Honda Beat street, motor matik dengan setir naked


Video tentang Honda Beat dengan tampilan lebih “sporty” yang dinamakan Honda Beat Street baru saja dirilis welovehonda. Salah satu videonya berikut, ini.

Setang naked bikin tampilan jadi beda. Mungkin yang sudah punya beat bakalan tertarik untuk membuatnya naked juga.

Sepertinya versi Honda Beat Street bakalan tidak ada ISSnya. Walau ruang tombol untuk ISS disediakan, namun di spedonya tidak ada tempat untuk kode ISS.

Dari segi kerapihan harusnya Honda membuat kawat jadi lebih rapi, tidak asal mencomot dari yang sudah ada. Tapi mestinya ada saja yang suka. Tapi yang suka mungkin motor bakalan diperotoli bodinya sekalian semua.

Spedo digital penulis juga tidak suka. Apalagi karena meteran bensin cuma diwakili beberapa bar. Tapi spedo kecil begitu ada untungnya juga, tidak menghalangi pandangan. Paling tidak lebih mendingan daripada spedo Honda Beat ESP (selain street) yang baru yang selain dekat ke muka, juga tidak sedap dipandang.

honda-beat-street-8

honda-beat-street-1

honda-beat-street-2

honda-beat-street-3

honda-beat-street-4

honda-beat-street-5

honda-beat-street-6

honda-beat-street-7

spedo-honda-beat-esp-2016

Iklan

Beda antara video pertama TVC Honda CBR250RR dengan yang sudah diperbaharui


Penulis penasaran karena setelah kemarin video iklan tv untuk Honda CBR250RR keluar, kok hari ini dirilis lagi. Apa sebenarnya yang berbeda dari pembaharuannya?

Gambar perbandingan bisa disimak berikut ini. Yang atas adalah rilis pertama, yang bawah adalah setelah diperbaharui. Secara umum video baru sedikit lebih terang sehingga detil lebih terlihat. Dan motor lebih di fokus. Beberapa urutan gambar dirubah durasinya namun kesan tidak banyak berbeda.

Aneh juga karena iklan kok tidak menunjukkan fitur fiturnya. Terutama soal throttle by wire nya, karena ini sistem pelopor, pertama kali diperkenalkan untuk motor jalanan kelas dibawah 250cc di Indonesia, cmiiw. Apakah ada masalah dengan sistem TBW atau apakah sistem TBW ini bisa jadi bakalan tidak disukai?

beda-video-cbr250rr-1

beda-video-cbr250rr-2

beda-video-cbr250rr-3

beda-video-cbr250rr-4

beda-video-cbr250rr-5

beda-video-cbr250rr-6

beda-video-cbr250rr-7

beda-video-cbr250rr-8

beda-video-cbr250rr-9

beda-video-cbr250rr-10

beda-video-cbr250rr-11

beda-video-cbr250rr-12

beda-video-cbr250rr-13

beda-video-cbr250rr-14

beda-video-cbr250rr-15

beda-video-cbr250rr-16

beda-video-cbr250rr-17

beda-video-cbr250rr-18

Iklan video TV untuk Honda CBR250RR Total Control sudah dirilis


Video iklan untuk versi baru dari Honda CBR250RR sudah dirilis oleh welovehonda indonesia.

Yang pendek:

 

Yang panjang:

Lekuk lekuk model lebih terlihat dengan tampilan lebih jelas. Yang penulis ingin tahu, yaitu tampilan dari depan atas juga diperlihatkan.
tampak-depan-dari-cbr250rr

tampak-samping

tampak-depan-dari-cbr250rr-di-jalan

Dari depan terlihat seperti ada 4 mata. Mungkin bakalan ada modif yang membuat warna tidak putih untuk lampu bagian atas. Bagus juga kalau dibuat kedip.
tampilan-lampu-depan-cbr250rr

Nggak ada deskripsi fitur.

Penulis penasaran dengan suara namun sepertinya dari dulu kalau soal suara video iklan motor selalu pakai suara palsu.

Perkembangan eksperimen penambahan minyak goreng ke oli mesin sekarang sudah dicoba di oli transmisi motor matik, motor kopling basah dan di mobil


Setelah sebelumnya uji akselerasi, sekarang penulis mencoba mengembangkan eksperimen menambahkan minyak goreng ke oli mesin ke mobil dan oli transmisi juga.

Sebenarnya rencana penulis menambahkan minyak goreng ke oli mobil adalah untuk merekam apakah ada perubahan suara mesin. Namun ternyata tidak terdengar perubahan suara mesin saat idle kalau di video. Saat sebelum dan sesudah menambahkan minyak goreng penulis rekam namun penulis tidak bisa membedakan.

Soal tenaga kurang begitu merasakan perbedaan, karena pakai mobil jarang dan akselerasinya berkali kali lipat kalau pakai matik walau mobil cuma 1000cc. Suara mesin halus namun tidak begitu terasa perubahannya karena sejak dari awal mobil baru pakai pro capacitor dan suara mesin walau 3 silinder terdengar sehalus suara mesin 4 silinder. Getaran di setang kemudi terasa berkurang tapi entah benar atau tidak. Kesan akselerasi mesin lebih halus ada, namun tidak begitu yakin.

Setelah dipakai jalan suara mesin terdengar halus. entah apa lebih halus dari sebelumnya atau tidak.

 

Sementara itu bro zorro, melaporkan hasil penambahan minyak goreng di motor Vixion, yang sedang pakai oli Fastron 10W40 jalan 51km:

Setelah ane baca” artikel yg ini jg yg sebelumnya, ane nekad”an coba di vixion ane.. penasarn soalnya.. hehe ane pake fastron ijo 10w40 baru jalan 51km, ane tambahin minyak goreng 100ml merk fortune.. dan tidak ada gejala slip kopling dan relatif lebih alus suaranya, pertanyaannya..apakah minyak goreng tersebut tidak merusak aditif pada oli? soalnya masih agak ragu.. takut mempengaruhi viskositas pada oli tersebut, terimakasih atas jwabannya

Penulis agak kaget juga karena ternyata tidak membuat licin. Mungkin sifat minyak goreng lebih ke menghaluskan suara dan tidak membuat licin kopling. Mungkin sifatnya lebih ke friction modifier dan bukan anti wear atau extreme protection. Sifat polar friction modifier membuat oli lebih mudah menempel ke permukaan logam, membuat lapisan cairan di permukaan logam, membuat cairan oli lebih mudah mengalir dan permukaan logam lain lebih mudah meluncur. Sementara anti wear dan extreme protection membuat lapisan padat pada permukaan logam. Yang anti wear membuat permukaan yang mudah terkelupas yang meratakan dan melicinkan permukaan, sementara extreme protection membuat lapisan yang mencegah lengket karena panas. Mungkin karena sifat polar minyak goreng tidak membuatnya menempel pada bahan selain logam, hanya membuat licin permukaan logam dalam bentuk cair saja, yang dalam hal gesekan permukaan kalah dengan aditif anti wear dan extreme protection.

Lebih lanjut bisa dibaca di artikel berikut:
Mengenal dasar pelumasan, ada saat dimana perlindungan tidak ditentukan oleh anti wear

Ini membuat penulis tertarik untuk mencoba menambahkan minyak goreng ke oli transmisi motor Honda Beat karena transmisi matik sepertinya sama dengan kopling basah di Vixion, butuh oli yang tidak boleh terlalu licin. Kebetulan juga oli transmisi Beat sudah mulai kasar lagi, sudah lebih dari 3000km dari saat ganti.

Setelah ditambahkan minyak goreng bimoli kira kira 5%, suara idle yang asalnya kasar ada suara sak sak sak jadi berkurang. Dibuat boncengan tidak terasa adanya selip. Dibuat agak kencang pun tidak terasa selip.

Jadi sepertinya, penambahan minyak goreng cukup aman untuk kopling basah dan transmisi matik. Tapi sebaiknya penambahan diberikan dibawah 10% saja.

 

Penulis juga melakukan uji warna pada oli mesin Honda beat. Berikut fotonya, sesaat setelah diteteskan:
uji-warna-oli-ditambahi-minyak-goreng-1

Berikut fotonya sesudah beberapa menit dibiarkan:
uji-warna-oli-ditambahi-minyak-goreng-2

Sekilas warna sudah mulai gelap, namun belum sampai hitam.

Distribusi warna oli yang merata membuat penulis berasumsi bahwa penambahan minyak goreng membuat oli menjadi lebih kuat daya pelarut dan pembersihnya. Agak aneh karena kalau di artikel sebelumnya, disebutkan aditif pelicin sering kerjanya bertabrakan dengan aditif pembersih.
Oli yang bagus untuk mesin itu tidak butuh viscosity index yang tinggi tinggi amat, banyak yang salah mengerti soal VI dan HTHS

Mungkin ini karena sifat minyak nabati yang dari sananya daya pelicinnya bagus, namun daya pembersih dan daya pelarut juga bagus. Keunggulan minyak nabati:
Vegetable oils as lube basestocks: A review
Biolubricants formulated from plant oils should have the following advantages derived from the chemistry of the base stock:

i. Higher lubricity leading to lower friction losses, yielding more power, and better fuel economy.
ii. Lower volatility resulting in decreased exhaust emissions.
iii. Higher viscosity indices.
iv Higher shear stability.
v. Higher detergency eliminating the need for detergent additives.
vi. Higher dispersancy.
vii. Rapid biodegradation and hence decreased environmental/ toxicological hazards.

.1. Lebih licin menghasilkan hambatan lebih kecil, menghasilkan tenaga lebih besar dan fuel economy lebih baik
.2. Lebih tahan penguapan, mengurangi emisi gas buang
.3. VI tinggi
.4. Shear stability tinggi
.5. Daya pembersih kuat, menghilangkan kebutuhan terhadap aditif pembersih
.6. Daya pelarut kuat
.7. Cepat terurai sehingga mengurangi bahaya lingkungan

Kelemahan minyak nabati terutama adalah lebih mudah teroksidasi (warna oli jadi lebih cepat hitam) dan pour point yang jelek (di suhu 0 derajat beku). Ini yang membuat penulis berpikir untuk pakai minyak goreng sunco karena katanya di suhu 0 derajat tidak membeku dan dikatakan lebih tidak mudah teroksidasi.

Karena mempergunakan minyak goreng sebagai aditif, maka sifat oksidasi dan pour point minyak goreng akan lebih baik karena di oli mesin ada aditif anti oksidasi (seperti ZDDP) dann aditif untuk mencegah beku. Jadi mestinya kelemahan tersebut tidak akan banyak menimbulkan masalah.

Karena daya pembersih yang bagus bisa jadi saat pemakaian pertama minyak goreng sebagai aditif pada oli mesin bisa membuat oli lebih hitam seandainya di mesin tersisa kerak dari oli yang lama. Minyak goreng punya daya pelarut dan pembersih yang bagus sementara minyak goreng juga cenderung menempel pada permukaan logam karena sifat polarnya. Jadi penambahan aditif minyak goreng pertama kali bisa membuat oli lebih hitam karena minyak goreng akan membersihkan mesin dari kerak atau sisa oksidasi oli.

Karena ternyata performa Honda Beat ESP tidak lebih bagus dari Beat FI tidak sesuai klaim maka performa new CBR250 bisa jadi akan mengecewakan juga


Pada waktu penulis membuat artikel tentang hasil uji akselerasi beat ESP setelah oli mesin ditambahkan minyak goreng, penulis mencoba membandingkan performa dengan rekaman akselerasi honda beat lain. Yang penulis temukan adalah video akselerasi Honda Beat FI.

Karena versinya lain, penulis mencoba mencari tahu bagaimana sebenarnya perbedaan performa dari Honda Beat ESP dan Honda Beat FI. Pada awalnya yang ketemu cuma referensi yang mengutip dari rilis resmi AHM, namun kemudian menemukan yang dari pengujian independen. Dan ternyata hasilnya berbeda. Di keterangan resmi disebutkan bahwa performa Honda Beat ESP mengungguli performa Honda Beat Fi. Namun dari pengujian ternyata tidak begitu.

Di keterangan resmi informasinya seperti berikut ini:
Apa Saja Sih Kelebihan Honda BeAT eSP Dibanding Honda BeAT Pendahulunya
performa-beat-esp-vs-fi

Diperlihatkan bagaimana Honda Beat ESP yang merupakan versi baru dari Honda Beat FI lebih irit, lebih bertenaga, kompresi mesin lebih tinggi, akselerasi lebih cepat dan top speed lebih tinggi.

Dan itu pula yang dikesankan pada artikel review seperti contohnya pada otomotifnet.com:
Test Ride All New Honda BeAT eSP Sporty dan POP eSP, Lengkap Dengan Data Akselerasi
performa-beat-esp

 

Bila hanya membaca kedua artikel tersebut terkesan Honda Beat ESP benar – benar lebih bagus performanya daripada Honda Beat FI. Sampai penulis menjumpai artikel berikut:
Komprasi Honda New Vario FI dan New BeAT FI, Ini Detail Bedanya!
performa-beat-fi

Di artikel tersebut terlihat bahwa performa dari Honda Beat ESP dan Honda Beat ESP sebenarnya sama saja. Walau di atas kertas dikatakan tenaga bertambah namun di lapangan sebenarnya sama saja.

Kalau melihat dari sisi data resmi, akselerasi 0-200m Beat lama dikatakan butuh 13,1 detik, Beat ESP butuh 12,6 detik. Sementara pengujian lapangan oleh otomotifnet untuk Beat ESP di 0-201m butuh 13,2 dan 13,3 detik. Angka pengujian beda jauh dengan angka klaim. Angka pengujian untuk Beat ESP lebih mirip dengan klaim resmi untuk Beat FI.

Dari sisi data pengujian independen, terlihat bahwa untuk 0-60km/jam dan 0-100m hasil nya sama persis untuk Beat FI dan Beat ESP sporty.

 

Temuan ini membuat penulis jadi meragukan klaim kelebihan kelebihan dari CBR250, yang sampai artikel ini dibuat penulis belum dengar apakah ada yang sudah terima unitnya. Padahal CBR sudah diperkenalkan mulai dari akhir Juli 2016. Yang inden juga banyak.
AHM Kaget, Pemesanan CBR250RR Sudah 2.000 Unit

“CBR250RR kan kita luncurkan dengan cara yang berbeda. Harga dan spesifikasi mesinnya belum lengkap, tapi ternyata tidak mempengaruhi pemesanannya. Hinga saat ini sudah 2.000 unit, ini menandakan produknya sangat diterima,” ucap Margono kepada wartawan, Jumat (2/9/2016).

Menurutnya, meski baru status pemesanan namun keseriusan konsumen sudah terlihat dengan berani sampai melakuan tanda jadi atau booking fee sebesar Rp 5 juta. “Seperti saat peluncuran kemarin, unitnya akan mulai dikirim paling lambat sampai akhir tahun 2016,” ujar Margono.

Aneh juga disebut spesifikasi belum lengkap padahal di website website sudah pada bilang Honda merilis spesifikasi:
Spesifikasi lengkap all new Honda CBR250RR….RPM 16,000, red line 14,000 RPM. Overbore….Ediann !!! July 25, 2016

Akhirnya Honda merilis spek resmi all new CBR250RR. Dan dari data tersebut IWB memprediksi letupan atas mesin anyar pasti nggegirisi untuk mesin sekelasnya. Hal ini diraba dari spek yang dipastikan mengusung komposisi overbore sehingga lengkingan RPM tembus 16 ribu dengan limiter dikisaran 14ribu. Byuh…byuh….ora bikin bathuk IWB mengkerut ki…..

Dari spesifikasi yang dirilis Welovehonda, kita bisa lihat…..all new CBR250RR dibekali mesin dengan kapasitas murni 249,7cc DOHC 8 katup, Parallel Twin Cylinder 6 speed. Motor ini memiliki karakter overbore. Bisa diintip dari konfigurasi Bore x Stroke 62.0 x 41.4 mm. Behhhh…kitiran atas deglak tenan ki kayaknya pakde. Tidak heran pabrikan berani memasang angka 16 ribu RPM pada speedometer dengan limiter dikisaran 14 ribu RPM….

Kalau yang Honda Beat ESP saja klaim bisa tidak sesuai kenyataan, maka mestinya kita tidak usah terlalu berharap spesifikasi CBR250 bisa sesuai dengan klaim yang wah tersebut.

Entah uang inden akan hangus atau tidak bila batal memesan. Sepertinya sudah jadi “kebiasaan” uang booking fee tidak bisa kembali 100%.

Menakutkan untuk membayangkan apa yang terjadi, karena walau blogger sudah pada merilis spesifikasi, sama Pak Margono Tanuwijaya, Direktur Pemasaran AHM, dibilang spesifikasi belum lengkap.

Bila nanti ternyata performa CBR250 tidak sesuai spesifikasi yang beredar, ternyata jauh lebih lemot daripada ninja, apakah yang inden bakal harus gigi jari tanpa tahu harus menyalahkan siapa? Karena dari Honda bisa saja akan bilang spesifikasi yang wah tersebut cuma rumor, dan website yang memuat spesifikasi juga bisa ngeles. Harusnya pada saat membuat artikel website tersebut memberi wanti wanti bahwa spesifikasi sesungguhnya bisa jadi tidak akan sehebat itu. Tapi repot juga bila penulis artikelnya tidak punya kemampuan untuk membedakan rumor atau bocoran.

Menurut penulis sendiri, berdasar ngaconya klaim Honda soal kemampuan beat ESP, apa yang sudah dirilis di website itu harus dianggap rumor.

Saran penulis, kalau berminat terhadap CBR250, sebaiknya menunggu review dari motor yang didapat konsumen. Abaikan review dari yang pakai unit demo.

Uji akselerasi Honda Beat ESP setelah oli mesin ditambah minyak goreng


Ini kelanjutan dari eksperimen menambahkan minyak goreng ke oli mesin.
Implementasi trik sesat minyak goreng sebagai aditif pelicin oli mesin matik dengan hasil mesin lebih halus dan enteng

Sudah lebih dari satu minggu dan mesin masih halus sampai sekarang. Penulis mencoba merekam, tapi entah bisa dibedakan atau tidak. Di video suara berisik yang terdengar asalnya dari Honda Beat lain.

 

Penulis barusan juga berkesempatan untuk melakukan uji 0-100, berikut videonya. Honda Beat ESP Sporty penulis dibandingkan dengan Honda Beat FI yang dikendarai mas Iwan Banaran, sayangnya penulis cuma bisa sampai 90km/jam saja:

Data perbandingan berdasar pengujian independen dari Beat ESP dan Beat FI bisa dibaca di artikel otomotifnet.com
Komprasi Honda New Vario FI dan New BeAT FI, Ini Detail Bedanya!

Untuk bisa mendapatkan kecepatan 0-60km/jam dengan New BeAT FI butuh waktu 6,7 detik

Butuh 8,4 detik buat New BeAT FI menempuh jarak 0-100 m

Test Ride All New Honda BeAT eSP Sporty dan POP eSP, Lengkap Dengan Data Akselerasi

Diajak berakselerasi 0-60 km/jam, catatan waktu yang bisa ditorehkan BeAT POP eSP sedikit lebih baik dari eSP sporty. Hanya beda 0,2 detik saja, dimana POP eSP 6,5 detik dan eSP sporty 6,7 detik

Untuk jarak 0-100 m, bisa ditempuh dengan waktu 8,3 detik (BeAT POP eSP) dan 8,4 detik (BeAT eSP sporty).

Dari referensi diatas performa Honda Beat FI sama persis dengan Honda Beat ESP sporty. 0-60km/jam sama sama 6,7 detik. 0-100m sama sama 8,4 detik.

Kalau dari teori, penambahan performa setelah menambahkan friction modifier cuma 2%, jadi penambahan mestinya susah dilihat. Yang jelas performa tidak lebih jelek dari saat dulu masih pakai oli bawaan dari pabrik:

 

Entah mas Iwan Banaran pakai bensin apa, tapi lumayanlah hasil bisa seimbang. Bensin yang dipakai saat percobaan adalah premium. Menggunakan alat penambah tenaga pro capacitor. Pemakaian bensin premium mestinya mengurangi halusnya mesin dan tenaga, pro capacitor dipasang untuk mengatasi hal itu. Oli mesin Valvoline XLD 10W40 ditambah sekitar 100ml minyak goreng, membuat mesin lebih halus lagi dan terasa lebih licin, terasa terutama saat akselerasi atau lepas gas. Dari kombinasi semua itu, suara mesin lebih halus dari Honda Beat lain dan akselerasi masih lumayan.

Dari hasil ini, penulis berencana untuk terus pakai aditif minyak goreng. Berencana untuk coba minyak goreng Sunco juga setelah ganti oli.

Pilihan merek radiator coolant dengan rasio glycol lebih sedikit lebih cocok untuk cuaca panas Indonesia akan bisa menambah tenaga mesin juga mengurangi knocking


Artikel tentang radiator coolant sebelumnya menjelaskan bahwa coolant dengan rasio air dan glycol 50:50 tidak cocok untuk cuaca di Indonesia.
Alasan mengapa radiator coolant tidak bisa 100 persen tanpa air
Rasio perbandingan radiator coolant untuk Indonesia ternyata yang cocok bukan 50:50

Di artikel diatas ditunjukkan contoh dimana di kendaraan Honda Civic Del Sol Si VTEC pendinginan pakai air lebih bagus dalam pendinginan mesin daripada coolant:
Cooling System Additives – Cooling Agent Show Down – Garage
We Find Out How Well Cooling System Additives Really Work And Which Is Best

  STOCK DEI Radiator Relief Red Line Water Wetter Justice Brothers Radiator Cooler Hy-per Lube Super Coolant
Mixture 50/50 Water 30/70 Water 30/70
Outside Temp. 72F 70F 62F 65F 65F
Cruising Temp. 196F 183F 187F 181F 188F
4000 rpm / 75 mph 198F 190F 186F 183F 187F
5000 rpm Hill Climb 215F + 205F 208F 203F 207F
Extended Idling 215F + 200F 205F 205F 204
Cylinder Head Temp. 208F 191F 197F 193F 198F
Radiator Temp. Drop 5% 7% 8% 8% 7%

 

Makin banyak campuran glycol atau antifreeze pada radiator coolant, maka walau daya tahan terhadap mendidih makin baik tapi tetap, makin jelek daya hantar panasnya:
perubahan-daya-hantar-panas-coolant-berdasar-rasio-antifreeze

perubahan-titik-didih-coolant-berdasar-rasio-antifreeze

 

Untuk kondisi di Indonesia dimana daya pendinginan lebih penting daripada anti beku, maka menurut penulis sebaiknya memilih coolant dengan anti beku lebih sedikit. Ada pendapat bahwa di suhu tropis anti mendidih lebih penting, namun menurut penulis bila daya hantar panas coolant bagus maka mesin tidak akan sempat overheat. Bila daya hantar panas berkurang, maka justru mesin jadi cenderung mudah panas dan suhunya bisa jadi melebihi daya tahan dari coolant.

Bisa dilihat di contoh diatas bahwa dengan pakai coolant yang rasionya 50/50 justru mesin mengalami overheat saat dipakai menanjak atau idle berlama lama. Temperature kerja ideal dari mesin sekitar 90 derajat celcius. Sementara di contoh diatas suhu mencapai lebih dari 215°F (101° celcius).

Kecepatan pendinginan bisa dilihat di referensi berikut:
WaterWetter Tech Info.pdf
daya-pendinginan-antara-air-dibanding-dengan-campuran-coolant

Terlihat bahwa daya pendinginan dari glycol jauh lebih lambat daripada daya pendinginan air. Yang 50% glycol 50% lebih lambat juga.

Referensi tersebut juga menunjukkan bagaimana coolant juga berpengaruh pad performa:
pengaruh-coolant-pada-performa-atau-kebutuhan-oktan

Dikatakan bahwa dalam kondisi beban sedang, setiap persen glycol meningkatkan suhu kepala silinder 1°F. 50% glycol menaikkan suhu kepala silinder 45°F. Kenaikan temperatur ini akan meningkatkan kebutuhan oktan yang diperlukan untuk membatasi tingkat knocking sekitar 3.5 angka oktan. Mobil yang dilengkapi dengan knock sensor akan memundurkan pengapian untuk kompensasi hingga 5°, yang akan mengurangi tenaga sekitar 2.1%.

Bisa disimpulkan bahwa dengan mempergunakan coolant dengan glycol lebih sedikit akan bisa meningkatkan tenaga. Jadi bila sekarang ini mempergunakan coolant dengan rasio 50/50 glycol, maka dengan mempergunakan coolant dengan rasio glycol yang lebih sedikit akan bisa meningkatkan tenaga atau paling tidak mengurangi knocking.

 

Merek merek yang dikatakan punya rasio air lebih banyak contohnya adalah:

Engine Ice Hi-Performance Coolant

Tidak tahu berapa persen kandungan monopropylene glycolnya, tapi dari informasi specific heat di websitenya, mirip dengan yang 30% antifreeze:
coolant-engine-ice

F.A.Q.S – Engine Ice
specific-heat-dari-engine-ice-coolant

 

Havoline

dengan 33% antifreeze, walau ada yang 50% dengan nama sama:
Havoline Xtended Life Coolant Premixed 33/67
coolant-havoline

 

Pertamina Coolant

dengan 30% antifreeze.
PERTAMINA COOLANT
coolant-pertamina
sifat-coolant-pertamina

 

Seiken Radiator Coolant

ada yang 30% dan ada yang 50%.
Seiken Radiator Coolant 30%
coolant-seiken-30
coolant-seiken50

 

Fusch Silkolene Mag Cool

kemungkinan dengan lebih sedikit antifreeze karena yang Pro cool 50/50 sementara yang Mag cool untuk keperluan balap
Mag Cool
coolant-silkolene-mag-cool
coolant-silkolene-pro-cool

 

Top 1 Power Coolant

dengan 20% etyhylene glycol, sementara versi Ultimate punya kandungan 50%:
TOP1 Power Coolant with EG 20% Cairan Pendingin Radiator [4 L]

 

Prestone Precision Blend

dengan 33% antifreeze. 50% antifreeze untuk produk Extended Life Heavy Duty Coolant (Prediluted 50%), Extended Life DEX-COOL® (Prediluted 50%), dan Heavy Duty Coolant SCA Pre – Charged (Prediluted 50%). Namun harus hati hati juga karena yang warna kuning ada macam macam, harus diperhatikan di tulisan dibawah kata – kata prestone. Warna tutup mungkin berbeda tapi hanya beda di pewarna coolantnya saja, isi sama persis.
Ready-To-Use – Precision Blend™ (Prediluted 33%)
beda-prestone-warna-kuning-tapi-beda-isinya

Prestone Radiator Protect

(dijual di Indonesia dengan nama Prestone Radiator Cool), cuma air dan anti karat tanpa anti freeze. Baru mulai beredar di Indonesia,
Prestone Radiator Protect

 

 

Untuk merek lain banyak yang tidak jelas.
Contoh penjelasannya:
Dobeli RC 10 RADIATOR COOLANT untuk mobil biasa, Dobeli SC 18 SUPER COOLANT untuk mobil mewah
coolant-dobeli

PRO-V++ RADIATOR COOLANT untuk mobil biasa, PRO-V++ SUPER COOLANT untuk mobil mewah atau diatas 2000cc.
coolant-pro-v

Sebagai perbandingan, ini penjelasan dari merek top one:
Masih Pakai Bahan Baku Impor, TOP 1 Belum Berniat Naikkan Harga

TOP 1 Ultimate Coolant mengandung 50 persen EG cocok untuk mobil di atas 2.000 cc, sedangkan varian Power Coolant 20 persen, cocok untuk mobil dibawah 2.000 cc.

Mungkin yang untuk varian mobil biasa (Dobeli RC 10 RADIATOR COOLANT dan PRO-V++ RADIATOR COOLANT) konsentrasi glycolnya dibawah 50%. Semoga ada yang bisa konformasi.

 

Master Radiator Coolant Premixed Red tidak disebutkan campurannya.
coolant-master

Sementara Megacools dikatakan tidak mengandung glycol:
coolant-megacools

 

Penulis sendiri sebenarnya pingin coba. Sudah membeli coolant pertamina. Sayangnya oleh bengkel resmi tidak diperbolehkan dan dikatakan bisa merusak garansi. Karena penulis merasakan bagaimana tenaga terasa payah pada saat siang hari, maka penulis coba dengan menambahkan air aqua. Seharusnya cara yang benar itu dengan pakai yang sudah jadi seperti diatas, namun penulis harapkan dengan menambah air akan membuat konsentrasi glycol berkurang. Dari yang asalnya warna coolant merah sekarang menjadi pink. Coolant bawaan mobil Daihatsu Ayla adalah merek Wurth yang sepertinya punya rasio glycol 50%.

Dan memang setelah itu tenaga terasa bertambah. Setelah menambahkan air di coolant, sekarang performa tetap ok walau siang siang hari macet. Setelah perjalanan dua jam langsung dibuat naik gunung juga tidak masalah. Beda performa siang dan malam juga tidak ekstrem seperti sebelumnya.