Ini alasan mengapa headlight lampu LED putih merusak kesehatan, bikin silau dan bikin jalan terlihat redup


Di saat di Indonesia kehadiran lampu headlight pakai LED dipuji puji dan dinanti nantikan, ternyata di luar negeri kehadiran lampu LED ini banyak yang protes. Protesnya terutama karena bikin silau, hal yang penulis juga setuju.

Contoh yang melakukan protes bisa dilihat pada link petisi berikut:
Baca lebih lanjut

Tidak enaknya pakai motor trail untuk harian di jalan raya


Motor trail itu enak dipakai, lincah, bodi ramping, posisi duduk nyaman didukung tempat duduk rata dan panjang, jadi bisa geser geser duduknya atau enak dibuat boncengan walau nggak ada pegangan tangan. Namun ada beberapa kelemahan fatal yang bikin rugi bila pakai motor trail di jalan raya.

Ban bikin licin

Yang pertama soal ban. Ban motor trail itu didesain untuk medan tidak rata atau tidak stabil. Kalau dipakai di jalan rata maka ban itu jadi justru malah bikin licin. Di jalan kering licin, dijalan basah sangat bahaya. Ini karena kontak antara ban dengan jalan cuma sedikit karena kembangan yang jarang jarang. Nggak cuma bahaya dan bikin licin, tapi juga nggak awet dan bikin boros. Seperti di kutipan berikut ini:
Baca lebih lanjut

Aditif oli semacam Lupromax atau nano energizer itu berguna, tapi tetap ada resiko bila dipakai berlebihan


Saat membuat artikel tentang spash kemarin penulis menemukan ada yang bilang bahwa menggunakan minyak goreng sebagai aditif itu sesat, mending pakai lupromax saja yang sudah jelas aditif oli. Membaca itu penulis jadi penasaran, sebenarnya lupromax itu aditif yang seperti bagaimana. Menarik juga karena postingnya di grup oli, sementara itu yang penulis tahu semua pabrikan oli bilang bahwa oli mereka tidak perlu ditambahi aditif oli. Menambah aditif oli justru bisa mengganggu keseimbangan kerja oli, karena aditif oli saling berinteraksi dan bisa mengganggu kerja yang lain bila keseimbangan berubah.

 

Mengupas aditif oli itu susah karena kandungannya tidak dibeberkan semua. Di website resminya, terlihat lupromax itu jualannya pelumas dan aditif:
Lupromax

Di websitenya ada poster sebagai berikut:
revolutionary-technology-lupromax

Baca lebih lanjut

Data berat roller motor matik


Menambah performa motor matik bisa dilakukan dari bagian CVTnya. Merubah berat roller itu pilihan antara milih akselerasi atau top speed. Bila roller lebih ringan maka rasio gigi cocok untuk akselerasi. Bila roller lebih berat maka rasio gigi cocok untuk top speed. Kalau milih akselerasi maka top speed turun, dan kalau milih top speed maka akselerasi jadi lambat. Kalau sering macet atau naik gunung maka cocoknya pilih roller lebih ringan. Kalau seringnya pakai luar kota cocoknya pilih roller lebih berat.

Per CVT juga sering dirubah, lebih keras membuat rasio gigi lebih cocok untuk akselerasi. Ada juga yang merubah per koplingnya, dimana per lebih keras membuat kopling berfungsi lebih telat, baru di rpm tinggi mulai aktif, cuma cocok untuk drag race saja.

Untuk menambah akselerasi, beberapa ada yang pakai trik mencampur roller dengan berat berbeda secara selang seling. Namun ada yang bilang pakai cara ini aus lebih parah.

Perlu diperhatikan juga apakah diameter roller sama persis dengan aslinya. Bila tidak sama maka bisa berisik atau macet.

Sayangnya untuk bisa tahu rollernya lebih ringan atau lebih berat itu harus tahu berat roller aslinya dulu. Terkadang juga ganti roller itu tidak melihat beratnya tapi motornya. Jadi misalnya bukannya “roller 10 gram diganti roller 12 gram”, tapi “roller mio diganti roller xeon”. Jadi terpaksa harus tahu berat roller bawaan kedua motor tersebut sebelum bisa memperkirakan apa efeknya.

Baca lebih lanjut

Nilai SpAsh oli mesin mempengaruhi keasaman, emisi dan perlindungan mesin tapi tidak bikin selip kopling


Bro metomnulis komen soal spash. Saat membaca komentar, penulis terus terang tidak tahu apa itu SpAsh. Kebetulan saat penulis mencari tahu, nemu penjelasan berikut:
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor – Part 1, Page 184

Spash itu kalau di datasheet biasanya tulisannya sulphated ash

Dari artikel artikel sebelumnya, pabrik oli yang mencantumkan itu contohnya adalah Castrol dan Exxon Mobil. Dicantumkan di datasheet seperti berikut ini:
Baca lebih lanjut

Motor Minerva canggih sudah spedo digital, suspensi upside down, headlight projie dan spakbor mini tapi kurang praktis


Penulis tertarik dengan Minerva setelah bro klikenter27 memberitahukan tentang Minerva GTR di artikel tentang matik sport. Ternyata motor Minerva itu sudah modern sekali dari sisi fitur. Hampir semua fitur merepotkan yang dibahas di artikel sebelumnya tentang kepraktisan motor sport diimplementasikan.

Produk – produk dari Minerva sepertinya betul betul difokuskan pada unsur sportnya. Fitur fitur yang ditawarkan merupakan bagian motor yang sering di modif atau bagian yang populer jadi pujian. Desain pada bagus bagus sesuai dengan selera kebanyakan orang, walau penulis agak kurang suka dengan desain lampu yang gede dan memisah. Sekarang jamannya lampu sipit. Tapi secara keseluruhan tetap keren.

Contohnya pada motor Minerva madass 125xx:
Baca lebih lanjut

Fitur merepotkan bikin motor sport sudah ada ini dan itu tapi tetap saja matik yang makin laris


Perkembangan desain motor sport sekarang ini bagi penulis rasanya makin menuju ke implementasi yang tidak praktis. Bukan lagi mengarah ke motor serbaguna tapi jadi makin murni ke sportnya. Sport dalam artian bakalan dipakai sendiri, untuk di trek balap, yang tidak mementingkan tetek benget yang tidak ada hubungannya dengan sport. Sayangnya dengan makin murni sport, desain motor sport sekarang sudah mulai banyak melabrak fungsi sehari hari dari motor. Dan ini membuat motor sport jadi kurang praktis.

Penulis menjadi tergerak membahas ini setelah membaca artikel berikut:

Yang cukup menarik doi juga melakukan sentuhan dibagian jok yang sekarang sudah menganut model split seat. Wihhhh….lebih ganteng cak!!….

Gambar motor dari artikel tersebut adalah berikut ini:
Baca lebih lanjut

Bensin oktan tinggi energinya lebih lemah, alasan jangan pakai Pertamax Turbo kalau sudah pas oktannya


Setelah beberapa hari mengisi bensin dengan pertamax turbo, penulis menyimpulkan bahwa motor penulis benar benar tidak cocok memakai Pertamax Turbo. Sesudah dua kali melakukan isi full tank, hasil malah makin parah. Terakhir dengan 90% pertamax turbo, 10% premium, tenaga rasanya payah. Sehingga ganti oli lebih encer pun (Endure Racing 10W30 + minyak goreng) sama sekali tidak terasa penambahan tenaganya, padahal sebelumnya oli mesin lebih kental (Fastron Techno 15W50 + minyak goreng).

Penulis juga penasaran mengapa setelah pakai modif pro capacitor dan cemenite, pemakaian bensin oktan tinggi justru lebih mengurangi tenaga. Selama ini penulis mengira bahwa di bensin dengan oktan lebih tinggi ada kandungan lain yang sifatnya mengurangi tenaga. Jadi saat mesin sudah tidak lagi ngelitik saat pakai premium, maka tenaga justru berkurang kalau pakai oktan bensin lebih tinggi.

Sepertinya ini juga yang terjadi berdasar kutipan kutipan berikut:
Baca lebih lanjut

Nggak semua suara knalpot racing enak didengar dari sisi penonton


Pada hari minggu kemarin penulis jalan jalan di taman bermain tepi jalan besar. Di situ banyak juga motor sport dengan knalpot racing yang lewat dengan berakselerasi. Namun yang buat penulis kecewa adalah karena kebanyakan suara knalpotnya justru tidak enak didengar.

Bukan karena kerasnya suara tapi suaranya itu sangat membosankan. Suara knalpot racing mereka terdengar monoton. Seakan tidak ada variasinya. Padahal itu dilakukan sambil berakselerasi dan pindah gigi, tapi suara knalpot terdengar seperti motor matik yang jalan konstan.

Padahal motor motor yang lewat pada lumayan, ada CBR150, R25, R15, Ninja 250, dst. Tapi kebanyakan suaranya tidak mencerminkan motor sport. Walau itu motor sport tapi suara seperti tidak ada bedanya dengan suara motor matik yang dikasih knalpot racing.

Penulis jadi makin penasaran setelah mendengarkan suara dari Honda CBR250RR yang sudah pakai knalpot racing yang Baca lebih lanjut

Hasil mencoba pertamax turbo mengecewakan


Akhirnya bensin Pertamina merek Pertamax Turbo dengan Ron 98 hadir juga di Surabaya. Sudah lama penulis berniat mencoba dan akhirnya keturutan.

Bensin premium masih tersisa 1 literan saat penulis mengisi pertamax turbo senilai 20 ribu (2,27 liter). Tangki Suzuki Spin jadi full. Kalau di spesifikasi kapasitas tangki adalah 3,7 liter, jadi rasio dari bensin premium vs pertamax turbo adalah 1,5:2,2. Pertamax turbo sekitar 150% dari premium.

Kondisi motor adalah setelan paling irit untuk standar Suzuki Spin 125cc. Skrup main jet dan pilot jet rapat. Jarum skep dibuat paling panjang. Dalam kondisi seperti ini, dengan bensin premium aslinya motor sangat tidak bertenaga. Diperparah dengan penambahan lubang masukan sebelum filter udara. Namun tenaga bisa dibantu dengan pemasangan dua pro capacitor di selang bensin dan satu pro capacitor di kabel busi. Oli mesin masih belum sempat ganti, masih pakai fastron Techno 15W50 campur minyak goreng sekitar 150ml.

Pada kondisi seperti itu (modif dan bensin premium) motor bisa mencapai top speed dengan mudah. Di gas sedikit motor sudah narik. Dibiarkan gas separuh motor lama lama akan jalan hingga sekitar 80km/jam (spedo mati …). Untuk akselerasi, kalau habis lampu merah masih menang lawan Xeon atau Vario untuk jarak sekitar 400 meteran. Kalah dikit sama Vario 150, paling tidak bisa ngekor dan bikin malu motor 150cc, apalagi yang semacam verza atau byson. Padahal ini kondisi ban belakang sudah diperbesar jadi 90/90 ring 14. Bisa bikin malu motor 150cc karena top speed sudah nambah :).

 

Setelah pakai pertamax turbo, Baca lebih lanjut