Safety riding mengerem mendadak mendahulukan rem depan itu sangat berbahaya, ngerem tidak bisa pakai angka rasio


Artikel tentang ketidak setujuan penulis terhadap metode mengendarai ajaran safety riding dan artikel tentang sistem CBS yang bikin celaka mengundang banyak komentar yang membuat penulis ingin untuk membuat artikel ini. Artikel tersebut bisa dibaca di link berikut:
Tidak setuju dengan metode di “Teknik Pengereman Ideal Pada Sepeda Motor Roda Dua”
Combi brake system penyebab celaka, naik matik Honda dengan CBS harus extra hati – hati!

Karena dari komentar ternyata ada juga rider yang mengandalkan hanya rem depan saja, ada juga yang menganggap rem CBS itu sebagai rem yang aman dipakai. Penulis membuat artikel ini sebagai pertimbangan agar rider tidak hanya mengandalkan rem depan saja, dan juga memperhatikan prioritas mana dulu yang diaktifkan.

Artikel ini agak panjang, jadi penulis sebutkan kesimpulannya dulu. Untuk mengerem, untuk bisa berhenti lebih cepat memang rem depan yang harus lebih kuat daya pengeremannya. Namun untuk amannya, sebaiknya rem belakang dulu yang diprioritaskan. Karena selipnya roda belakang cenderung lebih aman daripada roda depan yang selip. Bila roda depan yang selip, maka motor bisa jatuh walau sedang jalan lurus.

Baca lebih lanjut

Motor listrik itu tidak green, belum betul – betul ramah lingkungan resiko memperparah krisis listrik dan bahaya terbakar batrenya


Saat membaca komentar di artikel tentang motor listrik, penulis menjumpai ada bro yang bilang motor listrik itu perlu dikembangkan karena dianggap sebagai motor hijau atau ramah lingkungan. Penulis tidak setuju.

Menurut penulis motor listrik itu masih belum hijau dan walau perlu dikembangkan, sebaiknya jangan diimplementasikan dulu. Boleh lah dibuat semacam motor elite atau motor mewah, tapi jangan dipaksa untuk disebar luas pemakaiannya.

Motor listrik sebenarnya sudah banyak. Berikut ini ada daftar detil dari banyak motor dan mobil listrik baik yang diproduksi di Indonesia dan luar negeri:
MOTOR & SEPEDA LISTRIK

Penulis akan membahas mengapa motor listrik itu belum motor hijau, berdasarkan keunggulan yang sering dipakai sebagai alasan untuk motor listrik sebagai motor hijau.

Polusi suara

Baca lebih lanjut

Tidak setuju dengan metode di “Teknik Pengereman Ideal Pada Sepeda Motor Roda Dua”


otoborn.com membuat artikel menarik tentang Teknik Pengereman Ideal Pada Sepeda Motor Roda Dua

Artikel tersebut membahas tentang teknik teknik pengereman yang diajarkan oleh tim Safety Riding Promotion PT. Wahana Makmur Sejati.

Ada beberapa bahasan yang menggelitik penulis untuk membuat artikel ini karena sepertinya tidak sesuai dengan kenyataan. Ini akan penulis bahas satu persatu.

 

Rem belakang vs depan

Dikatakan:
Baca lebih lanjut

Combi brake system penyebab celaka, naik matik Honda dengan CBS harus extra hati – hati!


Komentar dari bro Andre yang mengeluh terjatuh dari motoh Honda Beat gara gara sistem CBS membuat penulis merasa perlu untuk membahas lagi sistem CBS khusus di sifatnya yang justru bikin celaka.

Sebelumnya penulis sudah membahas bahwa sistem CBS itu tidak bisa disamakan dengan ABS.
Aman di jalan licin tanpa ABS dengan memperhatikan prioritas pengereman dan bahaya pemakaian CBS di jalan licin

Penulis juga sudah pernah membahas bahwa sistem CBS itu tidak untuk memperpendek jarak pengereman.
Fungsi CBS di motor matik Honda sesungguhnya bukan untuk memperpendek jarak pengereman tapi untuk memperpanjang jarak pengereman

 

Di artikel diatas penulis juga sudah membahas bahwa sistem CBS pada motor matik semacam Vario dan Honda Beat tidak bisa disamakan dengan sistem CBS sungguhan yang diterapkan pada motor Honda yang depan belakang pakai cakram. Jangan disamakan dengan Honda PCX. Jangan pula disamakan dengan Honda Wing.

Honda sendiri mengklaim bahwa CBS itu membuat lebih aman:
Baca lebih lanjut

Alasan mengapa suara kasar mesin bisa menjadi acuan kualitas oli mesin dan caranya agar mesin halus tanpa harus pilih oli lebih kental


Penulis termasuk yang menilai oli dengan berdasarkan kasarnya suara mesin. Berikut ini kesimpulan yang penulis ambil setelah membuat beberapa artikel tentang oli.

Kasar suara mesin bisa terjadi karena terjadi pada gesekan antar komponen. Gesekan ini tidak diinginkan karena akan membuat komponen cepat rusak karena aus. Oli yang bagus seharusnya bisa mengurangi gesekan ini sehingga komponen mesin menjadi lebih awet.

Walau sumbernya sama – sama dari oli, penyebab kasarnya suara mesin bisa bermacam – macam. Berikut beberapa contohnya.

Oli tidak bisa mencapai komponen

Penyebabnya macam – macam. Bisa karena olinya punya viscosity index kecil sehingga oli jadi jauh lebih kental saat dingin, sehingga pompa oli tidak bisa memompa oli, atau bahkan oli tidak bisa bersirkulasi.

Bisa juga karena oli tidak punya daya lekat ke logam (sifat polarisasi) sehingga oli tidak bisa naik dengan baik. Dicontohkan di video berikut ini:
Baca lebih lanjut

Karena spakbor belakang dari plastik itu tidak keren dan tidak menahan cipratan air, lebih baik dilepas lalu dipasangi tempat plat nomer aftermarket


Sekarang ini banyak spakbor belakang motor keluaran baru yang sudah tidak lagi berfungsi sebagai penahan cipratan air. Seperti ditunjukkan oleh bro berikut, daripada hujan kecipratan dan baju kotor, spakbor diperlebar dengan kardus:
Kreatif…agar tidak nyiprat, spatbor Yamaha Xabre ini ditempelin potongan kardus ! October 17, 2016
spakbor-belakang-xabre-di-tambal-kerdus

Awalnya IWB mengira foto hanya candaan. Tapi setelah bertanya lebih jauh, ternyata foto terlampir benar-benar dilakukan dan bukan rekayasa. Sebuah potongan kardus dilakban dengan rapih berputar mengikat bentuk spatbor asli. Lucu sih cak….tapi jelas secara fungsi dijamin super manjur.

IWB juga pernah melihat, fender belakang motor diseloboki (bosooo opooo ikiiii :mrgreen: ), maksude….diselipin potongan ranting pohon untuk mencegah cipratan air pada plat nomer belakang. ketimbang boyok e sampeyan klumut, mending gengsi dibuang jauh-jauh. Kendati tidak 100 persen bersih…lumayanlah.

IWB pernah melihat langsung…penunggang Ninja 250 dengan spatbor belakang dilepas bonceng sang kekasih saat hujan deras. Entah karena ogah tampilan tercederai atau memang nggak sadar, penunggang Ninin tetap wae kencang membuat cipratan lumpur setinggi nyaris dua meter dibelakang motornya. Alhasil…sang kekasih boyok jadi item belepotan.

 

Percikan air bila tidak tanpa trik adalah seperti berikut
Baca lebih lanjut

Molybdenum bukan friction modifier dan bisa bikin selip kopling tapi ada cara agar bisa dipakai motor dengan kopling basah


Pada waktu penulis membahas pertama kali soal pemakaian minyak goreng sebagai aditif oli penulis memberi warning agar tidak mencoba di motor kopling basah. Ini penulis kemukakan karena dari referensi minyak goreng disebut mengandung banyak fatty acid. Fatty acid termasuk dalam kategori friction modifier dan banyak yang bilang bahwa friction modifier itu bikin selip kopling.

Namun ternyata kenyataan berbeda, menambahkan minyak goreng ke oli mesin tidak membuat kopling selip. Bro Zorro dan bro Robbisantiaji yang sudah mencoba pada Yamaha Vixion dan Suzuki Shogun FI membuktikan bahwa menambahkan minyak goreng ke oli mesin tidak membuat selip kopling motor dengan kopling basah.

Ini membuat penulis penasaran. Sebenarnya faktor apa yang membuat friction modifier bikin kopling jadi selip?

Keberadaan friction modifier ini yang menjadi alasan oli mobil dilarang dipakai di motor dengan kopling basah / wet clutch (motor tipe sport dan tipe bebek).

 

Rame – rame pakai oli mobil yang tidak mengandung friction modifier untuk motor

Oli mobil yang tidak mengandung friction modifier umumnya dianggap aman untuk motor, sehingga banyak pemilik motor yang memakainya. Seperti contohnya berikut ini.
Shell Rotella T, From Wikipedia, the free encyclopedia

Though marketed as an engine oil for diesel trucks, Rotella oil has found popularity with motorcyclists as well. The lack of “friction modifiers” in Rotella means they do not interfere with wet clutch operations. This is called a “shared sump” design, which is unlike automobiles which maintain separate oil reservoirs – one for the engine and one for the transmission. Used oil analysis (UOA) reports on BobIsTheOilGuy.com have shown wear metals levels comparable to oils marketed as motorcycle-specific.

Dikatakan bahwa banyak yang pakai oli Shell Rotella di motor karena tidak adanya friction modifier. Uji oli bekas juga menunjukkan bahwa keausan dari pemakaian oli diesel tidak beda dengan oli yang khusus motor.

Baca lebih lanjut

Masa penggantian radiator coolant merek Toyota itu apa 160 ribu atau 80 ribu atau 40 ribu atau 20 ribu?


Pertanyaan dari bro Zakiahsan14 membuat penulis tertarik untuk menyelidiki sebenarnya berapa lama masa penggantian dari bila pakai radiator coolant merek Toyota.

Ternyata pernyataannya beda beda walau sama sama dari Toyota.

Menurut website website toyota Astra:
Teliti Penyebab Overheating

Jika mobil sudah menempuh lebih dari 80.000 km biasanya radiator mulai berkerak dan menyumbat salurannya. Untuk menghindari hal itu, biasakan untuk menguras sistem pendingin setiap tahun sekali.

Disebutkan bahwa saran penggantian radiator coolant adalah 80 ribu km atau satu tahun

Sementara di manual kendaraan disebutkan 160 ribu km, sementara 80 ribu km adalah untuk penggantian selanjutnya. Contohnya di Avanza:
Quick Guide – Toyota Avanza

Penggantian pertama di 160.000 km kemudian setiap 80.000 km.

Angka penggantian tiap 160 ribu km ini banyak disebut terutama bila menggunakan Toyota Genuine Super Long Life Coolant, website Toyota Jepang:
Extending the Life of Liquid Coolant
Baca lebih lanjut