Aditif pembersih injector dan valve malah bikin deposit di ruang bakar mungkin alasan pertalite bikin busi hitam dan merusak performa


Artikel ini dibuat karena penulis penasaran dengan testimoni berikut:

dicky pratama: ini spek saya
motor: cs1
berat penunggang: 90an
pertamax premium: 40 km/l
pertalite: 43-44 km/l
pertamax: 34
kondisi motor. karbu belum diseting setelah pembelian bekas. rantai kendor.
jalan landai. pengoprasian dalam kota. kecepatan campur kadang ngebut kadang pelan tp banyakan pelannya.

cs1 (kompresi 1:10,7) saya setelah terbiasa menggunakan premium dan pertamax perbandingan 1:1 untuk mengejar irit karena sempat kecewa menggunakan pertamax. suatu ketika saya lalu coba coba menggunakan pertalite. dan malah lebih irit tenaga juga terasa sedikit berbeda serasa nambah. walaupun sedikit.

Komentar tersebut aneh karena pakai pertalite justru lebih irit daripada pakai pertamax. Campuran pertamax dan premium justru lebih irit daripada pakai pertamax dan kalah irit dari pakai pertalite.

Komentar merupakan respon karena penulis mengklaim bahwa pakai pertalite justru lebih lemah daripada pakai premium. Pengurangan ini semi permanen, karena setelah pakai premium, tenaga tidak langsung kembali, tapi perlu semingguan sebelum tenaga pulih seperti semula.

 

Sebenarnya tidak pas karena penulis membahas soal tenaga sementara bro dicky pratama membahas soal irit. Kalau dari soal irit, penulis merasa pemakaian pertalite itu seperti bila bensin dicampuri dengan oli. Kalau motornya sedang pakai oli jelek, maka pakai bensin campur oli akan bisa bikin motor lebih irit.

Namun dari pengalaman pakai bensin campur oli, mesin memang terasa licin namun tenaga terasa berkurang. Efek pakai pertalite mirip itu, mesin terasa lebih licin, namun tenaga berkurang.

Yang merasakan tenaga berkurang saat pakai pertalite tidak hanya penulis saja, namun ada beberapa yang punya pengalaman yang sama, berikut penulis kutip dari yang merasakan efek negatif pertalite:

rem pakem: Ane dh coba d vario 110lc, tenaga jd brkurang,prasaan lbh boros..Balik lg deh k premium..

ading seprialdo: Motor f1zr ane malahan kagak mau hidup gara2 pake pertalite, tapi setelah bensim di tangki di kuras habis, trus ane pake premium lagi, motor ane jadi hidup lagi

samx masterx: sy bengkel di kampungan,mungkin sekitar 3atau4 blanan emang byak orng mengeluh sihh,,,awalnya sy gak tahu,dari selama ada pertalite kok pasen sy banyak yn mengeluh motornya klu pagi pasti susah hidup,dan pasti busi basah,abis klu ganti busi baru langsung hidup,dan ada cairan hitam diluar busi,,dan sangat pasti itu gara2 pertalite. masalah pertalite bengkel ku gak bisa ngatasi sih,,,,sebab cuma ganti busi aja wes cukup

sirupbregas: ane kemarin terpaksa ngisi tangki motor ane dgn pertalite di sebuah spbu karena premium tdk ada… setelah sy rasakan memang tarikan jadi agak sedikit berkerang (agak berat)…ane jadi berpikir

bono: saya punya mobil xenia saya kasih pertalite tarikan kok jadi berat sekali. trus esok harinya saat udah habis saya ganti ke premium(biasanya memang pakai premium) tapi tarikan tetap aja berat sekali seperti ditahan beban berat itu mobil. Padahal sebelum pakai pertalite tarikan enteng. sekarang udah berjalan sebulan tapi masih aja berat sekali dibawa. busi udah saya ganti dan ganti filter hawa tapi masih aja berat. beratnya seperti ada yg nahan dari belakang. apa pertalite bikin rusak mesin??? saat liat busi yg lama ada seperti gum/gel hitam di ujung businya.

anas: pertalite bikin tarikan berat serasa ditahan beban dari belakang.

guest: Hahaa.., saya juga kapok pake pertalite dah, beda bgt sama pertamax, klo pake pertamax muntir gasnya sedikit aja udah ngacir, tenaganya berasa banget, kerasa padet gitu, lha pake pertalite udah gak bertenaga, ngeden lagi, kapok dah kapok,,,

harris: bener banget…rasany agak ngempos tenagany, balik k premium lebih padet..

arya: benar broo. saya merasakan sendiri… tarikan nya lebih enak premium drpda peetalite…

ali: 1 bulan menggunakan pertalite, tarika motor berat dan langsam tdk setabil, langsung cek dan service karbu dan setelah Karbu di bongkar ada lendir berwarna seperti pertalite yg menggumpal di dalam karbu. Saya tidak tahu lendir itu datangnya dari mana tapi 20 tahun menggunakan motor baru kali ini mengalami di dalam karbu terdapat lendir.

Andrea: Motor lama temen gua (honda karisma 125) pelampung karburatornya rusak jadi bensin keluar dari selang pembuangan karbu, dibawa ke bengkel kata bengkel karena bahan bakar pertalite yang menjadi penyebab rusaknya pelampung karbu lalu pihak bengkel menganjurkan untuk ganti bahan bakar ke pertamax

ionic13: Saya orang yang awam dengan motor, tapi dari pengalaman saya menggunakan pertalite di motor Shogun 125, mesin jadi terasa kasar, dan kalau pagi hari saat motor dinyalakan jadi susah. Padahal dulu saat masih pakai premium tidak pernah terjadi hal tersebut.
dari cerita orang yang punya usaha mebelair, sebagai dasar saat mau memplitur lemari biasanya akan dioleskan premium sebagai dasaran. Saat premium di daerah saya jarang, akhirnya orang tersebut menggunakan pertalite sebagai dasaran, dan yang terjadi lemari tersebut tidak bisa diplitur. Kalau premium disentuh dalam sekejap akan menguap, dan premium punya bau khas. Akan tetapi saat pertalite disentuh, bahan bakar tersebut terasa basah dan berminyak, serta tidak segera menguap, dan dari segi bau, menurut saya baunya mirip minyak tanah.

Pudjo: Saya biasa bakar bakar pakai bensin. Kalau pakai pertamax atau premium bensinnya akan habis terbakar tanpa sisa. Sementara kalau pakai pertalite akan ada sisa yang tidak terbakar.

Cody: Pertalite emang bikin mesin loyo bro…gue uda buktikan itu…

Arief: Motor saya megapro 2010 dam kompresi bisa 9.5:1 bro bisa dikatakan pas pakai pertalite. tapi kenapa pas pakai pertalite malah tenaga berkurang drastis tidak seperti pada saat pakai premium ? Waktu pertama pakai emang enak tarekan motor gan tapi besoknya tenaga malah melemah dan berat aja kayaknya gan gak spontan kayak premium lagi tarekannya. makanya kapok coba pertalite yang waktu pertama beli aja bagusnya. saya sudah balek ke premium tapi tenaga masih berkurang belum kembali seperti semula gan. Performa dan tarekan yang udah enak tiba tiba hilang seketika aja saat coba pertalite dan harus isi terus dalam beberapa minggu baru kembali. waktu yang gak sebentar buat kembalikan performa:(

Rafy: Motor malah jadi rusak kalo pakai pertalite, banting klep. Mending premiumnya.. kalo mau bagusnya sekalian pake pertamax.

 

Dari komentar komentar tersebut beberapa ada yang karena efek oktan yang lebih tinggi, sehingga mesin lebih susah menyala. Ada yang karena kandungan energi pertalite yang lebih rendah dan motornya cocok pakai premium (oktan sesuai). Yang agak tidak wajar itu yang businya jadi hitam, soal lendir dan saat diuapkan/dibakar pertalite masih menyisakan minyak.

Dugaan pertama penulis adalah bahwa aditif ecosave itu mengandung oli. Sehingga sangat cocok bagi motor yang sedang pakai oli yang kualitasnya dibawah standar. Oli jelek akan membuat kendaraan terasa tertahan saat dipakai akselerasi atau kencang. Motor juga jadi boros. Ini sudah penulis rasakan saat motor Honda Beat ESP masih keisi oli AHM MPX2.

Dalam kondisi tersebut, performa dan irit tentu bakal meningkat bila bensinnya diberi campuran oli. Ini juga bisa menjelaskan hasil aneh dari bro dicky pratama, dimana pakai pertalite justru juga lebih irit daripada saat pakai pertamax.

pertamax premium: 40 km/l
pertalite: 43-44 km/l
pertamax: 34

Sayang bro dicky pratama tidak menjawab lagi saat ditanyakan olinya pakai oli apa. Dan apakah mesin tidak berisik dipakai kencang.

 

Teori ecosave mengandung pelumas bisa menjelaskan peningkatan performa / irit dan mengapa pertalite bikin busi lebih hitam. Karena penambahan oli tentunya akan meningkatkan spash yang akan menimbulkan asap dan kerak di mesin. Ini alasannya mengapa oli samping itu punya spash sangat kecil.

Kalau agak bingung dengan judul link, intinya aditif moly yang tinggi akan bikin selip kopling dan meningkatkan nilai spash. Aditif anti asam yang tinggi (nilai TBN tinggi) akan meningkatkan nilai spash. Spash tinggi akan meningkatkan emisi dan meningkatkan deposit.

 

Namun itu tidak bisa dipakai menjelaskan soal lendir dan minyak yang tersisa saat pertalite dibakar. Karena seharusnya minyak itu bisa dilarutkan oleh bahan bakar dan minyak bisa terbakar. Bila aditif ecosave cuma minyak, mestinya tidak akan menyebabkan lendir atau meninggalkan sisa ketika dibakar / diuapkan.

Penulis sempat bingung namun jadi menemukan petunjuk setelah membaca artikel berikut:
Aditif pelarut dalam bensin

Ada banyak Bahan Kimia yang bisa digunakan untuk Detergency, namun umumnya produsen Bensin menggunakan PEA (Polyetheramine) sebagai Bahan Aktif untuk Detergentcy ini.

Aditif detergency guna utamanya adalah untuk membersihkan kerak. Kerak ini ada hubungannya dengan busi yang jadi sangat hitam juga.

Di artikel tersebut disebutkan kata “umumnya produsen Bensin menggunakan PEA”. Itu berarti selain PEA ada bahan lain. Ini membuat penulis penasaran untuk mencari informasi tentang bahan detergency yang lain.

Penulis menemukan bahwa memang ada bahan detergency yang lain. Ini disebutkan di website Chevron:
Chevron with Techron®

Many other gasolines use a detergent additive that’s based on polybutene amine (PBA) chemistry. PBA-based additives do an adequate job of controlling intake system deposits-but only if the dosage in the fuel is high enough to do the job. If the concentration of PBA in gasolines is low the gasolines do not keep intake systems clean. And if a gasoline uses a concentration of PBA-based additive that’s high enough to keep the intake system clean, the additive itself can contribute materially to combustion chamber deposits. In contrast, Chevron’s unique deposit control additive, Techron, provides unbeatable intake system deposit control, while simultaneously minimizing any contribution to harmful combustion chamber deposits.

Dikatakan bahwa banyak bensin yang menggunakan PBA. PBA cukup baik untuk mencegah deposit pada bagian intake (intake valve deposit) bila konsentrasinya cukup. Namun pada konsentrasi tersebut PBA punya efek samping yaitu memperparah timbulnya deposit di ruang bakar (combustion chamber deposit). Sementara itu aditif buatan chevron bisa mencegah baik kerak di intake ataupun di ruang bakar.

 

Bila kutipan dari website punya bro Luqmanul Hakim menyatakan bahwa PEA dipakai di banyak bensin, ternyata website Chevron justru menyatakan sebaliknya. Pernyataan tersebut disetujui juga oleh kutipan berikut:
Gasoline Problems

Deposit control additives such as polybutene amine (PBA) were introduced in 1970 to help keep injectors and intake valves clean. The only drawback with PBA is that too much of it can increase combustion chamber deposits. Polyether amine (PEA), by comparison, cleans fuel injectors and valves, and does not increase combustion chamber deposits. In fact, it helps remove accumulated deposits inside the combustion chamber to reduce the risk of spark knock.

Dikatakan bahwa PBA bisa mencegah kerak di injector dan intake valve. Namun bila berlebihan bisa menimbulkan kerak pada ruangm bakar. Sementara itu, PEA bisa mencegah kerak di injector dan intake valve tanpa menyebabkan kerak di ruang bakar.

Jadi aditif pembersih deposit untuk bensin itu ada PBA dan PEA. Yang PBA cuma efektif membersihkan deposit di injector dan valve, sementara yang PEA juga efektif untuk membersihkan ruang bakar.

Ada yang bilang ada aditif yang lain lagi, yaitu yang cuma bisa mencegah tapi tidak bisa membersihkan, bisa dibaca di link berikut:
Fuel Additives: Reality vs Fiction

 

Efek dari dari aditif PBA dan PEA terhadap kebersihan ruang bakar ditunjukkan secara jelas pada penelitian berikut:
The Effects of Advanced Fuels and Additives on Homogeneous Charge Compression Ignition Combustion and Deposit Formation. by Joshua S. Lacey

Penelitian tersebut menarik karena juga mengungkap hubungan antara kandungan toluene dan kerak.

Disebutkan bahwa kerak akan meningkat seiring dengan kandungan toluene. Menarik karena kabarnya pertamina menggunakan toluene untuk meningkatkan oktan di pertamax plus. Penelitian tersebut juga membandingkan zat penambah oktan selain toluene, yang kebanyakan kalau disebut disini. Silahkan dibuka link tersebut bila tertarik.

Sementara itu perbedaan antara PBA dan PEA disebutkan sebagai berikut:

PBA additives have a backbone structure composed completely of hydrocarbons, so they tend to have higher boiling points and are more difficult to break down in an engine. This type of additive is rated to clean intake valves and fuel injectors, but it can actually increase the level of CCD in some cases. The PEA additive, on the other hand, has more oxygen atoms in its backbone structure and has a lower boiling point than PBA. PEA additive, which is the active ingredient in Techron, can be used to clean all forms of deposits in an IC engine, including those that form on the valves, fuel injector and in the combustion chamber itself.

PBA adalah aditif yang susunannya semuanya terdiri dari hidrokarbon, sehingga mereka cenderung punya titik didih tinggi dan lebih susah terurai di mesin. Aditif ini disebutkan bisa membersihkan intake valve dan fuel injector, tapi dapat meningkatkan deposit ruang bakar pada beberapa kasus. Sementara itu aditif PEA punya lebih banyak atom oksigen dan punya titik didih yang lebih rendah dari PBA. Aditif PEA yang merupakan kandungan aktif dari Techron dapat membersihkan semua jenis deposit di mesin, termasuk yang terbentuk pada valve, fuel injector dan juga ruang bakar.

Jadi, disini sudah ada titik terang yang menjelaskan bahwa aditif PBA menyebabkan kerak di ruang bakar karena titik didih tinggi yang membuatnya susah terbakar.

Percobaan diawali dengan menguji dalam keadaan tanpa aditif, untuk bensin tanpa ethanol (RON 98) dan bensin dengan ethanol (RON 92). Kandungan energi bensin dengan ethanol lebih tinggi:

Berikut hasil ujinya:

 

Terlihat bahwa hasil dari bensin dengan ethanol lebih bersih. Bensin yang oktannya lebih tinggi justru lebih banyak keraknya. Ini sepertinya sesuai dengan percobaan sebelumnya dimana makin banyak kandungan aromatik / toluene maka makin banyak keraknya.

Furthermore, at any established boiling point level, fuels with a higher concentration of aromatics are more prone to create deposits in the engine. Among hydrocarbon based fuels, the tendency to form deposits in increasing order begins with paraffins, such as methane, olefins, like ethylene and aromatics, such as toluene.

Hasil uji dengan aditif PBE ditunjukkan sebagai berikut:

 

When compared to the results in the previous chapter, it is evident that the PBA
additive does not aid in preventing against CCD growth on the piston, as the overall
thickness of the layers is still quite high in certain areas. This is not completely
unexpected, as the PBA additive has a backbone consisting of hydrocarbons that can
be difficult to break down, thus, the addition of PBA contributes to additive-based
deposit precursors that can promote deposit growth. Rather than reduce deposition, the
main effect of the PBA additive is a redistribution of deposits over the surface of the
piston.

Dikatakan bahwa jelas bahwa aditif PBA tidak bisa mencegah pembentukan deposit ruang bakar pada piston. Karena tingkat ketebalan lapisan kerak masih tinggi di beberapa tempat. Ini normal karena PBA yang memang terbentuk dari hidrokarbon membuatnya susah terurai, sehingga penambahan aditif PBA justru bisa meningkatkan despoit. Tidak mengurangi deposit, efek utama dari aditif PBA adalah meratakan penyebaran deposit pada permukaan piston.

 

Sementara itu hasil dengan PEA adalah sebagai berikut:

There are some appreciable differences between these mappings and those in Figure 12.1 and Figure 12.2 (from the base fuel and PBA additive), most noticeably, an overall decrease in the deposit thickness. There are small regions in the piston bowl where there appears to have been some flaking of the D10+PEA deposit layer. In the case of the CARBOB+10%EtOH+PEA, for the first time with any of the conditioned pistons, it is possible to see some of the bare metal of the piston crown. Also, the layer is lighter in color and has a shinier appearance than any of the other CCD layers pictured in this chapter or the previous chapter.

Dikatakan bahwa ada perbedaan yang cukup besar terutama pada pengurangan ketebalan kerak. Ada beberapa kerak yang rontok pada lapisan kerak di bensin tanpa ethanol (RON 98). Sementara itu pada bensin dengan ethanol ada yang logamnya sampai bersih sempurna. Lapisan juga lebih cerah dan mengkilat daripada hasil uji yang lain.

 

Kesimpulan dari penelitian itu adalah aditif PBE walau bisa membersihkan injector dan valve tapi justru bikin kerak di ruang bakar. Aditif PEA lebih efektif dalam membersihkan kerak ruang bakar. Bensin dengan lebih banyak kandungan aromatik seperti toluene lebih banyak keraknya. Penulis menduga bensin pertamina itu ditingkatkan oktannya pakai toluene:

Bila melihat efek dari pertalite yang bikin ruang bakar jadi lebih kotor, bikin karbu jadi berlendir dan tidak terbakar atau menguap saat bensinnya dibakar atau diuapkan, maka bisa jadi di pertalite tidak pakai PEA tapi pakai PBA. Entah apakah pertamax turbo juga punya sifat seperti ini atau tidak.

Ini bisa jadi alasan untuk tidak pakai bensin oktan tinggi selama bensin oktan rendah tidak menyebabkan masalah. Karena justru pakai bensin oktan tinggi malah kerak makin banyak. Mungkin ini juga alasan mengapa bensin oktan tinggi harus pakai aditif anti kerak lebih banyak.

Ini juga jadi peringatan bagi yang suka pakai aditif yang katanya bisa membersihkan fuel injector atau valve. Perlu dicek apakan aditif tersebut bisa meningkatkan deposit ruang bakar atau tidak. Paling gampang dengan mengecek busi. Bukan di bagian keramiknya, tapi di bagian besinya.

Menurut penulis aditif ecosave itu bisa jadi terdiri dari PBE dan pelumas. Performa akan turun karena kerak makin banyak. Tapi bagi kendaraan yang sedang pakai oli mesin dibawah standar, maka pakai pertalite akan justru meningkatkan performa karena pelumasan yang lebih baik.

Tahu pelumas dibawah standar bagaimana? Pelumas jelek itu bila makin kencang makin kasar suara mesinnya. Sebaiknya pakai oli yang lebih baik. Atau silahkan coba trik tambah minyak goreng. Sudah banyak cerita puas :).

Walau nanti ternyata pertalite itu terbukti pakai PEA, penulis tetap menghindari pakai pertalite. Karena banyak yang mengeluh pakai pertalite mengurangi performa, yang efeknya semi permanen.

Penulis puas pakai premium. Semoga premium tidak beneran dihapus tahun ini oleh pertamina. Kabarnya juli 2017 bakal dihapus ya? Kalau beneran dihapus maka penulis pakai pertamax. Penulis beberapa hari kemarin coba pertamax bisa enak kalau di motor ditambahi cemenite lagi. Motor penulis sudah pakai pro capacitor. Kalau pakai premium tambah cemenite justru berkurang tenaganya. Nggak pakai dua duanya lemah banget tenaganya karena motor sudah sangat diiritkan.

Link lain soal aditif di bensin:
Spesifikasi premium pertalite dan pertamax (file pdf) bobistheoilguy.com – Too much use of Top Tier?
Gasoline Problems
Diesel and Bio-diesel Fuel Deposits on a Hot Wall Surface
DEPOSIT FORMING TENDENCY IN SPARK IGNITION ENGINESAND EVALUATION OF GASOLINE DETERGENTADDITIVES EFFECTIVENESS
UNIVERSITY OF RADOMWrocław University of TechnologyMarek KułaynskiFuels and lubricants chemistry
Fuel Additives: Use and Benefits

Iklan

21 thoughts on “Aditif pembersih injector dan valve malah bikin deposit di ruang bakar mungkin alasan pertalite bikin busi hitam dan merusak performa

  1. motorq verza bulan 10-2014 ..bbm pertamax,oli fastron techno hijau+sania,,,,kemarin gnti busi,,,busi bersih kering,,,,ganti busi 25.000km…itupun gk mati,,,cm kwatir mati aja di jalan..cz sudah 2,5tahun,,akhirnya gnti busi..CR 9 EA9,,,

    Suka

  2. om kalo misal kayak stp fuel system cleaner itu pake pba atau pea..?? saya berencana mau beli tapi blm ada info soal kandungan nya. mau beli redline s1 (pea) blm ada di daerah saya. thx

    Suka

    • Maaf kurang tahu, saya nemu datashet tapi nggak ngerti.
      http://armoredautogroup.com/pdf/STP/STP-Gas-Treatment-(3-2011).pdf

      Yang tahu cuma 80-100% kerosene (minyak tanah).

      Dari website, tidak disebut soal membersihkan ruang bakar, kemungkinan sih ini PBE:
      STP® GAS TREATMENT

      Sementara klaim redline si-1 mencantumkan pembersihan ruang bakar

      Yamalube katanya pakai PEA: 1.Membersikan, melapisi dan melindungi dari endapan karbon yang menempel pada ruang bakar, saluran intake dan injector

      Suka

      • maaf om. maksud saya bukan gas treatment. mungkin lengkapnya stp complete fuel system cleaner dan botol nya warna silver. habis browsing katanya in kandungan nya. Contains: Petroleum Distillates, Alkylphenol Polyoxyalkyl Alkylamine, Trimethylbenzene

        barangkali ada info soal kandungan tersebut di atas dibanding dengan pea..??

        btw habis nemu datasheet kandungan redline s1 fuel system cleaner, 30 – 50% PolyEther Amine, 1-10% Isooctanol, 5-20% Aliphatic Naphtha

        Suka

        • sip. wah redline sip ya, isinya lebih banyak PEA nya.

          Yang stp nemunya ini, ada amine tapi bukan PEA ataupun PBA, masih ada kerosenenya:

          Tapi ada keterangan ini, sepertinya sudah termasuk ruang bakar juga:
          Why do I need STP® Complete Fuel System Cleaner?

          The STP® Complete Fuel System Cleaner is our most powerful fuel system cleaner. It not only does the job of our Super Concentrated products, but also cleans the combustion chambers. The fuel system has the demanding job of delivering the proper fuel and air mixture to the engine, to give you the performance you need. Cleaning it twice a year will result in peak engine performance by restoring lost power and acceleration, maximizing fuel efficiency by cleaning fuel injectors and carburetors, and reducing hard starts, engine hesitation, and knock and ping.

          Suka

  3. salam kenal mas Cahyo, engga tau kenapa walaupun pertamax turbo RON 98 (Rp.9050) dan Shell V-Poer RON 95 (Rp.9400) saya lebih pilih v-power, hehe.. padahal secara kasat mata pertamax turbo Ron-nya lebih besar dan lebih murah. mungkin ada hubungannya dengan yg mas Cahyo tulis, heehe…..

    Suka

  4. Justru di ane kok kebalikannya ya. Motor beat fi 2013, baru ganti busi 2x. dari awal beli seringnya isi pertamax, diisi premium sekali2 kalo pas lagi bokek/tanggal tua aja. Terakhir, karena harga pertamax udh tembus 8rb an, ane beralih dah ke pertalite. Dan alhamdulillah aman aman aja. Karena skrg harga pertalite makin mahal aja, bulan februari kmrin ane coba beralih dah ke premium. Untuk tarikan ane rasain sih lebih smooth, vibrasi ke tangan lebih kecil drpd pake pertalite. Tapi yg jadi masalah, motor sering mati sendiri, yg biasanya selama pake pertalite maupun pertamax belum pernah ane rasain. Kurang dari sebulan ane pake premium, dan udah 3x kejadian mesin mati sendiri saat lagi riding, dan yang lebih parah lagi motor ga bisa langsung diidupin, diselah/diengkol maupun distarter ttep mesin ga mau idup. Harus nunggu dulu sekitr 10 menitan baru mesin bisa idup. Akhirnya, dari awal maret kmrin ane kembali lagi ke pertalite, dan alhamdulillah sampe skrg mesinnya ga pernah mati sendiri lagi saat lagi riding. Mohon maaf, hanya sharing aja, ane salah satu driver ojek inline dari bandung. Salam

    Suka

    • Terima kasih sharingnya.

      Efek dari bahan bakar macam macam. Mesin berbeda efek bisa berbeda. Yang dari link pertalite sebelumnya rata rata untuk motor Honda pertalite itu lebih enak daripada pakai premium.

      Ciri ciri yang disebutkan sepertinya mirip dengan efek fouling. Penyebab fouling:

      Pakai busi dingin tidak selalu lebih baik

      – jalan pelan terus menerus atau jarak tempuh yang pendek atau cuma dipakai untuk dekat
      – busi terlalu dingin
      – campuran bensin-udara terlalu kaya
      – berkurangnya kompresi atau oli karena piston ring atau silinder aus
      – waktu pengapian yang terlalu mundur
      – turunnya performa sistem pengapian

      Yang menurut saya harus segera diperiksa adalah campuran bensin-udara, apakah sekarang beatnya boros?

      Sudah berapa lama pakai pertalite?

      Suka

      • Ane servis rutin 3 atau 4 bulan sekali di beres, oli pakai federal matic 10/40 ganti tiap awal bulan. Untuk kerusakan mesin sih, ane rasa belum ada ya, coz tiap kali servis mekaniknya bilang normal2 aja, hanya keluhan di area cvt dan kampas koplig aja. untuk jumlah berkurangnya oli juga, walaupun ane belum pernah ukur sendiri, tapi kata orang bengkel takarannya masih terbilang normal. Untuk pemakaian bensin, ane pernah ukur pake pertalite, dari jarum indikator di warna merah, diisi full, sampe balik ke merah lagi, itung2 dapetnya 45 kpl dalkot.

        Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s