Tangki besar tapi nggak nyaman jalan jauh, yang nyaman malah tangkinya kecil


Penulis jadi berminat bahas soal ukuran tangki setelah membaca artikel berikut:

Kesan Pertama Bertemu Suzuki GSX R150, KECIL!

Dimensi yang kecil membuat bobot sang motor pun menjadi “hemat”. Saat mencoba menaikinya ane merasa seperti kembali ke 10-15 tahun lalu. Dimana jaman jaman motor 2 tak 150cc meraja lela di jalanan Indonesia. Body kecil, tenaga gede. Yah buat pecinta kecepatan pasti bakal diuntungkan. Tapi buat yang bodynya gede? Hehehehhe bakalan berasa aneh… Ane aja yang biasa menatap “tangki” yang lebih besar kok berasa janggal. Kapasitas tangki 11liter yang nampaknya sengaja di desain Suzuki agar bisa “optimal” dari segi power to weight ratio nya.

 

Penulis jadi teringat lagi saat membahas motor sport yang makin tidak praktis:

Intinya motor sport sekarang beda dengan dulu. Dulu, motor sport itu kencang dan nyaman. Buat perjalanan jauh enak. Tangki yang besar membuat perjalanan makin nyaman karena jadi tidak perlu sering isi bensin. Kalau nggak kebelet pipis, makan atau mau sholat tidak perlu berhenti.

Beda dengan sekarang. Motor sport sekarang memang makin kencang, tapi makin tidak nyaman. Percuma tangki dibuat besar, tapi kalau dibuat perjalanan jauh bikin capek. Walau tangki muat bensin banyak tapi terpaksa harus sering berhenti untuk istirahat.

Serunya Menikmati Pemandangan Bali Sambil Nyemplak Motor CBR250RR, Firdaus Anwar – detikOto, Senin, 14/11/2016 17:37 WIB

Badan terasa pegal-pegal karena memang meski ergonomi CBR250RR nyaman namun pada intinya ia adalah motor sport dengan posisi duduk yang racy.

Review Turing Bersama CBR250RR, Performa, Handling dan Kesimpulan!

Bukan untuk dicari kenyamanannya, karena CBR250RR memang diciptakan untuk menikmati sport feeling yang kental! jangan cari kenyamanan dengan motor ini

Apakah artinya motor merunduk gini kurang cocok buat turing jauh? Bagi KBY sih iya, masih banyak motor yang lebih cocok dari segi ergonomi jika yang dicari adalah kenyamanan posisi riding. Tapi bukan berarti gak bisa dibawa jauh, bagi para rider yang sudah terbiasa atau punya stamina berlebih, ergonomi CBR250RR ini tentu gakan jadi masalah..

Report Detail Test Ride Honda CBR250RR ala TMCBlog dengan cara turing 230 km di Bali, November 15, 2016

Pertanyaannya lagi Nyaman atau Nggak? Saat dipakai kelak kelok nanjak sih nggak terasa mas bro, bahkan dengan Ergonomi Honda CBR250RR seperti ini saat nikung Racy feelingnya menurut tmcblog lebih berasa dibandingkan R25 dan Ninja 250. Namun di saat winding road / twisty road turunan baru terasa deh bahwa tangan akan memperoleh limpahan beban / bobot yang lebih besar. Nah di sekitar 10 km terahir masa masa touring setelah dari bedugul, kan jalanan mulai macet tuh . . ya sama aja sama motor motor fairing lain .. setelah riding sejauh 220 km masuk jalanan supermacet berkilo kilometer dan harus main kopling . . pegel abis sob.

Mungkin contohnya Honda CBR250RR, tapi tidak cuma motor itu saja yang bikin capek untuk perjalanan jauh. Rata rata motor sport juga begitu. Nggak cuma posisi mengendarai, kadang suspensi juga terlalu keras atau busa joknya keras. Kalau sampai dibuat berboncengan, maka capeknya makin berkali lipat.

Kapasitas tangki bensin sepertinya juga menjadi perhatian. Bisa dilihat dari adanya artikel yang khusus membahas kapasitas tangki bensin berikut:

 

Sebenarnya dari sisi pemakainya sendiri, tangki yang besar tidak terlalu perlu. Memang berguna, tapi tentunya lebih suka bila kenyamanan untuk perjalanan jauh diperbaiki. Percuma tangki besar tapi nggak enak dipakai jalan jauh. Apalagi bila justru ukuran tangki yang besar bikin perjalanan makin capek.

 

Di sisi lain, motor yang paling nyaman untuk perjalan jauh sekarang ini, motor matik, kapasitas tangkinya jauh lebih kecil. Cuma sekitar 5 literan, bahkan untuk kelas 110 cc cuma diberi dibawah 4 liter.

Di motor matik sepertinya pihak pabrikan lebih mementingkan bagasi. Bagasi dibuat sampai ukurannya jauh melebihi kapasitas tangki bensin motor sport. Kesannya seperti berguna, tapi kenyataannya volume besar jarang dipakai. Kalau lihat di jalan antar kota, orang orang pada pakai tas ransel semua. Mungkin karena ranselnya tidak cukup dimasukkan bagasi. Mungkin dianggap besar padahal aslinya nanggung. Rasanya bagasi jadi cuma berguna untuk menyimpan jas hujan saja.

Untuk mereka rasanya lebih cocok bila tangki bensin yang dibesarkan. Apalagi karena sekarang ini trendnya pakai meteran bensin pakai bar. Jadi makin susah untuk memperkirakan sisa bensin di tangki. Sudah tangkinya kecil jadi harus sering mampir pom bensin, meterannya juga pakai bar, sehingga jadi harus makin sering lagi.

Untuk yang suka jalan jauh, akan sangat membantu bila tangki bensin dibesarkan. Meteran juga jangan pakai bar. Bila pabriknya nggak mampu menunjukkan sisa bahan bakar secara digital, misalkan dalam bentuk range. Maka mending pakai analog saja.

 

Intinya, motor sport mending tidak usah dibesarkan tangkinya, mending lebih memperhatikan kenyamanan. Sementara itu untuk motor matik, tidak usah bagasi luas, disediakan secukupnya saja, tapi tangki dibuat sama besarnya seperti motor sport.

Iklan

25 thoughts on “Tangki besar tapi nggak nyaman jalan jauh, yang nyaman malah tangkinya kecil

    • Berat tangki nggak banyak pengaruh rasanya karena bodi matik jauh lebih ringan daripada motor sport. Juga dibanding dengan berat penumpang yang bisa melebihi 150kg, nambah sekitar 15kg termasuk kecil. Berat tidak mempengaruhi top speed tapi mempengaruhi akselerasi.

      Suka

  1. Matik yang mana dulu nih,klo matik gede sekelas nmax atau pcx dbawa jalan jauh enak2 aja
    tpi klo sekelas mio,beat dkk malah pegel2 yang ada dibawa jalan jauh.

    klo dibandingin ninja R malah lebih enak ninja R dibandingin matik kecil buat jalan jauh.

    Suka

    • Apa ninja R maksudnya ninja 2 tak? Ninja 2 tak saya golongkan sebagai motor sport desain lama. Setuju bila itu enak untuk jalan jauh. Saya membandingkan dengan desain baru yang merunduk dan jok penumpang split tanpa pegangan tangan. Kalau boncengan maka penumpang cuma bisa mengandalkan drivernya. Ini bikin penumpang dan drivernya jadi lebih capek.

      Menurut saya yang bikin kita capek kalau naik matik Honda itu terutama untuk driver karena injakan kaki yang terlalu tinggi, termasuk Beat dan Vario baru. Kalau matik Yamaha karena suspensi terlalu keras, termasuk NMax, tapi memang kalau bawaan banyak akan terasa lebih empuk.

      Suka

  2. matic kondisi standar pabrikan yg bener2 enak di indo imho cuma 3: Hayate, Skywave, sama PCX.
    sport yg bener2 nyaman imho cuma old vixion dan klan megapro

    Suka

    • Kalau menurut saya byson juga masuk kategori nyaman buat jarak jauh, malah menurut saya lebih enakan byson daripada new megapro.
      Tapi itu menurut saya, dengan postur tubuh kecil seperti saya.
      Saya bisa bilang begini karna motor pertama saya adalah new mega pro, terus ganti vario 125 dan nambah byson.
      Menurut saya semuanya enak diajak jalan jauh, termasuk vario 125. Namun kalau menilai antara byson dan new megapro, saya lebih setuju enakan byson. Mungkin karna handling byson menurut saya lebih pas dibanding new megarpo

      Suka

  3. beda peruntukkannya om…
    matic untuk perkotaan, jarak dekat, dipake jarak jauh sama dengan maksa…

    motor bebek untuk ibu ibu ke pasar

    motor sport untuk laki laki, ahay…

    Suka

    • Sebenarnya untuk jarak jauh tipenya touring. Sementara di Indonesia lebih fokus ke sport yang hanya untuk kencang jarak pendek saja. Kenyamanan jarak jauh makin dikurangi. Kalau dulu problemnya setang getar, kalau sekarang problemnya posisi riding.

      Kalau untuk perkotaan, banyak juga yang tempat kerjanya jauh dari tempat tinggal. Sebenarnya tidak bisa dibilang dekat bila untuk berangkat pulang kerja butuh satu tangkinya matik. Mungkin karena itu NMax laris, dianggap lebih nyaman untuk jalan jauh, sayangnya Yamaha kurang peka sehingga dikasih suspensi keras. Padahal sebenarnya kesempatan karena saingannya Vario 150 bikin pegal kaki karena injakan kaki terlalu tinggi dan ruang kaki sempit kena bagasi.

      Suka

  4. Saya sering pergi pulang samarinda-balikpapan yang berjarak 120+km pakai Xeon karbu tahun 2010. kecepatan antara 60-108km/jam dengan kontur jalanan tanjakan & turunan yang cukup banyak & tinggi. Dan membawa 2 tas ransel, 1 di dek motor, satu di punggung dengan berat rider 65kg, dan tas ransel 25kg.

    dengan full tank, baik di isi pertamax, premium, ataupun pertalite, atau bahkan oplosan pertamax+premium, dsb, setelah menempuh jarak diatas masih bisa diajak menempuh +/- 20-30km.

    menurut saya, matic bagasi besar itu perlu. saya pikir, bahkan seharusnya bagasi motor (Mau bebek/sport/matic yang ideal adalah yang mampu menampung helm fullface.
    dan untuk matic dek rata yang lebar & panjang juga perlu.
    Dan motor yg nyaman itu yang tinggi joknya rendah. Karena mempertahankan handling juga. Xeon yang saya pakai termasuk yang paling nyaman. Dan motor yang ideal adalah yang GC nya harus lumayan tinggi. Karena speed trap(polisi tidur), maupun kontur jalan Kalimantan Timur yang buruk, membutuhkan motor yang GC tinggi. paling tidak, GC Xeon yg saya pakai + 5cm.

    oh iya, saya adalah termasuk penganut oli sesat. motor saya biasa di isi oli diesel mediteran S, SC, tergantung stok yg ada di toko. pernah juga pakai oli Enduro matic kalau oli diesel gak ada stok di SPBU Pertamina.

    Suka

    • terima kasih sharingnya. lumayan jauh juga perjalanannya. Bagasi Xeon lumayan juga ya. Setuju dengan dek yang panjang dan lebar. Iya, tinggi jok matik Indonesia ini mengherankan karena kok pada dibuat tinggi.

      Yang sering saya heran juga adalah mengapa kok bagasi tidak sebesar bodinya. Seringkali bodinya besar tapi bagasi kecil.

      Kalau Honda rasanya bakalan susah menaikkan GC dan menurunkan injakan kaki karena aki ditaruh injakan kaki.

      Sip untuk oli dieselnya. coba coba tambah minyak goreng juga :). 5% saja kerasa.

      Suka

    • “Fungsional”

      Itu alasan saya meminang suzuki address(motor baru turun 3hri lalu) dibanding aerox 155 atau nmax.
      -Bagasi extra luas
      -Tanki 5,2
      -Area dek luas
      -Body ramping
      -Irit(cc kecil)

      Semua motor ada plus minusnya,tapi matic dgn embel2 sport dan dimensi besar rasanya kurang cocok apabila dipakai di kota2 besar seperti jakarta,IMHO

      Suka

  5. sport di indonesia sebenarnya lebih ke model touring om, tapi sekarang permintaan pasar ingin yg race oriented jadilah motor macam ninja 250, r15, r25, cbr250rr…

    sedangkan untuk matic bagasi dan tangki besar banyak, asalkan tidak japan oriented, misal merk kymco, dari tipe easy 100, free lx, free mx, trend xtr, trend 2000, libero, jockey, trend sr125, dan racing 150 semuanya tangki besar diatas 4 liter… (flat foot rest)

    masalahnya untuk kenyamanan berkendara orang lebih memilih merk jepang krn ketersediaan bengkel dan spare part.
    padahal jika diluar pemikiran tsb, fakta berkendara lebih asyik naik motor kymco.

    Suka

    • Iya, repotnya apa yang diminta konsumen beda sama kebutuhan konsumen. Jadinya motor matik yang lebih laris walau motor sport sudah dibuat sesuai permintaan.

      Iya, model Jepang sepertinya tidak memaksimalkan bodi. Ukuran bodi dibuat menggembung tapi isinya enggak.

      Iya kemudahan servis sepertinya jadi prioritas memilih kendaraan juga.

      Suka

  6. Komentar blogger tentang kenyamanan cbr250rr lebih ke ergonomi, alias posisi stang, jok, dan footstep. Nah ukuran tangki kebesaran itu opini pribadi penulis 100%. Artikel ngga nyambung……

    Suka

  7. Motor sport juga ada jenisnya. Sport touring, supersport, superbike. Masalah nyaman atau tidak, lebih ke kebiasaan kita. Terbiasa dengan matic mungil sekelas Mio atau Beat? Bakalan pegel2 naik sport semacam R15 atau ninja mono. Biasa naik supersport atau superbike seperti R6 atau bahkan zx10? Bakalan nyaman aja naik motor yg ergonominya racing untuk jarak jauh sekalipun. Tangki motor bakalan mengikuti desain lah. Dan urusan selera tidak akan bisa diperdebatkan benar atau salah, hehee..

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s