Hasil mencoba pertamax turbo mengecewakan


Akhirnya bensin Pertamina merek Pertamax Turbo dengan Ron 98 hadir juga di Surabaya. Sudah lama penulis berniat mencoba dan akhirnya keturutan.

Bensin premium masih tersisa 1 literan saat penulis mengisi pertamax turbo senilai 20 ribu (2,27 liter). Tangki Suzuki Spin jadi full. Kalau di spesifikasi kapasitas tangki adalah 3,7 liter, jadi rasio dari bensin premium vs pertamax turbo adalah 1,5:2,2. Pertamax turbo sekitar 150% dari premium.

Kondisi motor adalah setelan paling irit untuk standar Suzuki Spin 125cc. Skrup main jet dan pilot jet rapat. Jarum skep dibuat paling panjang. Dalam kondisi seperti ini, dengan bensin premium aslinya motor sangat tidak bertenaga. Diperparah dengan penambahan lubang masukan sebelum filter udara. Namun tenaga bisa dibantu dengan pemasangan dua pro capacitor di selang bensin dan satu pro capacitor di kabel busi. Oli mesin masih belum sempat ganti, masih pakai fastron Techno 15W50 campur minyak goreng sekitar 150ml.

Pada kondisi seperti itu (modif dan bensin premium) motor bisa mencapai top speed dengan mudah. Di gas sedikit motor sudah narik. Dibiarkan gas separuh motor lama lama akan jalan hingga sekitar 80km/jam (spedo mati …). Untuk akselerasi, kalau habis lampu merah masih menang lawan Xeon atau Vario untuk jarak sekitar 400 meteran. Kalah dikit sama Vario 150, paling tidak bisa ngekor dan bikin malu motor 150cc, apalagi yang semacam verza atau byson. Padahal ini kondisi ban belakang sudah diperbesar jadi 90/90 ring 14. Bisa bikin malu motor 150cc karena top speed sudah nambah :).

 

Setelah pakai pertamax turbo,

perubahan tidak langsung terasa. Di awal efeknya seperti bila bagian mesin di carbon clean, efek mirip pakai Yamalube carbon cleaner. Napas terasa jadi lebih panjang. Tarikan di rpm rendah jadi terasa bertambah, mungkin karena efek perbedaan oktan sehingga pembakaran di rpm rendah lebih sempurna.

Namun selama perjalanan lambat laun tenaga mulai terasa berkurang. Setelah motor berjalan sekitar 20km, tenaga jadi benar benar terasa berkurang. Dari biasanya di gas 1/4 sudah bikin motor berakselerasi, maka gas harus paling tidak 1/2 baru mulai berakselerasi. Di gas full pun tenaga tidak terasa banyak, cuma seperti bila sebelumnya di gas sedikit.

Yang berubah juga adalah suara knalpot. Seperti halnya saat pakai pertalite dan pertamax, suara knalpot menjadi lebih senyap. dari biasanya vroong jadi vruuu.

Biasanya knalpot juga meletus sekali setiap gas dilepas pada saat pakai premium. Terjadi terutama saat mesin dingin atau udara dingin. Karena knalpot sudah las lasan, suara mirip dengan suara ledakan setiap throttle lift off. Setelah pakai pertamax turbo itu jadi jauh berkurang dan hanya terjadi sesekali saja.

Mungkin itu efek fouling, busi gagal membakar bensin. Berikut kutipan pengaruh busi pada pembakaran, diambil poin yang ada hubungannya dengan bensin dan suhu saja.
Pakai busi dingin tidak selalu lebih baik

– campuran bensin-udara yang terlalu kaya bisa menyebabkan fouling
– beberapa tipe aditif di bensin kualitas jelek bisa menyebabkan kerak di busi dan menimbulkan masalah pre-ignition atau fouling
– saat suhu atau kelembaban udara turun membutuhkan campuran bensin-udara yang lebih kaya. bila campuran tidak disesuaikan akan muncul resiko peningkatan suhu silinder atau busi yang bisa menyebabkan pre-ignition atau knocking.
– saat suhu atau kelembaban udara meningkat membutuhkan campuran bensin-udara yang lebih miskin. bila tidak disesuaikan akan bisa menyebabkan fouling.
– fouling akan lebih mudah terjadi bila campuran bensin-udara tidak disesuaikan dengan ketinggian. Lokasi yang tinggi punya lebih sedikit udara dan membutuhkan lebih sedikit campuran bensin.

Kalau menurut kutipan diatas maka ledakan knalpot (dengan asumsi itu terjadi karena fouling) di motor penulis terjadi karena campuran bensin terlalu miskin atau karena aditif bensinnya jelek atau businya terlalu dingin. Dengan pemakaian pertamax turbo maka campuran bensin menjadi lebih kaya sehingga pembakaran selalu sempurna dan tidak ada bensin yang tidak sempat terbakar keluar dari knalpot.

Namun, bisa juga karena bensin pertamax turbo yang keluar knalpot jadi lebih susah terbakar. Entah mana yang benar. Penulis masih agak bingung soal ini.

 

Mungkin baik juga bila tahu efek modif pro capacitor. Modif pro capacitor itu biasanya lebih cocok untuk kendaraan dengan setelan bensin miskin. Kalau dipasang di kendaraan yang setelan bensin kaya maka malah tidak lebih irit, dan cuma nambah tenaga saja. Kalau kendaraan disetel lebih irit, tenaga justru lebih keluar.

Setelah pakai pro capacitor biasanya suara knalpot jadi lebih keras. Ledakan knalpot juga jadi lebih mudah terjadi. Di motor CB150R old juga ada yang bilang jadi keluar api dari knalpot walau ECU dan knalpot masih standar, itu terjadi bila pro capacitor dipasang langsung di injektor. Entah kenapa, efek ledakan ini berkurang kalau pakai bensin dengan oktan lebih tinggi.

 

Intinya adalah di motor penulis, pemakaian pertamax turbo justru jadi bikin motor tidak enak tarikannya. Sepertinya ini karena modif pro capacitor sehingga premium justru terasa lebih enak tarikannya.

Mungkin perlu dibandingkan juga di motor tanpa pro capacitor yang pakai pertamax turbo itu oktannya kelebihan, motor yang jalan normal dengan pertamax atau dengan premium.

Kalau untuk pertalite, banyak yang laporan memang bikin tenaga berkurang.

 

Pertamax turbo secara teori mestinya bisa meningkatkan tenaga kalau bensin sebelumnya oktannya kurang.

 

Jadi rasanya untuk penulis pilihan bensin yang cocok cuma dua, yaitu premium atau pertamax. Pakai pertamax tidak terasa penurunan tenaga, beda jauh sama saat pakai pertamax turbo.

Keduanya beda teknologi.
Premium Refinery Nusantara

Apa itu HOMC, yaitu merupakan produk naphtha (komponen minyak bumi) yang memiliki struktur kimia bercabang dan ring (lingkar) berangka oktan tinggi (daya bakar lebih sempurna dan instant cepat), Oktan diatas 92, bahkan ada yang 95, sampai 98 lebih. Kebanyakan merupakan hasil olah lanjut Naphtha jadi ber-angka oktane tinggi atau hasil perengkahan minyak berat menjadi HOMC.

Premium asal mulanya adalah naphtha (salah satu Produk destilasi minyak bumi) + TEL (sejenis aditif penaik oktan) agar didapat ON 88. Namun isu lingkungan sejak era tahun 2006, mengharuskan TEL (aditif penaik oktan yang mengandung lead alias timbal hitam yang tidak sehat) di stop dan karenanya TEL diganti HOMC (High Mogas Component untuk menaikkankan Oktane ke 88).

Bedanya, dengan TEL volume premium tetap karena TEL bagaikan aditif yang secara volume tidak menambah volume Naphtha saat jadi premium ON 88. Premium + TEL volume sama alias tetap. Namun, Naphtha + HOMC akan menghasilkan volume yang proporsional. Vomul premium akan bertambah sebesar volume HOMC yang menaikkan oktan number naphtha tersebut mencapai ON 88. Biasanya ON naphtha hasil destilasi minyak bumi antara 65 – 75 (tergantung jenis rantai hydrocarbon komponen Minyak Buminya).

Premium 88 zaman saat ini ~ Volume Naphthanya + Volume HOMC Tambahan. (Volume HOMC nyaris sebesar Volume naphtha itu sendiiri sehingga volume bertambah hampir 2 kali lipat)
Naphtha bisa diupgrade jadi Pertamax 92 – 95 bila dibangun kilang plat-format seperti Kilang Blue Sky Project Balongan yang telah beroperasi, atau sejenis itu di seluruh refinery nusantara

Pertalite, Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Untuk membuat Pertalite komposisi bahannya adalah nafta yang memiliki RON 65-70, agar RON-nya menjadi RON 90 maka dicampurkan HOMC (High Octane Mogas Component), HOMC bisa juga disebut Pertamax, percampuran HOMC yang memiliki RON 92-95, selain itu juga ditambahkan zat aditif EcoSAVE. Zat aditif EcoSAVE ini bukan untuk meningkatkan RON tetapi agar mesin menjadi bertambah halus, bersih dan irit.

Dilihat dari bahannya maka premium dan pertamax itu yang belum dikatrol oktannya. Setelah dikatrol jadi pertalite dan pertamax turbo. Sepertinya modif ala pro capacitor tidak pas kalau dengan bensin katrolan. Entah kalau shell bagaimana, nggak ada pomnya di Surabaya.

Jadi para pemakai pro capacitor sebaiknya pakai pertamax atau premium saja. Jangan pakai pertalite atau pertamax turbo.

Kalau untuk yang bukan pemakai pro capacitor, sudah banyak yang bilang pertalite mengurangi tenaga walau ada juga yang bilang pakai pertalite lebih enak. Tidak tahu mereka yang bilang pertalite enak apa pernah pakai premium beberapa minggu tanpa pertalite. Sementara itu untuk pertamax turbo belum tahu.

Kutipan soal pertamax turbo:

Yang bilang bagus:
Testing Pertamax Turbo pada 5 motor sekaligus yakni Satria FU, X-Ride, Vario 150, Vixion & CB150….kompliitt kiii !

Yang bilang nggak bagus:
Jangan Asal Latah Menjajal Pertamax Turbo!

Berdasarkan gambar di atas, Pertamax Turbo cocok untuk kendaraan dengan rasio kompresi di atas 10:1. Jika rasio kompresi kendaraan Anda di bawah 10:1, sebaiknya tidak ikut menjajal Pertamax Turbo. Apalagi sistem bahan bakarnya masih menggunakan Karburator, bukan sistem injeksi. Jika memaksakan menggunakan Pertamax Turbo, dikhawatirkan pembakaran di ruang mesin tidak akan optimal. Karena kompresi dan suhu mesin tidak cukup mampu membakarnya. Syukur-syukur mesin masih bisa hidup. Ada kemungkinan justru mesin tidak bisa hidup, karena kesulitan membakar Pertamax Turbo. Gagal deh naik Lambo,hehehe….

Jangan Sok Gaya Isi Pertamax Turbo, Perhatikan Risikonya

Technical Service Division Toyota Astra Motor, Iwan Abdurahman mengatakan, mobil yang dijual di Indonesia rata-rata hanya memiliki kompresi 1:10. Menurutnya, kalau mobil diisi dengan BBM yang kadar RON-nya lebih tinggi dari rekomendasi, maka ada kemungkinan mesin sulit menyal

 

Memang rasanya starter jadi sulit ya? tapi lihat nanti, akan direview lagi. Kalau lihat komentar itu, rasanya knalpot jadi tidak meledak karena bensin pertamax turbo susah terbakar / susah meledak.

Update:
Memang motor jadi lebih susah menyala selagi dingin.

Pertamax turbo sepertinya memang benar punya sifat pembersih. Napas jadi panjang, pembakaran jadi lebih sempurna. Letupan mesin terasa lebih konsisten, jadi tegas. Di semua rpm dentuman lebih terasa. Letupan juga jadi rata, tidak naik turun tapi terasa sama. Letupan menjadi lebih teratur. Mesin jadi lebih responsif terhadap gas. Mungkin ini yang membuat pertamax turbo terasa menambah tenaga. Rasa ini berlawanan dengan saat pakai pertalite, dimana mesin terasa makin kotor.

Namun pertamax turbo justru terasa mengurangi tenaga di saat akselerasi. saat gas di putar setengah atau full, tarikan mesin terasa berkurang dari sebelumnya saat pakai premium. Pengurangan tenaga makin terasa setelah mesin panas, setelah motor jalan sekitar 10km an. Suara letupan jadi kurang tegas saat akselerasi penuh.

Pertamax Turbo cocoknya dibuat carbon cleaner. Mesin terasa lebih bersih dan tenaga lebih enak daripada saat pakai Yamalube Carbon cleaner.

Update 7 Desember 2016:
Kemarin pagi berangkat kantor dalam kondisi hujan rintik. Terasa banget pengurangan tenaganya. Motor rasanya loyo.

Kemarin sore isi bensin lagi 25 ribu, penasaran ingin merasakan bagaimana bila lebih murni pertamax turbonya, sehingga sekarang hitungannya 90% pertamax turbo, 10% premium. Secara konsumsi bensin tidak berbeda dari biasanya atau malah terasa lebih boros. Tenaga setelah ditambah pertamax turbo juga jadi makin payah.

Pagi ini juga terasa motor tidak bertenaga. Sepertinya tidak terasa sekarang jadi menyesuaikan diri, dari biasanya kalau akselerasi cukup pakai gas 1/4, sekarang jadi kebiasaan gas full. Di gas full pun rasanya tarikan tidak seenak kalau gas 1/4.

Pagi ini juga sempat dipermalukan sama Vario Techno lama (125cc). Kalah telak. Padahal sudah start duluan tapi jadi bisa ditinggal jauh, dan ini terjadi beberapa kali. Padahal biasanya 11:12 dan sering menangnya, terutama makin cepat setelah kecepatan melebihi sekitar 80km/jam. Setelah pakai pertamax turbo malah ngejar saja nggak bisa. Top speed sepertinya turun. Penurunan akselerasi dan top speed rasanya seperti kalau pasang orgonite. Namun suara mesin yang masih halus menandakan cemenite/pro capacitor masih bekerja.

Iklan

32 thoughts on “Hasil mencoba pertamax turbo mengecewakan

  1. Hal yang terakhir pada artikel ini mungkin berpengaruh terhadap kinerja mesin motornya Mas, Secara Suzuki Spin 125cc kompresi mesinnya dibawah 10:1, maaf kalau salah analisa 🙂

    Suka

    • Mungkin tidak butuh ron 98, namun tidak seharusnya tenaga berkurang. Kutipannya seperti ini:
      http://www.fueleconomy.gov – official fuel economy information – Selecting the Right Octane Fuel

      Will using a higher octane fuel than required improve fuel economy or performance?
      It depends. For most vehicles, higher octane fuel may improve performance and gas mileage and reduce carbon dioxide (CO2) emissions by a few percent during severe duty operation, such as towing a trailer or carrying heavy loads, especially in hot weather. However, under normal driving conditions, you may get little to no benefit.

      Kalau pakai bensin oktan ketinggian dikatakan bisa ada efek kalau beban berat atau cuaca panas. Ada efek sedikit atau tidak ada sama sekali. Berarti tidak seharusnya berkurang.

      Atau:
      Exxon › Home › Quality fuels › Our fuels › Octane ratings

      Ordinarily, a vehicle will not benefit from using an octane higher than recommended in the owner’s manual.

      Pemakaian oktan lebih tinggi kebanyakan tidak memberi manfaat.

      Namun ada juga info berikut:
      Total ACS – Additives and Special Fuels – RACING RANGE – Frequently Asked Questions about our racing products

      Does a racing fuel’s octane number determine its performance?
      Not alone. Other parameters are involved: its combustion speed and charge cooling. Thus, a racing fuel intended for Formula 1 will prefer combustion speed to a high octane number.

      Info dimana daya bakar oktan 97 bisa sama dengan oktan 112.
      Race Fuel 101: Lead and Leaded Racing Fuels

      MO2X Unleaded has a 97 octane rating while the leaded version achieves a 112 octane rating. Though one is 15 octane numbers higher than the other, both share the same fuel combustion properties. Both fuels are oxygenated, both provide great throttle response, and racers have the choice of running an unleaded fuel if 97 octane is sufficient.

      Pemakaian oktan bensin lebih tinggi sepertinya mirip dengan bila pakai busi tipe dingin, di suhu dingin atau rpm rendah pembakaran lebih tidak sempurna, dikatakan juga suhu mesin jadi lebih panas.

      Namun dari semua referensi tersebut tidak ada yang mengatakan tenaga jadi berkurang setelah pakai bensin dengan oktan lebih tinggi. Jadi dugaan saya sementara adalah kenaikan oktan pertamax turbo dicapai dengan mengorbankan combustion speed / daya bakar. Daya bakar pertamax bisa jadi lebih baik dari daya bakar pertamax turbo.

      Disukai oleh 1 orang

  2. wah ane pke si turbo enak kok gan motor ane verza 2014 klo di atas kertas sih kompresi ane 9,5:1 tapi ga da masalah tuh malah pake pertamax agak berat larinya, nah coba dilepas tu kapasitornya n dikembalikan normal semuanya n lepas jg cemenitenya, trus coba isi lagi si turbonya n bandingkan dgn sebelumnya.

    mudah2an membantu.

    Suka

    • Makasih infonya. Apa mungkin kalau motor Honda cocoknya pakai oktan tinggi ya? Nanti saya cobakan ke Honda Beat ESP saja. Kalau ke Suzuki spin rasanya bakalan susah membedakan antara premium dan pertamax turbo kalau sudah dilepas pro capacitornya.

      btw, kalau dibandingkan dengan pertamax plus bagaimana?

      Suka

  3. Klo FC sih waktu pke pertamax dalem kota dapet 1:46-48 nah trus pke si 98 dalem kota dapet 1:49-50, kecepatan rentang 40-90 kpj, semalem coba lg pke full pertamax tenaga motor jadi boyo n setingan mesin standar pabrik, oli aja masih pke ngahaem yg oranye cuma waktu pke 98 tu busi ane potong dikit di ground elektroda businya jadi ½ ga full sepeti standarnya apa berpengaruh ya sama penggunaan oktan tinggi?

    Oya gan ini review pengalamn ane sendiri..

    Suka

    • terima kasih infonya. Kalau dari FC nya sepertinya memang cenderung ke setelan boros. Mungkin ini salah satu yang membuat pemakaian pertamax turbo jadi lebih enak. Entah sensor oksigen sudah soak atau belum (untuk Verza tipe FI). Kalau sudah soak maka motor juga akan lebih boros dari saat masih baru. Kalau dari testimoni pemilik Mio J, FC motor jadi dua kali lipat lebih boros setelah 3 tahun.

      Busi dipotong efeknya bisa jadi seperti bila pengapian dimajukan, karena pembakaran jadi lebih spontan, nggak muter muter dulu. Kalau pengapian maju maka pakai bensin oktan tinggi bakal lebih enak.

      Atau dari aslinya pengapian motor Honda lebih maju ya? Soalnya di Honda Beat pengurangan tenaga saat pakai pertamax turbo terasa tidak seekstrem kalau di suzuki spin.

      Suka

  4. Kalo motor Honda Karisma dikasih pertamax turbo pengaruhnya apa ya, sebab waktu hujan mesin keluar asap kalau lampu merah, tapi kalo jalan ngga apa itu normal

    Suka

    • Wah, takutnya di pertamax turbo ada bahan yang membuat seal mengkerut. Coba oli mesin pakai yang dari bahan oli grup I saja. Jangan pakai oli grup sintetik karena nanti bisa tambah parah.

      Suka

        • Mending jangan pakai pertamax turbo. Hindari juga pertalite. Pakai pertamax, premium, atau premium+pertamax saja.

          Kalau sudah terlanjur, olinya segera diganti pakai yang bahannya oli grup 1. Contohnya shell AX5, pertamina mesran, pertamina meditran.

          Suka

  5. Pertamax Turbo dipakai di Spin? Ane sih ketawa dalam hati aja. Penulis di sini kan emang niatnya mencoba. Selama ini pakemnya adalah octan number selalu sejalan dengan rasio kompresi. Mengenai hasilnya, jelas mengecewakan. Kalau penulis pakai R25 mungkin judul artikelnya bakal jadi berubah 180`.

    Suka

    • Saya membandingkan dengan saat pakai pertamax. Problemnya karena waktu pakai pertamax plus rasanya lebih enak dari pertamax. Tapi pakai pertamax turbo kok lebih nggak enak dari pertamax.

      Dari mengalami ini saya menemukan bahwa ternyata kandungan energi aditif yang dipakai untuk meningkatkan oktan itu beda beda. Secara umum, makin tinggi oktan makin rendah kandungan energinya. Tapi kalau aditifnya ok, penurunan kandungan energi tidak akan banyak. Kalau aditifnya jelek, penurunan kandungan energi akan banyak.

      Berikut contoh kandungan energi. Pertamina kalau tidak salah pakai toluene. Sementara itu aditif penambah oktan yang populer acytelene (thinner cat?) punya kandungan energi lebih besar.

      Suka

      • Kalau kandungan energi dr aditif tambahan utk bahan bakar oktan tinggi macam pertamax turbo ternyata ndak tinggi-tinggi amat, apakah berarti pertamax turbo ini diciptakan hanya demi memenuhi rekues supercar? Maksud saya, cuma sebagai pencegah knocking saja? Kemudian saya pernah baca soal MON (temannya RON). Boleh dibahas di artikel tersendiri?

        Suka

        • Berkurangnya kandungan energi diatasi dengan membuat campuran lebih boros. Oktan tinggi memungkinkan mesin kompresi tinggi. Jadi supercar itu boros karena bensin oktan tinggi kandungan energinya sedikit.

          Iya, rasanya pertamax turbo itu cuma dibuat asal oktannya cukup. performa bisa jadi kalah dengan bensin oktan tinggi yang aditifnya lebih bagus. Curiga juga karena harganya murah. Padahal bensin pertamax racing oktan 100 harganya 42 ribu per liter sementara Pertamax Turbo oktan 98 cuma 9 ribu an. Dijual seharga sama dengan pertamax plus oktan 95.

          Suka

  6. Ane pake motor revo 2009, masih sistem karbu. Riwayat bahan bakar premmium – pertamax – pertaax turbo. Tapi ane rasa aman saja, dan terasa ada peningkatan pas upgrade bahan bakar. Udah 3 minggu pake turbo lancar, lari kenceng , suara mesin jadi lebih halus. Waktu awal stater juga tetep enak gan.
    Monggoh di komen, bagi pecinta oto.
    Alhamdulillah makash bro dapat referensi mengenai teori bahan bakar.

    Suka

    • Bila dibandingkan dengan saat pakai pertamax, maka pertamax plus lebih enak, pertamax turbo jauh lebih nggak enak. Padahal sama sama oktan lebih tinggi dari pertamax.

      Suka

  7. verza kok imagenya loyo bangt ya,,,?
    pdahl verzaq ndak tu,,,,
    oli fastron techno+sunco bbm..pertamax
    knalpot freeflow HRS,,final gear 14-38 (std 14-41)
    gear 1-20kph
    gear 2-50kph
    gear3-70kph
    gear 4-90kph
    gear 5-120kph

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s