Cara mengemudi agar kampas kopling motor matik atau manual bisa lebih awet dan cara pasang quick shift up di motor


Lihat ada yang geber geber gas pagi ini membuat penulis ingin membahas soal gaya mengemudi yang bisa bikin kampas kopling awet. Karena sistem transmisi beda, maka cara untuk motor matik sedikit berbeda dengan motor sport atau bebek dengan transmisi manual. Tapi ada persamaannya.

Dari sisi performa, cara mengendarai agar kampas kopling awet tidak banyak mempengaruhi akselerasi matik. Di motor manual akan ada pengurangan akselerasi namun penulis akan coba jelaskan cara alternatif biar tidak banyak berkurang performanya atau paling tidak biar kampas kopling sedikit lebih awet.

Yang pertama yang matik dulu.

Cara agar kampas kopling di matik bisa lebih awet adalah dengan tidak gas pol, tidak menyentak gas pada saat motor akan dijalankan dari posisi berhenti. Penjelasan logikanya adalah bila kita membuka gas pelan pelan maka perbedaan kecepatan antara kopling dan rumah kopling akan sedikit. Dengan membuka gas pelan tenaga juga tidak akan besar sehingga saat kampas mulai menggigit rumah kopling tidak akan dipaksa untuk mengamplas / mengadu kampas kopling dan rumah kopling. Dengan begitu maka aus di kampas kopling akan berkurang.

Mengapa penulis berpendapat bahwa cara mengemudi diatas tidak mengurangi performa? Karena waktu yang dibutuhkan untuk kampas kopling bisa menggigit rumah kopling itu sangat cepat. Tinggal buka gas 1/4 selama kurang dari satu detik sudah cukup, setelah itu bisa gas penuh. Selama ini penulis praktek cara ini di motor matik Suzuki Spin ataupun Honda Beat tidak pernah merasa keteteran.

Banyak faktor lain yang lebih berperan dalam akselerasi seperti misalnya kesehatan mesin, bagus tidaknya oli, bensin yang dipakai, berat badan rider, tenaga mesin dan modif mesin. Seandainya ketinggalan start pun, mungkin cuma selisih jarak setengah motor. Selisih jarak tersebut bisa dikejar dan disalip dengan misalnya modif CVT. Kadang juga tidak perlu modif tapi cukup mesin sehat, oli bagus dan bensin sesuai.

Apalagi bila butuhnya tidak untuk kencang. Kalau tujuannya cuma mau mengendarai santai, nggak perlu harus gas pol saat start atau mau akselerasi lagi.

 

Untuk motor manual caranya mirip mirip.

Saat motor sedang berhenti dan berniat akan jalan maka rpm mesin jangan dibuat tinggi. Tujuannya sama, agar kampas kopling tidak saling mengamplas satu sama lain. Jadi mulailah selalu dari gigi satu dan rpm yang serendah mungkin.

Kopling dilepas pelan pelan dengan tujuan akselerasi jadi mulus itu menurut penulis justru akan lebih cepat menghabiskan kampas kopling. Apalagi bila dilakukan dengan sambil membesarkan putaran gas. Cara yang menurut penulis lebih awet adalah dengan melepas kopling lebih cepat dengan gas yang sedemikian rupa tidak membuat mesin mati tapi kendaraan sudah bisa mulai berjalan. Baru setelah motor sudah jalan dan kampas kopling benar benar menggigit maka gas dibuka penuh.

Saat shift up, maka untuk membuat kampas kopling awet kita perlu menyesuaikan rpm dengan rpm bila sudah masuk gigi tinggi. Kalau tidak ada tachometer (penunjuk rpm), maka cirinya adalah saat kita masuk gigi lebih tinggi dan melepas kopling secara mendadak mesin tidak nyendal maju ataupun mundur tapi mulus. Bila ingin lebih cepat, biasanya bisa cukup dengan menutup gas sebentar lalu setelah masuk gigi dibuka lagi. Bila timing sudah pas maka perpindahan akan bisa mulus.

Saat shift down juga perlu untuk menyesuaikan rpm juga. Buat agar rpm sesuai dengan rpm bila sudah masuk gigi rendah. Kalau pas maka saat sudah masuk gigi rendah tidak lagi terdengar dengung karena rpm naik. Caranya adalah pakai throttle blip, kopling ditarik, gas dibuka penuh sebentar baru shift down, lalu kopling dilepas.

Dari sisi performa, cara mengendarai ini untuk start awal tidak akan banyak berpengaruh. Yang banyak mempengaruhi itu yang shift up dan shift down. Jadi kalau mau awet dan kencang harus sering latihan agar timing bisa pas dan ganti gigi bisa cepat.

Lambatnya akselerasi dengan mengepaskan rpm ini membuat pabrikan memperkenalkan fasilitas quickshifter:

Metode pabrikan untuk menerapkan shift up bisa kita terapkan sendiri. Dari cara kerjanya, Kawasaki, KTM dan Suzuki menggunakan cara mematikan pengapian. Ini mudah diterapkan. Kita tinggal memutus arus yang mengalir dari CDI atau ECU yang menuju ke coil. Kita pasang saklar di bagian kabel positifnya coil.

Caranya adalah dengan menggunakan saklar seperti berikut ini:

Kabel yang dari CDI/ECU yang menuju coil diputus dan dicabang dua dan masing masing dipasangi saklar tersebut. Yang satu dipasang di tuas persneling sehingga saat tuas ditekan, maka switch akan memutuskan arus yang ke coil. Saat tuas persneling tidak ditekan maka pengapian berjalan normal, sementara bila tuas persneling ditekan maka pengapian akan mati.

Kalau susah pakai switch seperti itu, mungkin bisa pakai cara berikut yang pakai alat beli atau pakai saklar lampu rem:

Sementara yang satu lagi dipasang di tuas kopling, dibuat sehingga saat kopling tidak dipakai / dilepas maka arus dari CDI/ECU tidak mengalir ke coil, sementara itu bila kopling ditekan maka arus dari CDI/ECU akan bisa mengalir ke coil.

Ini tujuannya adalah untuk mencegah mesin mati bila kita memindah gigi santai dengan menggunakan kopling. Karena listrik dibuat bercabang, maka arus dari CDI/ECU akan bisa mengalir melalui saklar di kopling saat tuas persneling ditekan dan tuas kopling ditekan. Sementara itu, saat tuas perneling ditekan dan tuas kopling tidak ditekan maka arus akan terputus dan memungkinkan sistem quickshift bekerja.

Jadi saklar yang di kopling itu mati saat kopling tidak dipakai, menyala saat kopling diremas. Saklar yang di tuas untuk ganti gigi akan nyala saat tidak sedang ganti gigi, dan akan mati saat sedang shift up.

Perhatikan bahwa arus yang mengalir ke coil itu besar. Pastikan bahwa saklar dan kabel yang dipakai punya rating arus tinggi karena bila tidak maka tenaga bisa ngedrop. Saklar juga perlu dibersihkan/diganti karena ada kemungkinan pemutusan listrik bisa menimbulkan bunga api yang bisa menimbulkan kerak di kontaknya. Namun mestinya lebih awet daripada platinanya pengapian.

Iklan

8 thoughts on “Cara mengemudi agar kampas kopling motor matik atau manual bisa lebih awet dan cara pasang quick shift up di motor

  1. untuk mulai jalan di motor manual ane juga pakai throttle blip
    blip di 2500-3000 rpm, tutup gas dan lepas kopling agak cepat saat rpm menurun
    motor akan jalan tanpa menyendal, kl kopling dah konek baru buka gas lagi

    terinspirasi di game2 balap mobil (nfs underground) yg juga pake cara itu (transmisi auto)

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s