Sebenarnya lampu HID atau LED tidak bisa ditilang berdasarkan PP atau UU yang ada


Komentar di artikel tentang lampu depan motor Honda CB150R yang pantas ditilang membuat penulis teringat untuk menyelesaikan artikel ini.

Pemakaian lampu LED dan lampu HID pada kendaraan bermotor sering jadi perdebatan. Polisi sering kali memberikan peringatan untuk tidak menggunakan lampu tersebut, namun pabrikan (baik motor atau mobil) justru sekarang merilis kendaraan baru dengan lampu LED putih yang terintegrasi. Sudah ada beberapa kejadian dimana polisi menilang kendaraan yang menggunakan lampu putih, baik LED atau HID. Bahkan motor dengan lampu asli bawaan pun ada yang ditilang.

Oleh karena itu penulis mencoba mencari tahu sebenarnya yang statement polisi itu bagaimana. Untuk itu penulis menggunakan pernyataan dari polisi lalu lintas berikut ini:
Ketentuan Penggunaan Lampu Pada Kendaraan Bermotor by @Lantas_Polresta
Lampu HID silau dan berbahaya, kenali Hukumnya

Polantas Indonesia @korlantas 24/11/2012:
Akhir-akhir ini Banyak keluhan masuk kepada kami terkait penggunaan lampu #HID yang cukup menyilaukan pengguna jalan dari arah berlawanan. Oleh karena itu kami mencoba untuk sedikit membahas terkait penggunaan lampu #HID pada kendaraan bermotor.

1. #HID (High Intensity Discharge) yg lebih dikenal dengan nama lampu Xenon mampu menghasilkan cahaya dengan tingkat intensitas yang tinggi.
2. Untuk tingkat keterangan warna dari lampu HID ditentukan oleh satuan derajat Kelvin (K).
3. Sedangkan untuk menyalakan lampu HID diperlukan Ballast yang merupakan alat untuk menyediakan dan mengendalikan voltase lampu termasuk juga untuk menstabilkan aliran listrik.
4. Lampu HID punya banyak tingkat keterangan yang ditentukan berdasarkan satuan derajat Kelvin (K) dan setiap nilai memiliki warna sinar lampu yang berbeda-beda.
5.Berikut adalah macam warna berdasarkan tingkat derajat Kelvin: 4300K Kuning, 5500K Putih kekuningan, 6500K Putih, 8500K Putih-biru, 10000K Biru agak ungu, 12700K Ungu, 15000K Pink
6. Sinar lampu HID kebanyakan mengarah ke atas dan melebar. Ini jelas berbeda dengan standar yang telah diterapkan.
7. Lampu standar haruslah mengarah ke bawah. Cahaya lampu kiri sedikit melebar ke kiri dan mengarah lurus ke depan bawah, sementara lampu kanan melebar, tetapi agak sedikit mengarah ke dalam.
8. Kedua lampu mempunyai batas cahaya yang tidak mengarah ke atas (cut off) Hal ini bertujuan agar tidak membuat silau pengendara dari arah berlawanan.
9. Dan jika dirasa kurang, barulah menggunakan high-beam alias lampu jauh yang mengarah jauh ke depan dan arah pencahayannya ke atas.
10. Tapi menggunakan ini pun tidak boleh sembarangan. Biasanya lampu jauh ini digunakan untuk melihat kondisi jalan jauh ke depan, ketika penerangan minim atau tidak sama sekali.
11. Sayangnya di Indonesia kebanyakan yang digunakan adalah #HID berspektrum putih kebiruan atau bahkan putih keunguan dengna spektrum warna lebih dari 3200 Kelvin.
12. Karena sangat menyilaukan & tidak tembus hujan ( tidak layak untuk digunakan harian ) karena dapat membahayakan pengemudinya sendiri ato sesama pemakai jalan.
13. Padahal hampir seluruh negara eropa, penggunaan #HID sudah dilarang karena sinar lampu yang sangat terang dan mengganggu pengemudi lain dari arah berlawanan dari kendaraan yang menggunakan lampu Xenon ( #HID )
14. Sekarang jika kita kaitkan dengan aturan dan hukum yang berlaku di Indonesia, penggunaan lampu #HID ini juga bertentangan dengan apa yang sudah diatur dalam UU No.22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.
15. Dalam pasal 48 ayat 1 dijelaskan bahwa setiap ranmor yang dioperasikan di jalan harus memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan.
16. Dijelaskan lebih lanjut pada pasal 48 ayat 3 bahwa persyaratan laik jalan ditentukan oleh kinerja minimal kendaraan, yang dalam huruf “g” memuat tentang daya pancar dan arah sinar lampu utama.
17. Kemudian dijelaskan juga pada pasal 58 bahwa setiap ranmor yang dioperasikan di jalan. DILARANG memasang perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas.
18. Jika dihubungkan dengan penggunaan lampu #HID yang menyilaukan pengguna kendaraan dari arah berlawan, bisa kita simpulkan bahwa penggunaan #HID dpt dikategorikan mengganggu keselamatan berlalu lintas dgn pancaran sinarnya yang menyilaukan.
19. Psl 106 jg menyebutkan bhw setiap orang yg mengemudikan ranmor di jalan wajib mematuhi ketentuan tentang persyaratan teknis&laik jalan.
20. Dalam Pasal 24 PP No. 55 Tahun 2012 disebutkan lampu utama dekat & lampu utama jauh selain sepeda motor harus memenuhi persyaratan sbb:
20a. Berjumlah 2 (dua) buah atau kelipatannya;
20b. Dipasang pada bagian depan kendaraan bermotor;
20c. Dipasang pada ketinggian tidak melebihi 1.500mm dari permukaan jalan dan tidak melebihi 400mm dari sisi bagian terluar kendaraan; dan
20d. Dapat memancarkan cahaya paling sedikit 40 M ke arah depan untuk lampu utama dekat dan 100 M ke arah depan untuk lampu utama jauh.
21. Sedangkan untuk sepeda motor harus dilengkapi dengan lampu utama dekat dan lampu utama jauh paling banyak dua buah dan dapat memancarkan cahaya paling sedikit 40 M ke arah depan untuk lampu utama dekat dan 100 M ke arah depan untuk lampu utama jauh.
22. Dan apabila sepeda motor dilengkapi lebih dari 1 (satu) lampu utama dekat maka lampu utama dekat harus dipasang berdekatan.
23. Hal ini diperjelas lagi dalam pasal 70 PP 55 2012 yang menerangkan bahwa daya pancar dan arah sinar lampu utama harus lebih dari atau sama dengan 12.000 (dua belas ribu) candela.
24. Sedangkan arah sinar lampu utama tidak lebih dari 0` 34ā€™ (nol derajat tiga puluh empat menit) ke kanan dan 1` 09ā€™ (satu derajat nol sembilan menit) ke kiri dengan pemasangan lampu dalam posisi yang tidak melebihi 1,3% (persen) dari selisih antara ketinggian arah sinar lampu pada saat tanpa muatan dan pada saat bermuatan.
25. Pemilik kendaraan menurut pasal 34 PP No. 55 Th 2012 diperkenankan menggunakan lampu kabut dengan ketentuan berjumlah paling banyak 2 (dua) buah dipasang di bagian depan kendaraan.
26. Pemasangan lampu kabut ini juga harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
26a. Dengan cahaya warna putih atau kuning;
26b. Titik tertinggi permukaan penyinaran tidak melebihi titik tertinggi permukaan penyinaran dari lampu utama dekat;–
26c. Dipasang pada ketinggian tidak melebihi 800 (delapan ratus) milimeter;–
26d. Tepi terluar permukaan penyinaran lampu kabut tidak melebihi 400 (empat ratus) milimeter dari sisi terluar Kendaraan; dan–
26e. TIDAK MENYILAUKAN PENGGUNA JALAN LAIN.
27. Jika ketentuan-ketentuan tentang penggunaan lampu utama dekat, dalam hal ini penggunaan lampu #HID digunakan tidak sesuai dengan ketentuan yg sudah ada maka petugas berhak utk menindak pengguna jalan dgn menggunakan pasal 285 UU No. 22 Th 2009 yang mana ayat 1 untuk pengendara sepeda motor, sedangkan ayat 2 untuk pengendara kendara roda empat/lebih.
28. Demikian pembahasan kami mengenai penggunaan lampu #HID semoga dapat menjadi bacaan yang bermanfaat bagi pengguna jalan, khususnya bagi yang saat ini masih menggunakan lampu #HID dan bagi pengguna jalan pada umumnya. Trims.šŸ™‚

Contoh penggunaan lampu #HID yang menyilaukan, bandingkan dengan mobil didepannya.šŸ™‚ http://t.co/rtxc02yQ
Perbandingan daya pancar lampu #HID dengan lampu biasa/halogen.šŸ™‚ http://t.co/QZwbDWkq

691995734

Undang undang yang dimaksud dalam kutipan tersebut bisa didownload lewat link berikut ini:
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 55 TAHUN 2012 TENTANG KENDARAAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN

Ada beberapa faktor yang menjadi perhatian penulis

Yang menjadi pertimbangan utama pelanggaran adalah lampu yang menyilaukan

Menyilaukan ini relatif. Kalau pas yang berpapasan itu naik lamborghini, yang tinggi mobilnya lebih rendah dari posisi lampu depan (maksimal 1500mm), maka ya dijamin bakalan silau. Apa ya pengendara motor bakalan ditilang karena bikin silau pengendara lamborghini? Begitu juga kalau pas kebetulan posisi jalan memang tidak rata sehingga kendaraan jadi sempat mendongak keatas sehingga pancaran lampu jadi menyilaukan yang berlawanan, apa bakal ditilang juga?

Kalau lampunya sampai mendongak keatas sih menurut penulis pantas ditilang polisi, karena memang menyilaukan.

Tapi anehnya yang menyalakan lampu dekat pun, tidak menyalakan lampu jauh biar tidak menyilaukan yang lain bisa ditilang polisi:

 

Di contoh pertama terjadi di motor Honda CB150R yang lampu depannya sudah LED. Memang beneran silau banget walau sudah pakai lampu dekat. Ini karena lampu dekatnya menyorot terlalu keatas, pabriknya yang ngawur. Penulis alami sendiri dan benar benar mengganggu. Pantas deh ditilang.

Yang nggak masuk diakal itu yang kedua, terjadi di motor Honda Vario 2016 yang sudah pakai LED. Kalau lampu jauh yang dinyalakan, justru lampu jadi menyilaukan, mengganggu pengendara lain dan jadi melanggar peraturan. Ditilang dengan alasan karena tidak sesuai dengan UU soal DRL, nggak perduli bakal menyilaukan yang lain. Padahal seharusnya kalau di luar negeri itu DRL harusnya pakai lampu dekat, lha kok ini dipaksa pakai lampu jauh. Tujuan pakai DRL itu adalah untuk bikin pengendara lain bisa lebih aware, bukan malah bikin yang lain silau.

Silau itu harusnya dibuat ada standarnya. Kalau mau jelas, maka harus ditentukan limit atau batasan dari silau. Berapa candela cahaya yang ditangkap oleh pengendara lain yang bisa dianggap menyilaukan.

 

Silau karena warna putih

Warna putih memang lebih menyilaukan, untuk yang lain silau, untuk pengendaranya juga silau kalau pas hujan. Juga tidak bisa jauh. Jarak jangkau lampu LED tidak sejauh jarak jangkau lampu halogen ataupun lampu biasa. Lampu juga tidak begitu bisa dibedakan dengan pantulan cahaya matahari pada saat siang hari, sehingga tidak membuat motor kelihatan dibanding dengan kalau pakai lampu kuning.

Tapi di peraturan itu dibolehkan. Di sebutkan bahwa lampu depan itu bisa kuning atau putih. Jadi alasan menilang bukan karena putihnya tapi karena silaunya.

Di kutipan diatas disebut beberapa macam derajat warna dari lampu depan. Persoalannya, mengapa diperaturan tidak disebut? kan jadinya antara polisi dan pengendara jadi debat tanpa dasar soal derajat warna berapa yang dianggap melebihi batas.

5500K disebut putih kekuningan sama pak polantas diatas. Menurut penulis 5500K itu sudah tidak lagi kekuningan tapi menjurus ke biru. Ada beda berdasarkan persepsi. Jadi kalau pakai acuannya perasaan, jadi nggak jelas.

Acuan pakai gambar di internet pun tidak bisa diandalkan. Penulis menemukan gambar yang sama tapi label kelvinnya beda.
derajat-kelvin-lampu-depan-5000

derajat-kelvin-lampu-depan-5000-2

Perhatikan kolom paling kiri, yang atas disebut 5000K, yang bawah disebut 4300K. Padahal gambar sama tapi label beda. Pak polantasnya sepertinya pakai acuan yang atas.

Sebagai perbandingan, referensi lain:
derajat-kelvin-lampu-depan-vertikal

derajat-kelvin-lampu-depan-rak

Jadi kalau mau jelas, maka sebaiknya angka disebutkan pakai kelvin di peraturannya. Pakai mata kadang bisa salah.

 

Silau karena bias

Bias memang jadi masalah karena desain reflector diamond banyak yang tidak fokus. Seharusnya cahaya dari lampu itu dipantulkan semua ke depan, tapi bisa kita lihat sendiri di desain reflector yang ada, cahaya dipantulkan juga ke atas dan kesamping.

Efek baru terasa bila reflector dipakai dengan lampu HID atau LED. Karena sumber cahaya yang lebih terang (karena lebih gelap nggak laku), maka efek pembiasan yang tidak terkontrol ini jadi makin parah. Apalagi karena posisi sumber cahaya dari LED atau HID sendiri berbeda. Jadi sebenarnya bias dari lampu halogen sendiri sudah ngaco. Namun baru terasa kalau lampu halogen diganti dengan lampu yang lebih terang.

Menurut penulis yang bikin lampu LED bawaan pabrik itu silau bukan karena biasnya. Lampu LED pabrik silau karena lampunya menyorot terlalu keatas. Justru karena reflector yang lebih baik maka lampu LED jadi sangat menyilaukan.

Dari sisi desain sendiri reflector diamond entah mengapa di buat asal besar, tidak memperhitungkan refleksi cahaya yang sempurna. Sebelum jaman reflector diamond, lampu itu pakai reflector mulus, pantulan cahaya lebih bagus, tapi saat itu lagi musim kaca bergelombang, sehingga cahaya jadi membias. keduanya sama sama nggak karuan biasnya.

Setelah hadir lampu LED dan HID, reflector diperbaiki. Sehingga sorotan LED dan HID menjadi sangat terfokus. Oleh karena lebih fokus maka bila lampu yang semacam itu disorotkan keatas hasilnya adalah silau luar biasa.

Yang aneh adalah di peraturan tidak mencantumkan sudut vertikal untuk sorotan lampu. Padahal sudut sorotan secara horisontal sudah diatur dengan ketat kiri dan kanannya. Sudut keatas dan kebawah tidak disebut. Padahal kalau dari sisi silau, sudut vertikal itu juga sangat penting.

Di kutipan pak polantas diatas memang disebutkan bahwa lampu harus menyorot kebawah, tapi masalahnya di peraturan itu tidak ada. Kalau secara logika lampu itu memang harusnya tidak perlu menyorot ke atas. Tapi toh buktinya di semua kendaraan kalau lampu jauh bisa dijamin menyorot keatas juga, termasuk yang lampunya masih halogen.

Lampu halogen sekalipun, kalau disorot ke atas juga akan menyilaukan.

Yang butuh tidak silau tidak cuma pengendara dari berlawanan arah saja, tapi pengendara di depan juga tidak mau silau oleh lampu kendaraan di belakang.

 

Pabrikan bebas seenaknya, pemilik yang kena getahnya

Jadi peraturan cuma membatasi dari sisi silaunya saja. Tidak ada aturan untuk derajat warna kelvin, tidak ada aturan untuk sudut bias vertikal dan tidak ada aturan silau itu angkanya berapa.

Oleh karena itu pabrikan motor jadi bisa seenaknya. Mereka hanya cukup melakukan sesuai dengan peraturan. Seperti contohnya berikut ini:
Aturan Lampu Depan Sepeda Motor

Produk-produk sepeda motor Honda terbaru telah dibekali dengan LED (Light Emiting Diode) sebagai lampu utama. LED dipilih karena memiliki kemampuan pencahayaan lebih baik serta umur pakai yang lebih panjang. Sebelum diproduksi secara massal, PT Astra Honda Motor selaku produsen tentunya akan mematuhi aturan soal lampu depan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Aturan tersebut tertuang dalam Pasal 24 PP No. 55 Tahun 2012 disebutkan lampu utama dekat dan lampu utama jauh selain sepeda motor harus memenuhi persyaratan;
Berjumlah 2 (dua) buah atau kelipatannya
Dipasang pada bagian depan kendaraan bermotor
Dipasang pada ketinggian tidak lebih dari 1.500mm dari permukaan jalan dan tidak melebihi 400mm dari sisi bagian terluar kendaraan
Dapat memancarkan cahaya paling sedikit 40 meter ke arah depan untuk lampu utama dekat dan 100 meter ke arah depan untuk lampu utama jauh.
Dan apabila sepeda motor dilengkapi lebih dari 1 (satu) lampu utama dekat maka lampu utama dekat harus dipasang berdekatan.

Hal ini lebih dijelaskan lagi dalam pasal 70 PP No. 55 Tahun 2012 yang menerangkan bahwa daya pancar dan arah sinar lampu utama harus lebih dari atau sama dengan 12.000 (dua belas ribu) candela.

Sedangkan arah sinar lampu utama tidak lebih dari 0` 34ā€™ (nol derajat tiga puluh empat menit) ke kanan dan 1` 09ā€™ (satu derajat nol sembilan menit) ke kiri dengan pemasangan lampu dalam posisi yang tidak melebihi 1,3% (persen) dari selisih antara ketinggian arah sinar lampu pada saat tanpa muatan dan pada saat bermuatan.

Seluruh produk Honda mengacu pada ketetapan yang sudah tertera tersebut.

Jadi dari sisi hukum pabrikan nggak salah. Karena memang yang mereka terapkan sudah sesuai dengan aturan yang ada. Karena aturannya sendiri tidak mengatur sampai detil. Kalau sampai di jalan di tilang dan dianggap tidak laik jalan maka itu jadi tanggungan pengendara.

Polantas diatas juga memberikan batasan tanpa ada dasar hukumnya. Batasnya cuma mengganggu pengendara lain, sementara itu yang dianggap mengganggu itu tidak ada batasannya.

Kalau misal direktur honda disuruh duduk sambil disoroti lampu depan motor Honda CB150R, lalu si direktur bilang nggak silau, ya jadi tidak melanggar aturan (menurut beliaunya). Kalau ada polisi berdiri pinggir jalan lalu ada motor lewat dengan lampu menyorot ke bawah dan pak polisinya bilang silau, ya jadi melanggar aturan (menurut pak polisinya).

Jadi walau bias lampu dibuat sangat terkonsentrasi sehingga jadi mirip laser, dan sudah benar disorotkan ke bawah, kalau polisi bilang silau ya tetap melanggar peraturan, walau secara peraturan atau undang undang itu tidak salah. Kalau sorot lampu mirip laser itu diarahkan ke muka pengendara lain ya bisa jadi sumber mala petaka walau sudah sesuai aturan.

 

Mengapa polisi tidak menegur pabriknya saja?

Sudah ada contoh dimana lampu standar dari pabrikan kena tilang. Bila itu salah, mengapa sampai sekarang penulis belum pernah mendengar polisi melakukan teguran terhadap pabriknya?

Kalau memang lampu putih itu salah, mengapa kok dibiarkan produksi? Harusnya kan pada saat pabriknya minta ijin produksi sudah ketahuan? kok dibiarkan saja?

Kalau memang pakai lampu dekat salah, mengapa kok tidak sekalian motor dibuat peraturan lampu jauh saja yang bisa aktif?

Kalau sama negara sudah dibolehkan produksi, yang di kabupaten kok masih menilang? Apa yang di polsek itu tidak tahu bahwa yang di markas besar membolehkan?

Kalau yang dipolsek merasa lampu standarnya menyilaukan, apa tidak pernah melaporkan ke markas besar?

4 thoughts on “Sebenarnya lampu HID atau LED tidak bisa ditilang berdasarkan PP atau UU yang ada

  1. yang ditilang juga bodoh gak mau ngeyel dan repot

    buat aja pembelaan waktu sidang, jangan lupa pas kejadian di video dan di foto sebagai barang bukti

    modar tuh polkis yang nilang tar juga bakalan dipanggil ke persidangan.
    cuma ya agak repot, karena ga cuma 1x sidang

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s