Keputusan aneh Yamaha R15 pakai mesin 155cc menghalangi kemungkinan untuk bisa balap di kelas 150cc


Penulis merasa aneh mengapa kok Yamaha mengeluarkan motor sport dengan mesin 155cc. Dari kapasitas mesin seperti itu, rata rata pada mengkategorikan Yamaha R15 di kelas 150cc. Seperti contohnya:

Terbesar di Kelasnya, Komparasi Power All New R15, CBR150R & GSX-R150

Yamaha kali ini benar2 tidak main2 lagi terjun di kelas sport fairing 150cc, meski masih SOHC namun dengan kombinasi kapasitas mesin 155,1 cc, SOHC, 4 klep, serta disematkannya VVA mampu mengluarkan power maksimum sebesar 14.2 kW/10000 rpm dan torsi maksimum sebesar 14.7 Nm / 8500 rpm.

Namun, kalau melihat peraturan balap di Indonesia, dengan cc seperti itu harusnya Yamaha R15 tidak bisa lagi dimasukkan ke kelas 150cc:

IMI resmi buka balap sport 150cc ditahun 2014. Suzuki akan terjunkan Satria FU150!!

IWB ucapkan terima kasih pada bro Pahla aka Satria155 yang sudi share info berguna ini. Setelah Honda memancing melalui event balap OMR CB150R Street Fire……kemudian Yamaha main aman enggan mengikuti langkah serupa, akhirnya karena tensi persaingan yang makin panas, diperoleh kesepakatan untuk mengegolkan balap sport 150cc. Perumusan regulasi antara ATPM dan IMI (Ikatan Motor Indonesia) sukses diselesaikan. Disepakati aturan sport 150 cc sebagai berikut….

 

Bisa dilihat kapasitas mesinnya up to 150cc. Artinya mesin 155cc Yamaha R15 tidak lulus.
peraturan-balap-indoprix-sport

 

Dengan begitu, maka di masa depan bisa jadi tidak akan ada race CBR lawan R15

 

Apakah memang Yamaha bakalan mundur dari dunia balap? Jadi nanti Vixion juga bakalan pakai mesin 155cc juga?

Apa bakal masuk kelas 250cc sekalian?

Kalau motor dimodif jadi 150cc, apa tenaga tidak bakalan turun drastis karena misalnya mesin sudah didesain pasnya untuk 155cc? Di peraturan juga disebut Cylinder Head, Cylinder dan Piston harus standard. Mengecilkan cc akan membuat mesin tidak standard.

Atau nanti Yamaha akan negosiasi sehingga nantinya 155cc pun masuk dalam kategori 150cc? Tapi dengan begini, apakah Honda dan Suzuki bakalan terima? atau nanti motor Yamaha akan dapat penalti harus bawa beban tambahan?

Bagaimana bila nanti Honda mengeluarkan CBR mesin 160 cc lalu minta dimasukkan di kelas 150cc juga?

 

Lepas dari alasan balapan, mengapa kok 155 cc? Nggak sekalian 160cc seperti motor India?

Perlu ditanyakan ke Yamaha.

Iklan

17 thoughts on “Keputusan aneh Yamaha R15 pakai mesin 155cc menghalangi kemungkinan untuk bisa balap di kelas 150cc

  1. koq motor indihe…
    Megapro kan awalnya dah 160cc.. dilawan piksi 150cc

    mungkin kayak kasus kelas 115cc . 😀
    atau dimaafkan gara2 ga pake DOHC Superior… xixi

    Suka

  2. tau dah mungkin kayak indo prix dulu bro 125cc tapi kapasitas 130 ada tu diregulasinya… atau mungkin buat race nnti bisa down cc ke 150 (kalau regulasi memungkinkan)… 5cc gk ngaruh banyak apa lagi r15 paling berat dikelasnya itu sih pendapat ane… kayak super bike 4inline max1000cc Ltwin 1300cc
    beda jauhkan? nah bisa jadi ada pembeda sedikit antara SOHC dan DOHC mungkin yah….

    Suka

  3. kan bisa ganti blok silinder pke old r15 kan bisa bro, head silinder tetep yg bervva tpi itu klw bisa, trgantung kesepakatan, bisa jga msal ada yg dikurangi misal tb atau injektor lubangny dikurangi, terserah panitia irs sh

    Suka

  4. (mungkin) kedepan mesin sohc vva semua 155 , ukuran piston sama, hanya beda di mapping, seperti halnya honda mulai verza, nmp, sonic,gtr,cb,cbr 150 ukuran piston sama cuma beda coakan klep doang (verza&nmp),

    Suka

  5. menurut ane supaya yamaha ga keluar duit buat riset 150 cc ber-vva, masalah untuk balap masih ada yg lama itupun masi mampu juara… 155cc vva lebih cocok untuk daily use, krn lebih irit om…
    vva untuk balap? sepertinya belum cukup tangguh, vva kan untuk putaran atas jika dipakai balap ga yakin bertahan lama…

    patut diingat juga balap mengandalkan putaran atas, jarang pelan, sejatinya ya dohc dan overbore…

    ane curiga yamaha lagi bikin 150cc dohc square, jadi 155cc vva cuma pengalih perhatian saja… hehehe

    Suka

    • kalau menurut saya vva itu berguna untuk membuat tenaga rpm rendah dan tinggi sama sama enaknya. kalau normalnya sepeda yang setelan bukaan katup enak untuk rpm tinggi maka kalau rpm rendah nggak enak, begitu juga sebaliknya. dengan vva, maka setelan untuk rpm rendah ada sendiri, rpm tinggi ada sendiri. Sehingga setelan untuk rpm tinggi bisa lebih luwes, nggak perlu khawatir mengganggu rpm rendah.

      mestinya 150 cc pun bisa pakai vva, entah mengapa harus 155 cc. Kalau disini NMax vva itu 155cc, kalau di brazil nmax vva itu 160cc

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s