Kacamata berkendara jangan asal pilih warna kuning!


Umumnya orang kalau memilih kaca berkendara selalu pilih yang warna kuning. Namun ternyata memilih warna kuning ini tidak bagus. Terutama bila malam hari.

Satu alasan mengapa orang menggunakan kacamata berkendara adalah untuk mengurangi silau dan membuat mata nyaman. Dan memang memakai kacamata kuning bisa membuat mata lebih nyaman dan mengurangi silau. Alasan utama adalah karena kacamata kuning akan memfilter cahaya biru.

Cahaya biru membuat mata cepat lelah dan menyebabkan glare. Ini dibahas di artikel berikut:

Namun ada masalahnya, yaitu warna kuning tersebut membuat jalan menjadi lebih gelap kalau malam. Sehingga justru mengurangi jarak pandang dan justru mengurangi keamanan. Seperti disebutkan di link berikut:
The Dangers of Night Driving Glasses

“Yellow ‘Night Driving’ lenses have been shown to provide no benefit in seeing ability at night. They are even hazardous, because they give the driver a feeling of seeing better, which no one has yet been able to explain. Studies have shown that they actually impair visual performance and retard glare recovery. Many promoters have made unfounded claims for the ability of amber to improve night vision. They have employed mass solicitation, usually by mail. The Federal Trade Commission has correctly ruled that such practices are illegal since the lenses do not perform as claimed.” – Forensic Aspects of Vision and Highway Safety”, Merrill J. Allen, O.D., Ph.D., Et al.

“So-called night driving glasses are generally amber tinted eyewear meant to reduce the glare of oncoming headlights. While they may make the driver feel more comfortable, they also reduce the wearers visibility of the darker portions of the roadway.” – Sunglass Association of America

 

Contoh pemakaian kaca kuning untuk mengurangi glare.
anti-glare-7

anti-glare-3

anti-glare-5

Video bisa dilihat berikut ini:

 

Mungkin memang benar mengurangi silau, namun terlihat juga bahwa jalan menjadi lebih gelap untuk malam hari.

Sebenarnya ada cara yang lebih benar untuk membuat tidak silau dan nyaman pada malam hari. Tidak dengan pakai lensa warna kuning tapi dengan lensa yang terutama memakai anti glare / anti reflection dan ada filter UV. Anti glare dibutuhkan untuk mengurangi silau. Filter UV dibutuhkan untuk mencegah cahaya UV yang sifatnya merusak mata.

Contoh pemakaian anti glare itu sebagai berikut:
anti-glare-1

anti-glare-2

anti-glare-4

 

Terlihat bahwa walau kaca yang dipergunakan warnanya tidak kuning tapi bisa mengurangi glare. Glare terutama disebabkan oleh warna biru, sehingga bila warna biru dikurangi, maka efek glare akan berkurang.

Dijelaskan sebagai berikut:
ZEISS DriveSafe
zeiss-drivesafe

Dengan mengurangi pantulan cahaya biru berbahaya membuat glare berkurang lebih dari 2 banding 1.

Efek pengurangan glare itu di uji oleh reviewer berikut:
Eyes-on Review: ZEISS DriveSafe Lenses – The Best Eyeglasses for Driving
perbandingan-anti-glare

Terlihat bahwa pantulan cahaya jauh berkurang setelah melewati lensa dengan anti glare.

 

Kalau dari teknisnya, pengurangan warna biru dicapai dengan melapisi kaca dengan lapisan yang refractive indexnya berbeda.
What is AR coating supposed to do?
cara-kerja-anti-glare

Because the reflection is a wave,though, it has an important characteristic: it can be cancelled out by another wave, if that other wave can be made to be of equal frequency, direction and magnitude and opposite phase. In the sketch above, you can see that a second wave spaced 1/2 wavelength out of phase would have its highest point aligned with our wave’s lowest point; if this can be made to happen, the 2 waves will cancel each other out.

It turns out that we CAN make this happen. What we need to do is to create a second reflection, in a slightly different location from the glass surface that created the first. In order to space the 2 reflections exactly 1/2 wavelength apart, the 2 reflective surfaces need to be spaced 1/4 wavelength apart: 1/4 wavelength for the incident wave going in plus 1/4 wavelength for its reflection coming back out = 1/2 wavelength. For this reason,anti reflective coatings are sometimes referred to as “Quarter Wave”coatings.

Wave reflection from a coated glass surface, with reflections from glass and coating cancelling each other (reflection from glass shown in red, reflection from coating shown in blue)

Remember, though, that the reflection occurs where there is a difference in refractive index from one material to the next. So not just any coating material will work; if the coating has the same refractive index as glass (about 1.6), there will be no “red” reflection,only the blue one – and there will be no anti-reflective effect,the lens will behave just as if it was uncoated. Similarly, if the coating had the refractive index of air (1.0), there would be no“blue” reflection and the lens would appear to be uncoated. In order to make the red and blue reflections equal so that they can cancel each other out, the refractive index of the coating needs to be about halfway between that of glass and air so that the difference at each interface will be equal. The perfect single coating material would therefore have a refractive index of about 1.3. The material most commonly used for this purpose, Magnesium Fluoride, has a refractive index of about 1.37 – not a bad compromise, considering that it offers durability and other desirable properties.

 

Jadi sebenarnya tidak perlu pakai yang warna kuning tapi cukup pilih yang kacanya ada anti glarenya yang bagus.

Sebenarnya untuk mengurangi silau bisa juga pakai bahan kaca terpolarisasi, namun kelemahannya kaca terpolarisasi membuat layar LCD jadi lebih gelap sehingga jadi susah melihat penunjuk LCD atau GPS atau TV. Kaca polarisasi bisa jadi masalah bila mobilnya juga pakai kaca / lapisan terpolarisasi yang akhirnya justru membuat pandangan jadi lebih gelap. Namun selain itu bahan kaca polarisasi merupakan cara mengurangi glare yang bagus.

Contoh efek polarisasi sebagai berikut:

 

Jadi dalam memilih kaca berkendara sebaiknya pilih yang bening dengan fitur anti glare dan UV protection. Bisa memilih dengan bahan kaca polarisasi asal cocok dengan kondisi kendaraannya.

BTW, yang penasaran dengan harga kacamata baca yang dicontohkan diatas, merek Zeiss DriveSafe, harganya kalau menurut link ini adalah:
Single Vision Plastic CR-39 Zeiss DriveSafe = $420
Single Vision Polycarbonate Zeiss DriveSafe = $450
Single Vision Trivex Zeiss DriveSafe = $520
Progressive Zeiss DriveSafe Plastic CR-39 = $945
Progressive Zeiss DriveSafe Polycarbonate = $950
Progressive Zeiss DriveSafe Trivex = $950

Mau nggak silau ditengah terjangan kendaraan dengan HID dan lampu LED itu mahal ya.

Iklan

2 thoughts on “Kacamata berkendara jangan asal pilih warna kuning!

  1. […] Namun tetap repot juga untuk yang naik mobil atau motor (fairing) dengan ketinggian mata lebih rendah atau sama dari posisi lampu depan motor. Resiko lebih cepat buta kalau keseringan disorot lampu depan LED. Kalau sering di jalan ada baiknya beli kacamata anti glare dan filter anti UV. Kacamata berkendara jangan asal pilih warna kuning! […]

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s