ABG yang bikin motornya liar susah dikendalikan itu tidak sadar bahwa motor motogp itu paling nggak jantan sedunia


Berita soal kecelakaan yang dialami ABG yang naik Honda CBR250RR membuat penulis menjadi tertarik untuk menulis artikel ini.

Beritanya sebagai berikut:
CBR250RR Belum Turun Plat Nomor Sudah Hancur Setelah Anak SMP Ugal-Ugalan Nabrak Tiang Lampu
cbr250rr-rusak-nabrak-lampu

Penulis kurang setuju bila itu disebut ugal ugalan. Karena ugal ugalan itu dilakukan oleh orang yang punya kemampuan. Sementara itu kejadian itu lebih mengindikasikan Baca lebih lanjut

Membahas soal pelumasan, selip, engine brake, performa dan kejepit belt bila pakai driving belt sinnob


Beberapa hari ini di blog banyak yang posting soal teknologi pengganti rantai. Rantai diganti dengan Belt. Ini sesuatu yang bagus karena teknologi belt memungkinkan sistem penggerak menjadi lebih halus suaranya. Selama ini suara berisik rantai sering jadi faktor minus motor sport. Suara mesin sudah halus, suara knalpot nggak terdengar, eh suara rantai mendominasi, jadi nggak elegan. Pemakaian belt sinnob akan membantu mengatasi hal itu.

belt-rantai-sinnob

Pelumasan

Ada yang bilang bahwa pakai sinnob tidak perlu lubrikasi, namun penulis temukan ada yang bilang bahwa tetap butuh kok, ini disebut di website berikut: Baca lebih lanjut

Bodi, shroud dan kondom tangki menyatu bakalan membuat Yamaha Vixion 2017 susah di modif?


Postingan Mas Muslim di bmspeed7.com membuat penulis baru sadar bahwa bodi, shroud dan kondom tangki di spyshoot Vixion 2017 itu menyatu.

 

Ini membuat penulis jadi berpikir adanya masalah baru di desain Vixion 2017. Mungkin maksud Yamaha itu baik karena Baca lebih lanjut

Sistem CBSnya BMW Motorrad dan KTM itu kebalikan dari punya Honda


Penulis baru tahu bahwa ternyata motor dari BMW Motorrad punya sistem rem yang bekerja depan belakang sekaligus. Namun sistem punya BMW ini jauh lebih aman karena caranya kebalikan dari punya Honda.

Penjelasan cara kerjanya sebagai berikut:
ABS, fully and part integral
bmw-partial-integral-brake-abs

With the part integral brake system, the rider simultaneously activates the brakes of both wheels, with the footbrake lever only taking effect on the rear wheel brake. The fully integral brake system always decelerates both wheels, no matter whether only the hand or foot brake levers are being operated. Both systems provide a clear safety benefit in conjunction with ABS when compared to conventional braking systems, as has been frequently demonstrated in motorcycle tests

Dikatakan bahwa dengan sistem rem semi integral, pengendara akan mengaktifkan rem depan dan belakang saat pengendara menekan tuas rem kanan. Sementara itu bila pengendara menekan pedal rem maka hanya rem belakang saja yang bekerja. Pada mode integral penuh maka baik pedal ataupun tuas rem akan sama sama mengerem depan dan belakang secara bersamaan.

 

Sistem rem combined braking KTM juga sama, yang dibuat gabung adalah tuas rem kanan.
2015 KTM 1290 Super Adventure Review

Bosch’s cornering ABS. In addition to providing a linked braking system (using the front brake also activates the back brake), the system enables the rider to brake and accelerate in safety even on wet roads and other slippery surfaces, as well as leaned over in corners.

Dikatakan bahwa penggunaan rem depan akan juga mengaktifkan rem belakang.

Dari website KTM:

KTM 1290 Super Adventure T 2017

MSC with C-ABS (Combined ABS) and Offroad mode
The ultimate in safe deceleration: one component of the comprehensive Bosch MSC assistance package is the world’s first lean-sensitive cornering ABS. Based on the high-quality 9ME modulator, it unites the talents of combined braking and lightning-quick, efficient pressure modulation with the high quality Brembo hardware to make the most advanced braking system on the market – no-one brakes more progressively or safely, even at extreme lean angles. When the front brake lever is actuated, the rear brake is applied simultaneously to optimize stability. If required, not only can it be switched off, but also placed in Offroad mode. This allows the rider to block the rear wheel when required – a prerequisite for committed offroad riding and deliberately executed slides. The ABS function remains active on the front wheel, even in this mode.

Dikatakan bahwa sistem ini disebut paling aman yagn memanfaatkan teknologi pertama didunia yaitu ABS yang bisa bereaksi terhadap sudut kemiringan saat menikung. Modulator Bosch 9ME punya fitur rem gabungan dan modulator yang bisa beraksi sangat cepat, dipasangkan dengan perangkat berkualitas buatan Brembo. Tidak ada sistem lain yang lebih aman dan halus untuk pengereman di saat menikung miring.

Saat rem depan ditekan, maka rem belakang akan juga aktif secara instan untuk meningkatkan stability. Bisa dimatikan jika dibutuhkan atau pada mode offroad. Ini memungkinkan untuk menggunakan rem belakang saat diperlukan – sesuatu yang penting saat mengendarai offroad atau ingin melakukan sliding. ABS di roda depan akan tetap berfungsi walau pada mode ini.

 

Sistem ini jauh lebih masuk akal daripada sistem CBS Honda. Di sistem CBS Honda, yang mengaktifkan sistem CBS adalah tuas rem belakang, sementara rem depan dibuat hanya akan mengaktifkan rem depan saja.

Ini sesuatu yang aneh karena mengaktifkan rem depan itu bikin celaka. Contoh celaka gara gara rem depan bisa dilihat disini:

 

Entah apa pikiran insinyur Honda saat mendesain sistem ini. Mungkin karena rem depan yang paling menentukan pada saat pengereman. Mungkin sudah mendarah daging dianggap rem depan duluan lebih aman, sehingga para instruktur safety riding dari Honda juga mengajarkan bahwa mengerem harus rem depan dulu.

Motor Honda luar negeri sih enak, ABS sudah jadi standar sehingga cara ngawur begitu tidak terasa. Sistem ABS akan mencegah roda terkunci. Yang susah yang motornya nggak ada ABS. Cara ngerem ngawur akan jadi sumber celaka. Apa yang mengajarkan dan mendesain itu tidak pernah merasakan sendiri?

Akan lebih aman bila yang dibuat combi itu rem depan. Jadi dipastikan bahwa rem depan tidak bekerja sendirian. Lebih bagus lagi bila ada delay sedikit.

Combi Brake System nya matik Indonesia beda dengan CBS matik India yang lebih aman.


Penulis menemukan bahwa ternyata implementasi Combi Brake System di motor matik India berbeda dengan motor matik Indonesia. Walau sama sama combi brake, namun ada perbedaan yang walau terkesan lebih kuno namun justru membuatnya lebih aman dari pada CBSnya matik Indonesia.

Penulis sudah singgung soal CBS matik Indonesia di artikel berikut:

Penulis menemukan demo yang lebih memudahkan mengetahui cara kerja CBS, bisa dilihat videonya berikut ini: Baca lebih lanjut