MCI – motoinno TS3 teknologi suspensi depan untuk mengatasi kelemahan suspensi telescopic


Penulis ada berita soal motor buatan motoinno (motorcycle Innovation) yang namanya TS3 shockwave. Namun ternyata motor ini hanya untuk memperkenalkan teknologi suspensi depan yang dirancang oleh motoinno. Teknologi suspensi inilah yang akan penulis bahas.

Motor nya sendiri sebagai berikut:

Motor ini hanya prototipe, bentuk akhir bisa jadi berbeda. Ada juga rencana untuk membuat versi fairing dari motor ini. Berikut penjelasan soal prototipe ini:

M C I A N D M O T O I N N O M O T O R C Y C L E S

motoinno uses only the highest quality materials and components to create the best individual exotic motorcycles for the international collectors market. Each numbered machine is designed to fit the customer’s requirements, needs and style.

motoinno’s first run of limited edition machines (up to 10 numbered units available in FY – 2016/2017) introduced as the ‘TS3 – Shockwave’ – will use a Ducati Testastretta 11 degree 1200 water cooled engine offered in the 2014 monster range. This 135bhp unit can also be turbo charged if your need for 200 + brake horses is required. Not that this is really necessary as our power to weight ratio makes the motoinno a very powerful unit as standard. Recognised weight from a conventional system can be reduced by 44% to as little a 110 kgs for a 1.2 litre motorcycle.

Other manufacturer engine choices will become available after the first year of production (2016 onwards), including inline triples, fours and alternate V Twin configurations. Electric motor (EV) models are also being developed for the future.

Dikatakan bahwa motoinno hanya akan mempergunakan komponen dan material terbaik untuk membuat motor unik eksotik untuk pasar kolektor internsional. Setiap motor akan didesain sesuai dengan permintaan, kebutuhan dan gaya dari konsumen.

motor produksi terbatas pertama dari motoinno (sampai 10 unit saja) adalah “TS3- Shockwave” akan mempergunakan mesin Ducati Testastretta, 11 derajat 1200cc berpendingin air dari jajaran model monster 2014. Mesin 135 bhp ini bisa di pasang turbo bila ingin menambah 200+bhp. Walau ini tidak perlu karena katanya power to weight ratio sudah unggul. Berat dari aslinya sudah berkurang 44% sehingga jadi cuma 110kg padahal ini untuk motor kelas 1.2 liter.

Jadi ini sebenarnya hanya produk demo saja yang dipakai untuk menunjukkan keunggulan teknologi dan kemampuan dari motoinno dalam memproduksi motor sesuai pesanan. Ditambah juga untuk memperkenalkan teknologi suspensi depan dari motoinno.

Dijelaskan bahwa motoinno ingin memposisikan diri sebagai Roll Roycenya motor.
W O R L D W I D E M O T O R C Y C L E B R A N D I N G:

We are a high quality low run production facility. motoinno is positioning itself to create ‘Rolls Royce grade’ motorcycles using advanced technological developments that include the highest performance possible, the greatest technical know how available and the most discerning developments of engineering, design and art. Our main corporate beliefs and manufacture systems are inspired by and based on the likes of Koenigsegg, Ferrari, Bugatti and Atom.

Dikatakan bahwa motoinno pingin meniru Koenigsegg, Ferrari, Bugatti dan Atom.

 

Video yang lebih banyak berbicara soal teknologi suspensi ini daripada demo run motornya.

Soal pembuatan dan fitur fitur unggulan suspensi TS3:

Testimoni / komentar terhadap sistem kemudi TS3.

 

TS3 merupakan singkatan dari Triangulated Steering and Suspension System. Sistem ini telah dikembangkan selama 16 tahun dan rencananya akan diimplementasikan di banyak motor, termasuk juga yang bertenaga listrik.

Keunggulan utama dari suspensi TS3 adalah peningkatan stabilitas motor. Dikatakan bahwa dengan menggunakan suspensi ini motor bisa satu detik lebih cepat di tikungan. Selain itu juga bisa mengurangi berat motor namun bisa meningkatkan kekuatan, daya tahan, stabilitas dan keamanan dari sistem kemudi bila dibanding cara konvensional (telescopic)

Beberapa keunggulan berdasarkan hasil pengujian adalah:
RESULTS FROM ON TRACK TESTING AND DATA COLLECTION:

  • Under braking the lack of dive in the TS3 offers more stability and builds confidence for the rider. There is no bike wallow or weight shift inherent as in a telescopic fork unit.  
  • The TS3 achieves a more direct entry into a corner than a normal flip flop counter steer maneuver and it achieves a higher rate of turn for less lean into, through and on exit from a corner. This means more contact patch on the road in any given situation.
  • Changes to throttle position or braking input on the TS3 have little or no effect on the motorcycle’s ability to hold a line through a corner and any change in direction does not affect its stability into a corner, mid corner or on exit from a corner – a major cause of steered stanchion accidents.
  • The TS3 is less influenced by unbalanced suspension movement mid corner and therefore less affected by changes in road surface or camber.
  • On the entry to, during and on exit from a corner the TS3 has the ability to hold a tighter line with less effort from the bike or rider.
  • Under controlled and extreme braking (even in a full front wheel stoppie) the TS3 demonstrated that it does not suffer from unbalancing ‘stiction’, lateral or horizontal oscillations (bouncing) in the front suspension whereas telescopic forks did.
  • The TS3 has no corner lean issues associated with alternate steering systems.

Maaf, banyak istilah nggak ngerti penjelasan yang pas jadi penulis rangkum saja. Intinya suspensi TS3 bisa mengurangi gerakan dive atau manggut ke depan. Suspensi lebih stabil membuat pengereman atau akselerasi atau perubaha arah kemudi tidak akan banyak mempengaruhi weight transfer sehingga jadi lebih mudah untuk tetap berada di jalurnya saat di tikungan. Model suspensi juga membuat berkurangnya osilasi suspensi.

Cara pengendalian juga lebih langsung, nggak perlu metode counter steering seperti yang penulis bahas sebelumnya.

 

motoinno juga menjelaskan kelemahan kelemahan dari metode suspensi yang ada pada link berikut ini
Telescopic forks vs Hub-Centre Steering vs TS3

Intinya adalah yang metode konvensional yang pakai tabung teleskopik itu tidak bisa dikendalikan manggut manggutnya. Baik peredaman tidak rata jalan, kendali dan pengaturan weight transfer jadi satu.

Saat motor di akselerasi maka suspensi memanjang sehingga sudut kendali berubah dan motor jadi susah belok. Saat di rem maka suspensi jadi memendek sehingga motor jadi terlalu mudah belok.

Saat di rem juga bisa terjadi suspensi mentok yang bisa mengakibatkan masalah bila salah memperhitungkan daya pengereman, daya belok atau karena kondisi jalan yang tidak rata.

Sistem HCS lebih stabil karena memisahkan antara pengendalian, weight transfer dan peredaman jalan. Banyak kelemahan yang sudah diatasi namun susah untuk membuatnya stabil dan bebas dari osilasi. Gerakan kemudi susah untuk dibuat konsisten dan konstruksi membutuhkan banyak sambungan atau link. Beberapa ada yang kemudinya jadi berat dan arah beloknya terbatas.

Suspensi ini berupa swing arm dari mesin atau rangka bawah ke bagian depan. Kalau tidak salah penulis ada contoh motornya yang akan penulis bahas berikutnya.

TS3 dikembangkan dengan berusaha mengatasi semua kelemahan diatas. Banyak bagian suspensi bisa diatur agar sesuai dengan gaya berkendara yang diinginkan.

 

Yang menarik adalah bila melihat hasil perbandingan dari TS3 dengan motor lain. Uji dilakukan dengan membandingkan TS3 Shockwave dengan Suzuki GSX-R750, dengan bantuan alat telemetri TrackMotion.
Advanced Testing of the motoinno TS³ prototype

Berikut data pada saat corner entry, biru adalah GSX-R750, kuning adalah motoinno TS3:

Terlihat ada perbedaan cara mengemudi. Yang GSXR butuh melakukan teknik counter steering, sementara yang TS3 tidak. Menurut penulis ini lebih ke perbedaan sudut kemudi, seperti yang sudah penulis bahas sebelumnya.

Data slalom berikut menunjukkan lebih jelas perbedaan tersebut:

Yang berikut ini menunjukkan adanya osilasi suspensi pada GSXR:

 

Ada beberapa poin yang sepertinya tidak dibahas di sistem suspensi TS 3. Yang pertama adalah kestabilan kecepatan tinggi. Di artikel sebelumnya dijelaskan bahwa bila kemudi motor dibuat lebih mudah belok, maka di jalan lurus jadi kurang stabil. Begitu juga sebaliknya. Sayangnya penulis tidak menemukan pembahasan soal kestabilan saat jalan cepat di website motoinno.

Yang kedua adalah soal grip dari roda. Karena weight transfer bekurang, maka pada saat pengereman grip roda depan akan tidak sebanyak pada suspensi konvensional. Roda belakang akan punya grip lebih besar, pengereman roda belakang akan lebih berpengaruh.

Sistem juga memungkinkan untuk melakukan pengereman maksimal lebih awal karena suspensi tidak banyak bereaksi terhadap pengereman, gaya yang seharusnya ditangkap oleh suspensi akan jadi disalurkan ke roda. Namun dari yang penulis tahu, kalau di mobil ini membuat mobil jadi understeer. Entah apa bisa dilihat atau tidak dari uji diatas. Penulis tidak melihat data G-force selama menikung.

Setelan dive sendiri bisa diatur:

100% (full front end dive) / 0% (neutral front end dive geometry) / 100% (front end rise under braking).

 

Yang ketiga osilasi suspensi, agak aneh juga ini terjadi pada GSXR, apakah ini karana ABSnya? Atau ini weave atau wobble (goyang kiri kanan?

Perbedaan antara weave dan wobble = If the rear wiggles and doesn’t stop, it is a weave. If the front wiggles and doesn’t stop, it is a wobble. Bila belakang goyang tidak berhenti namanya weave, bila depan goyang tidak berhenti namanya wobble. Untuk menghentikan weave rem depan ditambah, untuk menghentikan wobble rem belakang ditambah.

Tapi biasanya suspensi motor sudah dirancang untuk mengurangi wobble. Katanya cuma bisa terjadi kalau ban atau suspensi di modif atau motor lama. Salah satu solusi darurat adalah memasang steering damper. Cara detil penulis bahas selanjutnya.

Iklan

13 thoughts on “MCI – motoinno TS3 teknologi suspensi depan untuk mengatasi kelemahan suspensi telescopic

  1. Ndak bakal diproduksi massal dalam waktu dekat kecuali sama penemunya sendiri. Meski di awal bilang “Ingin menjadi Rolls-Royce nya motor dengan standar serba tinggi.” Sebenarnya ini disclaimer dr pembuatnya.

    Standard keamanan terpenuhi tapi standard industri ? (Is it feasible to reproduce? Is it feasible to have low failure? ).
    Sama halnya dengan teknologi FreeValve/Camless design. Saat ini belum di adopsi oleh industri karena pastinya banyak hal yang harus dipelajari.

    Kalau melihat datanya…sangat cocok untuk dipakai di motorsport. Tapi mata awam saya melihatnya sangat boros tempat / kurang kompak. Tapi cocok lah disebut inovasi karena dengan mengatur offset kemudi, kita bisa mengatur kenyamanan dan bahkan tingkat keamanan berbelok.

    Suka

  2. kalau saya perhatikan, evolusi motor itu agak lucu. Teleskopic depan dibuat terbalik lalu swing arm belakang motogp dibuat terbalik juga. Sekarang di video itu tadi shock belakang dipindah jadi ke depan. Coba pasang teleskopik shock depan dipasang di belakang, mungkin lebih baik lagi.

    Suka

  3. kalo yang di pakai pada GSX-R750 K5 diatas kan masih inverted teleskopik konvensional, k5 juga kan tahun produksi 2004/5.
    teknologi teleskopik tahun 2004 masa dibandingkan sama teknologi 2016/7, kenapa tidak dibandingkan dengan teknologi teleskopik yang skr? seperti di Balance Free Fork pada Showa dan FGR300 pada Ohlins.

    Suka

  4. […] Midual Type 1 merupakan motor mewah yang menggunakan pendekatan handling yang berbeda dari motor mewah lainnya. Motor motor mewah yang penulis bahas sebelumnya menggunakan model kemudi yang unik untuk bisa meningkatkan handling. Motor sport mewah masa lalu Vincent Black Shadow menggunakan Vincent Girdraulic Fork, motor sport mewah masa kini buatan Vyrus menggunakan Hub Center Steered dan buatan motoinno menggunakan Triangulated Steering and Suspension System. […]

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s