Daripada menawarkan sistem navigasi mending sediakan tempat hp android di dashboard


Ada wacana bahwa Yamaha mau menawarkan sistem navigasi bagi motor.

Menurut Sutarya, Direktur Penjualan PT YIMM, fitur navigasi adalah salah satu aspek yang ada pada teknologi konektivitas, yang juga jadi tren di industri dunia. Pada motor, fitur ini akan mudah jika modelnya adalah motor besar. “Sebetulnya bisa di motor (fitur navigasi). Bedanya, di mobil ada dashboard yang besar, di motor tidak,” ujarnya di sela konferensi pers kerja sama antara Yamaha dan Grab Indonesia, di Jakarta.

Menurut penulis wacana ini merepotkan baik bagi Yamaha ataupun bagi penggunanya. Bisa jadi bakal mubazir. Ini alasannya:
– sistem navigasi yang bagus itu yang online, karena bisa untuk update peta, untuk mengetahui kemacetan secara real time, dll. Kalau off line, bakal lebih enak pakai android.
– kalau butuh online, koneksinya bagaimana? apa komsumen harus beli simcard khusus agar sistem navigasinya update? Kan mending pakai yang sudah ada
– secara keamanan bagaimana? kan di motor tidak seperti di mobil yang ada pintunya.
– kalau ditutupi rapat benar, apa nanti tidak mempersulit pengoperasian? Kan berarti harus merancang yang terintegrasi sempurna?
– kalau dirancang terintegrasi, Yamaha bakal support upgrade atau tidak? Kalau OS tidak bisa diupgrade malah bikin kecewa konsumennya.

 

Menurut penulis lebih baik bila Yamaha menyediakan tempat untuk hp android atau ipad di dashboard. Toh spedo sekarang kecil kecil, masih banyak ruang untuk tempat hp android. Sekalian chargernya sehingga bisa gampang pakai:
dashboard-yamaha-r15-v3-2017

 

Kan lumayan tuh daripada ridernya pasang hp menutupi spedo macam berikut ini:
pasang-hp-depan-spedo

 

Dipasang di bagian lain juga jadi kontroversi. Ada yang bilang dilarang:
Polisi Tilang Motor Dengan Bracket Handphone? Ebujug!

Sejak tanggal (1/3/2017) Polisi Republik Indonesia menerapkan aturan Pasal 279 UUD Lalu Lintas berkaitan pemasangan alat yang mengganggu keselamatan, seperti braket handphone.

Pasal 279 UUD Lalu Lintas menyebutkan, “ Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang dipasangi perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas sebagai mana dimaksud dalam pasal 58 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan dan denda paling banyak Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) ”.

Ada yang bilang itu cuma hoax
Benarkah Polisi Tilang Penggunaan Braket Handphone di Kendaraan Bermotor? Berikut Jawabannya

Untuk mengetahui kebenaran perihal viralnya berita tersebut melalui detikcom mereka mencoba mencari informasi ke Kakorlantas Mabes Polri Irjen Royke Lumowa. Dan jawabannya adalah tidak benar. Jenderal bintang dua tersebut mengatakan jika pihaknya tidak pernah mengeluarkan maklumat terkait holder ponsel yang dipasang di mobil atau motor.
“Itu orang iseng, tidak ada kerjaan. Polri tidak pernah keluarkan pernyataan tersebut terkait operasi simpatik,” ucap Royke seperti dikonfirmasi detikcom, Selasa (28/2/2017).

 

Mungkin tidak ada operasi simpatik yang tujuannya khusus untuk menjaring orang yang pakai bracket hp. Tapi soal keberadaan bracket hp itu mengganggu atau tidak itu tergantung dari penilaian pribadi masing masing petugas. Jadi tergantung negosiasinya.

Beda kalau yang menyediakan tempat hp itu pabrikan. Walau salah juga petugas yang dibawah nggak bisa sembarangan menilang. Walau misal lampu depan jelas jelas bikin silau, kalau itu bawaan maka besar kemungkinan dibiarkan.

Malah pernah terjadi saat lampu depan nggak dibikin silau malah ditilang….
DRL untuk keselamatan sebenarnya tidak pakai lampu dekat tapi ada khusus dan pakai lampu jauh sebagai DRL itu justru ngawur, pakai lampu depan LED putih justru tidak aman

 

Kalau lampu tambahan, sekalipun tidak bikin silau, bisa jadi kena tilang. Untuk tahu, undang undang diatas dipakai untuk menilang lampu yang bikin silau juga.

Ya, kata pihak kepolisian bahwa Pabrikan telah mengatur peruntukan lampu sesuai fungsinya. Ya misalnya lampu depan kendaraan terbuat dari mika berwarna bening sehingga memiliki pancaran cahaya yang memecah dan memudar sebagai fungsi penglihatan jalan ke depan, sedangkan lampu belakang di design kaca mika berwarna merah dan pancarannya redup sebagai fungsi pertanda kondisi kendaraan melakukan pengereman. Wew, safety riding gan! Kadang kita juga kesel ketika malem silau sehingg gak bisa lihat jalan!

Itu artikel 2014, jamannya pabrikan belum rilis lampu LED mungkin. Kalau sekarang, penulis nggak percaya pabrikan mengatur lampu sesuai fungsi. Penulis dan beberapa pembaca merasakan sendiri bagaimana lampu depan LED bikin silau. Mengganggu pengendara lain. Entah sampai kapan dibiarkan.

 

Soal penambahan tempat hp android, lebih bagus lagi bila Yamaha membuat ECUnya bisa dibaca pakai OBD2. Rider jadi bisa pakai aplikasi untuk monitor keadaan mesin secara real time pakai hp android. Jadi bisa ajang baru untuk pamer performa.

HP juga bisa dipakai monitor action cam sehingga bisa lebih maksimal kalau rider gemar merekam video. Bisa jadi fasilitas yang menarik bagi vlogger.

Ya asal jangan dibuat BBM, fb an, dst.

 

Memang apa susahnya sih kasih tempat untuk pasang hp di dashboard? Ini juga bisa jadi fitur unggulan.

Iklan

12 thoughts on “Daripada menawarkan sistem navigasi mending sediakan tempat hp android di dashboard

  1. jangan ahk… pada maen game sambil ngebut bahaya….
    ane banyak lihat dijalanan pada pegang hp sambil nunduk nunduk… bikin macet, herannya ga nabrak lho…

    Suka

    • Nah, itu lupa saya sebut, kalau pakai layar LCD, tampilan layar bisa nggak kelihatan kalau kena cahaya matahari. Cocoknya dibuatkan tempat khusus yang bisa terlindungi dari cahaya matahari.

      HP dulu sih enak, tampilan hitam putih nya jelas kebaca walau siang hari. HP android/ipad dengan layar banyak warna sering susah dibaca kalau siang hari.

      Suka

  2. berita polisi razia braket hp udah keliatan hoax dari awal, emangnya ada UUD Lalu Lintas??
    herannya banyak yg nanggepin, termasuk yamaha dan media mainstream

    Suka

  3. Mungkin yamaha mau mencoba dengan layar lcd aerox bisa sync wireless dgn android, jadi hp nya cukup dikantongin aja. Tambah sip lagi kalau layar lcd touch screen he..he…

    Suka

  4. justru navigasi satelit jauh lebih baik dari navigasi online. navigasi online sangat tergantung keberadaan jaringan ISP dan kuota internet.
    saya malah setuju ide Yamaha bikin gps terintegrasi dgn speedometer asalkan gpsnya benar2 khusus utk navigasi saja tdk ditambah fungsi yg lain.
    klo khawatir hilang, harusnya dari dulu sudah byk kasus kehilangan speedometer jarum, apalagi skrg sudah banyak yg pakai digital. tapi nyatanya, kasus itu sgt jarang terjadi.

    Suka

    • Sip, terintegrasi memang lebih bagus kelihatannya. Soal satelit vs online, bukannya navigasi selalu pakai satelit? Bagaimana cara kerja navigasi yang tanpa satelit?

      Suka

    • Mungkin maksudnya Assisted GPS kayak yg dk smartphone…kn murah meriah tu sistemnya…karena dibantu oleh jaringan hape
      Kalo GPS yg mandiri full kan masih mahal unitnya…
      Mungkin seperti itu

      Suka

      • ok, soalnya kalau di hp kan juga sama harus konek satelit baru bisa menentukan posisi. Kalau jaringan hp biasanya dipakai untuk tahu kecamatan atau tempat BTS terdekatnya.

        Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s