Kumpulan fitur bohongan di motor yang manfaatnya tidak sesuai aslinya


Artikel ini dibuat karena tertarik dengan komentar komentar yang diposting di artikel di kobayogas.com.

Pemasangan cover deltabox yang dilakukan pemilik motor disebutkan membuat motor terlihat cacat dan lebih cheap. Setahu penulis, pemilik motor memasang cover deltabox dengan tujuan memperindah atau agar tidak terkesan kopong atau menutupi ruang yang kosong. Penulis ingat pabrikan juga melakukan hal yang sama, memberi fitur cuma untuk mempermanis dan cuma abal abal atau palsu. Untuk itu penulis mencoba membuat kompilasinya. Sekalian penulis tambahkan fitur fitur yang manfaat tidak sesuai aslinya.

Kutipan dari artikel kobayogas.com sebagai berikut:

Buktinya masih ada saja yang gak terima kalau motornya memang tidak menggunakan sasis twin spar atau delta box dan kemudian “menghukumnya” dengan memberikan delta box abal abal alias cover delta box yang terbuat dari plastik untuk menutupi “cacat” tersebut.. Sehingga seakan akan terlihat “nih motor gw pake delta box loh”.. Padahal? Di mata KBY sih malah nambah cacatnya hehe.. di mata KBY loh..

Di matanya mungkin kalau gak delta box atau belum twin spar gak keren padahal produsen tentunya sudah memperhitungkan agilitas serta kemampuan maksimal dari sebuah sasis ketika membuatnya.. Salah satu alasannya adalah faktor cost, karena membuat sasis delta box “beneran” untuk menghandle power yang keluar dari mesin 250cc misalnya 2 silinder, tidaklah murah.. Akibatnya agar terlihat menjadi motor sport yang mahal maka delta box plastik menjadi pilihan, padahal justru malah keliatan cheap..

Contoh komentarnya:

hehehe…ya ya betul juga….salah satunya yg kurang paham soal otomotif ya ay ini….tapi kalo masalah estetika masak sih pada ngga ngerti…huehehe

tapi ada juga vixi yg udah pake deltabox malah ditambahin asesoris rangka kandang ayam,padahal itu hal yg diharamkan tHabib nDharmo

desainer sujuki gsx 150r juga paham otomotif juga donk, pake cover ala twinspar dari plastik……

Parahnya… dah gak paham otomotif ditambah gak paham safety…
Liat aja bang Kobay… banyak user sport fairing yg spionnya dilipat ketika berkendara. Nah trus spion yg tdnya berguna jd gak ada gunanya kan?

 

Pendapat penulis sudah penulis tuangkan di artikel berikut. Intinya, kalau pemasangannya rapi, menyatu dan nggak norak, mengapa tidak? Toh tampilan bisa terlihat lebih bagus.

bro Kobayogas memberikan penjelasan sebagai berikut soal fitur airscoop tipuan di Yamaha R15:

tapi itu kan dari sananya mang.. bukan tambahan

Point nya ga dpt ya? Pake/bikin Delta box palsu biar dianggap sebagai motor berdelta box sama adanya air intake dummy dari pabrikannya ya beda… Masa gak paham sih ?

benang merahnya sama sih ya, fake.. cuma yang satu gak dipasang diluar alias bawaannya udah begitu..

 

Dari yang penulis tangkap, yang dianggap bro kobayogas cheap dan cacat itu bila pemasangan dilakukan untuk menumpuki bawaan aslinya. Atau, apakah kalau pabrik yang melakukannya, apapun itu tidak akan terkesan cheap ataupun cacat? Karena pabrikan pun melakukan teknik yang sama.

Bagi penulis sendiri, selama tampilan bagus tidak masalah. Tapi harusnya untuk level pabrikan tidak melakukan teknik fake ini karena kesannya jadi menipu pembeli. Pembelinya sih sepertinya tidak keberatan. Jadinya fitur fake pabrikan jadi tipuan yang dimaklumi pembelinya.

Berikut fitur yang menurut penulis cuma tipuan dan tidak sesuai dengan kesannya:

Rangka tipuan dari plastik

Penulis awali dari ini dulu, untuk menunjukkan bahwa yang pakai cara menutup nutupi bodi aslinya nggak cuma yang pasang cover deltabox saja, tapi pabrikan motor juga. Tujuannya mestinya untuk membuat tampilan lebih menarik. Karena kalau ditunjukkan aslinya tentu tidak bagus.

Contoh ada Honda Sonic 150. Dari luar kelihatannya begini:
bagian-samping-honda-sonic-plastic-apa-betulan

Padahal aslinya seperti ini:
bagian-samping-honda-sonic-aslinya

 

Suzuki GSX, tahu dari gasspoll83, dari luar terlihat seperti ini:
cover-deltabox-pada-suzuki-gsx-r150

cover-deltabox-pada-suzuki-gsx-s150

Padahal aslinya rangkanya seperti ini:
body-frame-suzuki-gsx

 

Yamaha MX King 150. Dari luar terlihat seperti ini:
bagian-samping-yamaha-mx-king-plastic-apa-betulan

Padahal aslinya seperti ini:
bagian-samping-yamaha-mx-king-aslinya

 

Air scoop / air ram palsu

Yang ini menurut penulis lebih susah membuat fakenya daripada membuat aslinya kalau misalkan pemilik pingin coba sendiri. Cuma memang membuatnya bisa menyatu ke bodi lebih susah.

Contohnya air scoop palsu adalah Yamaha R15 v3 2017:
air-scoop-di-yamaha-r15-v3-2017

Harusnya pabrikan mampu untuk membuatnya benar benar berfungsi, mungkin karena dikejar waktu jadi tidak diselesaikan. Untuk membuat aslinya mestinya nggak mahal, berapa sih harga selang? Yang rumit mungkin desainnya untuk bisa rapi.

Yang penulis penasaran itu yang di Suzuki GSX-S150. Itu air scoop beneran atau tidak ya?
air-ram-pada-suzuki-gsx-r150

 

Ventilasi palsu

Ini banyak pabrikan yang pakai juga. Dibuat seakan akan ventilasi, tapi sebenarnya tidak bisa dilewati angin. Salah satu contohnya adalah Vario:
ventilasi-palsu-vario-techno

Atau di Honda Revo 100cc
ventilasi-palsu-honda-revo-100cc

Atau di Vixion first gen:
ventilasi-palsu-di-vixion-fist-gen

 

Carbon Fibre / karbon fiber palsu

Bodi aslinya plastik, tapi dikesankan seakan akan karbon fiber. Contohnya di Yamaha Mio M3:
pola-karbon-fiber-di-yamaha-mio-m3

pola-karbon-fiber-di-yamaha-mio-m32

Atau di Honda Vario 150:
karbon-fiber-palsu-di-vario-150

 

Eco ecoan

Penulis katakan ini fitur eco ecoan karena belum tentu pada saat lampu eco menyala itu kondisi benar benar eco. Kalau di motor sepertinya pakai sensor kecepatan, kalau di mobil sensor rpm. Penulis tahu ini saat mencoba jalan di 1000rpm pakai Ayla. MID menunjukkan 40km/liter, tapi lampu eco tidak menyala. Jalan di 2500 rpm gigi 2 lampu eco menyala, padahal MID menunjukkan sekitar 15km/liter.

 

Karena penunjuknya kecepatan atau rpm, maka kesannya jadi salah. Memang kebanyakan jalan di kecepatan seperti itu bikin irit, namun untuk eco tidak hanya kecepatan saja yang harus diperhatikan, tapi juga gigi yang dipakai. Mengendarai akan jauh lebih irit bila rpm dijaga agar tetap rendah. Namun rpm harus cukup tinggi sehingga mesin masih berjalan dengan mulus / normal / tidak knocking. Kalau untuk matik, ini bisa dilakukan dengan merubah berat roller. makin berat bisa lebih irit.

 

Kalau dulu penunjuk eco itu di cetak di spedo.
eco-indicator-honda-astrea

Kalau sekarang untuk motor di Indonesia sudah pakai lampu.
eco-digital-honda-beat

eco-digital-yamaha-mio-m3

eco-digital-yamaha-mio-soul

Yang di luar negeri masih pakai cetakan di spedo sih (India)
eco-indicator-yamaha-ray

eco-indicator-yamaha-alpha

eco-indicator-suzuki-lets

eco-indicator-honda-activa

eco-indicator-hero-duet

 

Riding mode nggak berguna

mode-riding-by-wire-acceleration-position-sensor

Di motor Honda CBR250RR ditawarkan fitur canggih yang bisa mengatur kekuatan dan akselerasi sesuai keperluan. Fitur ini terutama untuk membantu memberikan handling yang aman di jalan yang licin. Namun menurut penulis fitur ini tidak berguna kalau dari aslinya tenaga di rpm rendah lemot. Sehingga percuma diberi pengatur untuk mengecilkan tenaga karena dari aslinya sudah tidak bertenaga. Bila disetel paling ekstrem sekalipun dipakai pelan masih enak, maka jadinya lebih cocok kalau setelannya dipakai ekstrem terus. Fitur riding mode jadi tidak ada gunanya.

Pertimbangan penulis didasarkan dari review autonetmagz:

Update:
Ternyata riding mode ternyata perlu sekali untuk motor Honda CBR250RR karena ternyata kalau selain mode comfort maka motor bakalan nyendat nyendat atau tersentak sentak kalau di pakai pelan. Dijelaskan di artikel berikut:
Menimbang perlunya riding mode di Honda CBR250RR dilihat dari sisi macet dan respon mesin

Nggak pernah dengar ada masalah ini di motor 250cc yang masih pakai kawat sling untuk throttle.

 

Spakbor nggak berguna

Spakbor terutama untuk motor sport kebanyakan sudah tidak lagi berfungsi dengan benar. Entah apa alasan pabrikan mempertahankan untuk menawarkan spakbor yang setengah setengah tersebut. Yang belakang tetap bikin bagian belakang kotor, yang bagian depan tetap mengotori radiator. Di matik mengotori mesin, di sport mengotori suspensi.

Parahnya, dari sisi estetika pun nilainya masih minus.
spakbor-tidak-berguna-di-honda-cbr250rr

Pernah dibahas di artikel berikut:

 

Combi brake yang malah mencelakakan.

Aslinya combi brake itu sesuatu yang bagus. Mengerem pakai tuas rem belakang akan aman karena rem belakang aktif lebih dulu, baru rem depan. Sistemnya sebagai berikut:
combi-brake-yang-beneran

Sayangnya implementasi di Indonesia meniadakan keberadaan delay valve yang gunanya untuk memastikan rem belakang aktif terlebih dahulu. Pakai cara asal jadi, kabel rem belakang dibuat sekaligus menarik rem depan.

Dengan cara seperti itu, karena sistem rem belakang bukan cakram, maka rem depan jadi aktif / mengigit terlebih dahulu. Mengerem depan duluan itu berbahaya dan sangat beresiko jatuh.

Sebagai akibatnya, banyak orang yang celaka justru gara gara motornya dilengkapi CBS.

 

Yang menurut penulis bikin motor cacat itu adalah fitur spakbor dan combi brake. Fitur tersebut justru menambah harga. Yang combi brake malah bikin celaka. Fitur selain kedua itu menurut penulis tidak membuat motor cacat. Tidak membuat terlihat cheap, tapi justru bisa membuat tampilan lebih ok.

 

Sementara itu dulu. Barangkali ada yang bisa menambahkan?

Iklan

12 thoughts on “Kumpulan fitur bohongan di motor yang manfaatnya tidak sesuai aslinya

  1. kayanya di moge jga ada plastik buat nutupin rangka deh contohnya z800, tapi keren & cocok.. klo menurut ane sih yg krg menarik itu lobang air ram di new r15, kebesaran bgt mending dkecilin kan ga guna ini hehe.

    Suka

  2. Ya namanya jg motor harus d bungkus rapi, d tambah desain yg seni, kalo mengharap paling bagus…ya hanya ada d motor untuk kompetisi, mgkn bagi anda sesuatu yg kecil itu tdak berfungsi, tp bagi pengendara sendiri sangat berfungsi dgn baik, lagian sudah jelas kok kalo blogger sebelah menulis menurut pendapatnya sendiri/pribadi, kalo mau berfungsi dan tdk bohong menurut anda, ya mending buat pabrik motor sendiri….

    Suka

    • Untuk saya fitur bohongan tidak masalah. Kan harga memang menuntut begitu. Yang saya nggak terima itu fitur semacam CBS, sudah harga lebih mahal 500 ribu, tapi malah bikin istri celaka. Tahu begitu pilih yang bukan CBS. Untung fitur CBS masih bisa dibenahi jadi lebih aman.

      Suka

  3. Lobang Ram Air Palsu All New R15 bisa dilubangin dan dipasangin “selang” yg mengalirkan udara mengarah ke area belakang radiator/dekat Silinder Head maybe, sehingga bisa membantu menjaga suhu mesin supaya tetap stabil.

    Suka

    • Tapi hanya berguna kalau kecepatannya lumayan, lah kalau macetmacet juga samaaja wkwk.. malah dilobangi kalau lagi hujan lalu ada air dan/atau cipratan kotoran terlontar ke lubang itu, malah bikin kotor.

      Btw itu ram air palsunya bukannya malah nambah drag ya ?

      Suka

      • Faktor hujan itu mungkin yang membuat Yamaha nggak berani pasang air ram yang beneran. Kalau pas kena semburan air dari mobil lewat kan gawat. Bisa malah terjadi water hammer ya / piston kesumbat air.

        Ram air palsu mestinya nggak ngefek ke hambatan angin.

        Suka

  4. Spakbor depan pendek sy stuju, krn radiator cepat minta ganti dan produsen untung.
    Spakbor blakang sy nd stuju krn penampilan nya bagus kok, memang bikin nyiprat tpi motor bgni kan jarang banget di jalan, hujan jg jarang di mayoritas tempat indo.

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s