Takut tambah minyak goreng no problem tapi wajib tahu perilaku motor bila oli mesinnya jelek


Hasil yang memuaskan dari menambah minyak goreng ke oli mesin membuat penulis menyarankan pembaca untuk juga ikut mencoba. Dan ternyata memang menambahkan minyak goreng (khusus minyak kelapa sawit) ke oli mesin juga memberi hasil positif bagi banyak orang:

Banyak juga yang menentang. Ada yang takut, ada yang mengkonotasikan dengan gosong. Ada yang bilang namanya minyak goreng ya cocoknya untuk masak, nggak cocok untuk mesin. Untuk mesin cocoknya dari bahan minyak bumi. Dst.

Penulis hormati pendapat itu. Namun juga perlu tahu bahwa penulis jadi punya standar baru yang lebih tinggi untuk oli mesin setelah coba menambah pakai minyak goreng. Dari standar baru ini maka oli oli yang ada dipasaran jadi terlihat jelek. Penulis akan mengulas standar ini, dengan menjelaskan tentang apa efek dari pemakaian oli jelek pada sepeda motor. Penulis membatasi dengan dua contoh oli saja, Fastron Techno 15W50 dan AHM MPX-2.

Suara mesin kasar

Konon katanya mesin sekarang sudah makin presisi. Banyak sekali yang meyakini hal ini. Kita anggap saja bahwa ini adalah fakta yang tidak terbantahkan. Namun nyatanya mengapa kok setelah makin presisi tapi mesin jadi makin berisik?

Menurut penulis yang membuat mesin makin berisik itu salah satunya adalah kualitas komponen dan kualitas oli mesin.

Penulis jadi yakin bahwa kualitas komponen bisa mempengaruhi berisiknya mesin mulai dari saat jamannya mocin. Saat itu muncul banyak merek mocin dengan mesin yang sama persis dengan motor buatan Honda. Kualitasnya macam macam. Yang bikin penulis kaget adalah saat melihat demonstrasi motor Beijing. Suara mesin halus sekali sehingga hampir tidak terdengar. Padahal spare part mesin 100% kompatibel dengan mesin motor Honda saat itu. Dan Honda saat itu mesinnya sedang musimnya berisik. Jadi walau spare partnya sama, bila kualitasnya beda maka halusnya mesin akan beda.

Untuk soal oli mesin, jelas oli mesin yang jelek akan membuat mesin makin berisik. Fungsi utama oli mesin adalah untuk melapisi kedua permukaan logam yang bergesekan. Kalau olinya tidak sanggup melapisi, maka logam akan bertemu langsung dan menimbulkan friksi yang menghasilkan suara berisik dan hambatan.

Menurut penulis yang terjadi sekarang adalah dua duanya. Kualitas komponen jelek dan kualitas oli jelek. Bila kualitas komponen bagus maka sejelek jeleknya oli tidak akan membuat mesin sangat berisik. Bila olinya bagus maka sejelek jeleknya kualitas komponen maka mesin tidak akan jadi sangat berisik.

Nyatanya yang terjadi adalah suara mesin motor sekarang sangat berisik. Menurut aturan, harusnya keberisikan kendaraan itu tidak boleh melebihi 80dB:

Untuk bayangannya, 90 dB itu setara dengan suara blender jarak satu meter atau suara truk diesel dari jarak 15 meter.

Standar pengukuran suara berisik dilakukan dengan membleyer kendaraan di kecepatan 50km/jam. Mic pengukur suara ditempatkan 7.5 meter dari perlintasan kendaraan.
posisi-mic

Rasanya suara mesin motor sekarang sudah sama kasarnya sama suara mesin diesel. Harusnya walau komponen mesin kualitasnya pas pasan sekalipun, suara mesin tidak sampai seperti suara mesin diesel. Berisiknya suara mesin tapi ya, bukan suara knalpot mobil diesel. Suara kasar menjadi pertanda bahwa kualitas oli sekarang tidak bagus. Sebelumnya juga penulis pernah membahas soal ini:

 

Di pasaran ada juga oli atau aditif yang bikin mesin halus setelah beberapa menit dipakai. Penulis lebih memilih yang bikin mesin halus langsung tanpa tunggu lama. Dari oli contoh, oli AHM MPX-2 bikin mesin berisik. Suara lebih halus saat pakai Fastron. Pemakaian alat modif pro capacitor bisa sedikit mengurangi suara berisik namun tetap kalah halus dengan setelah ditambah minyak goreng.

Untuk gambaran halusnya mesin, suara mesin tidak lebih keras dari suara knalpot motor. Harus diingat bahwa suara knalpot motor sekarang sudah sangat senyap. Namun repotnya kalau di matik, bagian CVT sering masih berisik juga. Sayangnya bagian CVT tidak kena oli mesin. Ingin halus maka harus dilumasi di bengkel. Tapi motor beat ESP penulis sudah dilumasi di AHAAS juga suara CVT masih berisik kalau pagi hari.

 

Mengurangi performa

Bila oli itu punya daya perlindungan yang bagus, maka oli tidak akan menghambat performa kendaraan. Oli bahkan bisa meningkatkan performa kendaraan.

Selama oli masih punya daya pelicin yang bagus, maka oli yang lebih encer akan membuat performa kendaraan meningkat. Hal ini didukung oleh penelitian baik oleh pabrik oli ataupun pabrik kendaraan. Disimpulkan bahwa oli lebih encer satu tingkat dapat meningkatkan performa kendaraan hingga 2%. Kasarannya kalau top speed aslinya 100km/jam, setelah pakai oli encer harusnya top speed bisa naik jadi 102 km/jam.

Jadi bila ada oli encer yang akibatnya justru bikin performa turun, maka oli itu oli jelek.

Dari oli contoh, AHM MPX-2 terasa parahnya. Bukannya naik top speednya, malah justru turun. Penulis coba cuma beberapa saat saja. Lihat kecepatan tidak naik naik lagi, cuma mentok 95km/jam, penulis putuskan untuk pelan lagi karena suara mesin yang sangat kasar. Tarikan saat itu juga nggak enak.

Fastron lebih lumayan. Walau terasa berat juga, mungkin karena terlalu kental, tapi motor masih bisa kencang. Suara mesin termasuk halus namun kalau terlalu lama jadi agak kasar.

Setelah ditambah minyak goreng, performa terasa makin ok. Saat gas pol rasanya top speed jadi cuma dibatasi hambatan angin, transmisi dan rpm limiter saja. Selain itu mesin juga masih halus.

 

Makin kencang makin berisik

Sekarang ini sepertinya sudah umum bahwa kalau motor dijalankan makin kencang suara mesin makin berisik. Ini juga yang pernah penulis yakini.

Sampai penulis menemukan hal yang berikut ini:

Disitu diperlihatkan aus justru berkurang setelah mesin jalan. Seharusnya bila oli kemampuannya cukup, maka mesin tidak akan makin berisik bila dipakai kencang.

Dari oli contoh, pakai oli AHM MPX-2 membuat mesin jauh lebih berisik saat jalan. Pakai oli Fastron Techno tidak begitu berisik saat jalan. Setelah ditambah minyak goreng suara mesin masih halus walau saat jalan gas pol.

 

Setelah dipakai kencang suara jadi berisik

Untuk sepeda motor, salah satu faktor penting dari oli mesin adalah kemampuan oli untuk tidak jadi encer setelah oli kena sobek sobek sama mesin. Kemampuan ini dinamakan shear stability.

Saat motor dipakai kencang, maka oli akan di kocok kocok dan disobek sobek oleh mesin. Oli yang kemampuannya bagus maka bisa tetap mempertahankan kekentalan lebih lama. Hal ini penting karena ini ada hubungannya dengan film strength, yaitu kemampuan oli untuk bisa tetap melumasi antara kedua permukaan logam. Makin encer maka makin berkurang film strengthnya.

Karena motor jalan di rpm tinggi, kemampuan untuk bisa tidak encer sangat penting. Oli yang shear stabilitynya payah akan cepat encer. Oli dengan aditif penambah VI biasanya punya shear stability yang payah.

Dari oli contoh, oli AHM paling parah. Tidak perlu kencang suara mesin sudah kasar duluan. Setelah dipakai kencang sedikit suara jadi makin kasar. Hampir nggak betah mendengar kasarnya suara mesin.

Fastron Techno masih mendingan, dipakai gas pol suara mesin masih termasuk halus. Namun masih kurang bagus, karena setelah dipakai kencang maka sampai tujuan suara mesin jadi kasar. Bila dipakai pelan pelan suara mesin masih akan tetap halus.

Setelah ditambah minyak goreng, peningkatan dalam hal ini sangat terasa. Setelah dipakai gas pol selama bermenit menit suara mesin masih tetap halus saat dipakai pelan. Sampai di tujuan pun suara mesin masih halus.

 

Kerak atau lumpur mesin

Hal yang bisa merusak mesin selain dari karena gesekan adalah karena timbulnya kerak atau lumpur mesin. Sayangnya hal ini susah terdeteksi. Cuma bisa diketahui bila mesin dibuka.

Ini juga tidak bisa dideteksi dari hanya warna oli saja. Kalau oli sudah hitam dan tidak diganti memang memacu terjadinya kerak dan lumpur mesin. Karena saat oli sudah hitam itu artinya oli sudah tidak mampu lagi untuk membersihkan dan melarutkan kerak mesin yang terjadi.

Namun oli yang masih bening juga tidak lepas dari masalah tersebut. Karena bisa jadi olinya bening karena tidak punya kemampuan untuk melarutkan atau membersihkan kerak atau lumpur yang terjadi.

Dari oli contoh sayangnya penulis tidak buka mesin. Kalau dari yang lain, ada yang pernah buka mesin. Untuk Fastron Techno ada banyak contoh dalaman mesin yang bersih. Untuk minyak goreng ada contoh dari bro Arieftc yang menunjukkan dalaman mesin yang bersih. Bisa dilihat di artikel testimoni minyak goreng.

 

Long drain interval / oli cepat hitam?

Oli jadi cepat hitam itu bisa karena olinya rusak atau karena olinya melarutkan kotoran yang timbul dari mesin yang tidak fit. Oli yang cepat hitam di motor yang kondisinya prima perlu dicurigai. Oli yang masih bening di motor yang tidak fit juga perlu dicurigai.

Sebelumnya penulis juga pernah membahas bagaimana pemakaian bio solar dapat menyebabkan oli mesin jadi cepat rusak.

Jadi pemilihan bahan bakar juga bisa mempengaruhi masa pakai oli mesin juga. Oleh karena itu penulis lebih memilih untuk menentukan kualitas oli dari sisi yang lain. Penulis juga tidak terlalu terpaku untuk memperpanjang masa pakai oli. Karena menurut penulis tidak ada gunanya mencoba memperpanjang masa pakai oli.

Oli yang katanya masa pakainya lama sekalipun pada kenyataannya tetap disarankan pabrik olinya untuk menyesuaikan dengan saran dari pabrik motornya.

 

Dari contoh, oli AHM MPX-2 itu parah. Masih baru beberapa ratus km suara mesin sudah jauh lebih kasar daripada setelah ganti oli. Penulis merasa banyak oli lain yang cuma tahan beberapa ratus kilometer saja sebelum suara mesin jadi kasar. Seperti dijelaskan diatas, penulis menganggap bahwa suara kasar mesin adalah tanda oli tidak lagi mampu melindungi mesin.

Fastron masih lumayan, hingga akhir masa pakai masih tetap halus. Walau memang halusnya tidak seperti saat oli masih baru.

Setelah ditambah minyak goreng, suara mesin jadi halus terus setelah beberapa bulan. Namun walau suara mesin masih halus, penulis tetap pakai masa periode ganti oli maksimal anjuran dari pabrik motor, yaitu 4 ribu km

 

Mesin Panas?

Menurut penulis agak susah untuk menentukan kualitas oli dari segi panas mesin. Panas memang bisa terjadi bila oli tidak bisa melapisi dengan sempurna. Permukaan logam yang bergesekan secara langsung akan menimbulkan panas. Namun panas juga bisa terjadi bila oli punya daya hantar panas yang lebih bagus.

Oleh karena itu penulis lebih memilih menentukan kualitas oli dari sisi performa atau halusnya mesin.

Karena motornya matik, penulis tidak bisa membandingkan dari sisi panas mesin.

 

Jadi bila diringkas, oli yang sip itu adalah oli yang:

  • bikin mesin halus. Harus lebih halus dari motor yang sama yang pakai oli resmi.
  • tidak mengurangi performa.
  • dipakai kencang tidak berisik.
  • setelah dipakai kencang suara mesin masih halus.
  • tidak menimbulkan kerak atau lumpur mesin.
  • nggak perlu bisa long drain tapi harus bikin mesin tetap halus selama masa pakai yang dianjurkan

Bila oli yang bro pakai sudah seperti itu, maka selamat deh. Mungkin bisa share merek oli yang dipakai apa.

Bila belum, maka sebaiknya coba cari oli yang lebih baik. Barangkali bisa coba juga pro capacitor biar mesin lebih halus dan tarikan lebih enteng. Atau coba tambah minyak goreng.

Iklan

50 thoughts on “Takut tambah minyak goreng no problem tapi wajib tahu perilaku motor bila oli mesinnya jelek

  1. Jadi AHM oil kualitasnya dipertanyakan? Pernah lihat di belakang kemasan dia punya pabrik siapa yg buat?

    Btw mau tanya jika mesin sudah lebih dari 5 tahun dan sudah pernah oversize apakah bisa menggunakan oli dengan spek lebih encer (standar pabrikan 20w50)?

    Kalau pakai minyak goreng misal 100ml kandungan minyak goreng apakah seperti senyawa bisa kecampur sama olinya, atau unsur jadi ga kecampur (seperti air dan minyak)?

    Suka

    • Iya, menurut saya oli AHM mengecewakan. tapi oli motor lain juga sama saja. Di belakang tulisan buatan idemitsu. ada yang buatan federal juga.

      Pilihan encer atau kental juga bergantung pada suhu kerja mesin. Kalau suhu mesin sangat tinggi, oli kental bisa seencer oli encer.

      Mending dicoba saja. Kalau sampai kasar berarti oli terlalu encer atau olinya kurang bagus. Kalau sudah begitu, pakai oli kental performa bisa jadi lebih ok.

      Minyak goreng bisa mencampur sempurna dengan oli mesin. Minyak nabati itu 100% kompatibel dengan oli mineral. Malah dulu minyak nabati itu dipakai untuk menambah daya pelarut dan film strength dari oli PAO.

      Suka

  2. Klo oli motor KTM gimana mas bro, Motorex Formula 4T oli OEM KTM disarankan ganti tiap 7500 km ato 7,5 bulan. Kira2 Minyak Goreng’y kuat ga yah?

    Suka

  3. sekarang pakai ahm spx + minyak goreng, suara dan getaran mesin di rpm rendah halus, tapi di rpm di atas 8000 getaran sangat terasa walau suara juga masih halus

    pengalaman pakai fastron diesel di motor lain (tanpa minyak goreng), getaran halus hingga rpm atas, tapi suara agak kasar, terutama setelah perjalanan jauh (perbandingan dengan mpx di motor yang sama)

    ada saran? apakah fastron plus minyak goreng bisa mengatasi getaran di putaran atas tanpa membuat suara jadi kasar? atau ada saran oli lain? (motor ncb150r)

    Suka

    • Terima kasih sharingnya.

      Aneh juga mesin makin halus tapi jadi makin bergetar. Ada kemungkinan getaran terjadi karena ada yang tidak balance. Coba cek apakah ada masalah soal balance di NCB. Kalau di old CB pernah ada yang share rumah kopling nggak balance dan perlu di tuning.

      Kalau pakai fastron tidak getar, coba pakai oli yang lebih kental. Bisa jadi AHM SPX/MPX terlalu encer (10W30). sebelumnya Fastron 10W40? Coba fastron Techno 15W50.

      Suka

      • Pakai fastron diesel 15w-40, tapi bukan di NCB
        Itu pengalaman pakai di supra x125, setelah sebelumnya pakai mpx

        Fastron diesel sepertinya kurang cocok, karena lambat panas (kalau masih dingin aksel tertahan dan agak bergetar, tapi kalau sudah panas halus)

        Suka

        • Ok. Oli versi diesel biasanya film strengthnya lebih rendah daripada versi bensin.

          Rasanya lebih urgen untuk diperiksa apakah ada masalah balance di mesin.

          Atau mungkin masalah terjadi karena oli terlalu encer. SPX itu encer, dan MG itu lebih encer lagi. Perlu dicoba bila pakai oli lebih kental seperti Fastron Techo ungu 15W50 PCMO.

          Suka

    • bagaimana perkembangannya, apakah masih bergetar mesinnya?

      Soalnya saya baca ada artikel berikut:
      Keluhan Owner: Honda New CB150R Berisik Kilometer Masih 390an Piston Hangus

      Ceritanya gini mzbro, sabtu pagi (21mei) motor di cek di beres Sanjaya Cilacap. Keluhannya seperti kebanyakan ncb150 yg sy baca di internet, yaitu mesin berisik/klotok klotok. Mungkin punya sy lbh parah karna bunyi klotok klotoknya ada di semua rpm, semakin digas semakin berisik, baik kondisi mesin dingin atau panas.

      Suka

  4. “Minyak goreng bisa mencampur sempurna dengan oli mesin. Minyak nabati itu 100% kompatibel dengan oli mineral”.
    misi mas, ada yg ingin sy tanya soal kutipan itu.
    untuk oli sintetik, apakah bisa tercampur dengan sempurna juga? bagaimana dengan oli Enduro 4T Racing yg tertulis di botolnya oli sintetik? barangkali ada yg pernah coba mencampur oli tsb/oli sintetik merk lain…terimakasih.

    Suka

  5. Mesin sekarang memang makin presisi koq, itu fakta. Tapi ke-presisian ini digunakan untuk cost cutting dengan mereduksi kualitas material.
    Secara teori kan dengan presisi tinggi maka gesekan dan keausan akan berkurang, kalau gesekan berkurang kan ga perlu material yang terlalu bagus.
    Btw minyak goreng ini sudah dicoba di mesin mobil? Krn dimobil apalagi yang CC besar RPM lebih rendah. Lalu minyak goreng seperti apa yang bisa ditambahkan?

    Suka

  6. Supra x 125 karbu gw jd lebih alus lus lus setelah pakai minyak goreng.
    Oia supra gw thn 2006 bln 10,oli shell ax7 dan bbm ga nentu(kadang pertamax,shell super,v-power)
    #total kilometer udh 14000,baru turun mesin 1x

    Suka

  7. Saya pernah coba oli federal matic 10-30 + minyak goreng di Honda Beat FI tahun 2012, kesan yang dirasakan adalah saat pada pagi hari dihidupkan pertama kalinya suara mesin kasar sama seperti saat pakai oli MPX dan pada saat sudah panas setelah di buat jalan juga kasar. Dan sekarang kembali ke oli SPX tapi belum coba nambahin MG. Memang saat pakai SPX 10-30 pada pagi hari dihidupkan pertama kalinya suara mesin tidak sekasar seperti saat pakai oli MPX dan Federal matic namun saat mesin sudah panas di pakai jalan berisiknya sama saat pakai oli MPX dan Federal matic. Memang suara mesin Honda Beat FI lebih kasar saat saya bandingkan dengan suara mesin Spacy FI walaupun pakai basic mesin yang sama. Entah apakah karena Spacy FI merupakan produk global atau karena faktor yang lain.
    https://soelar.wordpress.com/2017/02/19/resmi-meluncur-suzuki-gsx-r150-punya-bobot-teringan-di-kelasnya/

    Suka

  8. saya sudah menambahkan minyak goreng 50ml di motor jupiter z1.. oli di motor sudah memasuki minggu ke 3, efeknya langsung enak 😂😂😂😂, bahkan melebihi keadaan oli masih baru (nuang), oiya oli saya castrol power1. saya selalu mengganti oli sebulan sekali.. rencana mau beli castrol go yang harganya terpaut jauh dari power 1.. barangkali jadi seenak power1. tapi api servicenya api CF lebih jadul dari mesran.. kira kira cocok gak ya pak..

    Suka

  9. Bukan iklan bukan promosi, hanya share pengalaman. To the point saja, untuk oli terbaik motor bebek kopling basah konvensional pendingin udara, yang terbaik yang pernah saya coba adalah Agip Super 4T (biru). Sebelumnya pernah gonta ganti oli dari Enduro, Shell, Castrol dsb. Saya ga tau data sheetnya, tapi itu oli ter enak untuk motor bebek yang pernah saya coba. Mesin halus bukan main. Waktu idling suara mesin yang biasanya tik til tik, jadi sesss sess sesss. Udah gitu harganya super murah karena oli mineral. Udah ga pernah pakai karena motor saya sekarang matik semua.

    Untuk oli motor matik Vario 125, yang terbaik yg saya pakai adalah Idemitsu scooter matic 10w 40 Jaso MB. pertama kali pakai karena coba2 di pameran. Oli ini mengingatkan saya pada Agip Super yg dulu saya pakai. Kerasa sekali motor jadi senyap dan tarikan enteng.Lebih halus dari pada Castrol Scooter, Shell Ax7 scooter, Federal Scooter. Oli Agip/ Eni i-ride scooter juga pernah saya coba tapi malah biasa saja. Lalu saya penasaran dengan data sheet Idemitsu ini, dan ternyata ini emang bukan oli sembarangan. Viscosity Indexnya 198!!! Bahkan oli mobil full sintetik Idemitsu dengan kekentalan 10w 40 seingat saya tidak setinggi itu. Padahal Oli scooter ini cuma semi sintetik dan harganya cuma 40ribuan seperti kebanyakan oli matil lain. Saya tidak akan pernah ganti oli scooter lain.

    Suka

    • Terima kasih infonya. menarik untuk dicoba.

      kalau viscosity index saya kurang tertarik, karena ujung ujungnya adalah film strength juga, menjaga agar oli tidak terlalu encer bisa film strength tetap ada. film strength bagus bikin mesin hening. Dipakai kencang hening, setelah kencang tetap hening. Oli dengan VI tinggi belum tentu film strengthnya bagus. Contoh adalah Oli grup III dan PAO. Harus ditambahi ester baru sip film strengthnya.

      Mungkin agip super itu lebih licin juga karena olinya tidak banyak disuling daripada yang lain.

      Suka

      • Betul mas VI bukan segalanya. Tapi untuk kategori oli motor matik murah non sintetik (40ribuan) bisa meraih angka VI 198 itu luar biasa sekali lho. Hingga kini saya belum pernah tau ada oli murah 40ribuan dengan spesifikasi seperti ini. Bahakan oli mobil full sintetik mahal saja (termasuk merk Idemitsu sendiri) jarang sekali yang mencapai angka 198 ini.

        Yang menarik itu saya coba olinya, ngerasain kok aluss banget, baru penasaran sepsifikasinya dan ubek2 websitenya. Idemitsu Indonesia untungnya termasuk yg tidak pelit kasih info produknya di website bahkan sampai angka Noack nya.

        Lain kali saya coba tambahkan minyak goreng juga. Siapa tau makin terkaget2 dengan kehalusannya.

        Saya request Mas Cahyo untuk sekali kali ngerasain oli matik Idemitsu 10w 40 ini. Mumpung murah ini mas. Penasaran apakah pendapat saya sama dengan maha guru per olian.

        Suka

        • Tapi perlu diingat bahwa bisa jadi VI tinggi itu karena penambahan VI Improver. Kalau pakai VI Improver maka kalau dipakai kencang atau habis dipakai kencang suara mesin akan cepat jadi kasar. Dipakai cuma beberapa ratus km suara mesin sudah kasar.

          Biasanya kalau dari bahan, makin murni bahan olinya makin tinggi VInya secara natural. Jadi oli hasil pengolahan GTL (Group III) Atau PAO normalnya punya VI tinggi.

          minyak kelapa sawit itu termasuk yang VInya tinggi secara aslinya.

          Mungkin perlu juga coba idemitsu. Suara halusnya tahan berapa lama? apakah setelah dipakai kencang atau saat mesin panas suara mesin tetap halus?

          Pengalaman sebelumnya pakai oli buatan idemitsu sangat mengecewakan, 10W30 AHM MPX-2.

          Suka

          • Betul mas, bisa jadi Idemitsu pakai VI improver yg banyak di oli matik ini. Hanya Tuhan dan Idemitsu yg tau karena tidak tertera di Data sheetnya.

            FYI saya juga paling anti oli AHM MPX maupun SPX atau semua oli skuter matik ekor 30 ke bawah. Vario 125 2012 saya dari KM 100 udah krasa kasar lalu saya minumin oli ekor 40 dan bensin Ron 95 dengan OCI maks 1500km sampai sekarang. Alhamdulillah sampai sekarang (km 70.000) top speed masih 117 kph on speedo kondisi standar fabriek. Awalnya juga ragu pakai idemitsu, tapi karena dapat promo harga 50% oli skuter matik baru botol emas ekor 40 (sebelumnya hanya ada botol silver ekor 30 yg bisa jadi isinya sama dengan AHM MPX2). Pelajaran yg saya ambil, hindari Idemitsu botol silver mineral at all cost. Idemitsu botol emas ( Semi sintetik& Full Sintetik) bisa dipertimbangkan.

            Suka

            • terima kasih sharingnya. perlu dicoba. Bagus juga kondisi mesinnya, hebat bisa 117kph.

              Iya, sayangnya dalaman oli tidak tercantum spesifikasi. Sehingga bagus jelek hanya tahu setelah dicoba.

              Suka

  10. permisi Mas..

    Motor saya Yamaha MT-25, di dinding mesin kelihatan perubahan warna pemakaian oli mesin..
    Oli yang saya gunakan adalah Oli Fastron Fully Shyntetic 0 – 50W ditambah 20 ml Minyak Goreng merk Bimoli….

    yang saya tanyakan :
    – setelah kurang lebih 1 bulan pemakaian.. olinya kok berbusa.. ?? apa aman ..??
    – kipas radiator menjadi cepat nyala ..??
    – apa karna kurang cocok ditambahkan minyak atau kenapa ..??

    Suka

    • Terima kasih sharingnya. Menurut saya jumlah minyak goreng yang 20ml itu sedikit sekali. Mestinya efeknya (baik positif maupun negatif) tidak begitu terasa.

      Dari daftar kelemahan dari minyak kelapa sawit, rasanya tidak ada yang menyebut soal berbusa. Apakah itu minyak goreng baru? Apakah yakin tidak kemasukan air? Sebelumnya pakai oli apa?

      Apa warna dari oli mesin?

      Suka

      • terima kasih balasan..

        jumlah minyak goreng 20 ml, saya tuang berpatokan 10 % dari jumlah kapasitas oli mesin yang diperlukan sebesar 2000 ml.. jadi oli 1800 ml + minyak doreng 20 ml..

        posisi mesin motor saat diam tidak berbusa.. tapi saat mesin dijalankan baru kelihatan berbusa..
        warna Oli mesin saat ini sudah berjalan 2 bulan lebih masih kebiruan.. kalau masih baru warnanya ke kuningan..

        Minyak goreng masih baru, beli yg kemasan kecil.. untuk kemasukkan air.. sepertinya tidak..

        untuk Oli sejak awal pakai Fastron Fully Shyntetic terus.. yang oli gratis dari dealer yaitu Yamalube Super Sport tidak dipakai.. yaa… karna pengaruh penggunaan oli sesat.. seperti review dari blog sini.. hehe

        performa sih mantap.. hanya berbusa.. dan kadang kipas radiator cepat nyala itu yang masih jadi pertanyaan..

        usia motor sudah 2 tahun 3 bulan..

        – Menurut Mas.. apakah saya tetap tambahkan minyak goreng saat pergantian oli nanti ..?? atau kembali ke seperti semula.. tanpa menambahkan minyak goreng ..??

        Terima Kasih sebelumnya..

        Suka

        • Terima kasih infonya. Tidak paham yang berikut : “warna Oli mesin saat ini sudah berjalan 2 bulan lebih masih kebiruan.. kalau masih baru warnanya ke kuningan”. Itu maksudnya kena fuel dilution?

          Apakah yakin bahwa jumlah oli yang ditambahkan harus 2000 ml? Mungkin perlu dicek ketinggian oli. Karena kok melihat dari faktor overheat dan berbusa, seperti ciri kalau oli terlalu banyak bila membaca referensi berikut:
          Kurangi Oli, Jika Saat Mengisi Tanda Maximum Terlewati

          Selain melemahkan fungsi pelumasan yang membantu gesekan antarlogam berlangsung dengan halus, oli yang terlalu banyak juga mengurangi kemampuan dalam mendinginkan mesin. Seperti kita ketahui, selain melumasi, oli juga berfungsi sebagai pendingin logam-logam yang saling bergesekan.

          Penurunan daya lumas dan fungsi pendinginan itu terjadi karena ketika oli terlalu penuh, maka berpotensi merendam poros engkol. Apabila komponen ini terendam, otomatis cairan oli akan terkocok-kocok. Selama mesin hidup komponen ini memang akan terus bergerak berputar. Seperti halnya telur yang jika terlalu lama dikocok akan menimbulkan busa, begitu juga cairan oli. Oli pun akan berbusa, yang menandakan ada gelembung udara di dalamnya.

          Nah, kemunculan busa beserta gelembung udara itulah indikasi kualitas oli yang mulai menurun. Maka, daripada fungsi dan peran oli terganggu, lebih baik cegah munculnya busa-busa itu dengan cara mengurangi lagi oli jika melebihi tanda “MAX” saat mengisi.

          Dari referensi tersebut, rasanya overheat dan berbusa bukan karena minyak gorengnya tapi karena penambahan oli terlalu banyak.

          Suka

          • hahaha… sepertinya benar Mas…

            Ketinggian Oli melebihi Ukuran Max.. malah sudah mau penuh Kaca Pengukurannya…

            Ok deh.. Mas.. Berarti kalau pergantian oli tetap tambahkan minyak goreng.. ??
            hanya harus melihat ukuran oli jumlah oli jangan sampai melebihi disptik/maximal dari batasannya..

            Terima Kasih..

            Suka

  11. Halo Mas, boleh minta rekomendasinya?

    Motor saya NVL enaknya pake oli apa? Alternatif yang saya punya:
    – PFD 15W-40
    – PFT Ijo 10W-40
    – PFT Ungu 15W-50

    Untuk minyak gorengnya rekomendasinya pake merk apa? Apakah harus minyak kelapa sawit? Karena di rumah saya pake minyak goreng merk Barco (minyak kelapa)

    Suka

    • Saya sarankan sebaiknya pakai PFT ijo untuk performa. PFT ungu bila ingin mesin halus.

      Alasan memilih minyak kelapa sawit adalah karena minyak kelapa titik bekunya lebih tinggi. Kalau ingin meyakinkan. Maka coba tempatkan minyaknya di dalam kulkas. Tidak perlu di freezer, tapi di pendinginan makanan. Biasanya kalau minyak kelapa beku lebih cepat, berbeda dengan minyak kelapa sawit.

      Silahkan di coba saja.

      Kalau dari sisi pelumasan, sepertinya di minyak kelapa lebih banyak lauric acid. namun saya belum menemukan referensi perbandingan lauric acid dengan stearic acid.
      Introduction to Lubricants and Additives for Polymer Compounds

      Suka

      • Oh gitu…. PFD ternyata ga direkomendasikan ya mas?

        Emg bener sih, minyak kelapa lebih cepet beku. Ga perlu dimasukin chiller, kena AC supermarket aja udah beku.

        Untuk minyak gorengnya udah pernah compare merk apa aja mas? Kalo mau nambah minyak gorengn 100 ml, takaran olinya perlu dikurangin kah?

        Suka

        • PFD nggak direkomendasi karena sebagai oli diesel tentu spashnya tinggi. Bila spash tinggi maka kerak lebih banyak, sehingga performa berkurang. Juga terkesan bikin tarikan berat saat awal awal walau speknya 10W40. Mungkin cocoknya untuk flush.

          Dari banyak testimoni, minyak goreng bisa membuat mesin lebih halus untuk banyak oli mesin. Mulai dari mesran super hingga amsoil.

          Takaran dikurangi bila penambahan membuat oli berlebih di meteran ketinggian olinya

          Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s