Prioritaskan pakai rem depan itu bukan berarti mendahulukan rem depan, tekan lemah dulu sama saja bahayanya


Penulis kemarin menulis komentar di suatu vlog yang membahas soal kecelakaan antara R25 dan Ayla. Menurut penulis kecelakaan terjadi karena roda depan R25 terkunci dan membuat motor tidak lagi bisa dikendalikan. Pengendara motor tidak bisa disalahkan karena memang para rider diajari pakai rem depan duluan di acara safety riding. Menurut penulis celaka itu hasil karena diajari pakai rem depan duluan.

Yang membuat penulis tertarik untuk mengulas ini adalah karena jawaban yang diberikan. Penulis berkomentar sebagai berikut:

Menurut saya ini contoh bahwa ngerem pakai rem depan dulu itu gampang celaka. Tapi, di acara safety riding justru malah dipaksa suruh pakai rem depan duluan.

Lalu dijawab:

itu alasan kenapa cakram depan lebih lebar dari cakram belakang … justru yang benar memang seperti itu kok

 

Maksud penulis adalah dari sisi timing maka rem belakang harus diprioritaskan, sementara vlogger menjawab dari sisi kekuatan rem depan harus diprioritaskan. Tujuan penulis adalah membahas dari sisi timing, tapi mengapa dijawabnya dari sisi kekuatan? Kok terkesan bahwa yang namanya timing dan kekuatan itu jadi satu?

 

 

Memang benar bahwa dalam pengereman, rem depan yang lebih menentukan daya henti kendaraan. Ini yang menyebabkan banyak yang bilang bahwa saat mengerem perlu memprioritaskan rem depan. Seperti contohnya berikut ini:
prioritas-rem-depan

Memang benar bahwa rem depan itu lebih efektif untuk menghentikan kendaraan. Namun harus diingat bahwa kondisi itu berlaku setelah bodi kendaraan bebannya bergeser ke depan. Sementara itu saat mengawali pengereman, kan beban kendaraan belum pindah ke depan, daya cengkram roda depan tidak sekuat saat beban sudah pindah ke depan. Ini sudah penulis jelaskan sebelumnya.

 

Sayangnya, efektifitas rem depan dipakai alasan untuk melarang mendahulukan rem belakang. Seperti yang disebutkan berikut ini:

Tips Pengereman Sepeda Motor

Mengendarai sepeda motor tidak sama dengan naik sepeda. Ketika belajar naik sepeda, tentu tersemat dipikiran agar menggunakan rem belakang terlebih dahulu. Namun hal tersebut tidak selamanya berlaku pada sepeda motor. ”Banyak asumsi biker mengerem roda belakang lebih efektif, pemikiran ini yang harus diubah,” ungkap Emerson Tantono, Network Development dan Instruktur Senior Safety Riding PT Astra Honda Motor .

Contoh lain:
Emergency Stops and Slow Riding Control

Emergency Stop
1/ Close Throttle,
2/ Front Brake
3/Back Brake (a moment after the front)
4/ SQUEEZE don’t pull!
5/ Progressively harder on, until most of the speed is lost, then relax back a little in the later stages before you stop (this I due to the forces relaxing as the speed has been lost and the increasing risk of a front wheel skid due to this effect.)
6/ Try to do all your braking with the bike upright and going in a straight line.
7/ Leave the clutch alone, don’t worry about it. Worry about stopping.
8/ Once you have stopped in an Emergency – LOOK BEHIND YOU!

https://thairoadcraft.wordpress.com/2016/07/28/emergency-stops-and-slow-riding-control/

Iya, pakai rem belakang lebih tidak efektif, tapi itu bukan alasan untuk mendahulukan rem depan.

Mendahulukan pemakaian rem depan itu berbahaya. Bila kita search video kecelakaan motor di youtube yang tidak melibatkan kendaran lain, maka banyak yang jatuhnya karena pemakaian rem depan. Video bisa dilihat di artikel berikut:

 

Memang ada yang menyarankan untuk tidak langsung keras menekannya, pakai cara pelan dulu seperti dijelaskan berikut ini:
Cara Pengereman Yang Benar

4. Jangan langsung menarik tuas rem dengan keras karena bisa mengunci roda depan. Sebaiknya tarik tuas rem perlahan-lahan terlebih dulu baru diperkeras sedikit-sedikit. Gunanya agar bagian depan sepeda motor menekan suspensi depan dan berat sepeda motor berpindah ke depan untuk menambah grip pada ban. Setelah berat motor terasa pindah ke depan baru kita bisa menarik tuas rem depan lebih keras dengan kemungkinan kecil roda bisa terkunci (biasanya motor bakalan nungging).

Tapi apa itu gampang? Kita kan tidak bisa memprediksi kondisi jalan? Bisa saja yang kita anggap sedikit di jalan kering itu akan jadi terlalu keras saat dipakai di jalan licin. Untuk kasus seperti ini banyak contohnya di testimoni pemakai motor matik Honda Beat dan Vario yang dilengkapi CBS. Sistem fake CBS di motor tersebut dikatakan setelan standarnya 30%. Katanya begini:

Porsi seting rem CBS yang benar sekitar 70% untuk rem belakang 30% rem depan, jadi untuk mengimbangi rem belakang sehingga meminimalisir “ngesot’.

 

Jadi tenaga pengereman rem CBS itu bagian depan cuma 30% (katanya). Penulis rasakan sendiri memang kekuatan rem depan CBS lebih lemah dari rem belakang. Uji ini penulis lakukan waktu motor masih baru nyis. Tapi waktu coba rem depan tersebut penulis juga menemukan bahwa kalau dipakai di jalan licin, kekuatan rem depan itu terlalu berlebihan dan membuat pemakaian rem CBS terasa mengerikan di jalan licin. Parahnya, rem depan terasa mencengkeram lebih dahulu daripada rem belakang, padalah motor penulis masih baru nyis. Penulis merasa ini bisa berbahaya. Dan ternyata memang benar dugaan penulis tersebut, penulis menemukan banyak orang yang jatuh gara gara sistem CBS.

 

Klaim fake CBS lebih aman itu hoax yang mencelakakan orang. Bro yang punya motor matik dengan CBS fake ini lebih baik rusak saja CBSnya, sehingga saat tuas rem kiri ditekan, rem depan tidak ikut ngerem. Penulis sendiri meminta istri untuk minta merusak CBSnya pada saat servis pertama. Untung bisa.

Celaka gara gara fake CBS menunjukkan bahwa trik untuk menekan rem depan secara bertahap itu bukan solusi efektif untuk mencegah ban ngelock. Mendahulukan rem depan dulu adalah cara yang mencelakakan walau sudah pakai cara tekan lemah dulu.

Mungkin ada yang berargumentasi bahwa cara ini dipakai oleh Valentino Rossi saat balapan motogp. Iya, memang cara ini bisa dipakai di balapan. Tapi kan balapan itu mengerem dilakukan dengan perencanaan matang? Bukan trik yang aman dilakukan kalau dalam situasi mendadak dan panik. Lintasan balap juga dijamin kondisinya selalu prima. Tiap hari dipel, kalau ada yang licin kena oli di cuci pakai sabun, dst. Beda sama di jalan yang kadang ada sedikit pasir, sedikit oli, sedikit sampah, sedikit air lumpur, dst.

Belasan video yang celaka karena pakai rem depan dulu bisa saja sudah menekan dengan pelan dulu. Akan tetapi kondisi jalan bisa jadi diluar prediksi sehingga roda depan jadi ngelock. Oleh karena itu penting sekali mendahulukan pemakaian rem belakang.

 

Penulis juga tidak setuju bila dikatakan bahwa rem belakang tidak efektif bila dipakai saat kencang. Tidak setuju dengan ajaran instsruktur safety riding berikut:
Kapan Harus Pakai Rem Depan atau Belakang?

Menurut penjelasan Michael Gerald Gozal, Safety Riding Analyst Astra Motor, rem belakang hanya digunakan pada kecepatan rendah sedangkan rem depan efektif pada 30 – 80 kpj (tergantung bobot dan jenis kendaraan).

Video video kecelakaan justru menunjukkan pentingnya untuk tetap memanfaatkan rem belakang. Justru pada saat jalan sangat kencang pemakaian rem belakang jadi lebih penting.

Namun juga tidak seperti yang disarankan berikut ini:
Inilah Penyebab Pengendara Motor Matic Sering Terjatuh

Salah menarik tuas rem depan untuk berhenti tiba-tiba yang menyebabkan roda depan mudah tergelincir dan jatuh. Faktor ini yang sering menyebabkan pengendara motor matic sering terjatuh.Seharusnya untuk berhenti atau memperlambat kendaraan harus mengutamakan rem belakang. Penggunaan rem depan hanya untuk tambahan dan bantuan saja.

 

Rem depan tetap penting, karena rem depan yang lebih berperan menentukan daya henti kendaraan. Rem depan tetap dipakai namun harus dilakukan sesudah mengerem belakang, jangan didahulukan.

Dari contoh contoh video yang ada, yang di Indonesia termasuk yang parah. Yang R25 terjadi di jalan lurus menurun, roda depan selip sehingga motor roboh dan meluncur, membuat Ayla terbang. Yang Ninja terjadi saat menikung, roda selip sehingga motor roboh dan keluar jalur, lalu dilindas oleh angkot.

Semoga jangan sampai ada kecelakaan lagi gara gara ajaran ngawur mendahulukan rem depan dulu.

Iklan

26 thoughts on “Prioritaskan pakai rem depan itu bukan berarti mendahulukan rem depan, tekan lemah dulu sama saja bahayanya

  1. stuju ane.. timing rem belakang duluan dr segi ilmu mekanika fisika.. mengurangi momentum yg besar… klo pake rem depan duluan it org sok tau yg cari mati.. dia cm mindahin momentum ke roda dpn az.. alhasil gubrak n nyawa jd taruhan… safety riding tp pd gak tau ilmune yg bener… bang cahyo u so smart.. salut ane

    Suka

  2. cakram depan memang dibuat lebih besar (plus caliper multi poston) karena memang tugas rem depan lebih berat yaitu menghentikan motor.
    sementara tugas rem belakang hanya mengurangi laju motor.
    jadi pengereman yg aman belakang dulu untuk mengurangi kecepatan, baru tekan rem depan untuk menghentikan.
    arti menghentikan di sini tidak harus sampai benar2 berhenti lho ya, tapi bisa masih jalan tergantung kebutuhan.
    jadi, saya setuju dengan penulis

    Suka

    • iya, di rem belakang dulu untuk membuat beban motor berpindah ke depan sehingga daya cengkram rem depan jadi maksimal untuk dipakai mengerem. makin ringan motornya, makin rendah center of gravity, makin keras suspensi, makin besar peranan rem belakang dalam membantu kerja rem depan.

      Suka

  3. tergantung kondisi sih, tp rem belakang juga jangan di tekan maksi, bisa melintir entar. cukup tekan dikit bantu rem depan. tp gw pernah rem depan ban belakang langsung fish tail pas lg balapan ama shogun sp.

    Suka

  4. Saya pernah eksperimen semua caranya. Dan harus ingat tiap motor itu beda pembagian beratnya.motor batangan dengan bebek akan beda hasilnya. Pada motorsport dimana berat ada yg balance, ada yg cenderung yg berat massa motor terfokus di depan. Sangat bahaya menggunakan rem belakang duluan dalam kecepatan tinggi. Karena begitu rem depan ikut di tarik. Maka berat akan pindah ke depan dan ban belakang akan mendadak kehilangan traksi dan terkunci. Hasilnya saya hampir ga bisa berhenti dengan posisi ekor yg mentul2 kanan kiri ga karu2 an.
    Dalam kondisi jalan yg rata dan posisi motor tegak dan pengereman bisa direncanakan paling baik yah rem depan yg utama, belakang hanya menyeimbangkan agar tenaga dari rantai ngga liar masih tersalur ke roda belakang.
    Tapi dalam kondisi sehari2 dimana kondisi jalan ga bisa diprediksi yah gunakan kedua rem bersamaan. Tapi tetap rem belakang jangan ditekan kuat2, tetap porsi rem depan lebih banyak. Kembali lagi ini untuk motor yg massa beratnya cenderung ke depan.

    Suka

    • Terima kasih sharingnya. Dalam kondisi ban depan sudah ngerem, dan belakang jadi mentul kiri kanan, apa yang lebih baik dilakukan? Apakah ini perlunya mengimbangi dengan menurunkan kaki? Apakah saat depan belakang di tekan itu tidak terjadi?

      Untuk motor yang depan cakram dan belakang drum sepertinya susah juga untuk menentukan timing. Karena kalau ditekan bersamaan maka depan dulu yang menggigit.

      Kalau setelah pengereman terjadi, setuju depan yang utama. Kalau sebelum pengereman, tidak setuju depan yang utama.

      Suka

  5. Motor yg saya gunakan kebanyakan depan cakram belang drum…wara wiri kerja lapangan sampe tulunguagung banyuwangi hingga cepu,,effective ly ngerem belakang lebih dahulu…ban belakang khilangan traksi masih bisa kendalikan,,tapi kalo depan yg udah kehilangan traksi (entah ngunci atau ngepot ban depan) alhamdulillah saya jadi ndlosor…tiap motor beda2 memang gigitan rem nya…apalagi bukan tunggangan sendiri…saya gak tau penjelasan teknis,,saya hanya komen berdasar pengalaman saja…

    Suka

    • Iya, pengalaman saya juga sama. Kalau depan ngunci bahaya banget. Kita tidak bisa prediksi keadaan jalan. Misal pas ban depan lagi napak jalan kena tanah, ditekan sedikit saja bisa ngelock.

      Suka

  6. salam
    share juga, pengalaman pribadi, kalau prioritaskan rem depan menurut saya sumber celaka

    betul, harus dengan rem belakang dulu lalu kekuatan pengereman dilanjutkan prioritas rem depan, artinya sesudah rem belakang lanjutkan dengan konsentrasi pada rem depan

    Suka

    • iya. kekuatan pengereman berikutnya disesuaikan kondisi. daya henti makin kuat, weight transfer makin banyak, grip ban depan makin kuat, rem depan bisa dikuatkan, rem belakang perlu dikurangi.

      Suka

  7. apalagi sekelas motor tua v80 di buat ngebut sekali tarik tuas rem depan eh jadi loncat loncat tuh ban depan.. dulu pernah kejadian.. Ketika buru buru berangkat sekolah karena jam udah mepet.. Tau lah bagaimana anak sekolahan .. Meskipun motor tua ane plintir tuas gas sampe mentok dan fatalnya rem blakang sedang malfungsi/blong.. pas itu ada mobil kijang di depan ane ngerim mendadak dan ane hanya bisa ngandelin rem depan eh ane rem malah loncat loncat ban nya dan akhirnya nabrak.. Dan kesimpulannya remblakang lebih dulu baru rem depan.. Biar enggak loncat loncat..

    Suka

  8. “Mengendarai sepeda motor tidak sama dengan naik sepeda. Ketika belajar naik sepeda, tentu tersemat dipikiran agar menggunakan rem belakang terlebih dahulu. Namun hal tersebut tidak selamanya berlaku pada sepeda motor”.

    Ini menarik. Saya kutip ya..

    Lalu apa bedanya ber sepeda dengan bermotor? Kalau naik mobil, jelas beda, karena badan ngga dipakai mengendalikan kendaraan. Seperti komen diatas juga. Soal momentum.

    Contoh bersepeda, dalam permainan sepeda freeride dan downhill para pemain kebanyakan menggunakan rem belakang sebagai alat bantu kemudi. Kemudian berfungsi juga untuk mengurangi kecepatan / berhenti.
    Jadi bukan cuma menyetir pakai setang dan badan saja. Tapi dikombinasikan juga pakai rem.
    Perlu diingat, downhill dan free ride adalah permainan sepeda tingkat mahir, bukan belajar bersepeda.
    Freestyler motor pun pakai rem buat alat bantu atraksinya.

    Jadi sebaiknya pemahaman bahwa rem adalah (cuma) alat mengerem / berhenti harus dibuang jauh2 karena pengaruhnya juga besar terhadap handling dan kemudi. Apalagi untuk kendaraan roda dua.

    Mungkin materi safety riding ini diasumsikan buat pemotor pemula. Buat yang baru belajar naik motor. Jadi belum tau soal momentum, body handling, dsb. Taunya baru bisa menggerakkan alat, bisa maju karena putar gas, dan harus bisa berhenti juga pakai rem. Makanya dibandingkannya dengan belajar naik sepeda. Buat yang sudah mahir mengendara, yaa mungkin beda lagi materi pelajarannya ..

    Suka

    • Iya, kalau downhill rem depan dulu bisa terjungkal.

      Menurut saya apa yang diajarkan safety riding indonesia itu untuk pemotor tingkat dewa. Karena salah perkiraan sedikit saja sangat mudah jatuh. Bisa dilihat contohnya di dunia profesional. Pembalap yang ngeremnya selalu mendekati limit saja masih ada saja yang jatuh karena salah perkiraan saat pakai rem depan, masa ya intruktur safety riding Indonesia berharap rider amatiran bisa ngerem tanpa salah.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s