Aturan baru untuk ojek online ala propinsi jatim melarang ambil penumpang di tempat populer dan nggak boleh pakai moge


Penulis baru lihat di berita bahwa pemerintah propinsi Jawa Timur telah mengeluarkan kebijakan yang mengatur soal ojek online. Sayang penulis kelewatan nggak sempat merekam. Terpaksa cari sumber lain.

Ketemu sumber di kompas tv berikut ini:

Terlihat ada slideshow dengan judul: Sepeda Motor sebagai angkutan menggunakan aplikasi berbasis teknologi informasi (online) di propinsi Jawa Timur

Ada 8 aturan, yaitu:

  1. Beroperasi di dalam kawasan perkotaan.
  2. Dilarang menaikkan penumpang di terminal, stasiun, perlabuhan, bandara dan rumah sakit.
  3. Sepeda motor (roda 2) dengan kapasitas mesin maksimum 150CC.
  4. Sepeda motor memenuhi persyaratan teknis laik jalan.
  5. Dilengkapi dengan tanda khusus berupa stiker yang ditempatkan di bagian depan kendaraan
  6. Tarif batas atas ditetapkan oleh gubernur.
  7. … sori nggak kebaca …
  8. Pengemudi / pemilik kendaraan memiliki 1 (satu) kendaran yang dibuktikan dengan surat tanda nomer kendaraan.

 

Ada beberapa poin menarik yaitu:

Aturan 1, Apa ini artinya nggak boleh bawa ke luar kota? Yang berikut sepertinya menjelaskan itu:
Dibatasi, Taksi Online Dilarang ‘Mencaplok’ ke Daerah Lain

“Kita ketahui bahwa, nanti angkutan online hanya beroperasi di daerahnya masing-masing. Mereka sudah tidak boleh ke wilayah lain,” kata Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Jatim AKBP Sabilul Alif. “Kalau dari Surabaya nggak boleh ke daerah lain seperti Malang. Juga sebaliknya,”. Saat ditanya kemungkinan taksi online dari Surabaya menjangkau daerah sekitar Surabaya seperti Sidoarjo, Gresik, mantan Kasat Lantas Polrestabes Surabaya ini, menjelaskan sementara ini masih diperbolehkan.

Aturan 2, Nggak boleh menaikkan di area publik tapi boleh menurunkan:
Ini Poin Penting Rapergub Jatim Tentang Taksi Online

“Angkutan online juga tidak diperkenankan menaikan penumpang di tempat-tempat publik seperti terminal, stasiun, pelabuhan, bandara dan rumah sakit. Tetapi diizinkan untuk menurunkan,” jelasnya.

Wah aturan ini bakal memberatkan, karena gojek kan mangkalnya banyak di tempat tersebut.

Aturan 3, Artinya gojek nggak boleh pakai motor tiger, scorpio, R15, NMax, Ninja, CBR250RR, ducati, dst. Entah kalau dinego. Naikkan dikit pak.

 

Lalu di net disebut aturan berikut:

Digabung dengan referensi berikut:
Ini Poin Penting Rapergub Jatim Tentang Taksi Online

  1. Tarif batas bawah Rp. 3450/km
  2. Kendaraan didaftarkan badan usaha/koperasi. Boleh milik pribadi
  3. Larangan beroperasi di area publik
  4. Melaporkan kegiatan usaha pada dishub
  5. Mengantongi ijin dari pemprov Jatim & wajib memiliki kantor cabang
  6. Batas kuota roda 4 & 2 (4.445 unit). wajib berstiker

 

Tarif diatas berlaku pada taksi. Namun ada poin menarik yaitu kuota yang berlaku total untuk mobil dan motor. Yang terakhir ini sangat membatasi.

Simak kutipan berikut:
Go-Jek di Surabaya Masih Dibanjiri Pelamar, Seperti ini Antreannya

jumlah driver yang dibutuhkan Go-Jek Surabaya adalah 14 ribu driver.

Bisa bakalan protes transportasi online yang sekarang ini. Atau bakal ada rebutan kuota.

Rasanya aturan ini tetap tidak memuaskan baik transportasi online ataupun offline.

Iklan

6 thoughts on “Aturan baru untuk ojek online ala propinsi jatim melarang ambil penumpang di tempat populer dan nggak boleh pakai moge

  1. Pernah lihat spanduk peringatan tentang ojek online yang tidak boleh menaikan penumpang tepatnya didepan RSU Kota Tangerang. Apa peraturan di wilayah Jatim juga merujuk daerah Tangerang ya…

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s