Uji dyno tidak mencerminkan perbedaan rasa riding mode Honda CBR250RR


Beberapa media sudah merilis hasil dyno motor baru Honda CBR250RR. Yang menjadi perhatian salah satunya adalah efek dari riding mode terhadap tenaga. Berikut kutipannya:
Hasil Dyno CBR250RR Versi OtomotifNet.. Silakan Nilai Sendiri!

KBY Ringkas yah biar enak bacanya..

Mode Comfort: 28,98 dk di 12.800, torsi 18,29 Nm di 9.500
Mode Sport: 30,72 dk di 12.800, torsi 18,87 Nm di 9.700
Mode Sport+: 31,06 dk di 13.300, torsi 19,16 Nm di 9.600

Wah KBY garuk garuk kepala yang gak gatel nih, sama kucek kucek matahe.. Seakan gak percaya power delivery CBR250RR begitu baik! Ah ini pasti guyon kamu, diulang! Wajib diulang! Ulang aja sendiri itu aja udah 5x pengambilan kok wkwkwk.. Yang jelas riding mode yang sempat diisukan oleh mereka yang kontra tidak ngaruh akan performa alias tidak bikin tenaga naik/ berubah – dan KBY sendiri awalnya mengiyakan – ternyata ngaruh tuh lads! Via mesin dyno terbukti tiap mode beda beda powernya..

Yang membuat penulis tertarik adalah komentar di website otomotifnet.com yaitu

Hasil Dyno CBR250RR Versi OTOMOTIF, Edan Tembus 31 DK!

Ujian pertama yang kalem dulu, pakai Comfort. Kalau di jalan rasanya paling boyo, pas buat pengendara pemula atau saat hujan. Setelah digas 5 kali didapat tenaga maksimal 28,98 dk di 12.800 rpm, sedang torsi 18,29 Nm di 9.500 rpm. Wah paling kalem saja sudah segini ya!

 

Penulis melihat ada perbedaan dari impresi uji dyno dengan yang dilaporkan dari uji tes ride di jalan. Kalau melihat dyno, beda dari mode Comfort dan Sport tidak begitu jauh. Seakan akan mode Comfort cuma mengurangi tenaga sedikit. Review tes ride dijalan soal riding mode tidak begitu.

Honda CBR250RR ABS Dipakai Turing, Bahas Ergonomi dan Kenyamanan!

Bagaimana dengan kekhawatiran throttle by wire (TBW)? Adakah delay? tidak responsif? Bagaimana dengan feelingnya dibandingkan dengan model konvensional? Tenang, TBW CBR250RR dibuat selain untuk mengatur respon ke mesin juga dibuat untuk kenyamanan sang rider! Dia ringan meski tak seringan TBW milik MV Agusta, namun karena itulah justru feelingnya jadi natural seperti throttle dengan kabel hanya lebih ringan putarannya!

TBW juga mencegah motor ndut-ndutan dijalan jelek akibat gas terpuntir tangan..Delay hanya terjadi pada mode comfort, karena memang diset bagi rider yang kepengen santai dan bertipikal woles tanpa harus merasa pegal di tangan kanan.. sementara bagi rider speed freak, sport apalagi sport+ sudah sangat mewakili karakternya, puter sitik jos!

Kupas tuntas Impressi test ride Honda all new CBR250RR…..ban seperti lengket diaspal !!!

Yang IWB terkejut cak….kuwi lho, teknologi throttle by wire (TBW) -nya. Jabang bajul bener-bener natural. IWB seperti lupa motor ini sudah tidak dibekali kabel sling. Responnya akurat tanpa ada jedah atau lag (kecuali riding mode comfort). Kopling juga masuk kategori enteng. Piye saat digeber dijalanan??….

Feel awal…tarikan smooth tidak terlalu galak. Awalnya IWB nggak terlalu impres….lawong lembut cak. Kecuali saat riding mode masuk Sport +…baru engine berubah serak. Weleh….baru keluar tanduknya ki. Secara umum…..pada mode ini, tiap jengkal putaran gas direspon spontan oleh mesin. Tendangan RPM juga enteng. Tapi dibawah 4000 RPM??. IWB tidak merasa berbeda dari para rival. Yah…khas 2 silinder, alus nggak ngagetin. Dilalah semua berubah ketika motor digeber habis…..

Video : Simulasi riding mode Honda CBR250RR saat jalan….akselerasi dan gas spontan pada Sport + !!

Ternyata bukan omong kosong. Saat sampeyan menggunakan riding mode comfort….feel saat gas dibuka seperti tertahan powernya. Jadi gambarannya….gas dipuntir RPM tidak melejit cepat. Waladalah…..gini to rasanya riding mode comfort. Artinya sampeyan tidak bakal ada ceritanya ragu betot gas walau kondisi jalanan licin sebab gas tidak terlalu sensitif. Mungkin untuk adik-adik yang baru nunggang motor 250cc dua silinder cocok ki cak….

Lalu untuk mode sport….feelnya normal seperti berkendara biasa. Disini IWB merasa lebih cocok untuk jalanan perkotaan yang padat. Passing ability oke…..tapi power tetap terkontrol dengan baik. Lain lagi ketika masuk Sport +. Saat masuk kemode ini sampeyan akan merasa raungan mesin juga berbeda. Ngelos tenan cak. Agresif serta reaktif. Tendangan RPM juga mengikuti puntiran gas tanpa jeda. Kalau IWB sendiri cocok dengan mode ini ketimbang lainnya. Maklum rek….jiwa nom-noman hehehe….

 

Dari sini sudah terlihat bahwa impresi yang ditunjukkan dari hasil dyno dan hasil test ride berbeda jauh.

 

Grafik dynonya sebagai berikut:
dyno-dari-honda-cbr250rr-beda-riding-mode

Sementara kalau menurut referensi Honda sendiri, perbedaan dari riding mode Comfort, sport dan Sport++ dari Honda CBR250RR adalah sebagai berikut:
prediksi-performa-dari-cbr250rr-riding-mode

Terlihat jelas perbedaan dari grafik dyno dan diagram kerja dari riding mode Honda CBR250RR. Dari dyno terlihat kurva tenaga di rpm bawah hingga menengah sama antara berbagai mode. Beda baru terlihat pada rpm tinggi. Sementara itu diagram kerja menunjukkan beda ekstrem dari berbagai mode.

 

Menurut penulis perbedaan ini terjadi karena dyno dilakukan selalu dengan gas pol atau full throttle. Sementara itu riding mode lebih ke memainkan delay respon dan posisi dari gas. Oleh karena itu pada uji dyno tidak begitu terlihat bedanya.

Beda akan baru jelas bila diukur perbedaan tenaga berdasarkan posisi throttle. Namun ini hanya bisa dilakukan dengan mesin dyno yang tipenya eddy current.

Sementara itu diagram kerja riding mode tidak menjelaskan rpm dan tenaga tapi hubungan antar posisi throttle dengan rpm/tenaga.

Sehingga wajar saja bila tester otomotifnet heran karena ternyata comfort mode cuma beda sedikit. Karena beda baru akan banyak bila posisi throttle tidak full.

Ini juga menunjukkan bahwa dalam posisi comfort sekalipun tenaga CBR250RR akan bisa keluar bila di gas pol / full throttle.

One thought on “Uji dyno tidak mencerminkan perbedaan rasa riding mode Honda CBR250RR

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s