Gara gara CBS teknik mempertajam menikung pakai rem belakang seperti Rossi tidak bisa diterapkan di Honda Vario atau Beat atau CBR yang dilengkapi combi brake


Beberapa pembaca berkomentar bahwa mereka tidak merasakan perbedaan handling antara motor matik yang dilengkapi CBS dengan yang tidak. Mereka merasakan untuk pengereman pakai CBS terasa ok. Di jalan licin terasa sama saja dengan yang tanpa CBS.

Penulis akan mencoba menjelaskan perbedaan sekalian menjelaskan salah satu teknik yang dipakai Valentino Rossi untuk mempercepat waktu di tikungan tajam.

Teknik Rossi itu disebut sebagai teknik rem belakang dalam video Riding with Rossi. Bisa dilihat videonya berikut ini:

 

Kata katanya mungkin sebagai berikut:

4. Rear Braking
This technique was developed by supermoto racers. But it can also be used to good effect on a racebike on a track too. However, like supermoto it only really help in tight corners, like slow hairpins.

Getting the real wheel to turn slower than the front wheel makes the back of the bike step out on the approach to the corner. This allows Valentino to set the bike up earlier to the exit of the corner, by having it pointing towards the exit sooner.

Using the rear brake for this technique is a took to keep the rear wheel turning slower than the front. Most of this slowing down is done with engine braking. And the rear brake is just used to stop the rear wheel speed from catching up and matching the engine speed.

Valentino is not trying to lock the wheel as this would send his bike out of control, as it stop the biggest gyro effect from keeping the bike stable. Jumping too hard on the rear brake will only lock the rear wheel and cause an uncontrollable skid.

Dikatakan bahwa teknik tersebut dikembangkan oleh pembalap supermoto. Teknik juga bisa dipakai dengan hasil baik di balapan di sirkuit. Namun, seperti halnya di supermoto, teknik ini hanya membantu di tikungan tajam atau belok belokan lambat.

Dengan membuat roda belakang berputar lebih lambat dari roda depan membuat bagian belakang motor terdorong keluar saat mendekati tikungan. Ini memungkinkan Valentino untuk memposisikan motor lebih segera di akhir tikungan, dengan membuat motor mengarah keluar dari tikungan lebih awal.

Penggunaan rem belakang pada teknik ini adalah usaha untuk menjaga agar roda belakang berputar lebih lambat daripada depan. Engine brake punya pengaruh besar dalam perlambatan ini. Rem belakang dipergunakan hanya untuk membuat kecepatan roda belakang selalu lebih lambat dari kecepatan mesin.

Valentiono tidak berusaha mengunci roda karena ini akan mengakibatkan hilangnya kontrol, karena ini akan menghentikan efek terbesar gyro yang membuat motor stabil. Menggunakan rem belakang terlalu keras akan mengakibatkan roda belakang terkunci dan menyebabkan selip yang tidak terkontrol.

 

Penulis rasa, cara ini juga dipergunakan oleh Casey Stoner. Walau Stoner lebih terkenal dengan drift saat akselerasi, rasanya video berikut menunjukkan drift saat pengereman:

 

Teknik sliding dengan rem belakang ini berbeda dengan teknik trail braking dimana pengereman dikurangi semakin motor miring. Teknik ini disebutkan sebagai teknik nomer 3. Front braking di video Riding with Rossi, yang dijelaskan sebelum penjelasan teknik nomer 4. Rear braking. Singkatnya teknik front braking dilakukan sebagai berikut, rem depan ditekan sedikit, lalu ditekan kencang, lalu makin lama makin dilepas saat mulai menikung:
trail-braking

Jadi teknik rem depan dan rem belakang ini tidak bisa dilakukan bersamaan. Pemilihan penerapan dilakukan berdasar tikungannya.

Cara front braking ini jangan diterapkan di jalan raya. Karena kondisi jalan tidak pasti, maka kekuatan pengereman depan tidak bisa diprediksi. Kekuatan yang mungkin dianggap lemah untuk jalan bagus bisa jadi akan terlalu kuat untuk jalan licin. Akibatnya bisa membuat roda depan selip, seperti kasus tabrakan R25 dan Ayla. Banyak contoh lain dimana mendahulukan rem depan bikin celaka. Untuk soal ini penulis tidak setuju dengan ajarannya safety riding:

 

Kembali lagi ke teknik sliding dengan rem belakang, teknik ini membutuhkan roda belakang yang bisa di rem secara independen dari rem depan. Sayangnya hal ini tidak bisa dilakukan pada motor matik Honda Vario atau Beat yang dilengkapi dengan CBS, ataupun di motor sport Honda CBR yang dilengkapi dengan Combined ABS.

Di motor Honda Vario atau Beat CBS, menekan tuas rem belakang akan juga mengaktifkan rem depan.

Walau di penjelasan disebut rem belakang dan depan aktif bersamaan, dalam kenyataan, dari apa yang penulis rasakan, rem depan justru aktif lebih dulu. Memang rem belakang lebih kuat, namun persoalannya adalah karena rem depan menggigit terlebih dahulu.

Sistem CBS vario atau beat membuat kita tidak bisa menerapkan teknik diatas, efek yang terjadi justru sebaliknya. Bila roda belakang lebih lambat membuat bagian belakang lebih keluar sehingga badan motor jadi menghadap tikungan, alias motor jadi lebih menikung. Maka bila roda depan lebih lambat akan membuat bagian depan lebih keluar sehingga badan motor jadi menghadap luar tikungan, alias motor jadi nggak mau belok. Dan bila terlalu keras, tidak cuma sliding saja tapi seringnya langsung jatuh karena daya cengkram roda depan di motor matik jauh lebih lemah karena beban lebih banyak di belakang.

Jadi saat mengendarai Honda Vario atau Beat CBS di tikungan jalan licin, mengerem belakang itu sama bahayanya dengan mengerem depan. Motor akan makin keluar dari tikungan atau bila parah bisa langsung jatuh. Menurut penulis ini sebabnya banyak yang bilang celaka karena rem CBS. Motor baru aman setelah sistem CBSnya dirusak.

 

Rem CBS di motor sport CBR pun rasanya sama saja. CBS di motor Honda CBR dinamakan Combined ABS atau C-ABS. Sistemnya mirip combi brake 500 ribuannya Vario atau Beat. Bedanya adalah di CBR depan belakang pakai rem cakram lalu sistem gabungannya pakai hidrolis, nggak pakai kawat sling. Lalu ada juga delay valve yang tujuannya agar rem depan nggak langsung bereaksi tapi ada jeda waktu. Di Honda CBR250R katanya seharga 7 jutaan.

Efek dari combined ABS diceritakan sebagai berikut:
2013 Optional ABS VS 2014 Deluxe ABS

Stichill: My 2012 CBR250R has Combined ABS. I did occasionally apply some light rear pedal when I felt I was a little hot going into a corner. With C-ABS, this also gave me light pressure on the front brake (after a brief delay that I would say is 0.25 sec).

Dikatakan bahwa saat ditikungan, saat pedal rem belakang ditekan ringan, maka ban depan juga akan sedikit mengerem setelah 0,25 detik.

Metode ini jauh lebih aman daripada implementasi CBS di Honda Vario dan Beat. Karena dengan memperlambat aktivasi rem depan bisa membuat beban motor pindah ke depan lebih dahulu sehingga meningkatkan daya cengkram roda depan. Sehingga saat rem depan aktif, daya cengkram roda depan sudah maksimal. Ini pernah penulis bahas di artikel soal pengaruh weight transfer terhadap kemampuan pengereman:

 

Namun dengan aktifnya rem depan disaat penggunaan rem depan membuat combined ABS jadi tidak bisa dipakai untuk menerapkan teknik rem belakangnya Rossi. Rasanya waktu 0.25 detik itu kurang lama untuk pemakaian efek sliding tersebut. Bisa bisa malah motor jadi slidingnya kesamping bila dipaksakan.

 

Sebelumnya penulis juga pernah membahas bahwa BMW dan KTM menggunakan sistem combi brake dimana kedua roda akan ngerem pada saat tuas rem depan ditekan.
Sistem CBSnya BMW Motorrad dan KTM itu kebalikan dari punya Honda

Jadi di motor BMW dan KTM teknik rem belakang masih bisa dilakukan. Di KTM kemampuan untuk sliding malah disebutkan secara eksplisit.

Menjadi pertanyaan besar pula mengapa Honda CBR250RR tidak ada combined ABSnya. Padahal sebelumnya fitur combined ABS menjadi fitur Honda CBR250R yang banyak di gembar gemborkan. Sekarang adem ayem dianggap nggak penting. Mungkin suatu saat CBS di Vario dan Beat nasibnya bakalan seperti Combined ABSnya CBR250RR, hilang tanpa ada kabar berita lagi.

 

Pembaca yang merasa sistem CBS tidak ada bedanya itu kemungkinan karena tidak pernah memanfaatkan rem di tikungan. Di Honda Beat penulis merasakan beda sekali antara sebelum dan sesudah merusak CBSnya. Sebelum dirusak CBSnya akan terasa ngeri bila melakukan pengereman di tikungan, setelah dirusak CBSnya jadi lebih sering menggantung rem belakang di tikungan.

Menurut penulis teknik rear braking ini penting juga untuk harian. Bahkan untuk newbie sekalipun teknik ini perlu dipelajari. Misalnya motor mengalami overspeed atau terlalu kencang saat masuk tikungan, misalnya nggak tahu kalau tikungan ternyata licin atau basah, maka teknik ini akan membantu perlambatan yang lebih aman. Sangat membantu terutama untuk motor yang berat di belakang, seperti misalnya motor matik, scooter atau motor bebek sport yang lagi boncengan.

diupdate karena bikin salah pengertian:
Pemakaian cukup sedikit saja. Jangan sampai sliding. Yang penting ada hambatan di ban belakang.

Dengan melakukan pengereman belakang, maka roda depan akan lebih menapak, motor lebih menikung sehingga tikungan akan lebih mudah dilalui. Namun hati hati jangan kelebihan.

Update:
Membaca komentar sepertinya banyak yang kelewatan baca. Apa banyak yang tidak menerapkan teknik ini saat menikung? Teknik ini berguna tidak hanya di motogp saja. Tidak waktu lagi ngebut saja. Di kecepatan sedan juga berguna, apalagi bila jalan licin atau pakai motor matik atau scooter.

Intinya teknik rear braking cocok untuk diterapkan untuk harian juga.

Iklan

45 thoughts on “Gara gara CBS teknik mempertajam menikung pakai rem belakang seperti Rossi tidak bisa diterapkan di Honda Vario atau Beat atau CBR yang dilengkapi combi brake

  1. Lagi2 penulis dendam amat sama CBS, d CBS jg kan bisa d setel seberapa banyak tarikan k rem depannya….kalo menurut sy pribadi memandang dr aspek pengguna kendaraan roda, bkn sebagai mekanik…..ada ato tidaknya CBS pada sepeda motor itu yg bikin gampang jatuh waktu adalah faktor ukuran ban, semakin kecil ukuran ban, menurut sy semakin besar daya mencengkram, jd perasaan kalo pake motor dgn velg/rim 14 inchi, cenderung motor cepat mencengkaram, apalagi matik, jd begitu posisi brake kalo posisi stang belok sedikit saja bisa bikin gampang jatuh, karena hanya mengandalkan rem, nah berbeda kalo sy make motor yg velg/rim 17 inchi, krn lingkaran roda yg agak besar, jd wktu ngerem motor masih stabil walau pun stang agak berbelok sdikit, apalagi motor matik tanpa bantuan engine brake, jd biar ada CBS ato tidak, kalo tidak hati2, ya sama aja ttp jatuh…jd bukan masalah fitur CBSnya, tp masalah usernya yg harus hati2…kalo tdk mau menggunakan CBS, ya tinggal d non aktifkan aja…

    Suka

    • Saya hormati pendapatnya. Untuk saya sendiri perilaku motor Honda Beat saya jadi jauh lebih enak ditikungan sejak CBSnya di rusak.

      Percuma CBS disetel persentase rem depannya. Untuk aman untuk jalan licin maka setelan rem depan harus sangat sangat kecil. Nggak bakal kerasa rem depannya kalau di jalan kering. Kalau dibuat bisa terasa di jalan kering, maka di jalan licin jadi sumber petaka.

      Saya tetap menyarankan untuk dirusak saja CBSnya biar lebih aman. Kalau nggak merasa ngeri ngerem di tikungan, bisa jadi sudah dirusakkan duluan sama bengkelnya.

      Suka

  2. mbit & vario memang gagap kalo dipake cornering.
    pengeremannya juga payah.
    kalo mau modal gede baru lumayan enak corneringnya, ganti shock ohlins, pake rem sistem konvensional.
    tapi tetep mesinnya lebih enak dari kompetitor sekelasnya.
    hehehe

    Suka

  3. denger2 sih, penyebab utama tidak dipergunakan “teknologi” C-ABS pada CBR250RR (padahal sebelumnya dipergunakan pada CBR250R), lebih dikarenakan penerapan C-ABS akan serta merta menambah bobot motor (>6Kg klo tidak salah dibanding yg CBR250R yg tidak menggunakan C-ABS).
    Harga CBR 250R yg menggunakan C-ABS juga jauh lebih mahal dibanding CBR250R yg tidak menggunakannya (beda sekitar 8 jutaan dibanding yg non C-ABS pada 2011)

    C-ABS bisa dikatakan mubazir diterapkan pada motor Racing oriented seperti CBR250RR, tp (mungkin) berguna untuk daily use (saya sampe saat ini fine2 saja menggunakan yg versi C-ABS).
    Misalnya klo di pikir lg, dengan harga CBR250RR sekarang yg sudah menyentuh 70 Jutaan (2016 – ABS – Black – Bali) dengan bobot sekitar 168kg (versi ABS), apakah ada bagusnya menambahkan / menyematkan lg “fitur” C-ABS pada CBR250RR ?? Apakah bagus bila bobot & harga CBR250RR dibuat semakin membengkak lagi (nambah 6kg / nambah 8 jutaan lg cuma buat C-ABS di motor RR series yg sangat mementingkan PWR?

    Suka

    • Sip, makasih infonya. Iya, ABS saja sudah mewakili ya.

      non C-ABS itu juga tidak ada ABSnya. Bila 8 juta itu beda non c-ABS dan pakai c-ABS untuk CBR250R, 6 juta itu beda non ABS dan pakai ABS untuk CBR250RR , maka ada selisih 2 juta untuk combinya.

      6 Kilo juga sepertinya termasuk sistem ABS juga. Kalau baca spec, CBR250RR ABS dan non ABS beda 3 kilo.

      Suka

  4. Beneran dirusak CBS’y? Emank ga BS dicopot gt?

    Menurut ane, penulis beli yg versi CBS karena penasaran, pas udh beli ternyata ga cocok sm gaya riding, mangka’y penulis matiin fungsi CBS’y.

    Fungsi CBS tuh masih bermanfaat buat sebagian orang sih. tp buat ane CBS ga cocok jg buat riding style, coz ga bs ngatur seberapa besar pengereman antar depan & belakang, klo ABS & slipper clutch sih buat ane cocok.

    Suka

    • Dirusak = tidak bisa bekerja dengan benar.

      Detailnya tidak tahu karena yang kerjakan bengkel resmi. Mintanya dilepas atau dimatikan saja tapi sama mekanik katanya kalau dilepas akan bakal jadi masalah. Entah apa yang dilakukan, yang jelas sekarang bila tuas rem kiri ditekan maka tuas rem kanan tetap gerak tapi rem depan tidak ikut ngerem.

      Iya, mending ABS.

      Suka

  5. Segitunya… kebanyakan teori copy-paste, pembenaran opini pribadi dan cari dukungan pengalaman testimoni pembaca yg gagal.. menandakan kemampuan anda berkendara..
    Makanya ikut pelatihan safety riding supaya dapat pengetahuan yg baik dalam berkendara..

    Suka

    • Tanpa ikuti safety riding ane dah paham om cara ngeremnya … Wong tiap ada cornering aja pake pedal rem belakang ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

      Suka

      • hahaha betul ente.. sebenarnya gaya riding bisa diasah sendiri alias otodidak, tinggal keberanian saja..
        bisa dilihat dari pemakaian ban kok bro.. mana rider yg suka-saka mereng-mereng udah ahli sama yg masih taraf belajar.

        Suka

        • Mereng2 gimana?? Sampe dengkul nempel ke aspal ato sampe sisi terluar tapak ban??

          Klo di sirkuit sih enak mereng2 bisa maksimal, klo jalan raya sih ngeri2 sedap.

          Suka

    • Nggak semua ucapan intruktur safety riding bisa dipercaya.

      Apa anda termasuk yang percaya bahwa CBS itu bikin pengereman jadi maksimal? Semoga tidak, karena faktanya tidak begitu.

      Kalau ingin mengerem maksimal di matik yang pakai CBS tetap harus pakai rem depan dan belakang. Jadi kalau sudah mengerem dengan benar, CBS nggak ada gunanya. Dirusak saja.

      Suka

  6. CBS bagaikan mie instan yang bumbunya sudah diskala tertentu. Ketika sudah pas untuk kondisi tertentu jadi gak pas untuk kondisi lainnya. Dan settingan default pastinya sangat dipengaruhi oleh pengalaman riding si desainer lalu dijadikan parameter untuk pabrikan. Padahal nantinya gaya kendara dan kondisi jalan tiap tiap rider berbeda-beda. Lebih luwes dan menjadi lebih aman kalau juga memasukkan faktor feeling untuk motor yang sudah sehati dengan rider nya. Kondisi jalan dan cuaca tidak akan pernah sama.

    Suka

  7. nih di web nya honda:

    Teknologi ini sendiri dipercaya dapat membantu pengendara motor Honda Vario 125 CBS, khususnya bagi para PEMULA

    emang untuk pemula, yang naek motornya lurus doang kaya makibao. hahaha

    Suka

    • Kata kata berikutnya yang lebih ekstrem lagi:
      Teknologi Combi Brake System Motor Honda

      Teknologi ini sendiri dipercaya dapat membantu pengendara motor Honda Vario 125 CBS, khususnya bagi para pemula, untuk dapat melakukan pengereman yang aman layaknya seorang pengemudi profesional

      Juga hoax berikut ini:

      Dengan adanya teknologi ini, anda dapat melakukan pergereman dengan jarak yang lebih pendek

      Suka

  8. “Menurut penulis teknik rear sliding ini penting juga untuk harian. Bahkan untuk newbie sekalipun teknik ini perlu dipelajari. Misalnya motor mengalami overspeed atau terlalu kencang saat masuk tikungan, misalnya nggak tahu kalau tikungan ternyata licin atau basah, maka teknik ini akan membantu perlambatan yang lebih aman. Sangat membantu terutama untuk motor yang berat di belakang, seperti misalnya motor matik, scooter atau motor bebek sport yang lagi boncengan.”

    Saya pernah beberapa pakai teknik ini dengan kondisi seperti penjabaran. Ngeri2 sedap sekaligus seru ngrasain ban belakang bisa geser kemudian keluar dengan cepat dr tikungan. Bikin jantung. Berdetak 2 kali lebih cepat. Muehehehehe….
    Sekarang ya normal2 aja lah gaya ridingnya. Sayang badan.

    Suka

    • Wah, jangan sampai sliding, apalagi sampai spin. Cukup sampai sedikit menghambat saja. Yang penting belakang terasa sedikit ngerem. Dilakukan hanya kalau overspeed saja, atau bila saat menikung merasa terlalu lebar.

      Suka

  9. Jujur aja, saya juga termasuk yg tidak suka dgn fitur CBS. Why? Krn saya beberapa kali nyaris jatuh pake vario CBS krn lupa ada fitur ini. Contoh kasus, saya hanya butuh sedikit rem belakang sbg pengganti efek engine brake menjelang tikungan. Tapi hasilnya, rem depan juga ikut aktif yg bikin motor mendadak jadi oversteer karena kecepatan motor turun lebih banyak dr yg saya mau.

    Menurut saya, sistem CBS hanya efektif dipake saat ngerem di jalan lurus, bukan menjelang tikungan. Apalagi buat rider yang biasa rolling-speed di tikungan model parabolik. Kalo lupa adanya fitur ini, dipastikan bakal terkaget-kaget deh. IMHO sih gitu.. ๐Ÿ˜‰

    Suka

    • terima kasih sharingnya. Iya, ngerem di tikungan rasanya beda sekali. Menurut saya, untuk jalan lurus pun tetap lebih baik tanpa CBS, karena saya penganut kalau ngerem belakang duluan baru depan.

      Suka

    • Hah ga laku,coba lu baca data AISI motor dan lihat nomor berapa beat n vario ??????
      Klo lu gbs baca bilang,biar gw bacain sekalian gw ngajiin.

      Suka

    • Hah ga laku,coba lu baca data AISI motor dan lihat nomor berapa beat n vario ??????
      Klo lu gbs baca dan memahami bilang,biar gw bacain sekalian gw ngajiin.

      Suka

  10. yasudahlah mas Cahyo ngga perlu diladeni buat para komentator yg bilang bahwa anda itu masih dendamlah sama CBS Honda, perlu belajar lagilah soal safety riding, atau sistem tersebut sudah dirancang oleh insinyur hondalah, atau bla..bla…bla….

    karena mereka2 itu IMHO pada dasarnya kurang (tidak) mampu menangkap dan mencerna esensi dari isi artikel yg sampeyan tulis, sekalipun anda perjelas dg penjelasan panjang – lebar mungkin mereka tetep pada bebal, malah anda ntar dikatain lagi copy pastelah, pembenaran opini pribadi lah, cari dukunganlah, bla…bla…bla…

    Kalau kita dapat menangkap maksud dari kalimat yg disampaikan oleh Honda, “Teknologi ini sendiri dipercaya dapat membantu pengendara motor Honda Vario 125 CBS, khususnya bagi para pemula, untuk dapat melakukan pengereman yang aman layaknya seorang pengemudi profesional”

    dari penjelasan diatas ada dua hal yg bisa kita garis bawahi yaitu kata “dipercaya” dan “pemula”.

    1. Dipercaya disini IMHO berarti bahwa kita (bisa saja disuruh) untuk supaya (harus) percaya saja terhadap statment yg dikatakan tersebut yg belum terbukti kebenarannya, seharusnya kalau memang yakin itu benar membantu harusnya katanya diganti dengan “terbukti” kan?
    2. Kata pemula disini mungkin bisa juga berarti orang yg mau belajar naik sepeda motor dan motor yg akan digunakan untuk belajar tersebut (kebetulan) adalah matic Honda, dimana buat pengendara pemula hampir pasti gak akan tau menahu soal teknik berkendara, dan disinilah Honda hadir dg fitur CBS yg kata mereka bisa membantu pengendara pemula sehingga bisa dijadikan suatu alat marketing.

    Suka

    • Iya, terima kasih. Setuju.

      Soal CBS sendiri memang sepertinya antara marketing dengan kenyataan beda jauh. Marketing bilang CBS bikin pengereman maksimal, sementara di website honda luar atau bahkan di stiker yang tertempel di jok motor tulisannya membantah hal itu. Kalau mau pengereman maksimal harus rem depan juga:

      Suka

    • @arlong
      Komen bagus bro, ane jg ga bilang CBS tuh jelek hanya bermanfaat buat sebagian orang aja & ane jg ga nuduh penulis tuh kemampuan riding’y kurang. Ane liat dr sisi lain bahwa semua teknologi bisa bermanfaat ato tidak tergantung riding style ato cara berkendara tiap individu.

      Klo ane mah ga punya waktu buat safety riding, paling “Learn by doing”.

      Suka

  11. Normalnya sistem CBS menurut sy akan berguna untuk rider2 biasa tapi perlu ada pengetahuan tambahan. Contoh: kalau keadaan lintasan berbelok dan sedang basah / berkerikil sebaiknya posisi motor ketika melewati sudah dalam keadaan pelan. sy biasanya kalau ketemu yg demikian akan melambatkan laju motor sblm area basah kerikil /(motor tegak) lalu masuk tikungan dalam keadaan ngeloyor pelan(motor posisi miring dengan speed pelan atau juga tanpa di rev sama sekali) jadi motor tidak kehilangan traksi. helm CBS akan berguna pada momen ketika motor blm memasuki tikungan. CMIIW lho ya

    Suka

    • Iya, justru korbannya itu lebih banyak yang awam. Untuk yang sudah jago pun bahaya.

      Kalau ban yang ngerem depan duluan itu efeknya jadi mirip yang berikut ini, lagi belok sudah bener ada di jalurnya, begitu ngerem malah keluar jalur:

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s