Suzuki V-Strom 250 sudah spedo full digital ada alasan kuat mengapa memilih SOHC 2 valve


Penulis kaget juga waktu lihat halaman Suzuki V-Strom di UK ternyata belum ada harganya. Padahal motor lain semuanya ada.

Penulis baru tahu bahwa V-Strom ini produk tambahan baru di jajaran V-Strom. Di pengumuman tersebut diceritakan bahwa mesin memang sengaja dirubah:
SUZUKI EXPANDS SMALL CAPACITY RANGE AT EICMA 8th November 2016

A redesigned version of Suzuki’s 248cc parallel twin engine powers the new V-Strom 250, with a particular focus on the engine’s low and midrange torque giving the new adventure-styled machine 23.4Nm of torque at 6,500rpm. The punchy twin-cylinder power-plant revs on to produce peak power of 25PS at 8,000rpm.

Dikatakan bahwa mesin 248cc dua silinder paralel untuk V-Strom 250 didesain ulang untuk memfokuskan torsi pada putaran mesin rendah dan menengah. Sehingga di mesin baru torsi maksimal adalah 23.4 Nm di 6500 rpm, dengan puncak tenaga maksimal 25 PS di 8000 rpm. Menurut motorcyclespecs.co.za, mesin Inazuma GW250F punya torsi maksimal 24Nm di 6500rpm dengan tenaga maksimal 26 PS di 8500 rpm.

Jadi sepertinya tenaga di putaran atas sedikit dikurangi untuk bisa dapat tenaga/torsi lebih banyak di rpm rendah dan menengah. Mungkin karena ini memang tujuannya motor ini untuk dibuat touring.

Tuningnya sebagai berikut:

The cam profile for the V-Strom 250 delivers maximum acceleration performance at speeds between 12mph to 55mph, as this is the range that is used most often. As an additional benefit, the cam profile also suppresses noise generation to deliver a smoother, more pleasant ride. This new model delivers plenty of power and easy to control low to mid-range torque.

Cam dimodifikasi sehingga V-Strom 250 memberikan performa akselerasi maksimal di kecepatan antara 12mph sampai 55mph (dari 20km/jam sampai 90km/jam), karena di kisaran kecepatan inilah yang sering dipakai. Sebagai efek tambahan, perubahan cam juga mengurangi berisik sehingga bisa dikendarai lebih halus dan enak. Model yang baru ini menghasilkan tenaga besar dan enak dikendalikan di putaran mesin rendah dan menengah.

Dari sisi irit sepertinya juga lumayan:

With a full tank of fuel, the V-Strom 250 has a riding range of over 310 miles*.

Dikatakan bahwa dengan tangki penuh, V-Strom 250 bisa menjangkai 310 mil (498.9 km). Kapasitas tangki di spesifikasi disebutkan 17 liter. Bila dihitung maka 1 liter bisa menjangkau 29.3 km. Inazuma 250F dikatakan 1 liter bisa mencapai 26 km. Sebuah peningkatan yang lumayan juga.

Fokus di tenaga di putaran mesin rendah dan irit inilah sepertinya mengapa motor Suzuki V-Strom 250 ini menggunakan mesin SOHC 2 valve walaupun dua silinder.

Bagi penulis bukan SOHC atau DOHC yang penting, tapi jumlah valvenya. Penjelasan bisa dibaca di artikel berikut:
Jangan samakan SOHC 2 valve dengan SOHC 4 valve

Sistem multivalve awal punya kelemahan pada rpm rendah karena area udara masuk yang besar membuat kecepatan aliran udara yang masuk jadi lambat. Ini menyebabkan pencampuran udara dan bahan bakar yang tidak sempurna. Ini membuat kendaraan dengan sistem multi valve jadi kurang enak dipakai di rpm rendah.

 

Berikut alasan Suzuki untuk memilih langkah ini:

Suzuki’s V-Strom series has won the hearts of riders around the world and established itself as one of the leading names in the adventure motorcycle segment since the V-Strom 1000 debuted in 2002 and the V-Strom 650 joined the line-up in 2004. Suzuki now brings the same excitement, riding pleasure and adventure versatility to a broader audience; riders who are buying their first motorcycle, riders returning to two wheels after a long absence, riders looking for a more manageable lightweight machine and many others too.

V-Strom dikatakan disukai banyak orang. Oleh karena itu versi 250cc ini diperkenalkan agar lebih banyak lagi yang bisa merasakan, seperti misalnya pengendara yang baru punya motor pertama kali, pengendara yang lama tidak naik motor atau pengendara yang ingin motor yang lebih mudah dipakai dan ringan.

 

Fitur unggulan lain adalah bagasi. Di motor sengaja disediakan mounting clip untuk menyangkutkan box sehingga bagasi bisa terintegrasi rapi dan kuat. Di gambar berikut bisa dilihat tempat clip nya:

Setelah dipasang:

V-Strom 250 juga dilengkapi sistem rem ABS buatan Bosch. Pakai cakram depan belakang.

Spedo sudah full digital, dilengkapi spedo, tachometer, posisi gigi, shift indikator, odometer, trip meter, indikator bensin, pemakaian bahan bakar, jam dan penunjuk waktu ganti oli.

Lampu depan sepertinya masih pakai halogen.

Di motor ini ada satu yang penulis nggak suka, kuning kuningnya itu. Mending dicopot saja. Tapi katanya itu bisa membantu Aerodinamika. Katanya bentuk sudah dioptimasi dengan bantuan wind tunnel sehingga bisa membuat pengendara bisa terlindungi dari angin sehingga pengendara bisa lebih nyaman.

Sepertinya Suzuki benar benar fokus untuk membuat motor ini nyaman untuk jalan jauh. Bisa diperhatikan bahwa di setang ada pelindung tangan serta penulis salut sama spakbornya, nggak pendek seperti yang lain :). Jadi radiator nggak bakalan gampang kotor kena lumpur.

Lampu belakang sepertinya sudah LED. Bentuk mirip dengan punya GSX-R150:

Desain dari boks sepertinya juga sudah dipikirkan agar tidak menghalangi pandangan spion. Kedua spion bisa terlihat jelas dari belakang. Mestinya dengan begitu pandangan pengendara tidak akan terhalang boksnya:

Gir belakang itu kok sepertinya lebih besar dari biasa ya? apa memang begitu untuk kelas adventure?

Selain warna kuning dan hitam ada juga warna yang merah:

Spesifikasi Suzuki V-Strom 250

Engine capacity 248cc Engine 4-stroke, liquid-cooled, SOHC, parallel twin
Bore 53.5 mm x 55.2 mm (2.11in x 2.17in) Compression ratio 11.5 : 1
Lubrication Wet-sump Ignition Electronic ignition
Fuel system Fuel injection Transmission 6-speed constant mesh
Drive Chain Starter Electric
MPG* TBC CO2 TBC
Power 18.4kW @ 8000rpm (25PS) Torque 23.40Nm @ 6500rpm (17.26lb.ft)†

Spesifikasi berat dan mileage masih belum ada, untuk itu berikut data Inazuma fairing sebagai perbandingan. Saya pilih ini daripada yang full naked karena mestinya lebih mendekati beratnya V-Strom 250.
Spesifikasi Inazuma GW250F 2015

Max Power 19 kW / 26 hp @ 8500rpm
Max Torque 24 Nm / 2.4 kgf-m / 17.7 lb.ft @ 6500rpm
Wet Weight 189 kg / 417 lbs
Fuel Consumption Average 3.8 L/100 km / 26 km/l / 62 US mpg / 74 Imp mpg

Suzuki Inazuma R 250

Rp. 49.500.000,-

Video baru cuma ketemu dua. Dua duanya video promosi:

 

Jadi mungkin banyak yang skeptis mengapa kok Suzuki V-Strom 250 masih pakai mesin Inazuma yang masih SOHC. Ternyata Suzuki sudah menjawab hal itu. Memang Suzuki tidak mengejar tenaga tapi ingin membuat motor ini lebih enak dipakai untuk perjalanan jauh. Bukan untuk ngebut tapi biar bisa nyaman jalan jauh. Halusnya mesin, respon mesin di rpm menengah ke bawah, tempat bagasi, hambatan angin dan irit menjadi perhatian Suzuki dalam membuat V-Strom menjadi nyaman.

10 respons untuk ‘Suzuki V-Strom 250 sudah spedo full digital ada alasan kuat mengapa memilih SOHC 2 valve

  1. Selama mesin sohc itu bisa mengimbangi dohc, ya lebih baik sohc daripada dohc. Tapi cara ngimbanginya jgn malah bikin lebih mahal daripada dohc dong.

    Suka

    • tergantung keperluannya juga. untuk irit dan pemakaian rpm rendah yang valvenya dua lebih bagus daripada valve 4. Honda pakai SOHC 4 valve di motor trail biar berat bisa dikurangi tapi bisa ngejar respon performa di rpm tinggi.

      Suka

      • Tapi perlu di ketahui juga, Honda memakai SOHC pada motor trail (ex: CRF 250/450 R) itu bukan SOHC 4 Valve biasa, tapi mereka menyebutnya UNICAM {patented}. Bedanya Unicam dg SOHC 4 valve biasa adalah pada Unicam buka tutup valve in dilayani langsung oleh Chamshaft (seperti pada DOHC) lalu valve out masih pakai rocker arm (temlar). Setau ane Tujuan dari pemakaian sistem Unicam ini selain mengurangi beban dari rocker arm (karena yg pake rocker arm cuma klep out aja) adalah supaya mesin (walaupun) masih SOHC namun bisa mengaplikasikan intake model “downdraft seperti layaknya mesin DOHC High-Performance, tentu paham bukan benefit dari pemakaian intake model downdraft?
        Jadi dengan adanya Unicam ini Honda bisa menciptakan engine yg punya 2 keunggulan dari dua jenis engine (DOHC & SOHC) ke dalam satu mesin, walaupun dari segi performa masih sedikit dibawah DOHC murni sih.
        Menurut ane inilah salah satu hasil patent cerdas dari Honda, dan akan sangat cocok bila di implementasikan pada engine motor 150 cc nya yg dimari (daripada pakek mesin DOHC abal-abal overstroke klothok-klothok itu, ane gagal paham soal tuh motor) atau Mungkin untuk engine next Tiger 250 kelak?

        Suka

        • Ok, terima kasih infonya. Kata honda implementasi nya ada dua macam:
          2009 Honda Powersports Technology

          Honda’s Unicam single-overhead-camshaft (SOHC) four-valve cylinder head first appeared on the 2002 CRF450R. The benefits of the Unicam design are a powerful, yet shorter engine. The liquid-cooled head incorporates a carburized single camshaft that directly actuates two intake valves (the CRF250/450X series utilize titanium intake valves). In the CRF250R/CRF450X models, the camshaft’s single exhaust lobe actuates two steel exhaust valves via a forked, low-friction roller rocker arm. The Unicam system in the CRF450R/150R is slightly different, with the two exhaust valves operating through two separate low-friction roller rocker arms.

          Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.