Prosedur uji drop test oli mesin yang benar akan bisa dipakai untuk menguji selain oksidasi juga fuel dilution, kerak, dan bocoran air atau coolant


Uji drop test itu dilakukan untuk menguji kualitas oli mesin dengan meneteskannya pada kertas tisu. Penulis jadi ingin menulis artikel ini setelah melihat hasil uji drop test yang menurut penulis kurang bagus tapi semua orang pada menyuruh teruskan. Penulis kemudian berusaha mencari referensi tentang bagaimana melakukan dan membaca hasil uji drop test. Dari referensi penulis menemukan bahwa ternyata uji drop test itu tidak sesederhana yang selama ini penulis pikirkan. Baik dari sisi prosedurnya ataupun cara pembacaannya.

Selama ini uji drop test dianjurkan hanya untuk menguji warna saja. Biasanya dengan menyertakan gambar berikut ini:

Namun ternyata uji ini juga bisa dipakai juga untuk menentukan kadar aditif dispersant, kadar kontaminasi bahan bakar, kadar partikel dan bahkan kontaminasi air.

Selain itu cara drop test oli itu ternyata tidak bisa sembarangan. Cara melakukan drop test yang benar itu nggak cuma asal diteteskan lalu difoto saja.

 

Uji drop test dinamakan juga dengan blotter spot test atau paper chromatography. Uji ini merupakan uji penting dalam melakukan analisa oli. Uji ini terutama menguji dispersancy atau kemampuan dispersant dari oli.

Using Photometry to Analyze Engine Oil Soot

To increase the accuracy and repeatability of measurements, a Belgian company has refined the blotter spot test using a photometric technique. It provides information about the oil’s dispersancy performance, a parameter for which no oil analysis test exists except for the blotter spot test.

Dikatakan bahwa untuk meningkatkan akurasi dan perulangan dari pengukuran, sebuah perusahaan di Belgia memngembangkan uji blotter tes dengan teknik fotometri. Blotter test memberikan informasi oli untuk performa dispersant, suatu parameter yang tidak ada cara pengukuran analisa oli selain dengan uji blotter spot test.

 

Dispersant adalah salah satu aditif yang penting untuk oli mesin. Fungsi utama dispersant adalah untuk mencegah slude, kerak dan deposit:
How does Detergents and Dispersant’s work in oil?

Dispersant’s are polar additives that are used to disperse sludge and soot particles for the purpose of preventing agglomeration, settling and deposits. Dispersant’s envelops particles and keep them finely divided. Dispersant’s are polymeric and ashless compounds. The hydrocarbon portion provides oil solubility, while the nitrogen portion provides an active site that attracts and holds potential deposit forming materials to keep them suspended in the engine oil.

Dikatakan bahwa dispersant adalah aditif polar yang berguna untuk membersihkan lumpur oli dan partikel untuk mencegah penggumpalan, pengendapan dan deposit. Dipersant akan membungkus partikel dan menjaganya agar terpisah pisah kecil. Dispersant adalah molekul polimerik dan tanpa abu. Bagian hidrokarbon membuat oli bisa melarutkan sementara bagian nitrogen bekerja aktif untuk menangkap materi calon deposit yang ada pada oli mesin.

 

Selain bisa dipakai untuk menentukan kemampuan dispersant, uji ini bisa juga untuk mengukur sifat oli yang lain:
Lube Oils Analysis Basic test

Paper Chromatography: Probably the first test that should be done to every sample that is processed in a lab. Good qualitative test for the presence of water, fuel, coolant, excessive solids, and the oil’s dispersency. This test also forces the technician to visually inspect the sample for large particulates and odd coloration, as well as note any odd odors.

Dikatakan bahwa uji ini adalah uji pertama yang harus dilakukan saat analisa oli. Merupakan uji yang bagus untuk menentukan keberadaan air, bahan bakar, coolant, partikel yang berlebihan dan dipersant dari oli. Uji ini juga menuntuk peneliti untuk melihat keberadaan partikel besar, warna tidak wajar dan bau aneh.

 

Prosedur dari oil drop test ini diilustrasikan sebagai berikut:

 

Dari cara diatas, poin yang menurut penulis paling penting adalah untuk membiarkan selama beberapa jam, atau bisa dengan menaruh di oven suhu 80 derajat selama satu jam.

Jadi kita harus menunggu beberapa jam dulu baru kita bisa menilai kualitas oli berdasarkan pola yang terbentuk di kertas. Bila kita melakukan hal itu, kita akan bisa menggunakan acuan dari kutipan kutipan berikut untuk menentukan tidak hanya faktor oksidasi saja tapi faktor lain juga.

 

Ringkasan bagus tentang bagaimana cara membaca hasil drop test ditunjukkan pada kutipan berikut:
Engine Oil CheckUp

Pembacaan dibagi menjadi 4. Yang pertama adalah Grime, dimana kita memperhatikan titik tengah. Bagian tengah yang berwarna coklat atau abu abu muda menunjukkan kondisi bagus tanpa sedimen. Sementara hitam atau abu abu gelap menunjukkan adanya sedimen, dimana oli harus segera diganti atau perlu servis mesin.

Yang kedua adalah Condition, dimana kita menggunakan lingkaran luar sebagai acuan untuk oksidasi. Kita membedakan dengan warna. Warna coklat tua atau hitam menunjukkan oli sudah waktunya diganti.

Yang ketiga adalah Water, kita memperhatikan tepian dari lingkaran kedua. Bila ada rembesan yang tidak beraturan dengan warna tegas maka ada kandungan air. Bila warnanya kuning maka itu adalah rembesan glycol (coolant radiator).

Yang keempat adalah Fuel dilution, kita memperhatikan sisi paling luar. Bila sisi paling luar itu sangat melebar, maka kemungkinan oli mengandung banyak bahan bakar, mengalami fuel dilution serius.

 

Penjelasan lain soal fuel dilution, partikel dan glycol dijelaskan di kutipan berikut:
The Blotter Spot Method – Sample Preparation and Test Procedure: A Quick Guide

Soot Contamination : When the oil drop is deposited on the chromatographic paper, the larger particles will not travel with the base oil and will form a black spot from the point of deposition.

Coolant (Glycol) : When glycol is present, a soot ring often develops around a yellow/brown center (Figure 3).

Diesel Contamination : under UV light, fuel dilution will show as fluorescent rings.

Kontaminasi partikel: Ketika oli diteteskan ke kertas kromatografi, partikel tidak akan menyebar dan membentuk titik hitam di lokasi tetesan.

Coolant : Bila ada glycol maka cincin soot / partikel akan mengelilingi bagian tengah kuning atau coklat.

Kontaminasi solar : Dibawah sinar UV, fuel dilution akan tampak sebagai cincin berpendar.

 

Sementara itu cara mengamati sifat dispersant dari hasil drop test oli ditunjukkan di kutipan berikut:
Measurement of the Merit of Dispersancy of In-Service Engine Oils with Blotter Spot Method

Perhatikan bahwa oli dengan dispersant yang masih bagus tidak ada perbedaan warna yang mencolok. Jadi walau warna oli lebih gelap namun warnanya merata, maka itu artinya dispersant masih bagus walau oli sudah mulai teroksidasi. btw, setelah oli ditambah minyak goreng, biasanya warna jadi makin merata.

 
Contoh hasil baca oli yang lain:
Using Photometry to Analyze Engine Oil Soot

 

Selain dengan diteteskan, ada juga cara lain, tapi maaf penulis sendiri nggak paham jadi nggak bisa jelaskan. Cara alternatif pengujian blotter test bisa dibaca di gambar gambar berikut:
Fluidyne blotter test

 

Intinya, bila melakukan drop test, maka oli mesin teteskan ke kertas tisu lalu biarkan beberapa jam. Setelah itu baru dinilai dengan menggunakan acuan acuan diatas. Bila tidak ada perbedaan warna mencolok berarti sifat dispersant masih baik. Bila sudah ada perbedaan warna mencolok maka perlu berhati hati karena dispersant itu berfungsi untuk mencegah kerak dan lumpur mesin.

17 respons untuk ‘Prosedur uji drop test oli mesin yang benar akan bisa dipakai untuk menguji selain oksidasi juga fuel dilution, kerak, dan bocoran air atau coolant

  1. ” Dikatakan bahwa dispersant adalah aditif polar yang berguna untuk membersihkan lumpur oli dan partikel untuk mencegah penggumpalan, pengendapan dan deposit.”
    Brarti bisa di katakan kalau oli yg mudah menghitam kemampuan membersihkan mesin kuat ( lebih baik ). & oli yg tetap bening walau dipakai lama / long drain kemampuannya utk membersihkan mesin kurang baik ?? mohon pencerahannya.

    Suka

    • Bukan, sifat dispersant itu independen dari sifat oksidasi. kemampuan oksidasi ditunjukkan oleh cerah hitamnya warna, kemampuan dispersant ditunjukkan oleh kontras gradasi warna. Mengetahui dispersant itu bukan dari hitamnya tapi dari meratanya warna. Jadi yang diamati adalah perbedaan warna antara bagian tengah dan sekitarnya.

      Jadi bila oli bening dan tidak ada kontrast warna, maka dispersantnya bagus. Bila oli bening tapi ada perbedaan warna mencolok dengan bagian tengah, maka dispersantnya kurang bagus.

      Suka

  2. setelah menambah minyak goreng, warna oli jadi kehijauan
    apakah itu normal?? apa yg menyebabkan warna kehijauan?

    motor tanpa radiator

    Suka

    • Bisa karena ada endapan warna biru? misal karena oli lama / endapan pertamax/pertalite? Saya saat pertama tambah minyak goreng warna oli jadi lebih gelap, kesannya seperti ada endapan/kerak sebelumnya yang jadi larut. Bukan karena oksidasi karena warna tetap sama selama beberapa minggu.

      Suka

  3. selamat mlm mas beroo…seneng rasanya membaca blog ini terus..sangat informatif..saya ingin menanyakan,mungkin mas beroo bisa bantu…saya baru beli nex second..oli.nya apa ya yang paling bgus broo..kalo dikasih campuran minyak goreng,brapa persen yang harus ditambah??…thank sebelumnya beroo…

    Suka

    • terima kasih.

      Soal oli, sekarang saya lebih cenderung yang non moly. Jadi pilihan murahnya enduro racing, yang agak mahal fastron techno atau fastron diesel. diatasnya lagi motul 5100.

      Minyak goreng coba tambah 5% dulu. jangan lebih dari 10%.

      Suka

  4. kalo untuk pengujian yg disebutkan diatas udah ada disini atau belum ya ? pernah liat di yutub servis mobil yang oli mesinnya diambil sebagai sampel untuk diteliti di lab, kira kira dari hasil uji lab tersebut parameter apa yg bakal keliatan setelah olinya di teliti?

    Suka

    • uji drop tes itu bisa untuk uji sendiri. Tapi anehnya dari uji lab nggak pernah dengar yang pakai itu.

      Uji lab sendiri ada banyak. Yang biasa di tes kandungannya, untuk mengetahui bagian mesin yang aus, sisa aditif, dst. Ada uji yang harus bayar terpisah misalnya uji oksidasi, uji fuel dilution, uji shear, uji beda viskositas, dst.

      Harusnya uji oli itu dilakukan saat oli masih baru dan saat mau ganti oli. tapi sepertinya disini trendnya cuma kalau mau ganti oli saja.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.