Nggak semua suara knalpot racing enak didengar dari sisi penonton


Pada hari minggu kemarin penulis jalan jalan di taman bermain tepi jalan besar. Di situ banyak juga motor sport dengan knalpot racing yang lewat dengan berakselerasi. Namun yang buat penulis kecewa adalah karena kebanyakan suara knalpotnya justru tidak enak didengar.

Bukan karena kerasnya suara tapi suaranya itu sangat membosankan. Suara knalpot racing mereka terdengar monoton. Seakan tidak ada variasinya. Padahal itu dilakukan sambil berakselerasi dan pindah gigi, tapi suara knalpot terdengar seperti motor matik yang jalan konstan.

Padahal motor motor yang lewat pada lumayan, ada CBR150, R25, R15, Ninja 250, dst. Tapi kebanyakan suaranya tidak mencerminkan motor sport. Walau itu motor sport tapi suara seperti tidak ada bedanya dengan suara motor matik yang dikasih knalpot racing.

Penulis jadi makin penasaran setelah mendengarkan suara dari Honda CBR250RR yang sudah pakai knalpot racing yang di share oleh bro Iwan Banaran:
Video aksi Andi Gilang ngetes CBR250RR versi racing di Buriram Thailand……siap tantang Ninja250 & R25 !!… December 5, 2016

Berikut suara sudah penulis keraskan agar lebih jelas:

 

Suara knalpot tersebut mungkin tidak membosankan kalau dibuat pamer bleyer bleyer ketika berhenti. Mungkin juga suara knalpot tersebut enak didengar ketika dibuat pelan pelan. Namun kalau dibuat kencang, suara jadi tidak begitu enak didengar.

Tapi yang di share tersebut masih termasuk lumayan, tidak separah dari yang penulis dengar sendiri di hari minggu.

Yang penulis suka itu yang berikut ini:

Mungkin ada yang berpendapat bahwa kalau Kawasaki Ninja suaranya pasti ok. Menurut penulis tidak tentu. Berikut ini video race dari beberapa ninja. Dan selera penulis lebih ke suara motor ninjanya perekam videonya. Suara yang bervariasi pada semua rpm membuat suara jadi enak didengar.

Penulis juga kurang suka suara dari Ninja berikut dengan alasan yang sama. Kalau pelan memang suara merdu tapi pas kencangnya jadi kurang merdu.

Yang berikut ini suara dari dua Honda CBR250RR dengan knalpot racing berbeda, kurang begitu suka juga. Kalau berhenti mungkin suaranya lumayan. Tapi kalau sudah jalan yang satunya jadi lebih monoton.

Yang berikut ini juga kurang begitu suka

Suara yang penulis dengar di hari minggu itu salah satunya seperti ini:

Ataukan mungkin pembuat knalpotnya memang sengaja hanya memperhatikan suara knalpot kalau lagi motor berhenti atau dipakai pelan saja ya? Suara kalau pas lagi kencang memang diabaikan? atau karena susah untuk membuat suara merdu dari pelan sampai kencang.

Kalau untuk motor Honda, barangkali karena memang susah untuk membuat suaranya merdu? Kalau race suaranya motor kan pada membosankan

Atau memang fokusnya lebih ke tenaga dan bukan suara?

Apa itu juga mengapa kok video promosi tentang knalpot racing selalu dilakukan di motor yang berhenti di tempat?

Entahlah, kalau sudah tahu knalpot harganya mahal, tenaga di harian jadi tidak enak (cuma enak kalau rpm tinggi), motor jadi boros, maka mestinya paling tidak suara jangan sampai membosankan dan nggak asal kencang.

Iklan

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s