Standar Euro 4 bikin knalpot jadi jumbo mewajibkan pemakaian ABS atau combi brake dan OBD bisa baca data motor pakai hp android


Baca baca soal standar emisi Euro 4 penulis baru tahu bahwa standar ini sangat ketat. Aturan baru ini bisa dibilang memberatkan pabrikan. Dan apa yang memberatkan pabrikan bakal memberatkan konsumen juga. Paling tidak di soal harga.

Penulis kaget juga bahwa Euro 4 ini tidak hanya mengatur soal emisi tapi juga soal fitur keselamatan.

Faktor faktor penting dari standar emisi Euro 4 dijelaskan sebagai berikut:
What is Euro 4 and how will it affect me?

for the majority of full-size bikes, the maximum limit for carbon monoxide emissions is moving to 1.14g/km from 2.0g/km. The NOx (nitrous oxide) limit is going down to 0.09g/km from 0.15g/km, and hydrocarbon limits are going down to 0.17g/km from 0.3g/km.

The government is also introducing a durability test, so bike manufacturers will have to show that their engines can still meet these strict new limits with 20,000km on the clock.

Noise emissions are also part of the legislation, which have required myriad changes by manufacturers, including redesigned exhaust systems.

Fuel vapour contains more unburned hydrocarbons than exhaust gas. Euro 4 limits how much of this is allowed to escape.

New bikes will also have to have onboard diagnostics systems fitted. These measure and record the status of emissions management systems, and give status updates to mechanics.

All new-model bikes over 125cc will need to have ABS from January 1 2016, and any smaller bikes must either have ABS or a linked brake system.

All new models also need to be fitted with automatic headlamp on (AHO) – or daytime running lights, with no switch to turn them off – and US-style side reflectors, which Europe had broadly managed to avoid, until now.

Poinnya adalah emisi NOx, waktu kepastian, penguapan bahan bakar, OBD, ABS / CBS dan AHO.

Emisi gas buang

Disebutkan bahwa Euro 4 mensyaratkan agar gas buang dibatasi untuk gas CO 1.14g/km, untuk gas NOx 0.09g/km, untuk gas HC 0.17g/km. Entah itu menghitungnya bagaimana kok satuannya gram per kilometer. Mungkin itu sebabnya sekarang tren mesin mati otomatis saat berhenti.

Usaha untuk mengurangi ini yang membuat pabrik terpaksa memasang knalpot yang benar benar mengurangi tenaga. Sehingga sekarang banyak motor yang tenaganya jadi baru keluar setelah pakai knalpot aftermarket. Ini karena katalis yang banyak membuat aliran knalpot jadi lebih mampet:

Untuk mengurangi emisi NOx juga setahu penulis motor tidak boleh irit irit amat, harus sedikit boros. Selain itu, standar emisi gas buang Euro 4 ini rupanya yang jadi penyebab ukuran knalpot akhir akhir ini jadi sangat membengkak. Jadi pada besar besar semua
Are bike-makers rising to the Euro 4 challenge?

Some bikes sprouted some pretty ugly solutions to comply with the new rules 11 years ago. The Ducati Multistrada 1000DS had one of the worst – a huge catalytic converter that was the size of a rolled-up sleeping bag and possessed similar visual appeal.

Contrast that Heath Robinson approach with the latest Multistrada 1200, which also has a large catalyst included in its exhaust, but one that is so well integrated that you’re much less aware of its existence. The latest Multi was one of the first Euro 4-legal bikes to arrive in NZ when tested back in August 2015, and felt so righteous and sorted to ride that I never noticed its new emission rule status at the time.

Nggak cuma bikin jelek, kebutuhan pengurangan polusi juga bikin harga knalpot jadi jauh lebih mahal:

For Euro 3 there wasn’t a need to have very high quality or expensive catalysts in the exhaust because they weren’t legislated to last 20,000km or more. But now there is a requirement so they have to prove durability over this long period.

Rasanya Honda CBR250RR itu salah satu korban standar emisi Euro 4. penulis lihat padahal desain awal knalpot keren banget, ramping.

Eh ternyata di produk jadi, knalpotnya besar banget:

Jadi sepertinya tidak perlu heran bila nanti ada motor sport yang knalpotnya saking besarnya sampai menutupi seluruh roda belakang.

Kendaraan harus bisa mempertahankan emisi sesuai standar hingga 20 ribu km

Aturan yang ini sepertinya sangat sangat memberatkan. Ini artinya performa motor harus tetap prima hingga 20 ribu kilometer. Dan untuk ini tidak cuma komponen mesin yang kualitasnya harus memenuhi standar, tapi juga oli dan bensinnya. Sekarang ini rasanya tiga tiganya bakal susah dipenuhi Indonesia. Mesin banyak yang nggak kualitas ekspor, oli mesin banyak yang dibawah standar, dan bensinnya sama sekali nggak layak.

Pembatasan suara berisik nggak cuma knalpot saja tapi keseluruhan

Yang sekarang ini pabrikan dan reviewer pada curang, yang diukur cuma suara knalpot saja. Padahal dari standar Indonesia sekalipun yang diukur harusnya bukan cuma knalpot. Standar Euro 4 pun cara pengukurannya sama, akselerasi dari 50km/jam, diukur jarak beberapa meter dari motornya, namun sekarang batas maksimal jadi 77dB:
Euro 4 test

The static measurement remains the same with the Euro 4 level. But the dynamic measurement differs. The maximum noise value is reduced from 80 dB (A) to 77 dB (A).

Aturan ini bakalan sangat sangat memberatkan motor motor yang sekarang suara mesinnya masih berisik. Seperti kita tahu bahwa motor motor sekarang kalau sudah habis servis pertama suara mesinnya pada nggak karuan kerasnya.

Ini juga jadi keluhan Direktur teknis R&D MV Agusta:
The facts behind Euro4 emissions…

“It all of a sudden became very apparent that it’s not just exhaust noise that you try to attenuate. It’s mechanical noise, it’s gear noise, it’s chain-slapping noise, it’s tyre noise. We really had to step back and look at the entire vehicle, and look at noise and vibration analysis. It could be a small aluminium footpeg protector that’s vibrating, it could be a mudguard.”

Standar Euro 4 membuat pabrikan tidak cuma harus memperhatikan suara knalpot, tapi juga suara mekanis, gigi, rantai, dab bahkan roda. Juga jadi harus memperhatikan vibrasi dari bagian motor seperti misalnya pijakan kaki atau spakbor.

Pembatasan penguapan bahan bakar

Aturan ini memastikan bahwa kendaraan tidak membocorkan bahan bakar ke udara. Kendaraan akan diuji dalam ruangan tertutup untuk melihat seberapa banyak uap bahan bakar bocor ke sekitarnya. Namanya SHED test (Sealed Housing for Evaporative Determination), ruang tertutup untuk menguji penguapan.

Pemasangan OBD (On Board Diagnostic)

Dengan aturan ini, maka motor akan jadi seperti mobil mobil sekarang dimana kita bisa membaca sensor sensor atau kondisi kendaraan. Aturan ini dikeluarkan untuk bisa memonitor kondisi kendaraan sehingga bisa memastikan bahwa kendaraan masih tetap memenuhi standar emisi hingga 20 ribu km.

Dengan adanya port OBD, maka kita bisa memasang OBD reader dan memasang aplikasi di hp android untuk bisa menampilkan informasi kendaraan. Modif ini populer kalau di mobil.

Atau bisa beli alat tambahan yang kompatibel OBD:

Bisa untuk gantikan tampilan spedo sekarang sehingga jadi beneran modern :).

Harus pakai ABS dan combi brake

Dikatakan bahwa motor 125cc keatas harus dilengkapi dengan ABS dan motor dibawah itu yang diatas 50cc paling tidak harus dilengkapi combi brake atau linked brake system bila tidak pakai ABS.

Kalau untuk ABS, walau mengurangi performa di kompetisi, secara harian sih memang bagus untuk keselamatan. Yang combi brake ini semoga jangan seperti yang diterapkan Honda di motor matiknya. Bisa malah makin banyak yang celaka.

Harus pakai AHO (auto headlight on)

Di Indonesia ini sudah duluan, jadi sepertinya nggak bakal banyak beda.

 

Secara keseluruhan, standar Euro dirangkum berikut ini:
Emissions impossible; what Euro 4 really means

  Euro 1 Euro 2 Euro 3 Euro 4 Euro 5
Year 1999 2005 2007 2016 2020
CO 13.0g/km 5.5g/km 2.0g/km 1.14g/km 1.00g/km
Hydrocarbons 3.0g/km 1.0g/km 0.3g/km 0.17g/km 0.10g/km
NOx 0.3g/km 0.3g/km 0.15g/km 0.09g/km 0.06g/km
SHED test n/a n/a n/a yes yes
Onboard diagnostics no no no yes (OBD1) yes (OBD2)
Durability test n/a n/a n/a 20,000km Lifetime

 

Standar Euro 4 sudah diterapkan mulai 1 Januari 2016, dan yang belum sempat harus sudah lulus pada 1 Januari 2017. Jadi sekarang semua motor yang dijual di eropa sudah harus memenuhi syarat Euro 4.

Indonesia sendiri katanya baru akan menerapkan tahun 2020.
Indonesia Bersiap Luncurkan Bahan Bakar Euro 4

Pengesahan Permen tersebut direncanakan akan dilakukan pada tahun ini. Mobil jenis baru yang diproduksi sebelum Permen disahkan juga akan diberi waktu hingga empat tahun untuk menghabiskan sisa produksinya dan harus menerapkan teknologi Euro 4 pada tahun 2020.

Beban utama dari pabrikan sepertinya karena bahan bakar belum siap:
Gaikindo Kejar Penerapan Euro 4

Gaikindo mengakui bahwa saat ini Indonesia telah tertinggal dengan negara-negara lain terkait dengan standar emisi gas buang. “Kalau kita masukkan kendaraan Euro 4 atau lebih, dengan kondisi bahan bakar minyak (BBM) yang ada di Indonesia ini, kami akan mengalami kesulitan. Jadi yang ada, kami harus modifikasi terlebih dahulu dengan bahan bakar domestik. Karena kalau mau menggunakan kendaraan berteknologi tinggi seperti hybrid, bahan bakarnya pun harus bagus. Sekarang Pemerintah untuk bahan bakarnya Euro 2 saja masih belum jelas. Banyak sekali BBM yang dijual Pemerintah belum sesuai standard Euro 2. Ini yang harus diselesaikan.”

“Kondisi ini merupakan dilema buat kita. Karena kami ingin menggarap pasar ekspor. Tapi kalau kita mau ekspor, kendaraan-kendaraan tersebut harus memenuhi standard Euro 4, sementara pasar domestik masih menggunakan Euro 2. Itu berat buat kami karena harus mengurus 2 produk sekaligus,” ungkapnya.

Syarat bahan bakar Euro 4 adalah RON95:

Lebih lanjut Dasrul mengatakan bahwa dengan diberlakukannya Euro 4 yang memiliki Research Octane Number (RON) minimal 95 dan Sulfur 50, maka kualitas udara diyakini akan lebih baik dengan minimnya NOX, SOX, dan CO yang dihasilkan dari Pembakaran.

Jadi ini sepertinya alasan utama munculnya pertamax turbo. Tapi pertamax turbo sendiri sekarang masih belum memenuhi Euro 4:
Pertamina Akan Sulap Pertamax Turbo Berstandar Euro 4

Vice President Retail Fuel Marketing Pertamina Afandi mengatakan, meski memiliki kandungan RON 98, ‎saat ini Pertamax Turbo masih dengan standar Euro 3, karena itu Pertamina akan meningkatkannya menjadi Euro 4 tahun depan.

Afandi mengungkapkan, untuk meningkatkan standar menjadi Euro 4, kandungan sulfur ‎pada Pertamax Turbo harus ditekan, dari 100 Part Per Milion (PPM) menjadi hanya 50 PPM.

 

Bila disimpulkan dari sisi pemakai, maka standar Euro 4 ini akan:

  • membuat motor makin mahal membayar fitur ABS, knalpot ukuran jumbo, dan komponen yang bisa tetap prima sampai 20 ribu km
  • membuat motor makin loyo tenaganya
  • membuat tampilan jelek dengan knalpot jumbo
  • motor nggak akan bau bensin
  • suara knalpot jadi nggak macho lagi
  • suara mesin jadi hening, peranan bel makin penting, semoga honda pindah tombol bel balik ke asalnya lagi, semoga nggak jadi alasan untuk bikin mesin tetap berisik.
  • jadi bisa pasang alat obd, bahkan mungkin beberapa motor sekarang sudah dilengkapi karena mereka juga dieskpor ke eropa

Dari sisi pabrik motor terpaksa harus meningkatkan kualitas mesin dan cari akal agar tenaga nggak berkurang walau harus pakai knalpot mampet. Juga cari akan agar penampilan tidak rusak karena knalpot yang ukurannya jumbo.

Entah kita bisa mengharapkan apakah pabrik oli dan pertamina bisa meningkatkan kualitas oli dan bensin sehingga Euro 4 ini bisa tercapai atau tidak. Perlu standar yang lebih tinggi untuk oli dan bensin

Kalau untuk motor yang lama, kita bisa berusaha mengurangi emisi dengan memastikan kendaraan kita berjalan dalam kondisi prima. Boleh pakai modif yang meningkatkan efisiensi mesin. Pakai alat yang bisa meningkatkan kualitas bahan bakar pakai aditif atau alat semacam pro capacitor sehingga pembakaran jadi makin bersih. Juga meningkatkan kualitas oli, jangan pakai oli yang kualitasnya dibawah standar. Boleh pakai aditif sesuai selera atau ikut cara penulis pakai minyak goreng dan cemenite.

Iklan

6 thoughts on “Standar Euro 4 bikin knalpot jadi jumbo mewajibkan pemakaian ABS atau combi brake dan OBD bisa baca data motor pakai hp android

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s