Bensin oktan tinggi energinya lebih lemah, alasan jangan pakai Pertamax Turbo kalau sudah pas oktannya


Setelah beberapa hari mengisi bensin dengan pertamax turbo, penulis menyimpulkan bahwa motor penulis benar benar tidak cocok memakai Pertamax Turbo. Sesudah dua kali melakukan isi full tank, hasil malah makin parah. Terakhir dengan 90% pertamax turbo, 10% premium, tenaga rasanya payah. Sehingga ganti oli lebih encer pun (Endure Racing 10W30 + minyak goreng) sama sekali tidak terasa penambahan tenaganya, padahal sebelumnya oli mesin lebih kental (Fastron Techno 15W50 + minyak goreng).

Penulis juga penasaran mengapa setelah pakai modif pro capacitor dan cemenite, pemakaian bensin oktan tinggi justru lebih mengurangi tenaga. Selama ini penulis mengira bahwa di bensin dengan oktan lebih tinggi ada kandungan lain yang sifatnya mengurangi tenaga. Jadi saat mesin sudah tidak lagi ngelitik saat pakai premium, maka tenaga justru berkurang kalau pakai oktan bensin lebih tinggi.

Sepertinya ini juga yang terjadi berdasar kutipan kutipan berikut:

Oktan tinggi energinya lebih sedikit

Kutipan berikut mengatakan bahwa performa bahan bakar racing tidak hanya ditentukan oleh oktan saja namun juga oleh kecepatan pembakaran dan pendinginan.
What are the technical parameters characterising an ELF racing fuel?

Does a racing fuel’s octane number determine its performance?
Not alone. Other parameters are involved: its combustion speed and charge cooling. Thus, a racing fuel intended for Formula 1 will prefer combustion speed to a high octane number.

Kutipan berikut mengatakan bahwa bukan oktan saja yang penting, perlu juga mempertimbangkan kecepatan pembakaran.
Beyond Octane

For a great example of why octane is not the only fuel parameter to ponder, consider the engines used in Formula 1. These engines have compression ratios exceeding 18:1 and spin at RPMs pushing 20,000. Sounds like a candidate for 116 octane race gas, right? Nope – they use a 96 octane fuel!

Kutipan berikut mangatakan bahwa bensin dengan oktan tinggi punya energi lebih rendah dari bensin dengan oktan rendah:
Talk:Octane rating, From Wikipedia, the free encyclopedia

Flame front propagation speeds are not goverened by octane.
High octane fuel actually has fewer BTU compared to low octane fuel; thus LESS ENERGY

 

Oktan bensin yang terlalu rendah memang bisa mengakibatkan masalah, ini beberapa sudah pernah penulis bahas:

Contoh suara engine knock.

 

Sebelumnya penulis juga sudah pernah bahas mengapa kita tidak perlu bensin dengan oktan lebih tinggi:

 

Namun sebelumnya penulis belum benar benar menyelidiki dari sisi kandungan energi. Dan ternyata kandungan energi ini sangat perlu diperhatikan.

 

Aditif untuk penambah oktan

Sebelumnya, penulis mencoba mencari tahu aditif apa yang dipakai pada bensin oktan tinggi. Penulis menemukan kutipan sebagai berikut:

Review of Market for Octane Enhancers
harga-aditif-penambah-oktan-bensin

Produk pertamina sendiri dikatakan memakai aditif ethanol dan toluene:
5 Perbedaan Penting Pertalite dengan Premium, Pertamax dan Pertamax Plus

Pertamax: Dari Segi Pembuatan
Mengandung Ethanol sebagai peningkat bilangan oktannya

Pertamax Plus: Dari Segi Pembuatan
Megandung Toluene sebagai peningkat oktannya.

Informasi spesifikasi dari bensin pertamina bisa dilihat di link berikut:

 

Penulis masih belum menemukan informasi tentang aditif apa yang dipergunakan pada Pertama Turbo. Bila mengacu pada kutipan diatas, maka pilihannya adalah antara ethanol dan toluene. Namun bisa dilihat dari kutipan pertama bahwa harga dari aditif ethanol lebih murah dari toluene. Sementara harga dari bensin Pertamax Turbo dibuat sama dengan Pertamax Plus walau oktannya lebih tinggi. Berdasarkan keuntungan, maka bisa jadi Pertamax Turbo menggunakan aditif penambah oktan pakai ethanol. Bau dari pertamax turbo sih seperti bau permen karet.

Secara penambahan oktan, dikatakan ethanol lebih unggul dari toluene.
MSTRS Meeting – May 5, 2015: Innovative technology solutions for sustainability – Raising Gasoline Octane – The Considerations
oktan-ethanol-dibanding-yang-lain

 

Pertamax Turbo yang dipakai balapan Lamborghini di Eropa rasanya pakai aditif yang berbeda karena informasinya seperti berikut ini:
Pertamina Puts Pertamax Turbo to the Test in Europe

Bambang revealed that Pertamax Turbo was shipped to Europe with RON 100 content. In order to adjust the fuel with Lamborghini’s standards, Pertamax Turbo was mixed with RON 93 fuel and other additive substances to produce RON 98 content.

Seingat penulis, produk pertamina yang RON 100 itu namanya Pertamax Racing yang harganya 50 ribu per liter. Jadi mestinya tidak bisa disamakan dengan Pertamax Turbo di Indonesia.

 

Masing masing aditif punya kelemahan sendiri sendiri. Untuk ethanol kelemahannya sebagai berikut, yang diataranya adalah mudah larut di air dan tidak dapat dikemas dengan cara biasa. Apa ethanol ditambahkannya di pom bensin ya?
Review of Market for Octane Enhancers

Adding 5.7% ethanol to unleaded regular gasoline should raise the octane index, (RON + MON)/2, by about 1.5 octane numbers.

Corn-based ethanol has three major disadvantages in the marketplace:
• It is high priced.
• It is water soluble and cannot be shipped in ordinary petroleum product pipelines.
• It raises the RVP when added to gasoline.

Sementara itu toluene kelemahannya diantaranya adalah mengurangi daya lumas dan bersifat sama seperti alkohol yaitu mengikis karet saluran bensin.
Antiknock agent, From Wikipedia, the free encyclopedia

Toluene at 100% can be used as a fuel for both two-stroke and four-stroke engines; however, due to the density of the fuel and other factors, the fuel does not vaporize easily unless preheated to 70 degrees Celsius (Honda accomplished this in their Formula 1 cars by routing the fuel lines through the muffler system to heat the fuel). Toluene also poses similar problems as alcohol fuels, as it eats through standard rubber fuel lines and has no lubricating properties as standard gasoline does, which can break down fuel pumps and cause upper cylinder bore wear.

Properties of xylenes and ethylbenzene are nearly identical to toluene, with the latter advertised by a refinery as “component of high performance fuels”.

Toluene itu biasa juga dipergunakan di cat atau thinner.
Toluene, From Wikipedia, the free encyclopedia

Toluene is a common solvent, e.g. for paints, paint thinners, silicone sealants, many chemical reactants, rubber, printing ink, adhesives (glues), lacquers, leather tanners, and disinfectants.

 

Kandungan energi pada aditif penambah oktan

Yang membuat penulis agak kaget adalah ketika penulis menjumpai bahwa kandungan energi dari ethanol cuma 2/3 dari bensin biasanya. Ini diungkap di banyak referensi. Beberapa contohnya adalah:
MSTRS Meeting – May 5, 2015: Innovative technology solutions for sustainability – Raising Gasoline Octane – The Considerations
peningkatan-oktan-berdasar-penambahan-ethanol

Dikatakan bahwa campuran ethanol harus dibatasi bila ingin energinya maksimal.

 

Bila dibanding dengan yang lain, kandungan energi dari ethanol memang termasuk rendah. Lebih rendah dari toluene atau acethylene, keduanya merupakan aditif bahan thinner yang populer. Data berikut adalah lower heating value dalam MJ/Kg.
Heat of combustion, From Wikipedia, the free encyclopedia
nilai-heating-value-dari-bahan-bakar

Berikut bila dibandingkan dengan bahan bakar, yang ini data high heating value dalam MJ/Kg.
Heat of combustion, From Wikipedia, the free encyclopedia
nilai-heating-value-dari-komponen-bensin

 

Berubahnya kandungan energi pada aditif tersebut juga membuat berubahnya rasio bensin-udara. Bahan bakar dengan kandungan energi lebih sedikit harus lebih banyak campurannya daripada yang kandungan energinya banyak, udaranya dipersedikit. Grafiknya sebagai berikut:
Racing Fuel Characteristics
hubungan-antara-jenis-bahan-bakar-dari-rasio-ideal-pembakaran

Bisa dilihat bahwa memakai bahan bakar yang kandungan energinya sedikit harus pakai setelan boros.

Pada implementasi nyata bisa kita lihat contohnya pada motor Honda Brazil yang bisa pakai bensin dan alkohol dengan campuran sesukanya. Saat ECU mendeteksi kandungan alkohol lebih banyak maka suplai bahan bakar juga diperbanyak.

 

Melihat dari kandungan energi diatas, maka bensin yang aditif penambah oktannya pakai ethanol tenaganya bakalan kalah sama yang pakai aditif toluene misalnya oktannya disamakan.

Kalau melihat dari pengalaman penulis yang merasakan tenaga pakai pertamax turbo sangat tidak enak maka bisa jadi aditif pertamax turbo pakai ethanol. Penulis pernah mencoba pakai pertamax plus beberapa kali dalam keadaan modif motor yang sama (Suzuki Spin setelan karbu paling irit dan pakai pro capacitor) dan penulis merasakan pakai pertamax plus lebih enak daripada pakai pertamax. Sementara saat pakai pertamax turbo anjloknya tenaga parah sekali, malah jauh lebih parah daripada pakai pertalite. Padahal pakai pertalite tenaga sudah terasa kurang, pakai pertamax turbo ternyata tenaganya jauh lebih berkurang.

Bagi penulis pertamax plus jauh lebih baik daripada pertamax turbo. Pertamax turbo tenaganya dibawah pertalite. Pertalite tenaganya dibawah pertamax. Pertamax tenaganya dibawah Pertamax Plus.

Barangkali ada yang pernah coba membandingkan pertamax plus dan pertamax turbo?

Di kaskus nemu ada yang kecewa karena Pertamax Turbo:
Ada senyawa oli di pertamax turbo ron 98??

Case Closed !!!

daripada memicu perdebatan yang ga bermutu dan gatau cerita jelas nya maka dari itu ane memutuskan untuk menutup kasus ini

Intinya setelah ane telusuri secara logika , menerangkan bahwa secara kebetulan atau yang tidak disengaja bahwa ane lagi apes” nya ngisi di pom yang kurang berkualitas mutu produk ron98 nya jadi KESIMPULAN nya ga semua pom pertaminong yang menjual produk ron98 itu memiliki kualitas yang buruk seperti yg ane alami. Dan ane hanya ingin berbagi keluh kesah kekecewaan sebagai konsumen setia pertaminong terhadap produk yang mereka jual walaupun ane ga punya bukti secara visual maupun digital saat gejala musibah yang ane alami dikarenakan bensin nya udah abis

Untuk info lokasi jelas pom bensin nya ane ga bs ngasih tau kode SPBU nya karena ane hanya berniat untuk sharing aja dan bukan untuk menjatuhkan nama baik SPBU tersebut

Sekali lagi terimakasih atas respon dan pendapat nya daripada suhu dan kaskuser sekalian yang mau meluangkan waktu nya di thread yang saya buat…

Ceritanya rabu pagi ane ngisi bensin di sebuah pom di daerah perbatasan jakarta timur dengan bekasi kalo agan sering lewat kalimalang dari arah halim pom bensin nya itu lokasinya berada disebelah kiri jalan sebelum du*kin donuts sumberarta bekasi , awalnya ane udah sengaja nyisain bensin sampai res kira” estimasi nya masih cukup lah untuk jarak tempuh nya 1,5 kilometer jaraknya dari rumah ane ke pom bensin tersebut. Sebelumnya bensin yg ada di tangki ane itu masih sisa pertamax ron 92 , ane niatkan untuk mengisi kira” 3 liter lebih pertamax turbo ron 98 setelah kelar ngisi keluar lah ane dari pom tsb , ane niatnya mau pergi ke sebuah pusat grosir yg berada di pekayon bekasi , sebelum sampai di tempat grosir tersebut ane terhenti di lampu merah mall metropolitan lalu ane mulai curiga tercium bau seperti asap fogging , padahal ane lg di lampu merah , ane cari” celingak celinguk kiri kanan liat” motor sebelah dan depan ga ada yg ngebul alias motor nya pada normal , lalu ane liat spion belakang , nyessss motor ane ngebul keluar asap putih tp asap nya nyaru” (bukan seperti asap kehabisan oli karna ane tau mana asep oli kering sama asep kebasahan di jetting) lalu ane berhenti lah di depan giant bekasi seberang mall metropolitan , ane standar dua in motor ane ane gantung gas di rpm 3000 bener aja asep nya makin banyak ane lanjutin dah perjalanan tuh gak lama motor gerasa gelitik(knocking) dalam hati wah ada yg ga beres nih padahal ane selalu rajin ganti oli 2 minggu sekali karena motor ane matic keluaran yamaha yg kebetulan ane rubah jeroan nya dari yg standar nya 113 cc menjadi 150cc -+ keesokan hari nya ane ke bengkel abang sepupu ane yg berada di kawasan otista jakarta timur , ane minta tolong untuk cek buka busi ane ternyata warna nya merah bata tp pinggiran drad busi nya ga ada oli sama sekali berarti normal pembakaran busi nya (kalo mesin 4 tak ngebul biasanya dari drad busi penuh oli ketika dibongkar) ga lama setelah ane bongkar sengaja ane diemin dulu sambil mikir kenapa ya ini motor ane , ga lama stengah jam stelah itu temen bengkel jg ada yg berdomisili di sekitar caman bekasi , dia jg mengeluhkan motornya jg mengalami kejadian yang sama kebetulan dia jg mengisi di pom bensin yg sama di daerah tersebut sama seperti lokasi ane ngisi bensin kemarin, tapi dia setelah ngalamin kejadian tersebut , dia langsung kuras tangki bensin nya dan langsung mengganti dengan bensin tetangga sh*ll lalu motornya normal kembali katanya , lalu ane ikutin solusi dari dia dengan mengganti bensin lain , ane isi aja ron92 pny pertamina jg tp sebelumnya ane kuras jg bensin yang ada di tangki dan di mangkuk karburator ,ga lama nyess asep hilang dan lenyap dalam hati ane nyess sedikit lega karena asap putih hilang…..

NB : Kompresi motor ane 12,8 dan sudah diukur pakai buret dan kompresi meter karena ane boore up pun jg ga sembarang ganti piston dan langsung templok asal asalan

Kesimpulan ane ya hati” aja dalam mengisi bensin di pom sekitar daerah anda akan lebih baik jika mengisi di pombensin milik pemerintah yg berkode 31/COCO menurut sepengetahuan ane karena pom bensin yg berkode 34 milik swasta alias franchise dari segi pelayanan pun pom bensin 31/COCO lebih memuaskan ketimbang milik pribadi/swasta

 

Rasanya itu bukan karena ada minyaknya karena menambahkan minyak ke bensin itu justru bisa menambahkan tenaga. Orang jepang ada yang ngereyen dengan menambahi bensin dengan oli. Penulis sendiri pernah menambahkan oli beberapa kali ke bensinnya motor 4 tak. Tidak masalah.

 

Peruntukan pertamax turbo

Dari peruntukan sih pertamax turbo dikatakan cocoknya untuk kendaraan dengan oktan lebih dari 12:
Energia Weekly, 29 Agustus 2016, NO. 34 TAHUN LII

Dengan adanya Gas In Flat Out, Pertamina ingin merangkul kaum muda pecinta otomotif untuk merasakan produk-produk berkualitas dari Pertamina. Produk Pertamax Turbo dengan Octane Number 98 sangat sesuai untuk kendaraan dengan kompresi mesin di atas 12, terutama kendaraan turbocharged yang dimiliki peserta Gas In Flat Out Vol.3.

Pertamax Plus Digantikan Pertamax Turbo, Apa Manfaatnya Bagi Konsumen?

Pertamax Turbo sendiri nantinya lebih cocok digunakan bagi kendaraan dengan perbandingan kompresi lebih dari 12.

 

Mungkin ada yang protes dan bilang bahwa motornya sudah di modif sehingga harus pakai oktan lebih tinggi. Kalau untuk itu mungkin info dari Chevron berikut dapat membantu:
Chevron – Motor Gasolines Technical Review
hubungan-antara-modif-dengan-kebutuhan-oktan-mesin

Ditunjukkan bahwa meningkatkan kompresi mesin 1 angka misal dari 8:1 ke 9:1 atau dari 11:1 ke 12:1 akan meningkatkan kebutuhan oktan bensin 3 sampai 5 (misalnya dari RON 88 +4 jadi RON 92).

Setelan diperirit naik satu rasio maka akan meningkatkan kebutuhan oktan 2 angka. Jadi misalnya dari rasio 12:1 jadi 14:1 maka bensin dari aslinya premium (RON 88) jadi butuh pertamax (RON 92).

Memajukan sudut pengapian 1 derajat membuat kebutuhan oktan naik 0.5 – 0.8.

Suhu naik 6ºC membuat kebutuhan oktan naik 0.5.

Kelembaban turun membuat kebutuhan oktan turun.

Ketinggian tanah naik 300 meter membuat kebutuhan oktan turun 1.5.

Mesin kotor karena kerak karbon bisa membuat kebutuhan oktan naik 1 sampai 13 (wuih!)

 

Jadi contoh parahnya adalah yang punya motor di kota pinggir pantai, pakai siang siang sangat panas, motornya disetel irit, pakai filter ferrox dan knalpot racing, nggak pernah carbon clean, dipakai kencang. Untuk yang begini rasanya pantas deh pakai pertamax turbo. Tapi menurut penulis jangan harap tenaga sip. Pakai oktan tinggi cuma biar nggak knocking saja.

 

Jadi dari keterangan keterangan di atas ada beberapa dugaan mengapa pakai Pertamax Turbo justru mengurangi tenaga:
– Pertamax Turbo cocoknya hanya untuk kendaraan dengan kompresi mesin diatas 12:1
– Kandungan energi dari Pertamax Turbo lebih sedikit
– Untuk bisa enak pakai Pertamax Turbo maka rasio bahan bakar harus diubah lebih kaya
– Pertamax Turbo tidak cocok untuk kendaraan dengan setelan irit
– Pertamax Turbo cocok untuk kendaraan dengan setelan boros atau sudah dimodif
– Kalau sudah pakai modif semacam pro capacitor dan cemenite yang membuat bensin premium RON 88 tidak ngelitik, maka pakai pertamax turbo rugi banget karena selain tenaga kurang, mesin jadi boros, harga bensin lebih mahal.
– Pertamax turbo bisa jadi pakai aditif ethanol yang bikin tenaga ngedrop, beda sama pertamax plus yang pakai aditif toluene.

Pertamax turbo tetap sangat disarankan bagi mereka yang butuh, daripada mesinnya rusak kena knocking. Bagi mereka yang nggak butuh, mending nggak usah.

Tapi misalnya setelan mesinnya boros berlebihan, maka pakai pertamax turbo bisa jadi sip banget karena kalau pakai bensin pertamax atau premium campuran bensin bablas melebihi stoichiometri, sehingga bukannya dapat tenaga tapi cuma dapat boros dan lemot. Namun setelah pakai pertamax turbo campuran bensin jadi lebih pas, sehingga tarikan bisa lebih enak walau masih boros.

19 respons untuk ‘Bensin oktan tinggi energinya lebih lemah, alasan jangan pakai Pertamax Turbo kalau sudah pas oktannya

  1. Wah, sama kasusnya. Cuma di daerah saya ngga ada Pertamax Turbo. Adanya Pertamax, pas pake Pertamax agak boros tetapi mesin meraung tinggi. Pas pake Pertalite irit tetapi mesin meraung agak kecil. Motor Jupiter Z1, kompresi 9,5:1

    Suka

    • Kalau pertamax masih lumayan. pakai pertalite kerasa penurunannya kalau sudah lama pakai premium, kalau gonta ganti pertalite dan premium terasa lebih lemah premiumnya. Tapi pertamax turbo jauh lebih lemah lagi. Pakai pertamax turbo rasanya sama seperti kalau pasang orgonite di bagasi matik, waktu itu top speed turun dari 100km/jam jadi 90km/jam.

      Suka

  2. Saya pernah punya Honda Variabel 125 ISS, beli dari baru selalu isi Shell V-Power. Dua tahun kemudian isi Pertamax Turbo, perbedaan paling terasa power-nya dari bawah sampai ke atas, hanya saja mesin jadi terdengar lebih kasar. Boros pun karena saya keranjingan narik motor, sebab tenaga ngisi dari bawah sampai atas.

    Pernah punya juga Ninja dua tak—kompresi 6,9:1, dari awal beli baru selalu isi Pertamax Plus. Sekali waktu isi Pertamax motor rasanya jadi berat dan suara mesin kasar.

    Pun tahun 97, saya beli Honda Astrea Grand bekas, selalu isi Super TT 98, tidak pernah ada masalah sama sekali. Power pun sangat terasa bedanya.

    Ketiga motor di atas selalu konsisten penggunaan olinya menggunakan merek yang sama.

    Idealnya, untuk mengetahui dampak-dampaknya, uji perbandingan dilakukan pada motor yang standar, bukan yang sudah diganti oli segala macam, dimodif, dll. Karena kalau anekdotal, walaupun didukung data ilmiah, sangat tidak menggambarkan dampak Pertamax Turbo, baik secara positif atau negatif. Lebih mirip cocoklogi saja.

    Suka

    • Terima kasih sharingnya. Memang mofif bisa merubah hasil. Namun menurut saya kalau motornya modif tidak perlu motornya distandarkan dulu kalau mau membandingkan bensin, karena toh pakai motornya sehari hari selalu pakai modif. Apalagi kalau modifnya bikin tenaga motor lebih enak daripada kalau pakai bensin oktan tinggi. Kalau untuk saya tanpa modif tarikan jadi nggak enak banget.

      Inti artikel ini adalah pakai pertamax turbo tidak selalu positif. Sebaiknya dicoba sendiri tanpa terpengaruh hasil yang lain. Kalau merasa justru makin nggak enak maka itu bukan salah perasaan.

      Motor bro sepertinya cenderung enak oktan tinggi. Menurut saya vario dan grand itu kompresi tinggi dan setelan nggak irit. Ninja 2 tak rasanya tetap butuh oktan tinggi walau kompresi rendah. Perlu disamakan dengan mesin turbo yang punya kompresi lebih rendah tapi butuh oktan tinggi. Mungkin udara yang masuk ke mesin 2 tak lebih banyak daripada mesin 4 tak sehingga butuh oktan tinggi walau kompresi rendah.

      Suka

  3. Betul….bbm dan oli mesin harus cari yg pas.
    Tergantung yg bawa dan kebiasaannya serta karakter orang.motor ane cr 9.5 : 1 coba pake premium,pertalite,pertamax,shell, ternyata di cek hasil pembakaran di busi merah bata =pertalite dan power dan torsi benar benar keluar….selain itu oli mesin juga byk pengaruh…

    Suka

    • Iya, bensin yang cocok untuk yang lain belum tentu cocok untuk kita. Harus coba sendiri.

      Setelan campuran bahan bakar juga sangat menentukan. Kalau setelannya irit efeknya akan jauh beda dengan kalau setelannya terlalu boros. Kalau setelan boros akan lebih enak bensin yang kandungan energinya rendah.

      Jadi motor injeksi yang sensor oksigennya sudah soak dan jadi sangat boros (contoh mio J yang sudah kepakai 3 tahun), yang mesinnya penuh kotoran karbon maka pakai pertamax turbo bisa jadi akan terasa mantap tenaganya. Namun untuk motor baru setelan irit dengan kompresi rendah akan jadi tidak enak kalau pakai pertamax turbo.

      Disukai oleh 1 orang

  4. Ane pernah dulu iseng bakar sampah pake pertamax, alhasil tidak langsung terbakar ala minyak tanah maupun bensin… Sekitar 5 detik… BOOOM…. meledak om…!!!

    Jadi menurut ane, oktan tinggi butuh panas yg lebih, kaitannya dengan kompresi mesin dan derajat timming pengapian…

    Suka

    • Iya, memang butuh suhu atau tekanan yang cukup. Problemnya adalah usaha untuk meningkatkan oktan itu macam macam caranya, dan pertamina sepertinya pilih cara yang mengurangi kandungan energi.

      Suka

  5. berartti bukan cuma ane aja yg ngerasa pake P-Turbo malah tenaga NCB ane jd agak ngeden, kmrin pake P-Plus terus, enak, tapi gliran P-Turbo kok ngeden, mau balik lagi P-Plus, tapi P-Plus udah ga adaaaa… 😥

    Nyari Shell di jogja belum masuk

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.