Aditif oli semacam Lupromax atau nano energizer itu berguna, tapi tetap ada resiko bila dipakai berlebihan


Saat membuat artikel tentang spash kemarin penulis menemukan ada yang bilang bahwa menggunakan minyak goreng sebagai aditif itu sesat, mending pakai lupromax saja yang sudah jelas aditif oli. Membaca itu penulis jadi penasaran, sebenarnya lupromax itu aditif yang seperti bagaimana. Menarik juga karena postingnya di grup oli, sementara itu yang penulis tahu semua pabrikan oli bilang bahwa oli mereka tidak perlu ditambahi aditif oli. Menambah aditif oli justru bisa mengganggu keseimbangan kerja oli, karena aditif oli saling berinteraksi dan bisa mengganggu kerja yang lain bila keseimbangan berubah.

 

Mengupas aditif oli itu susah karena kandungannya tidak dibeberkan semua. Di website resminya, terlihat lupromax itu jualannya pelumas dan aditif:
Lupromax

Di websitenya ada poster sebagai berikut:
revolutionary-technology-lupromax

 

Aditif yang bereaksi terhadap panas itu ada dua, yang satu adalah aditif anti wear (contoh ZDDP), sementara satu lagi yang butuh panas / tekanan lebih ekstrem adalah aditif extreme protection (contoh MoS2). Perbedaan sudah pernah penulis bahas di artikel berikut:

 

Sayangnya keterangan yang ada tidak bisa menjelaskan kemampuan dari aditif Lupromax:
LUPROMAX-EA, Premium Quality Engine Oil With Metal Conditioner Additive, MEETS U.S. MIL-I-46152B

LUPROMAX-EA is a proprietary metal and engine oil conditioner. It was originally designed for use in gear boxes and crank cases. However LUPROMAX-EA concentrate demigrates numerous properties when mixed with lubrication fluids, making it a very versatile additive for numerous lubrication applications. It is a non-particulate, non-harmful environmentaly friendly metal conditioner, thus, eliminating the fear of clogging your oil-filter.

 

Namun untungnya keterangan di website resmi yang di Indonesia bisa lebih membantu dalam mempelajari efek dari pemakaian aditif oli Lupromax.

Website resminya ada di link berikut:
LUPROMAX® EA – ENGINE ADDITIVE

Disebutkan sebagai berikut:

Dengan teknologi terkini, yakni Heat Activated Technology (HAT) dari Magna International Canada Inc, LUPROMAX® EA – ENGINE ADDITIVE berfungsi:
– Meningkatkan Daya Lubrikasi dari oli yang biasa digunakan (LUBRICATES).
– Perlindungan Maksimum dalam Kondisi Extreme (PROTECTS) sehingga mampu mengurangi tingkat kerusakan dan gesekan pada mesin.
– Meningkatkan Performa Mesin (MAXIMIZES), yakni:
– Membuat Suara Mesin Lebih Halus
– Membuat Tarikan Lebih Enteng
– Menambah Tenaga dan Akselerasi
– Menurunkan Emisi Gas Buang dan Menghemat Bahan Bakar.
– Memperpanjang 2 X masa penggantian oli.

Penjelasan lebih lanjut bisa dilihat pada tab tab selanjutnya. Berikut dari tab “Mekanisme”:

LUPROMAX® EA – ENGINE ADDITIVE merupakan formula khusus oli aditif yang mampu menjawab tantangan tersebut, dimana dengan teknologi “elastro-dynamic lubrication”, LUPROMAX® EA – ENGINE ADDITIVE akan menurunkan tegangan permukaan pada metal, sehingga akan memberikan perlindungan maksimum terhadap gesekan (friction) yang dapat ditimbulkan oleh kondisi kelebihan beban (over load), kelebihan panas (over heat) dan kecepatan (over speed), bahkan LUPROMAX EA – ENGINE ADDITIVE sanggup memberikan perlindungan terhadap mesin kendaraan dalam kondisi extreme yakni dalam keadaan kebocoran oli total, namun mesin kendaraan masih tetap dapat berjalan untuk sementara waktu tanpa terjadi permasalahan dan kerusakan lebih lanjut.

 

Dari keterangan itu dikesankan bahwa lupromax memberikan perlindungan terutama pada kondisi ekstrem. Aditif yang aktif pada kondisi ini disebut dengan aditif extreme protection, tidak sama dengan aditif anti wear. Aditif anti wear bekerja terutama membantu saat mesin dingin. Sementara aditif extreme protection bekerja saat terjadi tekanan besar yang meninbulkan suhu tinggi.

Sementara itu tahap pelumasan “elastro-dynamic lubrication” itu sepertinya mirip dengan kondisi pelumasan elastohydrodinamic, dimana oli sudah tidak lagi mampu menahan tekanan sehingga dari dua permukaan logam yang bergesekan jadi ada yang bersinggungan.

Sehingga dari dua keterangan itu jelas bahwa aditif lupromax bekerja terutama sebagai aditif extreme protection.

Ini beda dengan aditif minyak goreng / minyak kelapa sawit dimana aditif bekerja pada tahap pelumasan hydrodinamic, yang tujuannya meningkatkan film strength, membuat oli menjadi lebih mampu mencegah bertemunya kedua permukaan logam yang bersinggungan.

 

Kesan tersebut juga diperkuat di keterangan di tab “Pengujian”:

hanya dalam tempo 15 menit setelah produk LUPROMAX® EA – ENGINE ADDITIVE dituangkan ke dalam mesin akan membuat suara mesin kendaraan menjadi lebih halus, tarikan lebih enteng, menambah tenaga serta meningkatkan akselerasi pada mesin kendaraan.

Aditif Lupromax butuh waktu 15 menit untuk bisa membuat mesin terasa lebih halus dan enteng tarikannya. Ini sepertinya adalah waktu yang dibutuhkan agar aditif logamnya bekerja, dimana aditif butuh panas dan tekanan baru bisa aktif.

Ini berbeda dengan aditif dari minyak goreng atau bila pakai modif pro capacitor yang bisa membuat mesin menjadi lebih halus dan enak tarikannya hanya dalam beberapa detik saja.

 

Keterangan selanjutnya juga memperkuat dugaan bahwa aditif lupromax adalah aditif extreme protection:

Hal yang tidak kalah menarik, LUPROMAX® juga telah melakukan Uji Coba Kedahsyatan Produk LUPROMAX® EA – ENGINE ADDITIVE dan berhasil memecahkan REKOR MURI bahkan REKOR DUNIA, dalam Ketahanan Mobil dan Motor Berjalan Tanpa Pelumas, dimana mobil menempuh jarak sejauh 283,8 KM selama 8 jam 5 menit dan motor sejauh 242,8 KM selama 8 Jam 10 menit dalam kondisi tanpa oli sama sekali.

Motor dijalankan tanpa oli tapi masih bisa berjalan normal. Ini merupakan ciri aditif extreme protection karena aditif tersebut membuat lapisan pelapis padat yang tahan terhadap tekanan dan suhu panas sehingga logam aslinya tidak aus. Tidak dijelaskan apakah oli dikuras saat mesin masih dingin atau setelah mesin panas. Saat kendaraan digeber ekstrem, maka aditif akan membentuk lapisan pelindung yang akan tetap melindungi walau olinya sudah dihilangkan. Karena memang tujuan dari aditif extreme protection adalah untuk itu.

Penjelasan detil tentang pelumas extreme protection bisa dibaca di artikel berikut:

 

Kemudian berikutnya disebutkan uji scar test yang umum dipakai sebagai cara pengujian aditif anti wear / extreme protection:

Dari hasil pengujian dengan menggunakan alat uji Timken Load Machine (ASTM D 2782 Test Method), LUPROMAX® EA – ENGINE ADDITIVE terbukti dapat mengurangi gesekan (friction) pada Timken Bearing dan membuktikan bahwa produk LUPROMAX EA – ENGINE ADDITIVE dapat meningkatkan daya lubrikasi dari pelumas serta mampu memberikan perlindungan maksimum dalam kondisi extreme sekalipun.

Penjelasan dari ASTM D2782 adalah sebagai berikut:
ASTM D2782 – Standard Test Method for Measurement of Extreme-Pressure Properties of Lubricating Fluids (Timken Method)

This test method is used widely for the determination of extreme pressure properties for specification purposes.

This test method covers the determination of the load-carrying capacity of lubricating fluids by means of the Timken Extreme Pressure Tester.

Bisa dilihat bahwa uji yang dilakukan adalah uji yang memang ditujukan untuk menguji kemampuan perlindungan extreme pressure. Jadi jelas tidak bisa dibandingkan dengan minyak goreng yang tujuannya untuk meningkatkan film strength dari olinya sendiri, dan bukan untuk meningkatkan perlindungan extreme pressure.

Sudah dijelaskan di artikel sebelumnya bahwa dari sisi kekuatan, film strength atau daya perlindungan dari lapisan cair (oli) akan kalah kuat dari film strength atau perlindungan lapisan padat (aditif extreme pressure). Tapi tentu harus diingat bahwa waktu aktifasi dari pelumas padat tidak bisa langsung dan butuh suhu dan tekanan ekstrem terlebih dahulu. Sementara film strength oli akan bekerja selama kecepatan sliding, suhu dan tekanan masih dalam ambang batas kemampuan oli.

Untuk perlindungan, penulis lebih memilih mengutamakan film strength dari olinya dulu, sependapat dengan 540 Rat. Karena sebagus bagusnya aditif anti wear atau extreme protection pasti harus diawali dengan aus dulu sebelum mulai berfungsi. Sementara itu film strength oli yang kuat bisa mencegah terjadinya aus.

 

Yang menarik, ada juga uji dynonya:

Pada saat penambahan 6 % produk LUPROMAX® EA – ENGINE ADDITIVE, kendaraan hanya dijalankan selama 15 menit sebelum dilaksanakan pengujian DYNO TEST. Hal ini dimaksudkan untuk mengukur seberapa besar peningkatan tenaga (horsepower) dan torsi (torque) dalam tempo 15 menit setelah produk LUPROMAX® EA – ENGINE ADDITIVE dituangkan ke dalam mesin kendaraan.

Dari hasil pengujian DYNO TEST didapatkan bahwa dalam tempo 15 menit setelah penggunaan produk LUPROMAX® EA – ENGINE ADDITIVE diperoleh peningkatan Max Wheel Power sebesar 1,3 HP dan Wheel Torque Condition sebesar 2,6 FtLb. Hasil pengujian DYNO TEST ini menunjukkan bahwa produk LUPROMAX®dalam tempo 15 menit setelah produk LUPROMAX® EA – ENGINE ADDITIVE dituangkan ke dalam mesin kendaraan akan membuat tarikan menjadi lebih enteng, menambah tenaga dan meningkatkan akselerasi pada mesin kendaraan.

Sayangnya tidak disebutkan oli apa yang dipakai pada kendaraan yang diuji. Kalau olinya jelek tentu efek penambahan aditif akan jadi sangat membantu sekali.

Kalau dari grafik dyno terlihat cuma nambah di rpm tingginya saja;
hasil-uji-dyno-lupromax

Kalau yang berubah hanya di rpm tinggi saja maka itu bisa jadi karena mesin kena hambat dengan jeleknya oli sebelum tambah aditif. Kalau dari grafik torsi terlihat bagus hasil aditif Lupromax karena terlihat naiknya. Namun penulis heran juga dengan bentuk grafik torsi yang naik turun. Apa normalnya seperti itu ya? Grafik tenaga juga terlihat tidak mulus, turun mendekati rpm tinggi.

 

Juga ada uji long drainnya:

Pengujian analisa pelumas dilakukan di PT. CORELAB INDONESIA untuk menguji apakah setelah kendaraan menempuh jarak 25.000 Km, pelumas yang telah diberikan 6% produk LUPROMAX® EA – ENGINE ADDITIVE masih memenuhi persyaratan untuk digunakan.

Pengujian dilakukan dengan mengunakan:
Kendaraan : Toyota Avanza 1300 G
Nomor Kendaraan : B 117 CQ
Tahun Pembuatan : 2008
Pelumas : Gasoline Engine Oil
Tipe Pelumas : MESRAN 20W-40
Dosis LUPROMAX EA : 6 %
Tanggal Pengujian : 22 Juni 2011
Dari hasil pengujian di Laboratorium PT. CORELAB INDONESIA, diperoleh hasil bahwa setelah menempuh jarak 25.000 KM, pelumas yang telah mengandung 6% produk LUPROMAX® EA – ENGINE ADDITIVE, masih dapat digunakan dan masih memenuhi persyaratan.

hasil-uji-lab-aditif-oli-lupromax

Namun penulis heran juga mengapa kolom fuel dilution dan oxydation kok kosong. Karena biasanya menentukan layak tidaknya oli dipakai terus rasanya juga mempertimbangkan fuel dilution dan oxydation.

Sayang juga tidak ada before dan afternya untuk melihat apakah terjadi perubahan kekentalan. Kalau dari yang penulis tahu, pada saat pemakaian kekentalan biasanya turun karena fuel dilution. Lalu bila telat lama tidak diganti olinya maka kekentalan akan naik karena oxydation.

Nilai Kinematic Viscosity hasil oli yang diuji sepertinya mengindikasikan peningkatan kekentalan. Karena kalau dilihat di rangenya, 17.10 sudah termasuk SAE 50:
grafik-range-sae

Penulis tidak bisa cari datasheet untuk Mesran 20W-40. Kalau untuk yang SAE 40 seperti berikut ini:
spesifikasi-oli-mesran

Sayang juga analisa oli tidak bisa menunjukkan shear stability, kemampuan pembersihan dan pelarutan oli. Tidak tahu juga apakah terjadi kerak dan lumpur oli. Masalah yang sering terjadi bila drain interval terlalu lama adalah timbulnya kerak dan lumpur oli.

 

Aditif Nano energizer juga efeknya senada dengan Lupromax:
Sekilas Penjelasan Mengenai Nano Energizer

Apa efek dari Nano Energizer?
Setiap kali mesin kendaraan beroperasi, maka Nano akan terbawa oleh oli mesin. Secara perlahan-lahan partikel keramik di Nano Energizer akan menutup lubang atau aus yang ada di dinding mesin dengan mengandalkan tekanan tinggi di ruang bakar. Cara kerjanya persis seperti menambal gigi, tetapi dilakukan secara perlahan-lahan. Akibat penutupan lubang atau aus ini, kompresi akan segera meningkat. Artinya pembakaran bisa dilakukan lebih efisien, bunyi dan getaran berkurang serta polusi berkurang. Efek paling sedikit, setelah menggunakan Nano Energizer, semua pemakai Nano Energizer berkomentar hal yang sama, yaitu suara mesin lebih halus dan tidak perlu overhaul setelah menggunakan Nano Energizer.

Aditif nano energizer juga tidak langsung terasa efeknya dan butuh beberapa menit baru mulai terasa:

Kapan Efek Nano Energizer Dirasakan?
Untuk motor, Efek Nano Energizer akan mulai terasa pada jarak tempuh 200-500km. Sedangkan untuk Nano Energizer untuk mobil akan terasa pada jarak 1000-1500km. Selama menuju jarak tersebut, akan dirasakan secara perlahan-lahan suara mesin dan getaran menurun, selain asap yang berkurang. Suara dan getaran yang menurun ini akan membuat anda terkagum-kagum dengan bagaimana pekerjaan Nano Energizer bekerja. Harganya relatif tidak mahal untuk sebuah kepuasan mengendara jangka panjang. Banyak pengguna Nano Energizer yang karena kagumnya memberikan testimonial bahwa hanya suara ban saja yang didengar sepanjang perjalanan, sedangkan suara mesin tidak lagi terdengar.

Hasil test Nano Energizer….emang beda bro!!

Awalnya memang belum terasa beda. Namun…seiring pertambahan jarak tempuh….vibrasi mesin juga ikut berkurang. Tarikan lebih enteng khususnya pada low RPM. Weleh…..apa sugesti ya. Maklum mzbro…perasaan bisa saja membuat penilaian tidak obyektif. Mencoba mendapatkan testi dari orang lain…IWB juga melibatkan nyonya sebagai owner sang kuda besi. Impressinya??. ” Iyo mz…motore dadi rodo enak. Bedo rasane (Iya mz…motor jadi enakan…beda rasanya red). Wah…keren juga nih cairan. Ternyata terbukti bukan isapan jempol mzbro….

Review dan Testimoni Efek Penggunaan Nano Energizer

Efek setelah menggunakan produk ini sejauh 100 KM di motor yang baru menempuh 5.000 KM:
– Suara mesin lebih halus sedikit saja.
– Biasanya di RPM 8.000 getaran mesin sampai ke jok, nah ini agak berkurang. Getaran baru terasa sama jika di gas sampai RPM 9.000. Artinya getaran sedikit lebih teredam
– Perpindahan Gigi menjadi lebih empuk
– Pada pagi hari biasanya 200NS kalu distarter harus menggunakan Choke, supaya mesin tidak mati. Tapi ini tidak perlu di choke lagi, cm agak di gas dikit kemudian dilepas, mesin tidak akan mati
– Panas mesin sedikit berkurang
– Produk ini diklaim untuk menghemat BBM akan tetapi Saya masih belum merasakan penghematannya di pemakaian 100 KM.

Juga ada pengujian ekstremnya:

 

Ada beda sedikit yaitu sepertinya produk nano energizer ini cocok juga dipergunakan untuk motor dengan kopling basah.

 

Aditif Xado:
BAGAIMANA CARA KERJA XADO?
xado

XADO Revitalizant merupakan smart nanotechnology yang menghadirkan solusi pemulihan total pada permukaan logam yang aus di area yang bergesekan. XADO memulihkan komponen-komponen sampai pada ukuran awalnya dan melapisinya dengan lapisan baru berupa ceramic-metal yang sangat keras dan licin. Revitalizant akan bekerja pada permukaan logam yang saling bergesekan dan terjadi tekanan.

Penting untuk dipahami bahwa Revitalizant bukanlah pelumas dan bukan pula aditif yang hanya menutupi gejala keausan komponen logam dimana efeknya akan menghilang ketika pelumas diganti yang baru . Revitalizant bekerja memperbaiki logam, atom demi atom, dimulai dari melapisi goresan-goresan pada bidang gesekan yang mengakibatkan keausan. Kemudian melapisi permukaan logam tersebut dengan membentuk lapisan keramik-metal untuk mencegah keausan selanjutnya.

Dari penjelasan tersebut terkesan bahwa aditif Xado berfungsi berbeda dari aditif extreme modifier dan lebih ke aditif solid. Entah bagaimana cara aditif tersebut membedakan permukaan yang perlu dilapisi dan yang tidak perlu. Kalau aditif diatas yang dilapisi adalah yang permukaannya timbul panas.

Aditif Xado juga tidak meningkatkan film strength dari oli dan fungsinya membentuk lapisan baru pada logam. Tidak dijelaskan efek aditif ini terhadap aditif pembersih.

 

Kesimpulannya, aditif lupromax dan nano energizer itu sepertinya aditif yang mengandalkan solid lubrication, aditif yang membuat kendaraan berjalan tanpa oli. Bekerja terutama pada kondisi ekstrem berdasarkan sifat dari aditif extreme protection. Butuh waktu beberapa menit sebelum aditif aktif dan membuat mesin enteng dan halus.

Ini berbeda dengan aditif minyak goreng atau alat semacam pro capacitor yang berfungsi meningkatkan film strength. Efek bekerja spontan, tidak butuh waktu lama untuk membuat mesin enteng dan halus. Menambah oli sangat kental juga membuat mesin lebih halus secara spontan, tapi tarikan jadi berat.

 

Aditif extreme protection biasanya dibuat dari bahan Graphite, MoS2 atau WS2.

Aditif extreme protection berguna terutama bila kondisi mesin ekstrem, misalkan pada saat mesin overheat atau bekerja dengan beban berat. Namun pemakaian sebaiknya jangan berlebihan karena setahu penulis aditif extreme protection mengganggu kerja aditif lain seperti anti karat dan pelarut / pembersih.

Aditif extreme protection ini sifatnya konsumtif. Yang artinya setelah aditif aktif dan bereaksi terhadap logam, maka setelah lapisannya aus tidak akan bisa kembali jadi aditif lagi tapi menjadi kotoran yang akan dibersihkan oleh aditif pelarut / pembersih. Jadi lama lama akan habis dan juga mengurangi kemampuan aditif pelarut/pembersih. Penambahan aditif extreme protection perlu mempertimbangkan umur pemakaian (butuh seberapa banyak) dan jangan sampai menggganggu fungsi pembersih (tidak boleh terlalu banyak)

 

Pemakaian aditif semacam lupromax rasanya juga harus dibatasi pada motor dengan kopling basah karena pemakaian berlebihan bisa mengganggu kerja kampas kopling. Ini sudah penulis bahas di artikel yang membahas soal molybdenum di aditif oli liqui moly. Sementara itu aditif semacam nano energizer sepertinya aman untuk motor kopling basah karena dibuat dari bahan berbeda.

 

Yang menguji situasi dimana oli dikuras tidak hanya Lupromax atau nano energizer saja. Beberapa aditif oli lain juga melakukan demo mesin dijalankan tanpa oli. Seperti contohnya duralube:

 

Beberapa juga pakai uji pelumasan pakai one arm bandit. Namun cara itu sebenarnya tidak mencerminkan keadaan sebenarnya di mesin. Cara itu juga bisa menipu. Video berikut memberikan penjelasan mengapa one arm bandit bukan cara yang bagus untuk menguji oli

 

Dalam video dijelaskan bahwa alat tersebut menguji aditif extreme pressure. Dan kemampuan mencegah kelicinan akan sangat bergantung pada cara pengoperasian. Jadi misalkan alat dioperasikan secara singkat tanpa menunggu daerah kontaknya panas, maka angka yang dihasilkan akan jelek. Namun bila alat dioperasikan sedikit demi sedikit sambil menunggu kontaknya panas maka angkanya akan bagus. Jadi walau produknya sama persis hasil bisa beda jauh tergantung cara pengoperasiannya. Di video juga ditunjukkan sampoo head & shoulder menghasilkan angka jauh lebih bagus dari oli yang dicoba.

Harus diingat juga bahwa semua percobaan itu menghasilkan aus seberapapun kecilnya. Bila oli masih bisa melindungi diantara permukaan logam yang bersinggungan, maka aus ini tidak akan terjadi. Oleh karena itu penulis menganggap aditif yang meningkatkan film strength sangat penting, oleh karena itu penulis pakai minyak goreng sebagai aditif. Penulis belum tahu produk aditif oli apa yang bisa meningkatkan film strength dari cairan. Produk aditif oli yang ada semuanya meningkatkan film strength dengan menambah padatan, yang membentuk lapisan pelindung padat pada logam. Memang film strength dari pelindung padat ini jauh lebih kuat, tapi itu harus diawali dulu dengan aus / gesekan yang menimbulkan panas.

 

Aditif anti wear yang berbahan ZDDP semacam merek STP biasanya tidak didemokan dengan cara yang sama dengan aditif extreme protection. Mereka biasanya diiklankan sebagai aditif untuk membantu inreyen atau engine break in. Bila di uji tekanan ekstrem maka hasilnya akan kalah jauh dengan aditif extreme protection, karena memang perlindungan aditif anti wear kalah kuat dengan aditif extreme protection. Aditif anti wear berguna terutama untuk melindungi mesin saat mesin pertama dinyalakan, dimana pada kondisi tersebut walau tidak esktrem oli masih belum bisa sempurna melindungi mesin.

Video perbandingan aditif anti wear STP lawan aditif extreme protection Dyna-lube:

 

Beberapa produk aditif yang sering melakukan demo seperti itu akhirnya di ban oleh FTC karena dianggap klaim soal perlindungan mesinnya menipu. Ini bisa dibaca di link berikut:
THE NOT-SO-CLEVER CLASSIC OIL ADDITIVES

Yang kena teguran bukan cuma produk aditif saja, tapi juga pabrik oli Shell dan Castrol yang dianggap menayangkan iklan tidak sesuai kenyataan. Berikut link ke website resmi FTC:
Shell and Castrol Settle FTC Charges

Lupromax dan nano energizer sepertinya tidak dijual di Amerika, paling tidak walmart tidak jualan. Di walmart tersedia produk aditif oli dari Marvel mystery oil,STP, Slick 50, Hyperlube dan Lucas oil.

 

Sayang kita tidak bisa membandingkan seberapa bagus anti wear pada produk aditif oli Lupromax ataupun nano energizer berdasar uji yang terstandarisasi. Nano energizer tidak punya produk oli ataupun datasheet. Sementar angka anti wear tidak tercantum pada datasheet dari oli Lupromax berikut:
LUPROMAX RAZER 4T RACING – Fully Synthetic Engine Oil 10W-40
datasheet-lupromax-razer-10w40

 

Rasanya produk oli yang menampilkan angka anti wear hanya Amsoil saja. Seperti contohnya berikut ini, dimana nilainya adalah 4.00 mm untuk sliding contact (ASTM D4172), dan 0mm goresan dari 13 kali pass untuk uji gir (ASTM D5182) (terima kasih sudah dikoreksi bro Mushasdian).
10W-40 Synthetic Motorcycle Oil
datasheet-amsoil-motorcycle-10w40

 

Pabrik oli sendiri memberikan warning bahwa terlalu banyak aditif extreme protection dapat meningkatkan resiko korosi dan karat. Oli yang biasa punya banyak aditif extreme protection adalah ATF, oli untuk transmisi.
Oil film strength of Mobil 1™ compared with Royal Purple

There are certain oils in the market today that use EP (extreme pressure) additives in their engine oil that are really designed for gear oils and not engine oils. Extreme pressure additives are typically not used in engine oils for a number of reasons, but the most important reason is that they can cause engine corrosion over time.

The Critical Role of Additives in Lubrication
If a high concentration of an anti-wear agent is added to the oil, the corrosion inhibitor may become less effective. The result may be an increase in corrosion-related problems

Oleh pabrik oli ATF dilarang dipakai sebagai oli mesin.
Mengupas efek menambah oli HDEO dengan oli ATF dari sisi pabrik oli menunjukkan beberapa kekurangan oli ATF sebagai oli mesin

Dikatakan bahwa aditif EP meningkatkan aus karena sifat mereka yang sangat reaktif.
Industrial Tribology: Tribosystems, Friction, Wear and Surface Engineering

typically, EP additives increase wear effect due to their high reactivity, this differentiation cannot be precise, there being many additives that may be related to either group

Karena aditif extreme protection bersifat menempel pada permukaan logam, maka ini akan mencegah fungsi aditif lain yang juga butuh menempel pada logam untuk mencegah karat dan membersihkan mesin.
The Truth About Zinc & Motor Oil

detergents and dispersant additives in motor oil actually compete against the Zinc in your engine. That’s right. Zinc is not alone in your motor oil. Several other additives like detergents, dispersants, viscosity index improvers, and others all compete against the Zinc inside your engine – sometimes with negative consequences.

Yang berikut katanya profesor yang katanya terkenal di bidang oli.
Selection of the Right Motor Oil for the Corvair and other Engines By Richard Widman

We tend to think of “additives” as simple products like salt or pepper. In reality they are extremely complex. Some of the additive packages used contain moly, boron, or other substances and non polar compounds. Both moly and boron, for example are good antioxidants. High loads of moly can be good for anti-wear, but also add to total ash content, fouling valves, and forming deposits. Total sulfated ash content needs to be restricted by limiting the amount organic-metallic additives to limit deposits.

It should also be noted that ZDDP is activated by heat and pressure. Until an engine warms up the layer left from the day before is wiped off and not replaced. This is another reason not to race an engine until it is hot and to maintain a working thermostat in your cooling system. The formulation of motor oils is like the formulation of a soup, a cake, or anything else that uses a lot of ingredients that interact with each other. The premise going into the API studies was that all of those additive packages would perform well.

Since the additives are polar, they fight for surface area. The addition of extra ZDDP usually results in reduced cleanliness, higher engine temperatures and more deposits. Some studies have shown that going past 1400 ppm of phosphorus will increase wear over the long term, and going above 2000 ppm will begin to break down iron and result in camshaft spalling.

 

Perlu diuji apakah dengan menambahkan lupromax atau nano energizer pada oli semacam amsoil akan bisa memberikan nilai tambah dari sisi extreme protection. Perlu juga diuji dengan oli yang dikatakan sudah mengandung aditif extreme protection, seperti contohnya Liqui Moly, Enduro matic dan Yamalube matic.

Kalau untuk minyak goreng, bro nunu melapor bahwa menambahkan minyak goreng pada oli amsoil 0W20 membuat mesin makin halus. Karena menambahkan minyak goreng pada oli semacam amsoil masih terasa bedanya, maka menambahkan minyak goreng pada oli yang sudah pakai aditif lupromax ataupun nano energizer mestinya juga akan tetap bisa membuat mesin lebih halus juga.

 

Anjuran pemakaian Lupromax sebagai berikut:

– 4 Liter Oli Mobil + 150 ml LUPROMAX Engine Additive
– 1 Liter Oli Sepeda Motor + 30 ml LUPROMAX Engine Additive

Harga untuk 150ml adalah Rp 130 ribu. Harga untuk 30ml adalah Rp 39 ribu. Dibanding dengan nano energizer, kalau untuk mobil Rp 150 ribu, untuk motor Rp 75 ribu.

Harga segitu mestinya bisa untuk beli oli yang kualitasnya lebih bagus. Jadi penulis menyarankan mending beli oli yang lebih bagus saja.

Oli yang bisa mendapat manfaat dengan penambahan aditif semacam Lupromax sepertinya adalah oli yang aman untuk motor kopling basah. Namun setelah ditambah lupromax, oli jadi kurang aman untuk motor dengan kopling basah, kecuali kalau jumlahnya dibatasi. Sementara itu oli yang khusus untuk mobil bensin dan motor matik sepertinya sudah mengandung aditif yang semacam dengan aditif lupromax sehingga mestinya penambahan tidak akan banyak merubah sifatnya.

Sementara itu penambahan aditif semacam nano energizer sepertinya membuat ganti gigi di motor dengan kopling basah lebih nyaman. Disertai dengan berkurangnya getaran mesin dan mesin yang lebih halus.

Untuk menambah perlindungan mesin lebih lanjut perlu juga untuk menambah kekuatan cairan olinya sendiri dengan pakai aditif semacam minyak goreng. Dengan pemakaian aditif minyak goreng penulis merasakan berkurangnya getaran mesin dan suara mesin juga jauh lebih halus. Jadi mesin tidak hanya lebih halus dan lebih enteng karena adanya pelapis extreme protection saja namun juga karena film strength olinya juga lebih kuat.

Penambahan aditif lupromax atau nano energizer membuat mesin lebih halus sesudah beberapa menit. Penambahan minyak goreng membuat mesin lebih halus secara instan.

Namun dengan semua aditif itu, penulis tetap tidak menyarankan pemakaian long drain. Mengganti oli tidak bisa pakai acuan halusnya mesin saja. Karena bisa jadi oli teroksidasi parah sehingga suara mesin halus karena oli jadi kental. Analisa oli yang dipakai sebagai dasar oli masih layak juga tidak cukup hanya dari data keausan saja, namun juga lengkap menunjukkan data perubahan kekentalan, fuel dilution, TBN, oksidasi dan lumpur atau kerak oli.

Iklan

37 thoughts on “Aditif oli semacam Lupromax atau nano energizer itu berguna, tapi tetap ada resiko bila dipakai berlebihan

    • PFD sepertinya didesain untuk rpm rendah dan butuh pembersih sangat banyak
      PFT sepertinya didesain untuk rpm menengah dan perlindungan lebih banyak
      Enduro racing didesain untuk rpm tinggi dan perlindungan tanpa resiko selip kopling (perlindungan lebih sedikit dari PFT)

      Kalau PFT tidak cocok, coba enduro racing saja.

      Suka

  1. Wahhh kemarin lupa mw nyoba nambah minyak goreng ke tirev yg sdh pke mdmx. Udah jalan 400km.
    Selasa depan mau jalan ke jateng (estimasi jarak 300km lbh, pp jadi 600km lbh.)
    Semisal mau tak tmbh minyak goreng dkit aja apa gk mslh ya om?
    Olinya mobil delvac mx 15w40, oli diesel.

    Suka

  2. emm, maaf gan mau tanya, ane skrg pake Liqui Moly, kalo mau ditambah minyak goreng perbandingannya mesti berapa ?? ane pake NCB oli 1,2 liter.
    td sih ditawarin pake Lupromax EA itu tp ragu, apa bisa LM dicampur sama Lupromax EA itu, takutnya justru merusak sifat aditif yg sdah ada di LM.

    Suka

  3. Setelah baca blog ini coba praktek tambah minyak goreng di supra x125 tahun 2006. oli pakai meditran sx dan udah jalan 2500km. saya cek dipstick oli sudah agak berkurang 200ml, untuk percobaan saya tambahkan minyak goreng kurang lebih 60ml. dan ternyata efeknya mantab banget. getaran mesin yang biasanya terasa di tangan berkurang banyak, biasanya Surabaya gresik begitu mau sampai gresik sudah terasa kesemutan telapak tangan sebelum ditambah minyak goreng. Lebih halus suara mesin kalau jalan di 60-70km/jam (sebelum ditambah minyak goreng pun mesin halus) tapi lebih teredam lagi dari sebelumnya. terimakasih banyak mas sucahyo aji atas pencerahannya. sebelumnya udah tersesat di oli diesel sekarang lebih tersesat lagi di minyak goreng.. 😀

    Suka

  4. Itu yg data amsoil mcf 13(0mm) bukan menghasilkan goresan 13mm di pattern gear. Jadi 13 kali pengujian gak menghasilkan goresan sama sekali (0 mm). Di bawah keterangan lengkapnya dr amsoil
    To examine gear oil performance, the ASTM test methodology D-5182 (FZG) is used. In this test, two hardened steel spur gears are partially immersed in the oil to be tested. The oil is maintained at a constant 90° C and a predetermined load is placed on the pinion gear. The gears are then rotated at 1,450 RPM for 21,700 revolutions. Finally, the gears are inspected for scuffing (adhesive wear). If the total width of wear on the pinion gear teeth exceeds 20 mm, the test is ended. If less
    than 20 mm of wear is noted, additional load is placed on the pinion gear and the test is run for another 21,700 revolutions.
    Each time additional load is added, the test oil advances to a higher stage. The highest stage is 13. Results indicate the stage passed by each oil. Wear is reported for the stage at which the oil failed.

    Suka

  5. Barusan coba namabah minyak goreng 100ml ke yamalube sport sudah diganti 3 mingguan.
    Hasilnya sama seperti pakai yamalube supersport, lebih kalem suara mesinnya.
    Bisa buat ngirit nih..

    Apa kalau pakai yamalube supersport + minyak goreng hasilnya bisa lebih bagus lagi atau malah tidak kerasa hasilnya?

    Suka

  6. Klo oli ditambah minyak kelapa emank aman yah? Pengen pake tp takut kolesterol’y naik 😁😁

    Yamalube yg baru Lom dibahas mas bro? Yg RS GP klo ga slh.

    Suka

    • Kalau minyak kelapa sebaiknya jangan karena minyak kelapa lebih mudah beku kalau sedikit dingin, beda sama minyak kelapa sawit. Iya, yamalube baru belum pernah bahas. Nanti coba lihat.

      Suka

      • Hehehe, sori bro. Latah ketik minyak kelapa, skrng mah jarang ada yg pake, rata2 kelapa sawit.

        Klo mo paket minyak goreng bebas merk’y? Ada merk apa gt lupa lg, encer ky air & di iklan’y bisa di minum, klo yg itu gmn? (Klo ga slh chef Juna yg bintang iklannya)

        Suka

            • Maksudnya tidak terasa perbedaannya kalau dibanding dengan minyak goreng lain. Sama sama jadi halus mesinnya. Minyak goreng walau lebih encer (0W16) tapi film strength lebih bagus. Jadi dipakai ke oli amsoil 0W20 sekalipun terasa bedanya.

              Suka

  7. Motor Saya Kymco Metica 125cc thn 2005 KM55.xxx dan Kymco Grand Dink 250cc KM 20.9xx.. keduanya awal pakai oli mesin AX7 .. setelah baca blog ini … saya coba dulu dng yg Metica utk campur MG.. krn kapasitas oli 800cc .. maka saya kurangi 100cc .. saya tukar tambah dng MG 100cc .. hasilnya cukup baik .. utk tahun 2005 dan karakter mesin Kymco Metica yg berisik .. Metica yg pakai MG suara mesinnya lebih halus dibanding yg tidak pakai MG … Hasil dari Metica … saya coba di Kymco Grand Dink .. hasilnya juga baik … mesin lebih halus … Matur Suwun kang Aji share ilmunya.

    Suka

    • Rasanya artikel ini sudah mewakili. Untuk bisa membedakan sepertinya susah karena harus dibuat ekstrem. Rasanya tidak mungkin bisa membedakan kalau dari pemakaian normal saja. Kalau untuk saya pribadi lebih memilih pakai oli bagus + minyak goreng daripada pakai oli jelek + aditif oli tersebut.

      Namun akan saya tambahkan info Xado

      Suka

      • Saya pemakai oli diesel di pulsar 200ns
        Oli yang saya pakai merek Caltex delo gold dan setelah servis ketiga saya tambah oli dengan nano energizer
        Saat ini umur nano tsb sudah masuk 500km dan hasilnya lumayan getar hilang suara knalpot jadi lebih padat sama seperti dulu saya taruh di supra x 125. Nah apakah bisa saya tambah minyak goreng lagi walau sudah pakai nano E?.

        Suka

        • terima kasih sharingnya.

          Iya, sifat minyak goreng beda. Bila aditif semacam nano bekerja saat oli tidak kuat lagi melapisi, maka menambah minyak goreng akan membuat oli lebih kuat sehingga bisa terus melapisi.

          Suka

  8. […]Entah bagaimana cara aditif tersebut membedakan permukaan yang perlu dilapisi dan yang tidak perlu[…]

    XADO Revitalizant bekerja ketika terjadi (1) gesekan metal dan (2) adanya panas (yg timbul saat metal bergesekan). Semua permukaan metal yg bergesekan akan dilapisi Cermet (Ceramic-Metal – bahan dasar XADO Revitalizant), baik sisi boring maupun piston. Sampai kapan pelapisan terjadi ? Selama ada gesekan antar metal yg menimbulkan panas, akan menyebabkan terjadinya proses pelapisan. Namun, ketika ketika seluruh permukaan boring dan piston sudah terlapisi, maka yg bergesekan sudah bukan lagi metal dg metal, tapi Cermet dengan Cermet. Suhu gesekan antar Cermet tentunya lebih rendah (dibanding antar logam), dan cukup rendah hingga tidak mempu membuat terbentuknya pelapisan lebih lanjut, sehingga proses revitalisasi otomatis terhenti. Sisa kandungan Cermet di oli yang tersisa sudah tidak berguna lagi dan akan turut terbuang ketika oli di-tap saat ganti oli.

    Kesimpulan :
    -. Mesin jadi lebih dingin
    -. Kompresi jadi meningkat
    -. Tarikan lebih enteng
    -. Kelebihan dosis tidak akan berdampak (positif maupun negatif) pada mesin, dan akan terbuang saat ganti oli.
    -. Pelapisan bersifat relatif permanen (hingga 100rb KM), walau oli berikutnya sudah tidak ditambahi Revitalizant.

    https://www.youtube.com/embed/ZkGTL6uP7CY?autoplay=1 (ilustrasi revitalisasi)

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s