Alasan mengapa suara kasar mesin bisa menjadi acuan kualitas oli mesin dan caranya agar mesin halus tanpa harus pilih oli lebih kental


Penulis termasuk yang menilai oli dengan berdasarkan kasarnya suara mesin. Berikut ini kesimpulan yang penulis ambil setelah membuat beberapa artikel tentang oli.

Kasar suara mesin bisa terjadi karena terjadi pada gesekan antar komponen. Gesekan ini tidak diinginkan karena akan membuat komponen cepat rusak karena aus. Oli yang bagus seharusnya bisa mengurangi gesekan ini sehingga komponen mesin menjadi lebih awet.

Walau sumbernya sama – sama dari oli, penyebab kasarnya suara mesin bisa bermacam – macam. Berikut beberapa contohnya.

Oli tidak bisa mencapai komponen

Penyebabnya macam – macam. Bisa karena olinya punya viscosity index kecil sehingga oli jadi jauh lebih kental saat dingin, sehingga pompa oli tidak bisa memompa oli, atau bahkan oli tidak bisa bersirkulasi.

Bisa juga karena oli tidak punya daya lekat ke logam (sifat polarisasi) sehingga oli tidak bisa naik dengan baik. Dicontohkan di video berikut ini:

Kedua kondisi diatas bisa terjadi pada saat mesin dingin. Pada saat oli tidak bisa mencapai komponen maka yang bisa melindungi mesin adalah anti wear. Untuk mencegah keausan pada kondisi mesin dingin maka oli harus mengandung anti wear.

Aditif anti wear akan tetap melekat pada logam walau sudah tidak lagi terlumasi oli. Oleh karena itu aditif anti wear bisa dibilang sebagai tahap perlindungan yang penting selagi mesin dingin.

Cara yang bisa dicoba untuk membuat mesin lebih halus pada kondisi ini adalah dengan menambahkan aditif anti wear semacam ZDDP. Kalau produk pasaran contohnya adalah

Redline Engine Oil Break-In Additive
redline-break-in-oil

ZDDPlus™ Zinc Oil Additive
zplus-zddp-additive

STP® OIL TREATMENT
aditive-oli-dengan-zddp-stp

 

Oli sudah melumasi tapi beban terlalu berat atau komponen bergerak terlalu pelan atau suhu terlalu tinggi

Pada kondisi ini komponen mesin dipaksa bersinggungan secara langsung. Oli melumasi komponen tapi tidak cukup kuat untuk mencegah bertemunya logam dengan logam. Kondisi ini dinamakan kondisi boundary lubrication.

Pada kondisi ini maka yang akan membantu adalah aditif extreme protection. Aditif extreme protection akan teraktivasi oleh panas yang ditimbulkan dan mulai akan melindungi mesin. Aditif akan membentuk lapisan tambahan pada logam dan mencegah logam bersinggungan secara langsung.

Aditif ini mirip dengan aditif anti wear namun berbeda. Aditif anti wear akan bisa bekerja pada situasi normal namun perlindungan tidak sebaik aditif extreme protection. Aditif extreme protection hanya bekerja pada situasi ekstreme saja namun bisa memberikan perlindungan lebih maksimal.

Contoh aditif extreme protection di pasaran adalah:
Nano Energizer, dengan bahan Zirconium atau ZrO2 atau Toughened Zirconium Ceramic (TZC)
penjelasan-cara-kerja-nano-energizer

Nano Extreme dengan bahan Tungsten Disulfide atau WS2
penjelasan-cara-kerja-nano-extreme

Liqui Moly dari bahan Molybdenum Disulfide atau MoS2
penjelasan-cara-kerja-liqui-moly-mos2

Archoil AR9100 friction modifier, bahan dari borate
aditive-nano-borate-archoil-friction-modifier

 

Aditif – aditif diatas memang beneran mampu untuk mengurangi aus dan bikin mesin makin halus. Namun harus diingat bahwa aditif tersebut hanya bekerja pada tahap boundary lubrication dimana permukaan logam bersinggungan langsung tanpa adanya oli diantaranya. Kalau bisa mencegah boundary lubrication maka mesin jadi tidak ada suara gesekan lagi karena aus tidak terjadi, mesin jadi jauh lebih enteng karena friksi jadi beberapa kali lipat lebih kecil. Setahu penulis aditif aditif diatas tidak seperti itu.

 

Oli tidak cukup kuat untuk mencegah singgungan logam secara langsung

Mesin lebih sering bekerja pada kondisi dimana oli seharusnya bisa mencegah bertemunya logam dengan logam. Perlindungan yang ideal adalah bila pada permukaan logam yang bersinggungan ada oli yang melapisi.

Walau aditif anti wear dan extreme protection bisa mengurangi aus namun tetap tidak bisa mencegah aus. Friksi yang terjadi pada saat oli tidak membatasi bertemunya logam dengan logam jauh lebih besar daripada saat masih ada oli yang melapisi.

Aditif anti wear perlindungannya terbatas sementara aditif extreme protection hanya baru mulai bekerja sesudah gesekan yang terjadi menimbulkan panas. Jadi aditif bekerja saat aus sudah terjadi. Keduanya tidak bisa mencegah aus. Ini bisa dilihat pada pengujian anti aus dimana oli terbaik atau aditif terbaikpun masih menyebabkan aus, walau dengan goresan yang lebih sedikit.

Ini berbeda dengan bila oli masih bisa melapisi logam dengan baik. Bila oli bisa melapisi maka aus tidak akan terjadi. Tidak hanya mengurangi aus tapi menghilangkan penyebab aus. Untuk itu oli harus kuat menahan beban.

Yang menentukan kekuatan oli untuk menahan beban adalah film strength, atau lubricity, atau oiliness. Dengan film strength yang bagus maka oli akan dapat membuat pelumasan mencegah tahap boundary lubrication. Makin kuat film strengthnya, maka oli bisa bertahan pada kondisi full film lubrication lebih lama, oli bisa tetap melapisan permukaan logam, menghindari terjadinya aus.

Bila film strength lemah maka pelumasan jadi gampang masuk ke tahap boundary lubrication, membuat permukaan logam bertemu langsung, sehingga harus mengandalkan aditif anti wear dan extreme protection.

 

Oli yang lebih kental punya film strength yang lebih baik. Namun jangan meniru yang dibawah ini, pakai pisang:
Tips Agar Suara Mesin Motor Menjadi Halus!

Ada sebuah tips sederhana agar suara mesin motor menjadi halus. Caranya cukup sederhana, masukkan buah pisang kedalam lubang Oli. Yang pasti kulitnya harus dikupas terlebih dahulu. Kok bisa? fungsi buah pisang untuk menambah kekentalan oli. Jika oli semakin kental, maka suara mesin akan semakin halus, tekstur buah pisang yang cukup lembut, jika dimasukkan kedalam blok oli, maka buah pisang itu akan tercampur dengan oli dan akan meredam suara gesekan mesin. Tetapi kontra indikasinya, tenaga motor akan semakin berat.

Ingat, tips ini bukan untuk dipraktekkan, namun hanya untuk sekadar waspada agar jangan mudah tertipu saat membeli motor second. Banyak oknum pedagang motor menggunakan trik ini untuk memanipulasi kondisi mesin motor yang sebenarnya, agar dapat mengelabuhi konsumennya.

Oknum pedagang motor biasanya menggunakan trik memperhalus suara mesin untuk meyakinkan konsumen bahwa motor itu kondisinya sangat bagus. Selain menggunakan pisang, biasanya menggunakan oli dengan takaran lebih atau menggunakan oli dengan SAE lebih tinggi, seperti oli mobil.

 

Cara yang lebih umum dari pabrikan oli untuk menambah film strength adalah dengan menambahkan friction modifier semacam ester, MoDTP atau MoDTC. Biasanya ini sudah dilakukan oli produsen yang bikin oli encer. Karena bila tidak ditambah friction modifier, olinya bakalan tidak bisa melindungi karena terlalu encer.

Sayangnya penulis tidak menemukan apakah ada aditif friction modifier yang dijual bebas.

Penulis sendiri sedang bereksperimen menggunakan minyak goreng dan menurut penulis hasilnya sangat memuaskan dalam hal halusnya mesin. Dari yang sudah coba di motor dengan kopling basah juga melaporkan tidak membuat selip kopling.

Yang bikin lebih yakin adalah karena walau olinya sudah pakai yang PCMO dan HDEO, minyak goreng masih bisa membuat suara mesin lebih halus. Padahal kalau dari testimoni banyak yang bilang oli PCMO atau HDEO bikin suara mesin lebih halus dari oli motor biasanya.

Selain itu bisa pakai cara alternatif lain, misalnya seperti bila pakai pro capacitor dan cemenite. Selain menambah akselerasi dan top speed, laporan dari hasil pemakaian keduanya juga sering kali menyebutkan suara mesin yang lebih halus. Suara yang lebih halus ini sepertinya karena keduanya merubah sifat oli, seperti halnya keduanya merubah sifat bensin sehingga menjadi lebih meledak.

 

Daya perlindungan oli sudah mulai berkurang

Bila oli sudah dipakai lama, maka mesin akan makin kasar suaranya. Aditif anti wear dan extreme protection punya masa pakai, karena kedua aditif tersebut sifatnya terkonsumsi dan tidak bisa terusan. Makin lama aditif anti wear dan extreme protection akan makin habis.

Sementara itu, kekentalan oli juga bisa berkurang entah karena fuel dilution (kecampuran bensin dari ruang bakar) atau karena aditif VI improvernya sudah pecah atau karena panas memecah olinya (cracking). Oli yang kecampuran bensin akan makin encer. Sementara itu oli yang pakai aditif penambah viscosity index akan berkurang kekentalannya karena aditif VI Improver akan cepat rusak karena panas dan gesekan komponen.

Saat oli sudah mulai makin encer maka kekuatan oli menahan beban atau film strength akan juga berkurang. Bila film strength berkurang maka permukaan logam yang bersinggungan akan jadi bersinggungan secara langsung tanpa ada lapisan oli diantaranya, menimbulkan suara kasar. Aditif anti wear dan extreme protection juga akan makin cepat habis, membuat suara makin kasar lagi.

Ada aditif yang memperpanjang umur oli, tapi biasanya ini berupa oli kental. Penulis tidak menyarankan aditif macam ini. Penulis sendiri menambahkan minyak goreng pada saat oli yang sudah mulai bikin mesin suaranya kasar. Setelah ditambah minyak goreng suara mesin jadi seperti saat baru ganti oli. Padahal minyak goreng itu encer tapi malah bikin suara makin halus.

Jadi tanpa bikin oli lebih kental pun mesin bisa dibuat suaranya lebih halus.

 

Kesimpulan

Bagi penulis bila ada oli membuat suara mesin lebih kasar, terutama kasar karena gesekan, maka penulis anggap oli tersebut lebih tidak melindungi.

Misal ada contoh seperti berikut:
Lho….ganti oli koq mesin malah kasar??? February 7, 2011

Adik perempuan…Dewi habis nyervis tunggangan disebuah dealer. Motornya SupraX125 lansiran 2006. Dengan raut muka merah karena menahan panasnya cuaca, lady biker ini langsung nerocos. ” Mas…piye to iki. Motorku mari diservis mesine koq malah kasar….koyok suoro disel!!” (mas…gimana sih motor habis diservis koq malah kasar seperti suara diesel?? red). Setelah melakukan sedikit investigasi dan interview, baru diketahui bahwa oli mesin SupraXnya diganti dengan MPX1…pelumas terbaru Honda. Oalah pantesan wae jadi kasar. Konyolnya menurut Dewi, semua atas rekomendasi sang mekanik. Mereka meyakinkan bahwa Oli MPX1 lebih bagus karena merupakan oli terbaru buatan AHM. Hasilnya Dewi keblinger dan percaya aja. Oalahhhh……kepriye to?! Mekaniknya yang dodol atau pura-pura tidak tahu..??

Bagi penulis itu artinya olinya tidak melindungi. Lebih encer bukan alasan untuk oli bikin mesin lebih berisik (di sisi gesekan). Karena bila oli film strengthnya baik, maka suara mesin harusnya tetap senyap.

Menurut penulis kejadian di artikel tersebut menunjukkan oli AHM MPX-1 kualitasnya tidak bagus sehingga tidak bisa melindungi. Penulis sendiri cuma pernah mencoba pakai oli AHM MPX-2. Walau dari klaimnya dikatakan membuat mesin lebih efisien, tapi toh nyatanya top speed turun, akselerasi nggak enak, kalah sama oli yang lebih kental. Ini artinya film strength dari oli AHM buruk sekali sehingga permukaan logam yang bergesekan tidak terlapisi oli dan membuat logam bergesekan secara langsung dan sebagai akibatnya suara jadi kasar, menghasilkan hambatan pada mesin yang justru membuat akselerasi berkurang dan efisiensi mesin menurun.

Aditif nano dan ZDDP mungkin bisa mengurangi berisik, tapi tidak akan sebaik bila pakai aditif friction modifier. Sayangnya tidak ada aditif yang dijual bebas sehingga alternatifnya adalah oli muahal atau menambahkan minyak goreng atau bisa juga pakai pro capacitor.

 

Suara gesekan akan lebih terdengar di motor Honda yang silinder mesinnya dari besi. Contoh bisa didengar pada Honda Vario 150 atau Honda Beat ESP. Pada motor seperti ini menambahkan minyak goreng akan sangat meningkatkan keheningan mesin.

Untuk mengetahui apa itu boundary lubrication dan full film lubrication bisa baca artikel berikut:
Mengenal dasar pelumasan, ada saat dimana perlindungan tidak ditentukan oleh anti wear

Artikel soal minyak goreng:
Membandingkan pemakaian oli diesel di motor dengan minyak goreng sebagai aditif oli lebih sesat mana

Pro capacitor:
Cara penggunaan pro capacitor

6 thoughts on “Alasan mengapa suara kasar mesin bisa menjadi acuan kualitas oli mesin dan caranya agar mesin halus tanpa harus pilih oli lebih kental

  1. ane tertarik sama anti wear gan, klo merk lokalnya apanya? atau agan tau oli lokal yang sudah pakai antiwear? .ane sudah nyobain trik agan Oli di campur minyak goreng, perasaan suara mesin ane jadi lebih alus gan, padahal oli ane udah lama.

    Suka

  2. STP tipe nya apa pa?
    Klo fastron techno 10-40 kandungan antiwearnya gmn?
    motor ane supra x 125, oli pakai shell helix ax7 udah 2 bulan lah, rencana mau ganti tapi coba2 dulu pakai minyak goreng.. hehe

    Suka

    • Terima kasih. sepertinya shell cocok untuk ditambah minyak goreng karena memang kelemahan shell adalah film strength (suara mesin mudah kasar), dan keunggulannya pembersih, pelarut dan anti oksida bagus (kalau dari iklannya).

      aditif yang STP Oil Treatment. tapi saya tidak menyarankan, karena semua oli mesin yang memenuhi standard pasti sudah ada anti wearnya. Apalagi semacam fastron techno yang sudah lulus uji API. kebanyakan aditif ZDDP juga tidak bagus karena aditif lain (seperti detergen / dispersant) jadi terganggu.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s