berat ditarikan pertama.

Perlindungan lebih baik terhadap keausan:
[INFO] PUNISHER [PULSAR 200 NS IS HERE]

oke, sekarang kita bahas klo oli transmisi ada beda dengan oli mesin. nah, klo oli HDEO kita perhatikan, beberapa oli HDEO akan mengusung sertifikasi Allison C-3 atau C-4. Allison C-3/C-4 merupakan sertifikasi yg wajib dan lumrah ditemukan di oli ATF. Allison C-3/C-4 merupakan sertifikasi untuk perangkat hidrolik bertransmisi/punya gearbox yang tidak boleh mengalami selip. sehingga secara otomatis standar Allison nyaris serupa dengan standar JASO MA.

bahkan di kemasan oli ATF Motul dijelaskan kalau oli ATF mereka punya kemampuan friksi yg tinggi sehingga memberikan efek kopling lebih menggigit, embel embel yg sama persis dengan oli Motul JASO MA mereka

just Info, di konferensi tribology internasional 2013 di Malaysia pernah dipresentasikan pengujian oli HDEO + ATF dari universitas teknologi Malaya dan hasilnya oli HDEO + ATF lebih baik melindungi komponen dari keausan dibanding oli 100% HDEO atau 100% ATF tanpa dicampur.

Mesin lebih halus dan ringan:
Ujikaji DRBig pakai minyak lori ada bran????

EO DESEL DAN ATF

Apa itu HDEO Huh
Sejenis Pelincir kerja berat-heavy duty yg digunakan pada kenderaan komersial-diesel…..juga sesuai digunakan pada enjin motor.

Apakah itu ATF Huh
Auto Transmission Fluid yang digunakan dalam sistem gearbox kenderaan automatik..

Sebab apa campur ATF dalam HDEO Huh
Tuk menambah kesedapan enjin ….bermakna enjin akan lebih ringan dan lembut

Berapa banyak nak bubuh ATF ni dalam campuran. Huh
Jangan melebihi 70% sahaja…Campuran dilingkungan 80% HDEO-20% ATF @ 90% HDEO-10% ATF
-dinasihatkan tidak melebihi sukatan sebab ATF mampu merubah sifat EO itu sendiri jika dicampur berlebihan..

aku dah wat campuran HDMO+EOMotor+ATF dengan nisbah 300ml:200ML:100ml.hasilnya sangat menakjubkan. memang best.enjin lagi cepat serasi.lagi cepat rase feel. enjin lagi ringan.ptg smlm tukar Eo.pagi nih try bwk g opis. memang best. sape2 nak mencube bolehla mencube resepi aku tuh.

 

Dari sisi ini, sepertinya penambahan performa terjadi karena oli ATF punya aditif anti wear yang lebih bagus. Tidak semua setuju dengan penambahan oli ATF, namun penulis belum menemukan alasan mengapa tidak setuju, kebanyakan cuma bilang bikin mesin rontok. Oleh karena itu penulis mencoba mencari dari sumber pabrik oli. Dan ternyata beberapa pabrik oli memberikan penjelasan tentang mengapa sebaiknya jangan pakai oli ATF untuk mesin.

Difference between motor oil and transmission fluid

Motor oil is for your vehicle’s engine. Transmission fluid is used by your steering system to keep its parts moving smoothly. A couple of differences are the following: An engine oil is designed to deal with the products of combustion, whereas an automatic transmission fluid (ATF) does not see contaminants from fuel burning. An ATF is basically a closed system and the lubricant must last for a long period of time. An engine oil must be drained to remove contaminants after a relatively short time and/or mileage compared to an ATF. Similar additive component types are used, but at different levels and different chemistries. In an ATF, clutch friction is a very important consideration.

Dikatakan bahwa oli mesin didesain untuk bisa mengatasi hasil pembakaran (hasil pembakaran akan juga mengalir ke ruang oli mesin dan dikeluarkan melalui saluran PCV, dijelaskan di sini), sementara itu oli ATF tidak akan terkena sisa pembakaran. Oli ATF itu tertutup dan harus sangat awer. Oli mesin harus diganti lebih sering untuk membuang kotoran. Komponen aditif yang dipergunakan sama namun konsentrasi dan formulanya berbeda. Pada oli ATF, friksi dari kopling sangat penting.

 

Dikatakan juga bahwa karena oli untuk gir mengandung banyak aditif extreme protection membuatnya lebih rawan korosi.
Oil film strength of Mobil 1™ compared with Royal Purple

There are certain oils in the market today that use EP (extreme pressure) additives in their engine oil that are really designed for gear oils and not engine oils. Extreme pressure additives are typically not used in engine oils for a number of reasons, but the most important reason is that they can cause engine corrosion over time. The rigs being used in these demonstrations are primarily designed for industrial applications like gear oils where extreme pressure is a necessary and important performance feature. These demonstration rigs have very little to do with modern engines, which is why market leading oils in the industry perform poorly in these tests.

Dikatakan bahwa extreme protection yang banyak lebih dibutuhkan untuk mesin industri, yang tidak berlaku untuk mesin modern.

The Critical Role of Additives in Lubrication

If a high concentration of an anti-wear agent is added to the oil, the corrosion inhibitor may become less effective. The result may be an increase in corrosion-related problems

 

Perlu diingat bahwa aditif extreme protection hanya dibutuhkan dikala suatu komponen tidak lagi terlindungi oleh lapisan oli. Sementara itu komponen pelumasan mesin modern dirancang untuk selalu terbilas atau terendam oli. Juga sebagus bagusnya aditif extreme protection, keausan akan jauh lebih parah dari bila masih terlindungi lapisan oli. Detil bisa dibaca di artikel berikut.
Mengenal dasar pelumasan, ada saat dimana perlindungan tidak ditentukan oleh anti wear

 

Oli ATF tidak bisa sembarang dipergunakan bahkan untuk sistem transmisi yang berbeda.
Morris Lubricants 2016

Is it alright to use ATF in a manual gearbox?
Certain designs do specifiy the use of an ATF fluid (automatic transmission fluid), but they should only be used where it is clearly stated by the manufacturer.

Royal Purple – FAQ

Can Max ATF be used in continuously variable transmissions (CVT)?
No, at this time we do not recommend Max ATF for use in CVTs.

 

Berdasarkan rekomendasi tersebut, maka penulis menyarankan untuk tidak menambahkan oli ATF ke oli mesin. Karena ATF tidak dirancang untuk sistem ruang mesin maka bisa jadi daya pelarutnya jelek, daya pembersihnya jelek, daya anti oksidasi jelek, daya tahan terhadap air jelek, daya tahan terhadap fuel dilution jelek, penguapan bisa jadi jelek, dst. Karena yang difokuskan pada oli ATF adalah shear stability, anti foam, dan anti aus. VI dibuat rendah agar shear stability bagus. Extreme protection dibuat tinggi agar tidak aus saat komponen tidak terkena oli (misal saat start).

Bila ingin meningkatkan performa dan kehalusan mesin, menurut penulis lebih mending pakai minyak goreng. Alasan mengapa menambahkan minyak goreng lebih baik daripada bila menambahkan ATF:
– Minyak goreng mengandung friction modifier yang tidak menempel permanen pada logam, sementara ATF dirancang untuk lebih banyak mengandung aditif anti wear dan extreme protection yang bisa mengganggu kerja anti karat.
– sama sama bikin mesin lebih halus, mesin lebih ringan dan performa bertambah.
– minyak goreng juga punya shear stability bagus, VI tinggi, penguapan rendah, pembersih bagus dan daya pelicin yang bagus.

Beberapa data pengujian minyak goreng sebagai aditif / oli mesin bisa dibaca di artikel sebelumnya:
Membandingkan pemakaian oli diesel di motor dengan minyak goreng sebagai aditif oli lebih sesat mana

5 thoughts on “Mengupas efek menambah oli HDEO dengan oli ATF dari sisi pabrik oli menunjukkan beberapa kekurangan oli ATF sebagai oli mesin

  1. Thanks gan, artikel yang saya minta sudah dimuat. Hmm nanti saya akan coba untuk pake additif minyak goreng setelah oli ini diganti. Oh ya berapa persen kadar maksimum penambahan minyak gorengnya ?

    Suka

    • sip. Kalau dari referensi soal perlindungan mesin yang 50% dan 30% yang hasilnya paling baik. Rasanya dibatasi maksimal 30% saja sudah cukup. Di Beat saya sekarang ini rasionya 20% minyak goreng.

      Suka

  2. kalo ane dah coba hdeo meditran sc buat mesin dan transmisi om, efeknya malah enak… mesin lebih senyap, tarikan lebih gigit…
    ane blom nyoba kalo dicampur minyak goreng….

    oh iya om, kira kira kalo mobil ayla dikasi hdeo gimana ya om?

    Suka

    • Itu kalau dibandingkan dengan apa ya? Kalau dibandingkan dengan oli khusus matik sepertinya bakalan beda jauh karena memang kalau untuk diesel perlindungan film lebih bagus karena dibuat lebih kental. Sementara oli matik desainnya encer.

      Kalau di spin saya sudah pakai Fastron 15W50 (yang kekentalannya mestinya setara kebanyakan oli diesel) setelah ditambahi minyak goreng jadi lebih senyap. Waktu itu mesin sudah mulai berisik lagi, oli sudah waktunya diganti. setelah ditambah minyak goreng seperti bila oli masih fresh. Padahal minyak goreng lebih encer.

      Ayla belum pernah pakai HDEO. Tapi mempertimbangkan juga pakai oli sekental oli diesel.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s