Suzuki rilis ulang Smash tapi yang lampu jumbo, kapan Suzuki bakal kapok?


Sekarang lagi rame berita Suzuki Smash kembali dijual. Namun yang penulis herankan, mengapa kok yang dijual lagi produk lampunya besar yang nggak laku? Mengapa tidak menjual lagi produk lampu sporty yang pernah laris?

Fotonya seperti berikut
Mengejutkan..!!! Tanpa Banyak Kata Tetiba New Smash FI Meluncur Begitu Saja

 
Pada waktu penulis sempat lihat motor Suzuki shooter di suatu pameran, kesan pertama yang penulis rasakan adalah, wah lampunya gede dan jelek banget. Yang ada dipikiran penulis adalah nggak bakalan beli motor semacam itu. Dan ternyata terbukti penjualan Suzuki shooter tidak sebagus Suzuki Smash titan sebelumnya.

Mungkin kalau di foto diatas kurang terasa jumbonya, bisa lebih jelas kalau lihat foto yang berikut, yang warnanya hitam:

 

Model Smash yang laris itu yang lampunya sporty, seperti misalnya Smash 110cc:

 

Atau Smash Titan 115cc

Sementara itu model dengan lampu besar cenderung tidak laku seperti misalnya Suzuki Axelo:

 

Entah mengapa Suzuki sekarang mendesain lampu jelek. Saat motor GSX dirilis, banyak yang bilang tidak suka pada model lampunya. Sepertinya model lampu tersebut meniru model atasnya, namun dalam proses meniru tidak diperhitungkan proporsinya dan asal comot saja, sehingga efeknya jadi terkesan jelek.

Shogun 125 yang lampunya besar kurang laku dibanding Shogun 110, Inazuma yang lampunya besar juga nggak laku. Model model Suzuki yang laku itu yang lampunya sporty. Seharusnya Suzuki lebih hati hati dalam mendesain lampu depan kendaraan. Karena menurut penulis, kelemahan desain motor suzuki ada di bagian desain lampu depan. Memang kecil, tapi lampu sangat mempengaruhi penampilan secara keseluruhan.

Apalagi karena masyarakat Indonesia sangat memperhatikan penampilan. Penampilan menjadi pertimbangan utama dalam membeli motor.

Dengan semangat untuk bangkit kembali, seharusnya Suzuki mulai belajar untuk mengetahui selera masyarakat Indonesia. Yang di jepang jangan menganggap pasar Indonesia sama dengan Eropa atau India. Lha wong spyshoot jelek Yamaha Vixion saja dituduh terlalu mirip motor India, nah kok malah smash yang dirilis yang lampunya selera India.

Menurut penulis percuma rilis ulang Suzuki Smash kalau modelnya yang lampunya seperti itu.

Iklan

16 thoughts on “Suzuki rilis ulang Smash tapi yang lampu jumbo, kapan Suzuki bakal kapok?

    • Jadi pilih matik dong? Tapi bebek bisa lebih irit. Kalau butuh model sporty, pernah lihat dealer masih ada yang jual Satria F115 (motor mirip tapi ini bukan Satria FUFI 150), sepertinya nggak laku juga:


      Suka

  1. modele uwelek puoooollll…. wajar kalo digilas Yamaha dan Honda terus-terusan.

    itu mengingatkan pada motor Bosowa, Beijing, Kymco, Tossa, dan sejenisnya.

    Suka

  2. Kalau ini dirilis ulang ya menurut saya kemungkinan cuma dua yang beli:
    1. Kena HYPE GSX yang emang bagus secara marketing maupun kualitas unit namun ndak cukup duit akhirnya beli Smash Reborn. Paling tidak kan merk nya Suzuki.
    2. Fans fanatik Suzuki. Ane pernah liat fans fanatik Suzuki. Setia bener sampe keluar produk baru. Cuma merk ini di Indonesia yang spare partnya hampir sesulit mendapatkan spare part ala motor klasik meski unitnya belum mencapai siklus penuh STNK.

    Suka

  3. Produk ini kan SEKARANG lebih difokuskan buat dipasarkan di luar Pulau Jawa. Soalnya menurut Suzuki di luar pulau Jawa masih lebih banyak motor bebek daripada matik, jdi mungkin wajar model ini yg dipasarkan karena lebih praktis, dengan menomorduakan desain

    Suka

  4. menurut saya desain tetap paling penting dalam pertimbanan beli kendaraan, aku aja desain ga sreg ya ga bakalan mau beli mau sebagus apapun build kualitinya…

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s