Engine brake sebaiknya pakai throttle blip, jangan main kopling


Membaca komen dan respon di sebuah blog membuat penulis kaget juga karena ternyata ada yang melakukan engine brake (pengereman pakai daya rem mesin) tanpa melakukan teknik throttle blip. Penulis kaget karena penulis pikir memanfaatkan throttle blip saat engine brake merupakan pengetahuan umum. Penulis cek di forum Indonesia ternyata memang banyak yang melakukan engine brake tanpa melakukan throttle blip.

Tanpa memakai throttle blip maka sentakan mesin jadi ekstrem. Oleh karena itu banyak yang mengakalinya dengan melakukan teknik setengah kopling, yaitu dengan melepas kopling secara perlahan atau dengan tidak sepenuhnya melepas tuas kopling.

Dengan cara ini memang engine brake menjadi lebih halus. Namun ini ada kelemahannya, yaitu kampas kopling jadi cepat habis. Ini hampir tidak ada bedanya dengan akselerasi pakai setengah kopling, sama sama nyentak, sama sama bikin aus kampas kopling. Mungkin tarikan terasa mantap, namun sesudah beberapa kali pakai akan terasa kopling mulai tidak sip lagi, lalu pada saat jalan kencang motor jadi seperti nyendal nyendal karena kopling hampir tidak kuat mengigit.

Percuma juga tujuannya mengirit kampas rem tapi kampas kopling cepat habis. Bukannya lebih mahal biaya ganti kampas kopling? Bisa sampai bebeerapa kalinya tuh.

 

Mungkin ini sebabnya Yamaha merilis R15 dengan slipper clutch. Yamaha jeli melihat konsumen Indonesia tidak memanfaatkan teknik throttle blip sehingga fitur slipper clutch akan sangat berguna bagi mereka.

 

Throttle blip itu adalah suatu teknik yang tujuannya untuk membuat mesin berjalan di rpm yang sesuai dengan gigi yang dituju. Bila dilakukan dengan benar, maka engine brake bisa mulus walau kopling dilepas secara kilat.

Untuk kecepatan yang sama, rpm yang dibutuhkan gigi berbeda beda. Gigi rendah butuh rpm tinggi, gigi tinggi butuh rpm lebih rendah. Jadi saat pindah gigi yang lebih rendah, rpm harus dinaikkan agar mesin bisa tetap menjaga kecepatan, agar perpidahan tidak menyentak. Bila rpm tidak dinaikkan maka motor akan menyentak kebelakang. Bila rpm terlalu tinggi maka motor akan menyentak ke depan. Keduanya tidak awet untuk motor. Kadang bisa merusak rantai atau bahkan merusak mesin. Solusi main setengah kopling juga bikin kampas kopling tidak awet.

Oleh karena itu rpm perlu dinaikkan, tidak boleh terlalu tinggi, juga tidak terlalu rendah. Ini dicapai dengan melakukan bleyer gas sebentar, menaikkan throttle dalam sekejap, lalu diturunkan lagi. Jadi rpm akan naik sedikit.

Saat pindah ke gigi rendah, maka biasanya rpm harus dinaikkan kira kira 2000 rpm untuk motor. Untuk pasnya bisa memakai bantuan penghitung kecepatan gigi online seperti contoh berikut ini:
Apex Garage – Gear Ratio Speed Calculator

 

Karena agak susah, melakukan throttle blip butuh latihan. Kalau sukses, maka transisi akan terasa mulus. Pengereman dengan engine brake tidak akan menyentak dan membuat pengendalian menjadi lebih mudah. Tidak lagi perlu memikirkan seberapa banyak kopling harus dilepas. Tinggal dilepas langsung.

Cara ini juga mujarab untuk diterapkan di motor bebek. Apalagi karena di motor bebek seringkali jarak main setengah kopling jauh lebih sempit dari motor sport. Bila sudah mahir maka pakai motor bebek halusnya bisa terasa seperti pakai matik.

Kalau di motor bebek, tekniknya adalah sebelum melepas injakan kaki, lakukan throttle blip terlebih dahulu. Jadi misal sedang engine brake, kita injak persneling untuk menurunkan gigi, lalu kaki jangan diangkat dulu, kita naik gas sebentar, lalu baru kaki diangkat dari persneling. Kalau pas tidak akan nyentak. Untuk shift up tinggal dilakukan sebaliknya, sebelum lepas persneling, gas diturunkan dulu.

 

Contoh demo throttle blip di Ninja 636:

Suaranya akan beda. Bila tanpa throttle blip maka kalau langsung dilepas seringnya dibarengi dengan bunyi benturan, bunyi ban berdecit, baru rpm naik, bunyinya jedak ckiit guung. Sementara itu kalau pakai throttle blip, ada suara rpm naik dulu tanpa ada suara benturan, diiringi dengan bunyi ban yang ngerem tanpa selip, nguung ciirp – nguung ciirp – nguung ciirp, dst. Suara terdengar mirip orang bleyer padahal lagi ngerem.

 

Kalau sudah biasa, maka throttle blip akan menjadi salah satu kenikmatan dari motor manual yang tidak bisa dilupakan :). Suaranya itu yang bikin kangen. Kalau tidak mendalami throttle blip rugi. Sekalipun sudah pakai slipper clutch sekalipun, teknik throttle blip masih akan tetap membantu.

Iklan

13 thoughts on “Engine brake sebaiknya pakai throttle blip, jangan main kopling

  1. yang biasa main di putaran tinggi pakai bebek pasti tahu lah,
    pasti berdecit kalo ga blipping

    tapi kalo di motor injeksi ga bisa se presisi motor karbu saat blipping, respon mesin agak gugup
    pengaruh ecu mungkin

    Suka

  2. Salah satu seni naik motor.biasanya yg sering sperti itu mobil angkutan mesin diesel,mainkan gas dlu sbelum pindah gigi.sy selalu menerapkan spt itu juga,membantu cornering jg.

    Suka

    • Iya. Kalau di kendaraan besar wajib menyesuaikan. Tapi ada juga yang sembarangan sehingga hasilnya bau gosong (kopling panas kebakar), kadang bisa mengalami ini saat naik bis antar kota.

      Suka

  3. Paling asyik blipping justru di motor bebek, soalnya kan koplingnya “banci” jadi mesti pas bener tuh mainin rpm nya. Memang harus dilatih kalau sudah terbiasa nanti akan terasa banget manfaatnya. Apakah teknik blipping ini juga diajarkan dalam safety riding?

    Suka

    • Iya. Kalau setelan pesneling pas, kadang ada jarak main sedikit untuk dimainkan seperti kopling motor laki. Yang paling mirip suzuki, oleh karena itu perpindahan gigi di bebek suzuki lebih halus, tapi resiko kampas kopling cepat habis.

      Nggak yakin di safety riding diajari. Artikel ini dibuat karena yang respon soal engine brake itu mestinya sering ikut acara safety riding dan sering sambang ke arena balap sentul, tapi menyarankan main kopling, lepas pelan pelan.

      Suka

  4. wah ini teknik lama, aku dulu diajari oleh bokap dulu,, setuju ini kenikmatan naik motor manual,, dulu klau aku bonceng bokap naik cb atau rs benar benar hlus ga terasa perpindahan giginya.. kulihat anak muda sekarang banyak yang ga punya skill naik motor hanya modal nekat.. membahayakan diri sendiri dan orang lain…

    Suka

  5. Hadew jadi inget salah 1 tekhnik yg hilang gara2 terlalu sering n terlalu lama pake matic. Wkwkwkwk.

    Kapan pake motor manual lagi yah

    Suka

  6. Mau tanya kang, ane kalo pakai mxking..sekitar 15-20 meter sebelum polisi tidur ane lepas gas dan tarik tuas kopling full ..sehingga mtr terasa loss meluncur ..udh deket poldur baru dibraking …apakah hal itu membuat kampas kopling cepat aus??

    Suka

    • Rasanya tidak. Aus terjadi bila kampas kopling dipaksakan untuk bekerja selagi ada perbedaan kecepatan antara mesin dan roda. Bila pas maka kampas kopling lebih awet. Yang bikin aus menurut saya adalah bila main setengah kopling baik untuk akselerasi atau engine brake. Kalau lepasnya disentak, ausnya lebih kasar.

      Saya biasanya kalau lewat polisi tidur suka main kopling agar lewat lebih lancar.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s