Lampu depan LED itu nggak keren karena yang beneran keren itu flexible DRL


Ada pembaca yang bertanya mengapa penulis tidak menyukai lampu depan led padahal yang lain pada pingin motor pakai lampu depan led.

Sebelumnya penulis sudah mengulas ini dari sisi pemakaian (situasi malam/hujan), kenyamanan (mata), dan gangguan terhadap pengendara lain. Dari sisi tersebut lampu led lebih jelek dari lampu biasa.

Kali ini penulis akan membahas dari sisi keindahan. Karena sepertinya lampu led dianggap membuat motor tampil lebih keren. Apa benar lebih keren?

Yang jelas kalau di jalan terlihat beda. Karena yang lain pada oranye sementara yang led putih sendiri. Motor terlihat menonjol beda sendiri. Yang reflectornya ngawur disetel terlalu keatas juga jadi gampang diketahui kalau dari spion, karena silau banget. Kalau lampu biasa reflectornya terlalu keatas tidak sampai menyilaukan seperti lampu led.

Mungkin ada yang menganggap lampu LED indah. Namun menurut penulis dari sisi keindahan jadi terasa turun derajatnya ketika disebelahnya ada mobil mewah lewat. Jadi ketahuan kalau putihnya lampu LED nggak sama dengan putihnya HID atau Xenon. Yang dimotor jadi terkesan murahan. Sama sama putih tapi menurut penulis beda. Yang punya motor seperti ada yang kurang. Karena beda itu jadi terasa tidak sama kelasnya.

Kalau dari review sih lampu LED menang terhadap HID di sebaran cahaya dan kalau di daya jangkau:

Secara keindahan menurut penulis warna lampu putih tidak bikin tampilan lebih keren. Seandainya ada, maka cuma sedikit. Dari dulu sudah ada mobil yang pakai lampu putih. Dan yang sekarang ini yang lagi musim adalah flexible DRL. Jadi lampu LED yang sekarang di perkenalkan di motor itu menurut penulis ketinggalan jaman. Yang benar benar bisa merubah tampilan itu kalau sudah pakai tambahan flexible DRL. Harusnya kalau mau keren beneran maka pabrikan harusnya memperkenalkan flexible DRL.

Contohnya seperti ini:

drl-di-mobilio

drl-di-audi-r8

drl-di-dodge

 

Yang menawarkan di motor pun sudah ada, seperti misalnya:
Cara Memasang Lampu Proyektor Di Yamaha YZF-R25
lampu-drl-di-r25

drl-di-motor-vario

drl-di-motor-vario-lama

drl-di-motor-sport

drl-di-motor-nmax

 

Tapi repotnya di Indonesia ada peraturan untuk motor selalu harus menyalakan lampu depan. Motor yang lampu depannya putih jadi nggak cocok kalau diberi flexible DRL karena nyala sama sama putih. Flexible DRL nya jadi tidak terlihat karena kalah sama lampu depan. Bisa dilihat diatas contoh contohnya lampu depan pada dimatikan semua. Masa ya untuk pamer di jalan harus matikan lampu depan?

Mungkin agar terlihat bisa pakai yang warna oranye seperti berikut ini:
drl-di-mobil-entah

 

Yang untung yang lampunya masih lampu biasa. Karena kalau pasang flexible DRL masih bisa lebih jelas terlihat karena warnanya beda. Sayang tidak ada contoh. Barangkali ada pembaca yang sudah coba?

 

Entah mengapa dunia motor selalu pakai tren ketinggalan jaman. Jaman mobil pakai MID, di motor telat. Jaman mobil sudah balik lagi ke spedo analog setelah sebelumnya musim pakai spedo digital, di motor masih baru mulai pakai spedo digital, diperparah dengan pakai teknologi yang paling jadul pula.

Sama seperti saat motor mulai pakai lampu putih. Di mobil itu sudah diperkenalkan lama. Mulai dari jaman lampu halogen, Xenon, HID, dst. Sekarang lampu putih sudah bukan sesuatu yang wah lagi. Sekarang yang lebih ngetren adalah flexible DRL.

Jadi kalau ada yang bilang spedo digital dan lampu led itu modern, penulis tidak setuju. karena implementasi seperti itu kalau di mobil sudah lewat jauh. Lebih maju sih, tapi masih tetap ketinggalan jaman, tetap nggak canggih.

9 thoughts on “Lampu depan LED itu nggak keren karena yang beneran keren itu flexible DRL

  1. ini sebenernya ditujukan buat siapa sih, pabrikan motor apa modifikator pinggir jalan? setuju sih plus minus lampu LED, tapi liat dulu dong…
    kalo komplen buat pabrikan, wani piro? bisa liat contoh mobil diatas? mobil apa aja? ada ga fortuner innova yg jadi kebanggaan rahayat indo kkkkk
    malah ada mobil niru motor, mobil gress lagi, honda civic turbo, itu lednya pake reflektor mirip vario…
    jadi nikmati aja lampu motornya sesuai bawaan pabrik, modif boleh asal jgn bikin silau orang, soalnya kalo nuntut pabrikan upate trend misal skrg pake projie led + drl led flexible, itu motor harga berapa? jadi inget dulu HID pertama muncul harga 5-15 jt an wkwkkk

    Suka

    • Ini saran untuk pabrikan.

      Untuk harga rasanya LED juga tidak murah bagi pabrikan. Seperti bila kita membandingkan daftar harga Honda Vario 125 versi 14 Januari 2015 dengan 2 Februari 2015. Harga motor lain sama, vario yang baru naik 200-300 ribu. Untuk konsumen lebih mahal lagi kalau harus mengganti lampu depan karena harus semua dengan reflectornya sekalian.

      Harga flexible DRL sendiri sepertinya separuh harga lampu depan led kalau beli di toko.

      Kalau di mobil, katanya harga teknologi lampu LED lebih mahal dari Xenon atau HID. teknologi terbaru katanya pakai laser.

      Di Civic turbo yang lebih saya perhatikan adalah flexible DRLnya, sementara LED dan reflector saya lebih suka yang tidak putus putus sumber cahayanya, daripada terpisah lebih suka yang cuma satu sumber.

      Untuk kendaraan populer toyota, Toyota Sienta sudah pakai flexible DRL. Mungkin fortuner belum, tapi saingannya yaitu Mitsubishi Pajero / Outlander dan Nissan Xtrail / Navara sudah.

      Pakai flexible DRL rasanya nggak perlu projie. Butuh proji kan karena bias LED menyebar. Terus sama pabrik diakali pakai reflector khusus. Sayang untuk motor Honda setelan dari pabrik banyak yang ngawur jadi mengarahnya keatas.

      Suka

  2. sekarang jamannya intelligence light system, bisa dilihat dari teknologinya mercedes untuk LED di headlamp, Laser masih banyak kekurangannnya dan masih dikembangkan lagi hingga sekarang, BMW pioneer nya, Audi juga sedang doyan mainan lampu.

    Suka

  3. di mercedes contohnya, untuk lights system saja, masing masing ada control unit/module nya. mengatur tinggi sorot lampu, kendaraan yang datang didepannya dll. Pengaturannya pun ada automatic dan manual, dsb.

    Suka

    • Iya, terima kasih sharingnya.

      Sebenarnya lampu halogen juga bisa terang. Kalau di motor problemnya adalah reflector yang pancaran jadi nggak pas karena desain reflector tidak standar, selalu berubah mengikuti perubahan bodi. Kalau di mobil problemnya karena penyetelan lebih komplek. Sering juga setelan dari pabrik nggak cocok.

      Ini juga terjadi pada Daihatsu Ayla saya, pancaran terlalu kekiri dan kekanan. Setelah disetel penerangan di bagian depan menjadi jauh lebih baik. Ini rasanya juga terjadi pada kendaraan lain karena saya sempat membaca ada yang mengeluh masalah ini juga.

      Suka

  4. kalo motor lambat pergantian untuk teknologi lampu dikarenakan memperhitungkan kekuatan cahaya lampu menembus kabut dan hujan…
    lampu xenon dan hid hanya yg dibawah 5000K yg mampu menembus hujan n kabut.
    sebenarnya drl cocok untuk penanda ada kendaraan didepan, sedangkan depan bohlam biasa plus fog lamp udah cukup. agak berlebihan kalo depan pake led…

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s