BMW R Nine T karena mesin flat twin menjorok keluar justru bikin handling dan respon mesin jadi enak dan mengungguli saingannya


Sebelumnya penulis sudah membahas bagaimana midual dilengkapi dengan mesin flat twin agar handling lebih baik. Kali ini penulis membahas motor yang lebih terkenal dengan mesin flat twin / boxernya yaitu motor BMW, salah satunya BMW R Nine T

Motor ini katanya bakal muncul juga di filmnya Tom Cruise, Mission Impossible 6, berikut saat pembuatan adegan film tersebut:

 

Ada beda pada penempatan mesin flat twin di BMW dengan di Midual. Di Midual mesin ditempatkan secara membujur:
Midual Type 1 motor mewah serba kulit, mesin nggak v-twin nggak inline tapi flat twin, sangat meningkatkan handling

Sementara pada motor BMR mesin ditempatkan secara melintang:

 

Walau penempatan berbeda, ciri khas dari flat twin juga ada pada motor BMW, yaitu center of gravity yang rendah dan mesin yang halus.

Keterangan resminya:
BMW Motorrad Menampilkan BMW R Nine T Scrambler, dalam ajang Gaikindo Indonesia Internasional Motor Show 2016

“R Nine T Scrambler merupakan perpaduan sempurna desain klasik dengan teknologi terkini seperti fitur ABS dan ASC (Automatic Stability Control) sebagai fitur standar serta mesin boxer 1200cc khas BMW yang menghasilkan low center of gravity sehingga handling dan kenyamanan menjadi salah satu dari banyak keunggulan R Nine T Scrambler,” ujar Karim Rachman, Marketing & PR Manager, BMW Motorrad Indonesia – Maxindo Moto. Sesuai dengan karakternya, R nine T Scrambler dibekali dengan sistem suspensi yang menghasilkan handling terbaik juga respon cornering netral, dalam kata lain, sangat menyenangkan di jalan berliku. BMW R Nine-T Scrambler, sudah dapat dipesan dalam ajang GIIAS 2016 dan memiliki banderol harga Rp 620,000,000 (off the road).

Jadi mesin konfigurasi flat dengan CoG yang rendah dan konfigurasi kemudi netral membuat BMW R Nine T jadi enak dikendarai.

Penulis sebenarnya sudah pernah menonton review BMW R Nine T, dibilang motornya enak banget, tapi terus terang saat itu penulis nggak punya bayangan enaknya bagaimana.

Untungnya review berikut bisa memberikan pencerahan:
BMW R nine T Scrambler review

The power delivery is punchy and starts low down the rev range. A wide spread of this power makes it ideal for street riding. With protruding engine cylinders at the front of your feet, you will learn to avoid tight spots. Its comfortable but wide dirtbike handlebar is another reason to be mindful of car mirrors when squeezing past stalled traffic.

In slow-speed manoeuvres, you will be conscious of the six-speed BMW’s claimed 220kg fully fuelled weight. The shaft-driven bike has a habit of “straightening up” at the blip of the throttle. It is a trait you will soon get used to, along with heat generated from the engine. But get it going on open roads and the simple-to-operate bike is a breeze to ride despite a flat seat which lacks cushioning.

Dikatakan bahwa tenaga terasa memukul mulai dari rpm mesin rendah. Tenaga yang merata ini membuatnya ideal untuk dikendarai. Mesin yang menjorok keluar membuat agak susah untuk bernavigasi di ruang yag sempit. Setir yang lebar juga bikin jadi agak susah untuk selap selip antar mobil.

Di kecepatan rendah berat motor lumayan terasa. Saat di akselerasi, motor terkesan jadi terasa lebih tegak. Ini sifat yang jadi terbiasa juga soal panas mesinnya. Tapi bila dipakai di jalan motor ini enak dipakai walau kursinya kurang empuk.

2016 BMW R nineT: MD Ride Review

As you might expect, the power comes on long and smooth. Throttle response is near seamless, and you can twist your right wrist at very low rpms without serious juttering and continue to wring the motor all the way to redline. The word “flexibility” comes to mind, making the six-speeds available often superfluous.

This is a big bike, and handling is more than competent, but you can feel its mass. You don’t flick the R nineT into corners so much as bend it. At lower speeds, you can even feel slightly different levels of effort rolling through left-handers and right-handers thanks to the longitudinal crank.

Dikatakan bahwa napas mesin terasa panjang dan halus. Respon gas terasa tidak terbatas. Kita dapat memutar gas di rpm rendah tanpa terasa tersendat sendat dan motor akan terus berakselerasi terus hingga mentok. Penggunaan gigi jadi fleksibel dan adanya 6 gigi percepatan terasa jadi berlebihan.

Motor ini besar. Handling lebih dari bagus tapi berat mesin tetap terasa. Di tikungan tidak bisa dibuat menikung tajam. Pada kecepatan rendah akan terasa efek rolling bila lewat tikungan ke kiri atau kekanan karena pemasangan mesin yang melintang.

 

Jadi intinya respon mesin di rpm rendah dan handling yang bagus merupakan keunggulan utama dari BMW R Nine T. Walau berat mesin masih terasa, dan motor tidak bisa dibuat menikung ekstrem, motor dikatakan sangat nyaman dipakai kalau untuk jalan santai. Rasanya sifat yang seperti inilah yang membuat motor sangat cocok untuk lalu lintas Indonesia. Cuma mesin yang menjorok itu yang bisa bikin masalah, jadi repot untuk selap selip saat lalulintas ramai. Kalau mesin jadi menyenggol tangan atau kaki orang saat menyalip di kemacetan bisa berabe juga.

Mungkin ini juga alasan vlogger Ano Wirontono memasang cover mesin (Engine Guard) seharga 5-7 juta untuk R Nine T nya.

Suara bisa didengar di video berikut:

 

ASC yang disebut sebelumnya merupakan fitur traction control tapi tujuannya hanya untuk keselamatan:
BMW Motorcycle Traction Control

Automatic Stability Control prevents the rear wheel from spinning uncontrolled when accelerating all-out and thus avoids any loss of side forces and stability which otherwise would make the rear wheel swerve out of control. Lift-off detection and intervention serves furthermore to prevent the front wheel from moving up when accelerating under full power.

Dikatakan bahwa ASC mencegah roda belakang spin saat berakselerasi, sehingga mencegah ban belakang lepas kontrol. Di ASC juga mendeteksi motor standing sehingga mencegah terjadinya wheelie.

Anti wheel spin dan anti wheelie ditunjukkan pada video berikut:

Fitur ini rasanya lebih untuk ke fitur keselamatan untuk pemakaian di jalan raya. Kalau di luar negeri fitur ASC adalah opsional. Fitur ini dibenci yang hobi offroad:
BMW ASC (Automatic Stability Control) — worth it?

I have it I…. really hate it….Yes you can turn it off but it is a pain to remember each time you start the bike…I like to be able to power over the dirt ect…the Acs cuts off the engine power with every little slip of rear tire….I vote no…and won’t have it again

Dikatakan fitur bisa dimatikan tapi setingan akan otomatis on setiap kali kendaraan dinyalakan. Motor jadi tidak bisa dibuat power over saat di jalan off road. ACS akan mematikan tenaga mesin setiap kali roda spin.

 

Dari performa, motor ini termasuk yang paling bertenaga untuk motor tanpa radiator. Spesifikasi BMW R Nine T adalah Air/oil-cooled flat twin (‘Boxer’) 4-stroke engine, two camshafts and four radially aligned valves per cylinder, central balancer shaft, 1,170 ccm, 81 kW at 7,550 rpm, 119 Nm at 6.000 rpm, Unladen weight, road ready, fully fuelled 222 kg, £12,200. Versi urban: £10,550.

Di UK ada 5 model.
Standar BMW R Nine T:

BMW R Nine T Pure

BMW R Nine T Racer

BMW R Nine T Scramble

BMW R Nine T Urban G/S

 

Saingan (air cooled):
Honda CB1100 EX, DOHC 1140cc air-cooled inline four-cylinder, 66 kW/7,500 rpm, 91 Nm/5,500 rpm, 255 kg, £ 10,765.00

Ducati Scrambler Classic, L-Twin, Desmodromic distribution, 2 valves per cylinder, air cooled, 803cc, 55 kW at 8,250 rpm, 68 Nm at 5,750 rpm, Dry weight 176,5 kg, Wet weight 192,5 kg, £ 8,987.

Yamaha XJR1300, 4-stroke, air-cooled, 4-valves, DOHC, forward-inclined parallel 4-cylinder, 1,251cc, 71.9 kW @ 8,000 rpm, 108.4 Nm at 6,000 rpm, Wet weight (including full oil and fuel tank) 240 kg, £ 8,599.00.

Kawasaki W800, Air-cooled, 4-stroke Vertical Twin, SOHC, 8 valves, 773 cm³, 35 kW / 6,500 rpm, 60 Nm at 2,500 rpm, 217 kg, £ 6,899 .

Triumph Bonneville T100, Liquid cooled, 8 valve, SOHC, 270° crank angle parallel twin, 900cc, 40.5 kW @ 5,900 rpm, 80 Nm at 3,230 rpm, Dry Weight 213 kg, £8,500.00.

Moto Guzzi V9 Roamer, 90° transverse V-twin air and oil cooled engine, 850 cc two-cylinder, 41 kW at 6,200 rpm, 62Nm at 3,000rpm, 199 kg kerb weight, £8,699.00.

Harley Davidson Roadster, 1202 cc Air-Cooled Evolution® V-Twin Power, est 50kw at 5,500rpm, 96 Nm at 4,000rpm, Weight In Running Order 259 kg, £ 10,195.

Iklan

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s